
TRANGGG...
TRANGGG...
ZLEPP..
Tentu saja para penjahat itu bukanlah tandingan dari Lian Ying, seorang jenderal besar dari kerajaan Shang.
"Kalian bukanlah lawan yang sepadan untuk kami, jadi jangan berusaha untuk melawan kami lebih dari batas kemampuan kalian!" seru Sheila yang terlihat duduk cantik disebuah kursi kayu yang ada di depan kediaman nya.
Wanita itu terus menatap kakaknya yang sedang memberikan pelajaran kepada para penjahat yang berusaha untuk melukainya.
"Kalian kira kalian akan bisa menang, kalahkan mereka Kak. jangan sampai tersisa sama sekali, Besok aku akan mencari Siapa orang yang berani berusaha untuk melukaiku!!" seru Sheila yang terlihat mengambil buah yang ada di sampingnya.
Hanya dalam hitungan beberapa detik saja para penjahat itu sudah tersungkur tidak berdaya.
"Ampuni kami, ampuni kami!!" seru para penjahat.
"Jangan beri mereka ampun, Kak! jika kau memberi mereka ampun maka mereka akan kembali lagi!!" seru Sheila.
Sheila adalah seorang wanita yang notabene sedikit kejam, dia tidak bisa memberikan ampun kepada siapa saja. dia begitu trauma dengan pembunuhan keluarganya dan melarikan diri dari Desa tanpa tujuan sama sekali dengan kakaknya. Hal itu membuat Sheila menjadi sosok wanita yang sangat kejam tanpa melihat situasi sama sekali tidak.
"Bagaimana kalau kita cincang mereka, adikku?" tanya Lian Ying.
"Tentu saja, potong mereka menjadi beberapa bagian." jawab Sheila dengan begitu santai.
Tentu saja 3 penjahat yang masih tersisa mereka langsung tertunduk di hadapan Lian Ying.
"Kami akan melakukan apa saja, Tuan. asalkan kau memberikan kami ampun!!" seru 3 penjahat .
"Tidak usah memberikan mereka kesempatan, Kak. bunuh mereka!!" seru Sheila yang masih bersikukuh untuk memberikan kemerdekaan kepada tiga penjahat itu.
"Ampuni kami, kami akan melakukan apapun!" seru para penjahat.
"Kita tidak usah membunuhnya, adikku. kita akan memberikan mereka pelajaran yang akan mereka ingat selamanya." jawab Lian Ying.
"Itu keinginanmu, terserah kak. tapi aku tidak akan membiarkan mereka selamat!!" seru Sheila.
__ADS_1
"Ampuni kami, kami akan melakukan apapun asalkan kau memberikan kami pengampunan!!" seru 3 penjahat.
"Benarkah? Baiklah kalau begitu sekarang kalian akan menjadi pengawalku. jika sampai 1 kali kalian menghianati ku maka kalian akan kehilangan nyawa kalian!!" seru Sheila yang membuat ketiga penjahat itu langsung terduduk lemas.
Mereka menatap seorang wanita dengan paras yang begitu cantik, Namun sayang sekali paras cantik itu memiliki kekejaman yang sangat luar biasa.
"Baiklah kalau begitu, lebih baik kalian pergi dari sini terlebih dahulu. karena mulai besok kalian harus bekerja untukku di tempat ini!!" seru Sheila.
Tidak ada yang bisa mereka katakan lagi, jika mereka berani melakukan sesuatu.., ketiga penjahat itu yakin kalau wanita kejam itu akan memburu mereka.
"Kami akan melakukan apapun, Nona. kami akan berada di tempat ini tidak jauh dari kediaman mu!!" seru 3 penjahat.
"Silakan, karena jika sampai saat aku membuka mata kalian tidak ada di depan kediamanku kalian harus tahu aku tahu di mana keberadaan kalian. walaupun kalian berada di akhirat pun !!" seru Sheila yang membuat 3 penjahat itu menelan ludah mereka dengan begitu kesusahan.
Terlihat juga kalau raut wajah ketiga penjahat itu begitu pucat, Lian Ying sangat mengetahui benar Bagaimana sifat adiknya itu. jadi dia tidak akan mengatakan apapun, Sheila selalu mengatakan dengan tindakan. dia tidak pernah berbasa-basi dalam setiap perkataannya. Jika dia ingin membunuh maka dia akan membunuh, Jika dia ingin meratakan suatu desa maka dia akan melakukannya.
Sheila berdiri di bawah pohon yang sedikit besar di depan rumah sederhana nya itu.
"Apakah Kakak masih mengingat bau ini?" tanya Sheila.
Lian Ying menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian pria itu menatap adiknya. "Apakah kau menggunakan kekuatanmu untuk membersihkan seluruh tempat ini?" tanya Lian Ying yang membuat Sheila menganggukkan kepalanya.
"Kelihatannya saat aku berada disini ada dua mata-mata yang terus mengikutiku." jawab Sheila.
"Siapa mereka?" tanya Lian Ying.
"Aku tidak tahu, satu diantara mereka mempunyai kekuatan sihir, namun satu diantara mereka mempunyai kekuatan sama seperti Yang mulia Kaisar." jawab Sheila.
"Lalu, apakah mereka menyerang mu?" tanya Lian Ying kembali.
"Tidak." jawab Sheila.
Jika hal itu terjadi berarti mereka berdua sudah melihat wajah Sheila, Lian Ying hanya mempunyai dua kemungkinan. satu mereka benar-benar terpukau dengan wajah adiknya itu, Kedua mereka mengetahui kalau wanita yang berada di tempat ini adalah penasehat dari kerajaan Shang.
Sesaat kemudian terlihat Sheila dan Lian Ying hendak memasuki rumah sederhana mereka.
"Kalian mau kemana?!" seru Kaisar Jung.
__ADS_1
Lian Ying langsung terdiam, pria itu sangat kenal betul dengan suara yang memanggil mereka. "Yang mulia Kaisar." ucap Lian Ying yang terlihat begitu kebingungan.
Sheila memutar tubuhnya, dia melihat kaisarnya yang sudah berada di depan rumah sederhananya. tatapan mata Kaisar Jung menatap seorang wanita cantik yang berada bersama Jenderal kebesaran kerajaannya. angin berhembus sepoi-sepoi namun benar-benar membawa suasana yang begitu mendebarkan, sang Kaisar menatap seorang wanita cantik yang bersama dengan Lian Ying. tatapan matanya terus menatap Sheila tanpa berkedip sama sekali.
DEG..
tiba-tiba jantungnya berdebar begitu kencang, ada sesuatu yang salah di dalam dirinya. ada sesuatu yang berbeda di hatinya ketika pria itu menatap seorang wanita asing yang berdiri bersama dengan Lian Ying.
"Yang mulia!" seru Lian Ying yang kemudian mendatangi Kaisar Jung. hanya terdiam wanita itu menatap Kaisar Jung dengan tatapan mata yang sedikit kebingungan karena terlihat sang Kaisar menatapnya tanpa berkedip sama sekali.
"Apa yang membuat Yang mulia kesini?" tanya Sheila yang membuat Kaisar Jung sedikit kebingungan. pria itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun, karena dia tidak mengenal wanita yang sedang mengajaknya berbicara.
Kaisar Jung terkenal begitu arogan, sombong dan sedikit bersikap dingin. pria itu terlihat mengacuhkan Sheila, dia malah mengajak berbicara Lian Ying namun sorot matanya melirik kearah wanita cantik yang berada di belakang punggung jenderalnya itu.
"Kenapa kau tiba-tiba pergi dari kerajaan, Jenderal?" tanya Kaisar Jung kepada Lian ying.
"Maafkan hamba Yang mulia, karena ada beberapa urusan mendadak." jawab Lian Ying.
"Lalu, apakah urusan mendadak itu dengan wanita ini? kau sudah mempunyai seorang istri berani sekali kau mencoba untuk menghianatinya?!" seru Kaisar Jung kepada Lian Ying.
Sheila menatap pria yang ada di depannya itu, dia sedikit kebingungan karena Kaisar Jung mengira dia sedang bersama kekasih gelapnya.
"Yang mulia, kalau berbicara itu yang sopan ya. Mengapa kau mengatakan Aku ini adalah wanita simpanan pria itu?!" tanya Sheila yang membuat Kaisar Jung menatap wanita yang ada di belakang punggung Lian Ying dengan tatapan mata yang sedikit menelisik.
"Siapa Kau, berani sekali kau mengatakan hal itu padaku. Apakah kau tidak punya sopan santun dan siapa kau Kenapa kau mengetahui kalau aku adalah seorang Kaisar?!" seru kaisar Jung.
"Tentu saja aku sangat tahu, Bahkan aku sangat tahu siapa orang-orang yang berada di kerajaan mu." jawab Sheila sambil berkacak pinggang.
Ternyata Sheila baru mengetahui kalau pria yang bersama dengan kakaknya itu tidak mengenali dirinya. tentu saja Sheila ingin sedikit bermain-main dengan Kaisar Jung.
"Apa maksudmu? kenapa kau berkata tidak sopan seperti itu padaku?!" seru Kaisar Jung.
"Siapa yang tidak sopan, Yang mulia. lalu Mengapa Yang Mulia tiba-tiba datang ke tempatku ini?" tanya Sheila kepada kaisar Jung.
"Lancang, berani sekali kau berkata seperti itu padaku!!" seru Kaisar Jung.
"Memangnya kenapa? kenapa aku tidak boleh lancang kepada pria dingin arogan dan menyebalkan seperti dirimu!!" seru Sheila yang membuat Lian Ying menatap adiknya dengan begitu tajam.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan, adikku?!" ucap Lian Ying dengan ekspresi mulut sedikit terbuka dan suara yang begitu lirih.
*** bersambung ***