DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Godaan dari putri kerajaan Ang


__ADS_3

Terasa begitu berbeda, perasaan sang kaisar benar-benar begitu berbeda saat ini.


~ Satu bulan kemudian ~


"Komandan, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Hu Feng.


"Lebih baik menteri bersiap-siap dengan masalah pajak negara." jawab Sheila.


Hu Feng, Dia adalah seorang menteri muda pria itu menjabat sebagai seorang menteri pajak yang ada di kerajaan Shang.


"Memangnya ada apa komandan? Apakah ada sesuatu yang mengusikmu ataukah ada sesuatu yang kau takutkan?" tanya Hu Feng kepada Sheila.


"Beberapa pemuda dan sastrawan sudah bergabung untuk melakukan perlawanan, karena beberapa pejabat negara melakukan penggelapan pajak dan para rakyat mengalami kesulitan karena pajak yang dinaikkan terlalu banyak." jawab Sheila.


"Tapi komandan, Bukankah pajak itu sudah ditetapkan?" tanya menteri Hu Feng.


"Aku tidak tahu, tapi jika sampai para rakyat dan beberapa sastrawan yang ada di kerajaan ini melakukan pemberontakan. aku bisa menjamin kalau Yang mulia Kaisar akan sangat murka. Aku sudah mendengar kabar ini beberapa waktu yang lalu, bahkan Yang mulia Kaisar juga sudah mendengarnya." ucap mawar Hitam.


"Tapi.., Bukankah seharusnya Yang mulia sudah menindaklanjuti hal ini? Lalu kenapa dia diam saja?" tanya menteri Hu Feng.


"Aku yakin kalau Yang mulia sedang menyelidiki hal ini. Bahkan aku juga bisa menjamin kalau para pejabat yang melakukan korupsi akan mendapatkan hukuman yang sangat adil. karena kau tahu sendiri kan kalau Yang mulia Kaisar Jung adalah orang yang sangat kejam kepada siapa saja jika dia sudah dikhianati." jawab mawar hitam yang membuat menteri Hu Feng menganggukkan kepalanya. pria itu memikirkan apa yang dikatakan oleh mawar hitam, karena komandan mawar hitam sekaligus penasehat kerajaan adalah orang yang sangat dipercaya oleh sang Kaisar.


"Penasehat!!" seru kaisar Jung yang membuat Sheila dan Hu Feng menatap ke asal suara itu.


"Yang mulia!!" seru Sheila dan menteri Hu Feng.


"Komandan, bisakah kau segera kemari karena ada sesuatu yang ingin ku bicarakan!!" seru sang kaisar yang terlihat benar-benar tidak suka saat Sheila berada didekat siapapun atau pria manapun.


"Sebentar Yang mulia." jawab Sheila.

__ADS_1


"Mawar hitam, Aku perintahkan kau untuk segera kemari. Apakah kau tidak dengar!!" teriak Kaisar Jung yang terlihat benar-benar begitu marah. Hal itu membuat menteri Hu Feng sedikit kebingungan karena dia tidak merasa melakukan kesalahan bersama dengan komandan mawar hitam.


"Ada apa komandan? Kenapa Yang mulia kelihatannya begitu marah? Apakah kau habis melakukan suatu kesalahan?" tanya menteri Hu Feng yang membuat Sheila mengangkat kedua tangannya.


"Aku tidak tahu, akhir-akhir ini Yang mulia Kaisar mood nya kurang bagus." jawab mawar hitam yang kemudian berjalan mendekati Kaisar Jung.


"Ada apa Yang mulia, Apakah ada sesuatu yang membuatmu begitu marah?" tanya Sheila yang membuat sang Kaisar menatap wajah Sheila dengan raut wajah yang benar-benar begitu kesal.


"Apa maksudmu? aku dari tadi mencarimu Namun ternyata kau di sini sedang berbincang-bincang dengan pria itu." ucap Kaisar Jung yang membuat Sheila sedikit kebingungan.


"Pria itu? Bukankah dia adalah menteri Hu Feng?" tanya Sheila.


"Tentu saja aku tahu kalau dia adalah menteri Hu Feng, yang aku maksud Apa yang kau lakukan dengan menteri Hu Feng. Apakah ada sesuatu yang harus kalian bicarakan?" tanya Kaisar Jung yang membuat Sheila hanya menganggukkan kepalanya.


"Apakah Yang mulia hari ini salah minum ramuan obat ataukah Yang mulia sedang merasakan suatu penyakit yang membuat yang mulia sangat kesal seperti ini?" tanya Sheila kembali.


"Tentu saja aku sangat kesal, Apalagi aku harus melihatmu bersama dengan pria lain." guman sang Kaisar dalam hati.


"Ikut aku, karena kau harus mengurus para tamu yang sedang berada di aula kerajaan!!" seru kasar Jung.


"Tamu? Memangnya tamu siapa?" tanya Sheila kembali.


"Rombongan kerajaan benalu sudah berada di sini, mereka benar-benar tidak tahu diri dan tidak tahu malu. berani sekali mereka kesini dan menawarkan putrinya untuk menjadi alat kerjasama dengan kerajaan ini." ucap Kaisar Jung.


"Bukankah itu bagus Yang mulia? dengan begitu kerajaan ini dan kerajaan Ang akan terjalin?" tanya Sheila.


"Apa, apa maksudmu?" tanya Kaisar Jung yang terlihat begitu kesal.


"Tentu saja Kaisar Bea lim membawa beberapa putrinya untuk menjadi penawaran kerjasama, hal itu mungkin akan menjadi kabar baik dan mungkin saja yang mulia tertarik dengan salah satu putri dari kerajaan itu." jawab Sheila.

__ADS_1


"Kau jangan banyak bicara dan kau jangan sampai membuatku kesal. cepat ikut aku karena aku tidak mau terus-menerus dikerumuni oleh wanita-wanita itu." jawab Kaisar Jung yang kemudian menarik tangan Sheila dan membawanya ke aula kerajaan.


Para tamu kerajaan Ang benar-benar sedikit kebingungan, karena tiba-tiba Kaisar Jung pergi dari aula kerajaan cara tiba-tiba.


"Hormat hamba Yang mulia!!" seru para menteri .


Sang kaisar hanya menganggukkan kepalanya, pria itu sudah datang sambil menarik tangan komandan sekaligus penasehat kerajaan.


"Jika sampai kau mengatakan sesuatu yang tidak aku sukai, Awas! kau akan aku lakukan sesuatu dan akan ku buat kau terikat di kediamanku selamanya." ucap sang Kaisar.


"Memangnya ngapain aku di kediaman Yang Mulia? Memangnya kau ingin jadikan aku istrimu?" tanya Sheila yang membuat jantung sang Kaisar berdebar begitu kencang.


"Diam, jangan banyak bicara!" ancam sang Kaisar.


Jenderal Lian Ying yang terlihat menatap sang kaisar yang bersikap begitu berbeda, setelah melihat wajah adiknya. pria itu benar-benar dan memastikan kalau sang Kaisar sudah jatuh hati kepada adiknya itu.


"Aku bisa menjamin kalau sekarang Yang mulia Kaisar sudah terpikat oleh adikku, dia tidak pernah memperlakukan siapa saja seperti ini. Bahkan dia bersikap begitu itu protektif kepada Sheila." guman Lian Ying dalam hati.


"Dengarkan Aku Kaisar Bea lim. mungkin aku mau bersedia bekerjasama dengan kerajaan mu, namun aku tidak bersedia mengambil salah satu putrimu untuk ke jadikan istriku." jawab Kaisar Jung yang membuat orang-orang yang ada di aula istana kerajaan.


Seketika kaisar Lim dan para menteri kerajaan shang benar-benar terkejut, Bagaimana tidak putri dari kerajaan Ang adalah para wanita yang sangat cantik, namun tidak satupun putri dari kerajaan itu mampu membuat sang Kaisar jatuh hati.


"Penasehat bukankah kau penasehat kerajaan ini? Apakah kau tidak bisa mengatakan sesuatu kepada yang mulia Kaisar karena saya yakin kalau Yang mulia Kaisar akan menuruti perkataan penasehatnya!" seru Kaisar Kaisar Lim.


"Maafkan Aku Yang mulia Kaisar, Tapi kalau masalah hal ini hamba tidak bisa memaksakan keinginan hati Kaisar hamba. apalagi Yang mulia Kaisar sendiri sudah mengatakan kalau dia tidak menginginkan Putri Yang mulia." jawab mawar Hitam.


Sesaat kemudian datang seorang wanita yang berparas begitu cantik yang ternyata Ratu Melan sudah menyamar menjadi di salah satu dayang kerajaan Ang. paras cantik dari ratu Melan tidak mampu menggerakkan hati Kaisar Jung sama sekali. tatapan mata wanita itu menatap wajah Kaisar Jung yang berparas begitu menawan, wanita itu menatap sang Kaisar dengan tatapan mata yang begitu genit. Namun sayang sekali Kaisar Jung bukanlah seorang pria yang akan mudah untuk digoda oleh siapa saja.


"Lebih baik kau singkirkan para penari ini, karena aku benar-benar tidak menyukai godaan seperti ini." ucap sang kaisar yang kemudian pergi meninggalkan aula itu sambil menarik tangan mawar hitam kembali. Hal itu membuat orang-orang yang ada di tempat itu sangat kebingungan karena kedekatan sang Kaisar dan penasehatnya.

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2