
Mengingat beredarnya rumor tentang keterkaitan Bai Long Qishi dengan pembantaian Marga Li, Bei Yang pun mengizinkan Xishi untuk tinggal sementara, namun hanya Zhiyu yang boleh merawatnya. Selain dia, Bei Yang tidak mempercayai siapapun untuk merawat Xishi.
Setelah melihat wajah asli Xishi yang selama ini selalu tertutup oleh masker yang terbuat dari sutra putih. Akhirnya, Bei Yang pun menyadari kecantikannya yang tidak biasa. Tidak heran kalau Xishi begitu tertutup, berbeda dengan gadis-gadis di luar sana, setidaknya Xishi menunjukkan kalau dirinya berbeda.
^^^( Luo Bei Yang - Ketua Klan ^^^
^^^Hēilóng)^^^
" Aku akan mempercayakan Nona Zhan kepadamu, rawatlah dia dengan baik sampai A-Feng menjemputnya! " Ujar Bei Yang.
" Baik, Kakak! " Balas Zhiyu sambil membungkuk.
Bei Yang keluar, meninggalkan Zhiyu sendiri untuk mengobati Xishi. Meski Zhiyu sangat memahami ilmu pengobatan, namun sejauh ini dia tidak pernah mengobati luka pada tubuh perempuan. Apalagi yang tertusuk adalah bahu, letak yang mungkin cukup berbahaya untuknya, pria dewasa.
" Maafkan aku, tolong jangan salah faham.. " ujar Zhiyu pelan.
Zhiyu menelan salivanya kasar. Tangannya gemetaran saat menyentuh pakaian Xishi, Dia berhati-hati menurunkan pakaian di bagian bahu kiri Xishi sampai lukanya terlihat, lalu mulai mengobatinya, saat ini dia sadar mengapa kakaknya tidak mempercayai orang lain untuk mengobati Xishi. Karena jika Zhiyu saja tidak mampu bagaimana dengan orang selainnya.
Xishi terus tak sadarkan diri sampai lukanya selesai di balut, setelah itu Zhiyu kembali merapikan baju Xishi. Terakhir dia juga menyelimuti tubuh Xishi agar tidak masuk angin.
Disisi lain, Liu Xingsheng menyadari bahaya datang pada Xishi. Namun, saat dia sampai di pemakaman dia menyadari Xishi di bawa oleh orang-orang Klan Hēilóng. Xingsheng sendiri tidak bisa masuk ke dalam kawasan itu, kawasan itu di lindungi oleh segel yang hanya bisa di lihat oleh orang-orang tertentu. Xingsheng dan Liang berdiri tepat di depan gapura, pintu masuknya tersegel, jadi tidak heran kalau malam ini tidak ada yang berjaga.
" Master, kita tidak bisa masuk! " Ujar Liang.
" Benar, setidaknya dia sudah terlepas dari bahaya.. " balas Xingsheng.
" Namun, aku masih tidak mengerti kenapa Master bisa tahu kalau dia dalam bahaya? " Tanya Liang.
" Pertemuan ku dengannya sudah tertulis dalam takdir, dalam sekali pertemuan, aku akan terhubung dengan batinnya! " Jawab Xingsheng sambil menatap gerbang gaib di depannya.
" Eh, maksud mu, dia adalah.. " ucap Liang.
Xingsheng berbalik dan berjalan menjauh.
" Benar! Karena kau sudah tahu, kau juga akan membantuku menjaganya! " ucap Xingsheng sambil melenggang pergi.
" Tapi, apa kau sudah yakin adalah dia? " Tanya Liang.
" Ini akan jadi kali pertama dan terakhirnya kau ragu padaku! " Sahut Xingsheng dari kejauhan.
" Eh, Liang tidak berani! Tadi itu hanya asal bicara saja, sungguh, Master! Tunggu dulu!! " Ucap Liang sambil sedikit merengek sebelum akhirnya mengejar Tuannya.
Malam berlalu, mentari sudah mulai memancarkan sinarnya. Hangat sinarnya masih belum mampu mengalahkan dinginnya Gunung Luo. Para Murid Klan Hēilóng ini sudah mulai memperlihatkan aktivitas mereka di pagi hari. Sesuai dengan rencana, Zhiyu akan mengirim surat kepada Feng menggunakan merpati putih.
Di waktu yang bersamaan, Zhan Feng dan Zhan Qibo sampai di Ibukota Jian Yi untuk mencari si bungsu Zhan Xishi. Sedangkan, Zhan Cheng pergi memenuhi panggilan dari Ketua Klan Jīn shī dari barat Jian Yi, yakni Jiang Cheng Lu. Di barat Ibukota adalah kota Tai Chang.
Merpati putih menghampiri Feng saat dirinya berjalan menelusuri pasar. Feng menerima suratnya dan membacanya, saat itu tanpa pikir panjang, Feng langsung pergi ke Gunung Luo. Entah kekuatan teleportasi dari mana, hanya dengan mengambil satu langkah setelah berbalik, dirinya sudah sampai di pintu masuk Gunung Luo. Disana ada dua adik seperguruan yang menjaga gapura, saat mengetahui Feng datang mereka langsung memberi salam.
" Kakak A-Feng, Kakak Zhiyu sudah menunggu.. " ujar salah seorang junior.
" Aku tahu.. " ucap Feng sambil melemparkan senyum sebelum akhirnya melangkah masuk.
Feng berjalan terburu-buru menemui Zhiyu yang tengah menunggunya di teras Paviliun Yan. Setelah keduanya bertemu, Zhiyu bangkit dari duduknya dan mencoba menenangkan Feng terlebih dahulu. Setelah Feng tenang, barulah Zhiyu mengantar Feng ke tempat Xishi.
" Semalam aku dan beberapa orang lainnya menemukan dia tergeletak di pemakaman Luo dengan luka tusuk di bahunya " ujar Zhiyu.
" Siapa yang menyerangnya? " Tanya Feng serius.
" Pedang yang menusuknya adalah pedang gaib yang di kendalikan oleh ilmu hitam! Kemungkinan besar--
" Siluman! " Celetuk Feng dengan tatapan tajam.
" Eh, apa maksudmu? " Tanya Zhiyu.
" Kau pikir sekte mana yang berani menggunakan ilmu hitam? " Tanya Feng.
" Bukankah kita akan tahu jika bertanya langsung pada Xishi? " Tanya Zhiyu.
__ADS_1
" Benar, kau keluar dulu.. " ujar Feng.
" Eh? " Zhiyu memasang wajah herannya.
Namun, begitu mendapat tatapan serius dari Feng di pun mengalah dan keluar.
" Baik, baik, aku keluar, sangat jarang aku melihatmu begitu serius! " Gumam Zhiyu sambil berjalan keluar.
Pintu tertutup, Feng juga menutup jendelanya. Setelah itu dia menatap Xishi dengan begitu serius, setelah itu, dia mulai mengeluarkan sihirnya untuk menyembuhkan Xishi secara menyeluruh.
Selain Zhan Cheng, tidak ada orang lain yang mengetahui tentang Feng lebih lebih dalam. Sejauh ini ada banyak rahasia yang di tutupi oleh Cheng dan Feng, lebih tepatnya adalah asal usul Feng dan Xishi. Meski keduanya tidak pernah membicarakan hal ini, namun mereka sadar dengan perbedaan yang sangat jauh antara Feng dan Xishi dengan keluarga Zhan.
Zhan Cheng hanya memiliki dua anak kandung, yakni Qibo dan Hua. Sedangkan Feng dan Xishi hanya anak asuh, meski Feng tidak sepenuhnya di asuh oleh Cheng, namun dia tetap menghormati Cheng layaknya seorang ayah pada umumnya. Kenyataan ini tidak pernah di ungkap di hadapan Xishi, bahkan si putri bungsu mengira kalau dia satu-satunya anak angkat Cheng.
Meskipun sudah tau statusnya sebagai anak angkat, Xishi tidak ingin mengungkit hal itu, terlebih dia juga enggan membahas tentang identitas dan keluarga aslinya. Dia lebih memilih tetap berada dalam kungkungan keluarga kecil ini daripada harus kembali ke keluarga yang jelas-jelas tidak membutuhkannya.
Melihat apa yang di lakukan oleh Feng hari ini, dapat di simpulkan kalau Feng adalah orang yang paling paham dengan kondisi Xishi. Entah itu hubungan darah atau hubungan batin karena telah lama bersama, rahasia yang belum terungkap itu masih di jaga dengan baik oleh Feng dan ayahnya, Zhan Cheng.
Setelah selesai, tubuh Feng melemas, dia terduduk di lantai setelah memuntahkan darah. Senyumnya terukir di bibirnya, tangannya menyeka darah yang mengotori dagunya, perlahan dia mulai kembali bangkit dan mengambil posisi duduk di tepi tempat tidur. Feng meraih tangan adiknya lalu menggenggam nya lembut.
" Maaf, maaf karena tidak bisa menjagamu dengan baik.. Setelah ini takkan ku biarkan kau terluka lagi, Zhu Zis--
" Kakak.. " panggil Xishi lirih.
Feng terkejut, dia merasakan Xishi membalas genggamannya, dia memanggilnya dengan kondisi mata masih terpejam.
" Xishi, kakak disini.. " ujar Feng.
Perlahan Xishi mulai membuka matanya, samar dia melihat wajah Feng, namun dia juga melihat noda darah di sekitar bibirnya.
" Kakak terluka? " Tanya Xishi.
" Hah? " ..
Mendengar hal itu, Feng buru-buru membersihkan area bibirnya, tidak ingin membuat Xishi melihatnya lebih jelas lagi. Xishi mulai memperjelas pandangannya, dia melihat mata Feng memerah, namun tidak berani menanyakannya.
" Dimana ini? " Tanya Xishi.
Xishi bangun dari posisi tidurnya, Feng membantunya duduk dengan hati-hati.
" Kau masih terluka, jangan terlalu banyak bergerak dulu.. " ujar Feng.
" Em, benar aku tertusuk.. " gumam Xishi.
Tokk.. Tokk.. Tokk..
" A-Feng, aku datang bersama kakak.. " suara Zhiyu dari luar terdengar begitu jelas.
Feng bangkit dan membuka pintu, dia memberi salam pada gurunya sebelum akhirnya mempersilahkan mereka masuk untuk melihat keadaan Xishi. Meski Feng tahu betul ada niat lain yang terselubung, dia tetap membiarkan keduanya masuk, sekalian ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh Xishi nantinya.
" Sudah bangun? " Tanya Bei Yang begitu melihat Xishi duduk.
Xishi turun dan membungkuk memberi salam pada Bei Yang.
" Xishi memberi salam pada Guru Besar Luo.. " ucap Xishi lirih.
" Eh, duduklah, kau sedang terluka.. " ujar Bei Yang.
Xishi kembali duduk di atas tempat tidurnya. Dia mempunyai firasat yang sama dengan Feng.
" Apa masih terasa sangat sakit? " Tanya Bei Yang.
" Terimakasih atas perhatian Guru Besar, Kakak Zhiyu merawat ku dengan baik, lukanya sudah tidak terlalu sakit.. " jawab Xishi.
" Kalau begitu, apa kau mengingat kejadian semalam? " Tanya Bei Yang tanpa basa-basi lagi.
Xishi terdiam sejenak, dia ikut mengingat kembali kejadian semalam.
' Jika aku katakan, apakah akan membahayakan hidup Yin'er? Namun, Yin'er adalah pemimpin dari Rubah Pembunuh, jika tidak ku katakan orang akan mencurigai Pembunuh Malam! ' Batin Xishi.
__ADS_1
" Jangan di paksa kalau tidak ingat, kau bisa mengatakannya nanti.. " ujar Zhiyu.
" Sebenarnya ini agak asing, karena yang aku hadapi adalah boneka yang di kendalikan oleh musik misterius! " Ujar Xishi setelah terdiam cukup lama.
" Apa terdengar seperti kecapi? " Tanya Bei Yang.
" Benar! " Balas Xishi.
" Rubah Pembunuh? " Celetuk Zhiyu.
' A-Apa? Sudah di sadari? ' Batin Xishi terkejut.
' Ternyata adalah dia!! ' Gumam batin Feng marah.
" Benar, hanya Rubah Pembunuh yang menggunakan musik kegelapan! " timpal Bei Yang.
" Apa pemimpin Rubah Pembunuh adalah seorang siluman? " Tanya Zhiyu.
Lagi-lagi mengejutkan Xishi, terlihat jelas Xishi tidak suka dengan topik ini.
" Belum di pastikan! Namun, Xishi, apa hubungan mu dengan Bai Long Qishi? " Tanya Bei Yang.
Kali ini Xishi berani menatap Bei Yang dengan serius, dia juga mengangkat sebelah alisnya. Firasatnya Xishi dan Feng tepat pada sasaran, kali ini biar Feng mendengar apa yang akan Xishi katakan.
" Tiba-tiba? Apa kalian juga menganggap kalau Bai Long Qishi terlibat dalam pembantaian Marga Li? " Tanya Xishi serius.
Tidak ada yang menjawab Xishi, dia menghela nafas sebelum akhirnya melanjutkan bicaranya.
" Rumor tersebar berdasarkan omong kosong yang keluar dari mulut ke mulut. Dipercaya setengah hati namun mampu menggerakkan emosi. Hanya orang-orang lemah yang percaya Bai Long Qishi yang Agung dapat melakukan hal sebegitu hina! Rumor itu jelas-jelas hanya ingin menjatuhkan nama Bai Long Qishi, sekarang yang perlu di pertanyakan adalah siapa yang berani mengotori nama Bai Long Qishi? " Ujar Xishi membuat ketiga orang yang ada di ruangan itu tercengang.
" Apa Xishi telah mengetahui sesuatu? " Batin Feng bertanya-tanya.
" Mengenai Bai Long Qishi, aku tidak tahu betul, namun mendengar namanya di kaitkan dengan pembantaian Marga Li, aku salah satu orang yang menentang rumor tersebut! Bagaimanapun juga perbuatan pembunuh bayaran hanya berkaitan dengan siapa yang membayarnya atau siapa yang di bunuh nya! Mohon maaf jika penjelasan Xishi membuat Guru besar tidak nyaman! " Pungkas Xishi.
Siapa sangka kalau seorang guru besar akan mendengar seorang gadis berbicara dari awal hingga akhir. Pernyataan yang di lontarkan Xishi seolah sejalan dengan pemikiran Bei Yang sehingga membuatnya tak mampu lagi berkata-kata. Dia berfikir kalau apa yang di katakan Xishi hari ini adalah bagian dari apa yang di pikirkan nya belakangan ini.
" Tidak apa-apa, Aku mengerti. Aku merasa pikiran kita sejalan, bagaimanapun juga Bai Long Qishi adalah bagian lain dari dewa pedang, kita tidak boleh merendahkan apalagi menghinanya dengan mengaitkan namanya pada perbuatan sehina itu! " Balas Bei Yang.
' Dewa Pedang lagi???? ' Gumam batin Xishi.
" Ekhem, baru-baru ini mayat Putra Bungsu Keluarga Li di temukan tergantung di depan gerbang dengan posisi kepala terpenggal! " Celetuk Feng.
" Benarkah? " Tanya Zhiyu.
" Sepertinya kau terlalu lama di gunung! " Gumam Feng.
" Eh! "
" Soal itu, aku yang membantu Tuan Muda Song memakamkannya! " Ujar Xishi tiba-tiba.
" Hah? Kau.. " ucap Feng tidak percaya.
" Bulan hantu semakin dekat, akan banyak pantangan untuk manusia awam, namun peluang besar akan di dapatkan oleh dua organisasi pembunuh. Untuk saat ini diam di rumah adalah hal terbaik! " Ujar Bei Yang.
" Guru, mohon izinkan Xishi tinggal semalam lagi, besok aku akan membawanya turun gunung! " Ucap Feng.
" Tidak perlu sungkan, dia masih terluka, kau ingin menunggu sampai lukanya benar-benar pulih pun aku tidak keberatan! " Balas Bei Yang tidak seperti biasanya.
" Baik, Terimakasih guru! " Ujar Feng.
" Xishi beristirahat lah, jangan terlalu banyak bergerak! " Pungkas Bei Yang sebelum akhirnya keluar.
" Baik, Terimakasih guru besar.. " jawab Xishi.
Sekarang di ruangan itu tersisa Xishi, Feng dan Zhiyu. Feng memapah Xishi ke tempat tidur, perbincangan yang panjang pagi ini sampai membuat Feng benar-benar melupakan sesuatu.
Disisi lain, di Ibukota Jian Yi, Qibo tengah mencari Feng kesana kemari. Belum bertemu dengan adiknya, kini kakaknya ikut menghilang. Di setiap langkahnya diiringi batin yang menggerutu, matanya terus menyapu area sekitar, mencoba menemukan dua sosok yang hilang entah kemana. Hingga telinganya mulai menangkap sebuah gosip yang kembali beredar di kalangan para pedagang. Telinganya yang cukup peka langsung bisa menyimpulkan dalam sekali dengar saja.
' Anak semata wayang Nie Han Rong gila? Bukankah dia adalah ahli waris sekte phoenix dengan ilmu beladiri tingkat atas? Apa yang membuatnya menjadi tiba-tiba gila? ' batin Qibo bertanya-tanya.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahunya dan membuatnya sedikit tersentak sebelum akhirnya berbalik.
" Adik? " ...