
"Ayo, putri. bukankah kalian ingin mencari pengalaman hidup di kerajaan ini?" tanya Sheila kepada putri Yuri dan putri Shimla.
"Apa yang akan kamu lakukan jika aku berusaha untuk mengambil Yang mulia Kaisar darimu." guman Yuri dalam hati sambil menatap Sheila yang tersenyum pada mereka berdua.
Sheila bisa mendengar semua perkataan dari wanita yang ada di depannya, Sheila hanya terdiam. karena dia tidak ingin terpancing dengan 2 wanita yang mempunyai rencana untuk menggoncang hati suaminya.
"Satu wanita genit yang ada di kerajaan, ditambah 2 wanita genit yang mencoba untuk menggoda suamiku." guman Sheila dalam hati.
Sesaat kemudian terlihat Sheila mengajak 2 Putri itu ke sebuah tempat. tentu saja disana Sheila mengajak Putri Shimla dan Putri Yuri untuk memasak.
"Apa yang kita lakukan di sini, Yang Mulia?" tanya Putri Yuri kepada permaisuri Kerajaan Shang.
"Suamiku sangat menyukai masakan yang dibuat oleh seorang wanita yang dia cintai. Tentu saja aku ingin memberikan pelajaran kepada kalian Bagaimana cara memasak di dapur." jawab Sheila yang membuat Dua Putri itu langsung terdiam. "Apa yang sedang kalian lakukan? Kenapa kalian diam seperti itu?" tanya Sheila yang membuat Putri Shimla menatap wanita yang mempunyai julukan penasehat kerajaan.
"Apakah Yang mulia yakin kalau Yang mulia suka berada di dapur?" tanya Shimla yang seolah ingin mengatakan kalau wanita itu hanyalah berpura-pura untuk melakukan sesuatu di dapur.
"Suamiku sangat menyukai masakan ku, aku selalu membuatkannya secara pribadi. para dayang dan para pelayan yang ada di istana tidak pernah melayani suami ku, mereka hanya melayani di saat bekerja saja." jawab Sheila yang membuat Putri Shimla dan Putri Yuri langsung terdiam.
"Baiklah kalau begitu, Yang mulia permaisuri. maukah Yang mulia mengajari kami cara memasak?" tanya Putri Shimla kepada Sheila.
Hari itu akan menjadi di hari yang penuh masalah bagi dua Putri yang berusaha untuk menggoda Kaisar Jung. para pelayan yang ada di dapur istana nampak mereka menatap 2 tamu Kerajaan yang begitu sombong dan begitu angkuh. berbeda dengan Sheila yang selalu bersikap ramah.
"Yang mulia, Apakah hamba akan membantu para putri ini?" tanya salah satu pelayan pribadi Sheila.
"Tentu saja, ajari mereka cara memasak dan tata krama di kerajaan ini." jawab sheila yang kemudian melipat lengan pakaiannya. wanita itu mulai menyingsingkan lengan pakainya dan memasak di dapur istana.
Dua Putri menatap Sheila dengan tatapan mata yang seolah mengatakan kalau wanita yang sedang bersama mereka itu hanyalah seorang wanita yang suka pamer dengan semua kepintarannya.
"Yang mulia permaisuri, Apakah kau selalu melakukan hal ini?" tanya Putri Yuri kepada Sheila.
"Tentu saja." jawab Sheila.
__ADS_1
Dua dayang pribadi Sheila akhirnya mengajak Putri Yuri dan Putri Shimla untuk mengerjakan pekerjaan mereka. mereka berdua sudah berjanji akan belajar memasak di kerajaan tersenyum, wanita itu akan mulai melakukan kegiatan yang tidak akan pernah dipikirkan oleh dua putri itu.
Terlihat para pelayan wanita yang ada di dapur mulai melakukan rencana mereka, mereka semua akan memberikan pelajaran kepada seorang wanita yang berusaha untuk mengusik sang Kaisar.
Sesaat kemudian terlihat Lian Ying sudah datang ke dapur istana. "Hormat hamba Yang mulia!!" seru Lian Ying kepada adiknya itu.
"Ada apa kak?" tanya Sheila kembali.
"Maaf Yang Mulia, ada sesuatu yang harus hamba bicarakan dengan Anda. ini mengenai Kerajaan." jawab Lian ying.
"Tapi aku sedang memasak." ucap Sheila.
"Tapi ini penting Yang Mulia." pinta Lian Ying yang membuat Sheila akhirnya meninggalkan tempat itu.
"Putri Shimla, Putri Yuri. Bisakah kalian melanjutkan memasak nanti yang mulia akan memasak memakan masakan kalian." ucap Sheila yang membuat dua wanita itu tersenyum begitu sumringah. padahal mereka berdua tidak tahu kalau mereka itu sedang dikerjai oleh Sheila.
2 Putri itu benar-benar begitu bahagia saat mendengar kalau masakan mereka akan dimakan oleh Kaisar Jung. mereka tidak berpikir kalau mereka berdua itu tidak bisa memasak sama sekali, Jadi kalau mereka memasak entah bagaimana rasanya masakan itu.
"Putri, kalau memasak itu lebih baik Putri berusaha untuk memotong sayuran itu sedikit tipis dan kecil." pinta salah satu pelayan.
"Benarkah? Apakah permaisuri kerajaan ini biasa melakukan itu?" tanya Putri Shimla.
"Yang mulia permaisuri memasak dengan begitu sempurna, bahkan kami semua tidak bisa menandingi cara memasak dan rasa makanan yang dibuat oleh permaisuri Sheila." jawab para pelayan.
"Baiklah kalau begitu, kami berdua akan melakukan sesuatu." ucap Yuri yang kemudian terus memasak.
Beberapa menit kemudian...,mungkin lebih tepatnya satu jam kemudian. 2 Wanita itu sudah selesai dengan acara memasak di dapur, terlihat jari-jemari mereka sudah terluka karena mereka terus berusaha untuk memasak. mereka berdua ingin mengambil hati Kaisar Jung, mereka berdua ingin dilihat oleh pria itu, mereka berdua ingin menjadi wanita kesayangan dari sang Kaisar.
Di tempat lain terlihat Sheila berada di taman bersama sang Kaisar.
"Ternyata suamiku sekarang sudah pandai main petak umpet." ucap Sheila yang membuat Kaisar Jung hanya tersenyum.
__ADS_1
"Dengarkan aku, aku benar-benar sangat tidak menyukai kehadiran para wanita itu, isteriku. mereka benar-benar membuatku pusing dan mereka benar-benar membuatku kehilangan akal karena mereka selalu saja mengikutiku. mereka kira aku ini ayah mereka apa." ucap sang kaisar yang membuat Sheila nampak tersenyum.
"Yang mulia, Apapun yang terjadi.., Yang mulia harus menuruti perkataan hamba. Apakah Yang mulia mau melakukannya?" tanya Sheila kepada sang suami.
"Memangnya ada apa istriku?" tanya Kaisar Jung kepada istrinya.
"Aku ingin yang melihat mereka, biarkan mereka tetap berada disini, aku ingin memberikan mereka pelajaran Aku ingin memberikan mereka tanda cacat yang tidak akan bisa mereka hapus." jawab Sheila.
"Apakah kau yakin istriku? aku benar-benar tidak menyukai kehadiran mereka, jika mereka berada disini, hal itu benar-benar membuatku ingin muntah." jawab sang Kaisar.
"Tenanglah Yang mulia, itu urusanku. jadi Yang mulia lakukan pekerjaan di istana, mereka berdua biar aku yang mengurusnya." jawab Sheila.
"Baiklah isteriku, lakukan apa yang ingin kau lakukan. tapi kau harus ingat jangan sampai mereka mendekatiku, jika tidak aku akan memberikan mereka luka dan aku akan membuka pintu bermusuhan dengan kerajaan-kerajaan lain." ucap Sheila dengan begitu yakin.
"Aku kira ada sesuatu yang membuat Yang mulia sangat marah seperti itu? ternyata para wanita itu yang membuat Yang mulia benar-benar kesal." ucap Sheila.
"Kalau sudah tahu lebih baik istriku tersayang tidak usah melakukan sesuatu yang aneh-aneh. suamimu ini benar-benar sangat tidak menyukai kehadiran para wanita di dekatku, kecuali dirimu seorang...," jawab Kaisar Jung yang kemudian bersandar di pundak sang istri.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu.
- mantan terindah
__ADS_1
Terima kasih banyak 😊👍👍👍❤️❤️❤️