DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Wanita misterius


__ADS_3

"Ternyata..., bocah kecil penganggu itu sudah dewasa, bahkan dia juga terlihat menawan." ucap Melan.


"Apa ini? kenapa pria itu tidak tertarik kepada kita, ayah!!" seru putri Kaisar Lim.


"Entahlah, bahkan wanita secantik Melan Li tidak bisa menggoda pria itu, jika ayahanda masih mampu untuk bersenang-senang.., mungkin Melan Li akan ku jadikan selirku." ucap kaisar Lim.


"Yang mulia terlalu menyanjung hamba." ucap Melan Li.


"Jika para putri dari kerajaan ku tidak bisa menarik perhatian dari pria itu, maka kau harus berusaha untuk mendekati kaisar Jung!" perintah kaisar Lim.


"Tentu saja saya akan melakukannya, Yang mulia. dengan begitu saya akan menjadi ratu di kerajaan ini." ucap Melan.


"Bagaimana kalau kau menjadikan kami semua selir sang Kaisar jika kau sudah mampu merayu pria itu." ucap salah satu Putri Kaisar Lim.


"Tentu, tapi kalian harus ingat. aku yang akan tetap menguasai kerajaan ini, aku akan menjadi ratu di kerajaan ini." ucap Melan yang terlihat benar-benar sangat yakin kalau dirinya akan mampu membuat sang Kaisar jatuh ke pelukannya.


"Kalian tidak boleh melakukan sesuatu melebihi perintahku, kalian hanya boleh menjadi bidak di atas catur Ku." ucap Kaisar Lim.


"Enak saja kau mengatakan hal itu, jika aku mampu mendapatkan hati bocah kecil itu maka dia akan menjadi milikku selamanya. aku tidak peduli dengan penyihir Goryeo, aku akan menjadi penguasa dari kerajaan ini bahkan ketampanan bocah kecil ini lebih daripada Goryeo." ucap Melan yang terlihat benar-benar jatuh hati kepada kaisar Jung.


Seorang wanita yang dulu dianggap oleh sang Kaisar sebagai ibu sambungnya, namun yang terjadi malah istri kedua ayahnya itu berusaha untuk menceraikannya dan berusaha untuk membunuhnya.


Senyum tersirat begitu cantik di wajah penyihir melan. Wanita itu sudah membayangkan akan mendapatkan semuanya, mendapatkan cinta dari sang Kaisar juga mendapatkan cinta dari Kaisar Jung.


"Goryeo, jangan salahkan aku jika aku jatuh cinta kepada anak dari mantan suamiku. dia tidak akan pernah mengetahui siapa jati diriku. aku akan menjadikannya suamiku dan akan kubuat dia bertekuk lutut di bawah kakiku, aku akan mengendalikannya dan akan menguasai kerajaan ini." guman Melan dalam hati.


Ternyata wanita itu juga tidak mengetahui kalau penyihir Goryeo juga berada di kerajaan Shang, dia membunuh salah satu pejabat kerajaan dan memakai identitasnya untuk memasuki kerajaan itu. semua bisa dilakukan oleh penyihir Goryeo, karena pria itu adalah seorang penyihir yang sangat hebat.


Tatapan mata Goryeo menatap Melan dengan semua kelicikannya. pria itu mengetahui semua rencana licik dari Ratu Melan. namun penyihir Goryeo nampak mengacuhkan semuanya itu, dia tidak menghiraukan semua keinginan Melan karena dia lebih fokus untuk mendapatkan wanita cantik yang ada di kerajaan Shang.

__ADS_1


Tatapan mata penyihir Goryeo menatap melan, pria itu menertawakan semua rencana licik dari melan untuk menjadikan Kaisar Jung sebagai tambatan hatinya.


"Ternyata kau adalah wanita licik, kau akan menghianati ku dan berusaha untuk menyingkirkan ku.., namun Apakah kau bisa Saat Kau menghianati ku maka kau bukan lagi bagian dari diriku." guman penyihir Goryeo yang kemudian menatap komandan sekaligus penasehat kerajaan Shang.


Sebuah senyum terukir begitu cantik, tatapan genit ditunjukkan oleh Melan. hari sudah berlalu menjadi malam, penyihir Goryeo, Ratu Melan dan seluruh orang-orang dari kerajaan Ang sudah beristirahat. Melan menyusuri kerajaan yang dahulu pernah dia tempati, langkah kakinya terhenti saat dia menatap sebuah paviliun yang dulu dia tinggali.


"Sudah lama sekali aku tidak pernah ke tempat ini, sudah lama sekali aku pergi dari kerajaan ini. namun aku sangat yakin jika suatu saat nanti aku akan kembali mendapatkan semua yang pernah dulu aku dapatkan." ucap Melan yang kemudian mengenang semua kemewahan yang dahulu diberikan oleh Kaisar Donghae.


Semilir angin berhembus dengan begitu sejuk, langkah kaki seorang sudah mendekati Ratu Melan yang menatap kediamannya dahulu. sebuah paviliun yang begitu mewah, begitu megah.., namun kini pavilion itu sudah menjadi tempat terbengkalai karena Kaisar Jung ingin menghilangkan seluruh kenangan pahit mengenai istri kedua ayahnya.


"Apa yang kau lakukan disini, Nona?!" seru Kaisar Jung yang sudah berada di depan kediaman seorang wanita yang benar-benar dibenci oleh pria itu.


Melan yang mendengar suara yang begitu familiar di telinganya, tentu saja wanita itu langsung memutar tubuhnya. tatapan matanya menatap Kaisar Jung yang berada didepannya.


"Yang mulia." ucap Melan dengan nada suara yang begitu menggoda.


Terlihat pria itu menggunakan pakaian sederhana dan rambut yang sedikit terurai. tatapan mata Melan terus menatap Kaisar Jung yang terlihat begitu sempurna. begitu menawan, begitu tampan dan gagah terlihat Melan terus menatap Kaisar Jung yang mengenakan pakaian yang sedikit terbuka dan memperlihatkan bagian dadanya. Hal itu membuat Ratu melan terus menatap bentuk tubuh dari sang Kaisar.


"Gagah, tampan dan menggairahkan." ucap Ratu Melan dalam hati sambil terus menatap kasar Jung.


Sesaat kemudian datang Sheila yang masih berpakaian pria.


"Yang mulia, apa yang Yang mulia lakukan disini?" tanya Sheila kepada kasar Jung.


"Mawar Hitam, apa yang kau lakukan di sini?" tanya kasar Jung balik.


"Tadi kan saya yang bertanya kepada Yang mulia. Kenapa Yang Mulia malah bertanya balik kepada hamba?" tanya Sheila yang membuat Kaisar Jung tersenyum.


"Apa yang anda lakukan di sini?" tanya Sheila kepada Melan.

__ADS_1


Tatapan mata Melan menatap penasehat kerajaan Shang, wanita itu begitu tidak menyukai paras dari Sheila.


"Penasehat, Apa yang kau lakukan disini?" tanya Melan kepada Sheila yang membuat Kaisar Jung dan Sheila saling menatap satu sama lain.


"Seharusnya kami yang bertanya kepadamu, Nona. apa yang kau lakukan disini karena tempat ini adalah tempat terlarang." ucap Sheila.


"Penasehat mawar hitam Benar, apa yang kau lakukan disini, Nona. dan mengapa kau terus berkeliaran di tempat ini?!" seru Kaisar Jung yang membuat Melan tersenyum.


"Maafkan hamba Yang mulia, hamba tidak tahu jalan dan hamba tersesat." jawab Melan yang terlihat terus berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.


"Jika kau tersesat, lebih baik kau kembali." ucap sang kaisar.


"Yang mulia, apakah Yang mulia membantu hamba Kembali ke tempat hamba? karena hamba tidak tahu tempat ini." ucap Melan dengan ada suaranya begitu genit. Hal itu membuat Sheila sedikit mengerutkan keningnya.


"Wanita ini benar-benar tidak tahu malu sama sekali, bahkan di depan wanita lain dia menggoda Kaisar dari kerajaan ini." guman Sheila dalam hati.


Terlihat Sheila terus menatap Melan, sedangkan sang Kaisar tentu saja pria itu menatap Sheila yang menatap melan.


"Maafkan aku Nona, aku harus segera ke tempat penasehatku. karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." ucap Kaisar Jung yang kemudian memerintahkan salah satu pengawal untuk mengantar Melan kembali ke kediamannya. sedangkan Kaisar Jung sendiri langsung menarik tangan Melan dan membawanya kembali ke kediamannya.


"Yang mulia, apa yang Yang mulia lakukan? apakah tidak seharusnya Yang mulia mengantarkan wanita cantik itu kembali ke tempatnya?" tanya Sheila kepada sang Kaisar.


"Buat apa aku mengantarkan nya, dia bisa datang ke tempat itu maka dia harus bisa kembali ke tempatnya." jawab Kaisar Jung.


Sang Kaisar adalah sosok pria dingin, Bahkan dia lebih pantas disebut kutub utara negatif lebih dingin dari kutub utara.


*** bersambung ***


mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak ya. terima kasih untuk semua pembaca yang sudah mampir.😊😊❤️❤️❤️👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2