DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Kisah kutukan sang ratu terdahulu


__ADS_3

"Apa maksudmu, adikku? Tentu saja aku sangat takut, karena jika penyihir itu sudah muncul kembali maka itu akan berpengaruh terhadap kerajaan ini." jawab Jendral Lian.


"Maksud kakak apa, aku tidak mengerti?" tanya Sheila sedikit kebingungan.


"Tentu saja itu akan berpengaruh bagi kerajaan Shang. penyihir itu adalah orang yang ingin menguasai kerajaan ini, dia bekerja sama dengan ibunda Ratu untuk membunuh ku agar mereka berdua bisa menguasai kerajaan ini. bahkan pria tua itu memberikan kutukan kepada Ibu Ratu kalau dia tidak akan bisa kehilangan nyawa atau dia tidak akan bisa mati. dia dan penyihir abadi itu akan tetap hidup untuk menguasai kerajaan Shang." jawab Kaisar Jung.


"Apakah maksud Yang mulia kalau ibunda Ratu atau ratu ke-2 dari kaisar yang terdahulu itu tidak meninggal?" tanya Sheila.


Kaisar Jung menganggukkan kepalanya,


"Lalu, di mana dia sekarang Yang Mulia?" tanya Sheila.


"Ayahanda ingin membunuh istri keduanya itu, setelah ayahanda mengetahui kalau Bunda Ratu berusaha membunuhku. Bahkan dia dengan kejam memberikan kutukan kepadaku agar aku memiliki kekuatan seperti seorang iblis." jawab Kaisar Jung.


"Lalu, di mana dia?" tanya Sheila kembali.


"Dia dikubur hidup-hidup oleh Ayahanda di sebuah gunung yang ada di Sebuah kerajaan yang begitu jauh. yang aku tahu kalau kerajaan itu sudah diratakan oleh Ayahanda ku." jawab Kaisar Jung.


"Maksud Yang mulia kalau ibunda Ratu sekarang sudah terbangun dan ingin membalas dendam kepada Yang mulia?" tanya Sheila.


"Itulah yang kami khawatirkan, mawar hitam. karena jika dia kembali lagi ke tempat ini kami bisa memastikan kalau dia ingin menguasai kerajaan ini kembali." jawab Jendral Lian.


"Kita tinggal membunuhnya saja kan? menghabisi mereka berdua." jawab Sheila.


"Itu tidak akan mudah, karena ibunda Ratu bersekutu dengan penyihir itu untuk menjadikannya awet muda, abadi tidak pernah tua dan tidak akan termakan usia." jawab Jenderal Lian.

__ADS_1


"Ya Dewa.., kalau begitu Ratu kedua dari kerajaan ini benar-benar sangat terobsesi memiliki kecantikan yang sangat menakutkan." ucap Sheila.


"Karena hal itulah kedua saudaraku memiliki sifat buruk dari ibunda Ratu. Mereka benar-benar menginginkan kerajaan ini menjadi milik mereka." jawab Kaisar Jung.


"Lalu, apa yang terjadi sekarang Yang mulia? tanya Sheila.


"Dengarkan aku, penasehatku. Kita harus mencari cara untuk mengalahkan penyihir abadi itu, sudah hampir 30 tahun lamanya dia tidak menampakan diri. dia menghilang bersama ibunda Ratu di sebuah tempat yang tidak aku ketahui, namun jika sekarang mereka berdua sudah kembali aku yakin mereka ingin menguasai kerajaan ini bagaimanapun caranya." jawab Kaisar Jung.


"Kalau seperti itu bisa-bisa kekuatan yang dia miliki untuk menguasai kerajaan ini dengan sepenuhnya?" tanya Sheila.


Kaisar Jung menganggukkan kepalanya kembali, dia tidak akan membiarkan wanita iblis berkedok manusia itu menguasai kerajaan yang telah dibangun oleh ayahandanya. dia tidak akan membiarkan Kerajaan Kaisar terdahulu hancur di tangan seorang wanita yang memiliki ego yang begitu besar, ingin menguasai segalanya bahkan selalu menginginkan sesuatu yang bukan miliknya.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan Yang mulia? Jika benar Ratu kedua dari kerajaan ini memiliki paras cantik dan rupawan..,Lalu apakah yang mulia masih mengenali wajahnya?" tanya Sheila kepada sang Kaisar.


"Tentu saja aku pasti mengenali wajahnya, karena aku sangat paham betul Bagaimana Ratu kedua." jawab Kaisar Jung.


Benar apa yang dikatakan oleh Sheila, jika 30 tahun sudah berlalu dia telah mengubah wajahnya. maka orang-orang yang ada di kerajaan Shang tidak akan pernah lagi mengenali wajah Ratu kedua.


"Apa yang kau katakan itu ada benarnya, penasehat. jika sampai Ratu kedua merubah wajahnya dengan bantuan penyihir abadi Maka kita semua tidak akan bisa mengenali wanita itu. apalagi waktu itu usiaku masih sangat kecil." jawab kasar Jung.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan Yang mulia?" tanya jendral Lian.


"Kita tidak akan bisa melakukan apapun, karena kita juga tidak mengetahui bagaimana wajah dari ratu kedua. kemungkinan besar dia sudah merubah namanya begitu pula dengan penyihir abadi. Aku yakin dia sudah merubah identitasnya, bahkan wajahnya." jawab Kaisar Jung.


"Hufff...," Ketiga orang itu memikirkan semua yang mereka katakan, Jika benar Ratu kedua masih menginginkan kerajaan Shang. maka mereka semuanya harus bersiap-siap dengan semua yang terjadi.

__ADS_1


"Kita bagaikan hidup dan berdiri di atas mata pedang, jika kita bergerak sedikit saja maka kita akan terluka. namun jika kita tidak bergerak bisa-bisa kita mati." ucap Sheila.


"Kau benar sekali, penasehat. itulah keadaan kita sekarang, bergerak kita mati..,diam diri juga kita akan mati." ucap sang kaisar yang membuat ketiga orang itu menghela nafasnya dengan begitu berat.


Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, Namun bukan Sheila namanya jika wanita itu tidak mencoba untuk mencari solusi bagi mereka semua.


"Yang mulia, Bagaimana ciri-ciri dari ratu kedua?" tanya Sheila.


"Memangnya kamu apa, Adik?" tanya Jenderal Lian.


"Aku akan mencoba mencari tahu mengenai wanita itu, jika yang mulia masih memiliki lukisan atau apapun yang dimiliki oleh wanita tua itu." ucap Sheila.


"Entahlah, kalau kau mau kita bertiga akan mencari di gudang kerajaan aku yakin pasti ada salah satu peninggalan dari ratu kedua, karena dua putranya sudah kita hukum jadi kita akan bisa mencari mencari barang-barang dari ratu kedua." jawab Kaisar Jung.


"Baiklah kalau begitu, lebih baik kita segera ke tempat itu. kita tidak boleh menunggu waktu hingga kedua orang itu ke kerajaan Shang, jika sampai terjadi aku juga tidak akan tahu Apakah aku bisa melawan penyihir tua itu ataukah kita semuanya akan kehilangan nyawa di tangan penyihir tua abadi itu." jawab Sheila.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya jenderal Lian.


"Tentu saja kita harus mencari ke gudang, Kakak. apakah kau mau jika kita kehilangan nyawa sia-sia karena ulah kedua makhluk peot itu." jawab Sheila yang membuat Kaisar Jung nampak terdiam sambil menatap wajah Jenderal Lian.


"Ternyata dari dulu sampai sekarang kata-kata dari adikmu itu tidak berubah sama sekali, tapi saat dia berhadapan dengan para pejabat kerajaan dia begitu tegas seperti seorang pria yang mempunyai wibawa." ucap Kaisar Jung Sambil tertawa terbahak-bahak.


"Maafkan aku Yang mulia, tapi aku tidak setuju dengan kata-kata yang mulia karena aku tidak ingin adikku melawan kodratnya sebagai seorang wanita. Aku tidak ingin dia terus-menerus menjadi pemuda cantik yang digandrungi oleh begitu banyak wanita." jawab Jenderal Lian yang membuat Kaisar Jung menganggukkan kepalanya. memang sudah puluhan tahun sang Kaisar tidak pernah melihat wajah Sheila semenjak usianya 9 tahun, terakhir setelah itu Sheila sudah bermetamorfosis menjadi bocah laki-laki untuk menutupi dirinya agar tidak diganggu oleh orang-orang yang ada di kerajaan sang.


"Sudah hampir 7 tahun aku tidak pernah melihat wajah asli adikmu itu, Lian." ucap sang Kaisar.

__ADS_1


"Jangan sampai Yang mulia melihat wajah aslinya, jika sampai Yang mulia melihat wajah aslinya maka Yang mulia akan mati ditempat." jawab Jenderal Iian yang membuat Kaisar Jung mulai memikirkan Seperti apa wajah asli dari Sheila atau mawar hitam. Sudah 7 tahun lamanya dia tidak pernah melihat wajah gadis kecil yang selalu mengikutinya itu.


*** bersambung ***


__ADS_2