
"Tuan, terima kasih." ucap seorang wanita tua.
"Sama-sama, Bu." jawab Sheila.
Tak ada suara, yang ada hanya tatapan mata yang begitu terpukau dengan seorang pemuda berparas cantik.
"Aku tak pernah mengira kalau masih ada seorang seperti dia, merampok dari tempat judi dan membagikan kepada orang-orang miskin." guman Kaisar Zhao dalam hati.
WUS...
terpaan angin kala itu, tiba-tiba membuat kaisar Zhao jantungnya berdebar kencang. apalagi melihat sosok yang begitu mempesona.
"Ya dewa, kenapa ini? kenapa jantungku berdebar seperti ini?" ucap kaisar Zhao yang melihat wajah Sheila. "Tidak, aku masih waras. masak aku menyukai seorang pria?" guman sang kaisar yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
WUSSS...
secepat angin sang kaisar telah pergi dari tempat kumuh, entah mengapa tiba-tiba saja jantungnya berdebar begitu kencang. seolah dia baru bertemu dengan seorang wanita.
KREKK...
pengawal sang kaisar memasuki kamar di penginapan, namun sang kaisar tidak menyadari akan kedatangan dari pengawalnya.
"Tuan, tuan..," panggil pengawal kaisar Zhao.
Tak ada sahutan dari sang kaisar, sesaat kemudian pengawal Siao terlihat menepuk pundak sang Kaisar.
PUK..
"Yang mulia." panggil pengawal Siao.
"Ada apa Siao?" tanya sang kaisar.
"Ada apa Yang mulai?" tanya pengawal Siao
"Tidak ada apa-apa, Oya.., nanti awasi seorang pemuda berparas cantik yang berada di rumah bordir kupu-kupu." perintah kaisar Zhao.
"Baik Yang mulia." jawab pengawal Siao.
__ADS_1
Entah mengapa Kaisar Zhao benar-benar sangat penasaran dengan sosok pemuda yang berparas begitu menawan hingga membuat jantungnya berdebar begitu kencang. terlihat sang Kaisar terus mempermainkan jari-jemarinya, dia akan mencari tahu mengenai seorang pemuda yang membuat jantungnya terus berdebar.
"Tidak mungkin aku mengalami penyakit aneh, karena aku masih normal." ucap Kaisar Zhao yang terlihat begitu penasaran.
Malam itu semuanya terbawa oleh kegelapan malam, pagi telah menjelang dan Sheila sudah berada ada di kerajaan Shang.
"Kau dari mana, komandan?!" seru Kaisar Jung kepada Sheila.
"Hormat hamba yang mulia, Maaf saya habis keluar dari kerajaan untuk melakukan sesuatu." jawab Sheila.
"Oh ya, aku ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting. Bisakah kau ke kediaman ku?" tanya Kaisar Jung kepada Sheila.
"Baik Yang mulia." jawab Sheila yang terlihat hendak ke kediamannya dahulu untuk membersihkan diri.
"Kau mau ke mana, penasehat?" tanya Kaisar Jung kepada Sheila.
"Hamba mau membersihkan badan dulu, Yang mulia. setelah itu hamba akan ke tempat yang mulia." jawab Sheila.
"Baiklah kalau begitu, Apa tidak sebaiknya kau mandi di kediaman ku saja?" tanya sang kaisar yang membuat Sheila langsung terdiam.
"Apakah anda ingin mengajak saya berkelahi, Yang mulia?" tanya Sheila yang membuat sang Kaisar menepuk jidatnya.
"Maafkan Aku, penasehat. aku hampir lupa setiap waktu." jawab sang kaisar yang kemudian kembali ke kediamannya.
Sheila kembali ke kediamannya untuk membersihkan diri, tak berselang lama terlihat Sheila Sudah ke tempat sang Kaisar memakai pakaian seorang pria dengan wajah yang begitu menawan.
"Hormat hamba yang mulia!" seru Sheila.
"Pantas saja kau selalu di gandrungi oleh begitu banyak wanita. Wajahmu benar-benar sangat tampan, Kau adalah orang kedua paling tampan di kerajaan ini setelah aku." ucap sang Kaisar Sambil tertawa terbahak-bahak.
Sheila hanya terdiam, wanita itu menunjukkan senyumnya..,sesaat kemudian dia bertanya kepada sang Kaisar mengenai apa yang ingin dia tanyakan. "Yang mulia, Apakah gerangan yang membuat yang begitu kebingungan?" tanya Sheila kepada kaisar Jung.
"Aku yakin kalau kau sudah mendengar mengenai rumah bordil kupu-kupu, karena yang aku tahu kau menyelidiki orang-orang itu kesana, bukan?" tanya sang kaisar yang membuat Sheila hanya menganggukkan kepalanya.
"Jika Yang mulia sudah mengetahuinya, Kenapa yang mulia masih bertanya?" tanya Sheila yang membuat sang Kaisar tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha..., aku sangat suka dengan jawabanmu." jawab Kaisar Jung.
__ADS_1
"Yang mulia, Apakah Anda juga sudah mengetahui kalau beberapa mata-mata dari beberapa kerajaan sudah memasuki perbatasan kerajaan ini?" tanya Sheila kepada kaisar Jung.
"Memangnya ada apa? apa yang membuatmu bertanya seperti itu?" tanya kasar Jung.
"Karena Yang Mulia harus mengetahui rumor dari beberapa tempat ini, bahwa kerajaan Shang akan menjadi titik target dari serangan beberapa kerajaan. tiga kerajaan yang mempunyai julukan Kaisar hebat itu akan saling menyerang satu sama lain. dewa perang, naga api dan Dewa mabuk itu adalah 3 pemimpin yang sangat disegani oleh begitu banyak kerajaan. jika mereka mampu mengalahkan salah satu tiga kerajaan itu maka mereka bisa dikatakan sebagai orang yang pantas dilihat dan pantas dianggap sebagai lawan." jawab Sheila.
"Lalu, apakah Kau mempunyai penglihatan mengenai kejadian yang akan terjadi? dengan begitu aku harus sesegera mungkin untuk menyelamatkan kerajaan ini dengan cara apapun." ucap Kaisar Jung.
"Hamba tidak tahu Yang mulia, tapi yang Anda harus ketahui adalah jika 3 kerajaan sampai melakukan peperangan. kemungkinan besar rakyat akan mengalami kehancuran dan kemiskinan yang sangat luar biasa." jawab Sheila.
"Apa benar penasehat? jika peperangan tiga kerajaan itu sampai terjadi maka aku juga bisa memastikan kalau rakyatlah yang akan mengalami kehancuran. kami sebagai pemimpin akan tertawa saat mengalahkan kerajaan lain, namun di pihak lain para rakyat akan menderita dengan semua yang mereka alami." jawab Kaisar Jung.
"Lebih baik anda bersama saya ke kerajaan sahabat atau kalau tidak.., apakah Yang mulia Nanti malam mau bermain-main dengan saya ke tempat itu? agar Yang Mulia tahu kalau para musuh-musuh kita semakin mendekati kita." jawab Sheila.
"Kau benar, kalau begitu kita akan melakukan sesuatu yang sangat luar biasa. dengan begitu kita akan mampu mengetahui Di mana letak Lawang kita? rumah bordir kupu-kupu berada di perbatasan kerajaanku dan kerajaan tetangga. jika sampai kita melakukan sesuatu yang berbahaya maka aku yakin para mata-mata itu akan menggunakan trik kotor mereka untuk menghancurkan kerajaan kita." jawab kaisar Jung.
"Yang mulia, apakah Yang mulia masih memiliki rencana untuk meratakan kerajaan-kerajaan yang ingin melawan kita?" tanya Sheila yang membuat Kaisar Jung nampak tersenyum.
"Apakah kau begitu penasaran mengenai hal itu?" tanya kasar Jung.
"Tentu saja, Yang mulia. saya sangat penasaran, karena akan terjadi pembantaian yang sangat besar." jawab Sheila.
"Tentu aku akan melakukan seperti yang kau sarankan, Aku tidak akan terlalu ke gegabah untuk membuat para rakyat menderita dengan peperangan yang sangat besar ini." jawab Kaisar Jung.
"Terima kasih, Yang mulia." ucap Sheila yang kemudian berbicara secara normal seperti seorang atasan dan majikan.
"Apa yang kau dapat dari memata-matai orang-orang itu?" tanya Kaisar Jung kepada Sheila.
"Begitu banyak para pejabat kerajaan ini dan beberapa kerajaan menghambur-hamburkan uangnya untuk berjudi di tempat itu. Sedangkan di sudut pojok kerajaan yang ada di dekat rumah bordir itu mengalami kelaparan yang sangat luar biasa." jawab Sheila.
"Apakah kau yakin?" tanya Kaisar Jung.
"Tentu saja saya sangat yakin, Yang mulia. bahkan saya telah ke sana untuk memastikan mengenai kondisi para gelandangan dan pengemis itu." jawab Sheila.
"Baiklah kalau begitu, besok aku ingin kau mengantarkanku ke sana. Aku ingin melihat Bagaimana rupa dari para mata-mata yang akan memata-matai kerajaanku." ucap sang Kaisar.
Sheila nampak menganggukkan kepalanya, Wanita itu sangat mengerti Bagaimana sifat dari junjungannya tersebut.
__ADS_1
*** bersambung ***