Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley

Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley
Melarikan Diri


__ADS_3

Perbincangan mengenai Jiangshi masih berlanjut, Zhishu yang awalnya mengabaikan hal ini, berubah pikiran dan memilih untuk menjadikan Jiangshi sebagai target berburunya.


Dia lebih mempedulikan kesenangannya di bandingkan keselamatan penduduk.


Mau di lihat dari sisi manapun, seorang Master Shi akan tetap terlihat seperti iblis.


Xingsheng sendiri mulai tertarik dengan pemikiran seorang Master Shi, namun dia juga tidak bisa terlibat lebih jauh, jika tidak Raja Xiali akan melenyapkannya dalam sekejap mata.


" Jadi, bagaimana cara mengalahkannya? " tanya Zhishu.


" Sebenarnya, aku sendiri tidak tahu.. " jawab Xingsheng tanpa rasa bersalah.


Hal itu membuat raut wajah Zhishu seketika berubah menjadi masam. Sejak tadi dia berbincang dengan harapan akan dapat solusinya, namun yang ia dapatkan malah jawaban bodoh dari orang tidak berguna.


Zhishu beranjak lalu pergi begitu saja. Sementara Xingsheng tersenyum di tempatnya sambil mengekori kepergian Zhishu.


" Si Yin, bawa Xuemei kembali lebih dulu! Aku akan pergi ke suatu tempat, jika terjadi masalah mendesak, segera kirimkan sinyal! " tegas Zhishu lalu melenggang pergi.


Sementara Xuemei menatap sendu kepergiannya yang tidak bisa ia tahan.


" Kemana Master akan pergi? " tanya Xuemei.


" Master tidak mengatakan tujuannya dengan jelas, namun dia mengatakan akan segera kembali, tugasmu hanya patuh dan percaya kepadanya.. Kau mengerti kan?? " tanya Si Yin.


Xuemei mengangguk.


" Bagus, " gumam Si Yin sambil membelai lembut kepala Xuemei sebelum akhirnya pergi dari kedai.


Disisi lain, Xingsheng dan Bei Liang pun tengah memperhatikan Si Yin dan Xuemei sampai mereka pergi.


Tak lama setelah itu, Bei Liang mengingat sesuatu dan langsung mengatakannya pada sang master.


" Master.. Ku pikir dia ada disini sebelumnya.. Orang itu sudah beberapa kali menampakkan diri, kira-kira apa yang direncanakannya sampai bisa berkeliaran bebas di Ibukota? " gumam Liang.


" Dia? Seorang anak buangan dari keluarga Nie, kau pernah bilang dia sekarang bermarga Yuwen? Sudah menyelidikinya? " tanya Xingsheng.


" Belum.. "


" Kalau begitu selidiki dulu, sebelumnya dia disini lalu Pembunuh Yue muncul dan mencegat Zhan Xishi, jika dia tidak mencegat Zhu Zhishu, kemungkinan besar dia belum mengetahui apapun! " jelas Xingsheng.


" Dimengerti, Master! " balas Liang lalu pergi.


' Sekarang tinggal menentukan cara ampuh agar bisa mengalahkan Jiangshi, aku tidak mengerti.. Bahkan Pemimpin Pembunuh Tersadis yang terkenal keji saja tidak tahu cara menghabisi Jiangshi?.. ' gumam Xingsheng dalam hati.


Disisi lain, saat Zhishu mulai menelusuri jalanan ibukota yang ramai, sesuatu seolah tengah memperhatikannya.


Tangan kanannya meraih sesuatu yang mengikat di pinggangnya, hingga tak lama setelah itu, sebuah tangan membuatnya berbalik secara paksa.


Seorang laki-laki dengan raut wajah terkejut sekaligus tidak percaya memanggil namanya setelah kakinya refleks mengambil langkah mundur.


" Bai-- Bai Long Qishi.. Zhu Zhishu? "


' Wajah seperti ini, mana mungkin aku lupakan begitu saja? ' gumam Zhishu.


" Lama tidak bertemu Tuan Muda Luo.. Ada apa gerangan? Anda terlihat begitu terkejut? " tanya Zhishu.


" Ti-tidak.. " Ucap Zhiyu terbata sebelum akhirnya menundukkan kepalanya dan mengembalikan sikap hormatnya.


" Kau tidak perlu sebegitu sopan nya kepada ku.. Kau lihat sendiri bukan? Aku tidak lagi memakai pakaian putih dengan motif khas Gunung Shu.. " gumam Zhishu.


" Maaf, Bai Long Qishi. Aku sudah menyinggung mu tadi.. Pakaian mu sangat mencolok di antara yang lainnya, jadi ku pikir kau adalah dia.. " ujar Zhiyu.


" Dia yang kau maksud adalah Master Shi? " tanya Zhishu yang jelas-jelas sangat tahu apa yang ada di pikiran Zhiyu saat dia tiba-tiba datang.


" Maaf atas kelancangan ku, Bai Long Qishi.. "


Zhiyu kalah telak, meski kecurigaannya belum sepenuhnya hilang, namun entah mengapa di hadapan sosok Bai Ling Qishi dia sama sekali tidak bisa menentangnya.


" Heh, kau selalu setengah-setengah seperti biasanya ya? Kalau begini terus, hati-hati kau kehilangan tangan mu! Perbincangan berakhir, lain kali berhati-hatilah.. " pungkas Zhishu sambil melenggang pergi.


' Sepertinya aku belum sempat melakukan apapun kepadanya, pantas saja dia tidak pernah jera! ' gumam Zhishu dalam hati.


Sementara se-perginya Zhishu, Zheyan datang menghampiri Zhiyu dan menyadari Zhiyu tengah melamun.


" Luo Zhiyu? " panggil Zheyan untuk yang kesekian kalinya.


" Yah? " sahut Zhiyu.


" Kemana saja perginya dirimu? Apa yang membuatmu terdiam di tengah jalan seperti ini? " tanya Zheyan.


" Sepertinya aku baru saja bertemu dengan Bai Long Qishi Zhu Zhishu.. " celetuk Zhiyu tanpa sadar.


Jawaban itu sontak membuat Zheyan langsung bergerak sesuai arah pandang Zhiyu sebelumnya.


Sedangkan hawa keberadaan Zheyan sendiri langsung di sadari oleh Zhishu yang langsung bersembunyi untuk menghindari pertemuan dengan kakak tertuanya.


Kemampuan indera milik Zheyan berubah drastis semenjak dirinya ikut tersegel karena berusaha menolong Zhishu. Akibatnya indera yang di miliki Zheyan tidak setajam Zhishu hingga dia tidak dapat menyadari keberadaan saudaranya sendiri.


Meskipun demikian, dia masih memiliki satu indera yang paling tajam, yakni indera penciumannya.

__ADS_1


Wangi Zhishu sangat samar, hingga Zheyan harus teliti agar bisa menemukannya.


Di waktu yang sama, Zhishu kembali ke penginapan dan menemui Xuemei dan Si Yin yang masih menunggunya disana.


Namun, tujuannya datang bukan untuk mengajak mereka berdua pergi, melainkan untuk meminta agar mereka menunggu lebih lama lagi.


Zhishu sendiri semakin merasakan hawa keberadaan Zheyan, dengan segera dia membersihkan aroma tubuhnya yang tersisa agar mereka berdua tidak terlibat ke dalam hal ini.


" Si Yin, jika ada yang menanyakan ku.. Bilang padanya kalau kau tidak mengenalku.. Jangan menyerang dan tetap bersikap seperti biasanya saja.. Keu mengerti? " tanya Zhishu.


" Di mengerti, Master... " jawab Si Yin.


Sebelum pergi, Zhishu memberikan racun mimpi untuk membuat Xuemei tertidur. Dengan begini, tugas Si Yin akan lebih mudah.


Setelah semua selesai, Zhishu langsung pergi dari penginapan menuju ke hutan yang ada di perbatasan ibukota dan wilayah Utara.


Baru beberapa saat setelah Zhishu pergi, Zheyan tiba-tiba datang dan masuk ke kamar Si Yin, dia melihat sekitar dengan tergesa-gesa.


Dari pakaiannya, Si Yin pun bisa menebak kalau orang itu adalah salah satu dari dua putra Zhu Zhaoyang.


" Dimana Zhu Zhishu? " tanya Zheyan.


' Dia langsung ke intinya, ya? Seram! ' gumam batin Si Yin.


" Zhu Zhishu? Apa dia tukang daging? Namun sepertinya aku tidak memesan daging hari ini! " jawab Si Yin asal.


" Heh, bagaimana bisa kau menyamakan keturunan dewa dengan tukang daging! " protes Zheyan.


' Mati aku! ' ucap Si Yin dalam hati.


" Bukan ya? Kalau begitu maaf, soalnya ku pikir ada banyak kemiripan, kakeknya selalu datang sambil marah-marah karena dia selalu lama saat mengantarkan daging! " jelas Si Yin semakin asal-asalan.


' Percuma! Yang ada aku malah membuang-buang waktu disini, tapi.. Sebenarnya, kemana kau pergi Zhu Zhishu? Apa kau sengaja menghindari ku? ' gumam batin Zheyan.


" Tuan muda, di lihat dari pakaian mu sepertinya kau masih seorang bangsawan, setidaknya meminta maaflah karena menerobos masuk ke kamar orang lain.. Itu akan merepotkan jika adikku sampai bangun! " tegur Si Yin.


Zheyan sadar, dia membungkuk lalu mulai meminta maaf.


" Maaf karena sudah tidak sopan, aku bahkan sampai menyinggung mu.. Sekali lagi mohon maaf.. " ujar Zheyan.


" Baiklah, lain kali kau harus tetap menjaga tata krama mu.. Kau juga harus tetap menstabilkan perasaanmu, jangan sampai perasaanmu yang mengendalikan dirimu.. Itu adalah hal yang di ajarkan oleh Master kepada ku, mungkin itu juga alasan mengapa aku tidak langsung protes saat kau tiba-tiba masuk tanpa izin dariku! " jelas Si Yin panjang lebar.


Zheyan mendengarkannya baik-baik. Dengan begini, dia berhasil mengukir waktu agar Sang Master bisa lolos dari kejaran Zhu Zheyan yang ada di hadapannya saat ini.


" Aku mengerti, kalau begitu, aku akan pamit! " ujar Zheyan.


Setelah Zheyan pergi, barulah dia melanjutkan perkataannya.


" Kakak Guru.. " sambung Si Yin.


Meski Si Yin menganggapnya demikian, namun perintah dari Masternya adalah hal yang 'Mutlak'.


Tidak peduli setinggi apapun jabatan orang-orang yang ada di hadapannya, selama Sang Master tidak menurunkan perintahnya, maka dia akan tetap diam.


Semua murid yang ada di dalam Sekte Àn shān adalah bidak, sedangkan Zhishu adalah pemainnya. Mereka akan tetap diam di tempat selama Zhishu tidak menggerakkannya.


Namun, setiap keseriusan Zhishu dalam melakukan tindakan, sebagian besar adalah ancaman untuk setiap kebahagiaan.


Sementara itu, di satu sisi, Zheyan masih mengikuti aroma yang di tinggalkan Zhishu, semakin ke selatan dia semakin kuat juga aromanya.


Sedangkan disisi lain, Zhishu mulai kehilangan cara untuk melarikan diri dari Zheyan. Hanya ada satu cara untuk bersembunyi sambil menenangkan dirinya sendiri.


Namun, di saat itu juga, sosok Zhishu malah tertangkap oleh pandangan Zheyan.


Zhishu yang merasa terdesak pun langsung memanggil seseorang yang bisa membantunya.


" Raja Xiali!! " panggilnya.


Tak lama setelah itu, sebuah lengan merangkul pinggangnya dari belakang, sekilas Zhishu menoleh dan mendapati sosok berpakaian serba merah dengan menggunakan topeng tengah merangkulnya.


' Wangi ini?? ' gumam Zhishu.


Selang beberapa detik saja, Raja Xiali membawa Zhishu pergi dalam sekejap mata.


Zhishu sendiri tidak bisa melepas pandangannya dari Raja Xiali, sekilas dia merasa orang yang tengah merangkulnya ini terlalu familiar.


Saat Zhishu memalingkan wajahnya lagi, dia terkejut saat mendapati dirinya berada di tempat yang amat sangat berbeda.


Tempat yang indah, bahkan terlalu indah. Hanya saja, entah mengapa tempat ini terasa sunyi dan sepi, rasanya terlalu hampa hingga Zhishu tidak merasakan aura kehidupan sedikitpun.


" Dimana ini? " tanya Zhishu.


" Alam baka " jawab Raja Xiali cepat.


' Alam Baka? Apa tidak terlalu berlebihan? ' gumam batin Zhishu.


" Apa kau sedang memanipulasi pandanganku? " tanya Zhishu.


" Ketahuan! "

__ADS_1


' Dia terlalu jujur seperti biasanya!! ' gumam Zhishu dalam hati.


" Percuma saja jika kau memanipulasi satu inderaku, aku memiliki banyak indera untuk merasakannya, ini seperti dunia yang mati.. " ujar Zhishu.


" Benar, bukankah sudah ku katakan, ini adalah Alam Baka " balas Raja Xiali.


' Heh, ini malah membuatku terlihat bodoh! Memalukan sekali! ' gerutu Zhishu dalam hati.


Raja Xiali berpindah, dari yang di samping menjadi ke belakang Zhishu. Satu tangan merangkul dan tangan lainnya menutup mata Zhishu.


" Heh, jika kau tidak berniat menampakkan wujud mu di depan ku, seharusnya kau lakukan saja dari awal! " gerutu Zhishu.


" Tidak, bukan karena itu, ini karena kau berkomentar mengenai pandanganmu yang di manipulasi, sekarang aku akan membuatmu melihat alam baka yang sebenarnya.. " ujar Raja Xiali.


Setelah itu, Raja Xiali mulai melepaskan tangannya dan membuat Zhishu melihat dunia yang dia tinggali selama ini.


Zhishu bahkan sampai tak berkata-kata. Kesunyian menyelimuti dunia ini, tidak bisa di bayangkan jika yang tinggal lama disini seorang diri adalah dirinya.


Seketika, dia menyadari kekeliruannya, sebentar lagi pun dia akan tinggal disini, dia juga akan merasakan kehampaan yang di alami Raja Xiali selama ini.


" Bagaimana? Kau puas? " tanya Raja Xiali.


" Yang Mulia Raja Xiali, bolehkah aku bertanya? " tanya Zhishu.


" Selama tidak yang aneh-aneh akan ku jawab.. " balas Raja Xiali dengan nada dingin seperti biasanya.


" Aku bukan dirimu ya! " ucap Zhishu mulai kesal lagi.


" Katakanlah.. " kali ini suaranya terdengar lebih tenang di bandingkan dengan yang tadi.


" Apa selama ini kau sendirian? " tanya Zhishu.


" Memangnya kenapa? " ujar Raja Xiali balik bertanya.


" Mengapa malah membalikkan pertanyaan? Aku bertanya, tugasmu hanyalah menjawab! " tegas Zhishu yang masih menahan kekesalannya.


" Iya.. "


Zhishu sudah menduganya, namun dia tetap terkejut setelah mendengarnya.


" Sendirian di tempat seperti ini, pasti sangat kesepian bukan? " tanya Zhishu.


" Apa kau berpikir demikian? " tanya Raja Xiali.


Zhishu hanya membalasnya dengan anggukan, sebelum akhirnya Raja Xiali mempererat pelukannya. Hanya saja, entah apa yang ia pikirkan sampai menyandarkan kepalanya ke bahu Zhishu.


" Zhu Zhishu.. " panggil Raja Xiali lirih.


" Apa? "


" Bisakah kau mencintaiku? Aku tidak akan memaksamu jika kau pikir itu mustahil, namun jika bisa aku ingin kau menemaniku.. Aku bosan hidup di balik topeng ini, aku ingin menjalani dengan jalan yang seharusnya.. Dengan orang yang akan tetap berada di sampingku dan menggenggam tangan ku.. " ujar Raja Xiali.


Entah apa yang dia lakukan hingga Zhishu sampai terbawa suasana seperti ini, rasanya setiap kata yang Raja Xiali ucapkan terlalu dalam hingga mampu menyentuh dasar hati Zhishu.


' Aku pun.. Jika aku bisa mengulang ceritanya, aku akan mencoba memilih mu sebagai orang yang aku cintai.. Namun, entah mengapa suara di dalam hatiku malah berharap, kalau kau adalah dia, Shingming Qianfan.. '...


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


...Bonus!...


Pengenalan Karakter:


...Liu Xingsheng...



Liu Xingsheng adalah adik dari Raja Xiali yang merupakan Penguasa Alam Baka.


Dia sendiri memegang kekuasaan Lembah Hantu Xiali yang mana merupakan gerbang perbatasan antara dunia manusia dan alam bawah.


Pertemuannya dengan Zhan Xishi membuatnya terjebak dalam perasaan sulit setelah mengetahui kalau gadis yang di cintai nya adalah Zhu Zhishu, seorang gadis keturunan dewa yang lahir dalam kondisi terikat takdir pernikahan dengan Penguasa Alam Baka.


Dia sendiri tidak dapat membiarkan perasaannya terus tumbuh, setelah mengalami kedekatan lalu terpisah dalam jarak dan waktu yang cukup lama.


Dia kembali dipertemukan dengan gadis yang sama namun dengan nama dan kepribadian yang berbeda.


Pertemuan tidak di sengaja itu, adalah awal dari cerita mereka berdua yang akan mengalami masa-masa sulit karena teror Jiangshi dan juga tekanan dari Raja Xiali untuk Liu Xingsheng.

__ADS_1


__ADS_2