DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Kaisar kerajaan Zhao.


__ADS_3

Suara percakapan dari orang-orang yang ada di rumah bordir nampak terdengar begitu jelas, mereka terus membicarakan seseorang yang telah membunuh 3 pria hanya dengan mengoyak tubuhnya.


"Apakah ini ulah hewan atau ulah seorang manusia? jika ini ulah seorang manusia maka dia benar-benar adalah iblis. Bagaimana mungkin tidak ada goresan senjata sama sekali." ucap seorang pria yang terlihat begitu penasaran dengan kejadian yang ada di rumah bordir.


Tatapan matanya terus menatap 3 mayat yang sudah memucat. dia mencoba untuk membaca situasi yang ada di tempat itu.


"Tuan, apa yang terjadi?" tanya seorang pria kepada majikannya.


"Kelihatannya orang ini memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, walaupun aku mempunyai ilmu beladiri dan kekuatan pedang yang sangat hebat..,aku tidak akan mampu mengoyak perut seseorang seperti ini." ucap seorang pria yang bernama nama Zhao Ling.


"Tapi Tuan, apakah tidak sebaiknya kita menyuruh mereka untuk menyelidiki masalah ini?" tanya pengawal Zhao ling.


"Tenanglah, aku akan menyelidiki hal ini. namun yang aku dengar kalau komandan dari kerajaan ini memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. tapi jika ada orang yang lebih hebat dari kemampuanku dan memiliki kekuatan seperti ini maka dia benar-benar harus diwaspadai." ucap Tuan Zhao yang terlihat memandang ke arah tempat itu.


Zhao Ling adalah seorang Kaisar Dari Sebuah kerajaan yang ada di perbatasan barat. Dia memiliki julukan naga api karena pria itu benar-benar memiliki strategi perang yang sangat hebat sama seperti Kaisar Jung.


* kaisar Jung sun -- julukan Dewa perang kaisar kerajaan Shang.


* kaisar Zhao Ling -- julukan naga api kaisar kerajaan Zhao.


* kaisar Hao Xiang -- julukan Dewa mabuk. kaisar kerajaan Xiang.


"Yang mulia, Apa yang harus kita lakukan jika sampai orang itu berada di sini? Pasti dia sedang mencari sesuatu?" tanya Tao.


"Kau tenang saja, kau tidak usah mengawatirkan hal itu karena aku yakin kalau apa yang kau khawatirkan itu tidak pada tempatnya." jawab Zhao Ling.


Sesaat kemudian akhirnya mereka semuanya sudah kembali ke tempat masing-masing, di sana Seorang pria sudah berjalan-jalan di sekitar rumah bordil. langkah kaki yang begitu tegap membuat Sheila benar-benar seperti seorang pria, siapapun yang melihatnya pasti menyangka kalau dia adalah pria sejati.

__ADS_1


Malam itu Sheila sedang menatap di sebuah ruangan judi, disana dia menatap seorang pria yang tidak lain adalah seorang pejabat dari kerajaan tetangga.


"Pria ini jauh-jauh datang ke kerajaan ini pasti dia menginginkan sesuatu." ucap Sheila yang terlihat menatap seorang pria yang sedang melempar dadu. dia tertawa terbahak-bahak, salah satu tangannya terus menyentuh seorang wanita yang berada di sampingnya.


"Karena Hal inilah aku sangat membenci seorang pria, walaupun dulu aku benar-benar tergila-gila dengan Kaisar Jung...,Namun sekarang perasaanku seolah sirna tersapu oleh angin." guman Sheila dalam hati yang terus melihat semua perlakuan dari orang-orang yang ada di rumah bordil.


Sebuah rumah bordil yang terkenal begitu besar, begitu banyak para pejabat kerajaan Shang dan beberapa pejabat kerajaan tetangga selalu berada di rumah bordir itu.


Langkah kaki Sheila mendekati seorang pria yang sedang tertawa terbahak-bahak, karena dia memenangkan semua uang yang ada di meja judi. sesaat kemudian Sheila mulai menggunakan kekuatannya, wanita itu akan membuat semua permainan menjadi berada di dalam kendalinya. dengan menggunakan kekuatan sihirnya. Sheila dapat melihat ke dalam gelas dadu, wanita itu tersenyum. orang-orang mulai menebak angka angka yang ada di dalam penutup dadu.


"Aku yakin kalian akan kehilangan uang saat ini, berapa banyak uang yang kalian bahwa akan hilang dan akan aku bawa." guman Sheila dalam hati. sesaat kemudian semua orang sudah menebak, dengan kekuatan sihirnya Sheila mulai merubah angka-angka yang ditebak oleh orang-orang itu.


"Selamat kehilangan uang kalian." guman Sheila dalam hati sambil tersenyum.


"2,4,5!!" seru sang bandar.


"Apa!!" teriak para penjudi.


"Karena setelah ini kalian akan merasakan kebangkrutan dari semua kelakuan yang telah kalian lakukan." ucap salah seorang pria yang telah menatap Sheila dari seberang tempat. tatapan matanya begitu tajam, bahkan pria itu dapat mengenali Sheila kalau Dia adalah seorang wanita.


"Aku tidak pernah menyangka kalau ada seorang wanita yang berani memasuki area judi seperti ini." ucap Kaisar Zhao.


"Maaf tuan-tuan, kalian sudah kalah. jadi uang-uang ini akan aku ambil semua." ucap Sheila yang kemudian keluar dengan membawa beberapa kantong emas dan permata yang dia menangkan dari para pejudi.


"Kenapa kau mau pergi? Apakah kau tidak ingin bermain lagi?!" seru seorang bangsawan.


"Tidak, cukup aku main satu kali saja. karena aku tidak ingin main lebih dari ini." jawab Sheila yang kemudian pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Kau tidak bisa pergi seperti itu, kau harus bermain beberapa kali lagi!" seru seorang pria.


"Kalau kalian mau memaksaku, maka akan aku buat kalian pulang dengan telanjang bulat." jawab Sheila yang membuat para bangsawan itu langsung menelan ludahnya. tatapan tajam yang diberikan oleh Sheila membuat para pria itu langsung terdiam. akhirnya Sheila keluar dari rumah judi itu, wanita itu berjalan ke sebuah tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah bordil itu. langkah kakinya terus berjalan, sedangkan seorang pria yang berada di belakang Sheila nampak dia mengikuti Sheila kemanapun dia pergi. Sheila tahu kalau dia sedang diikuti, namun dia diam saja karena yang terlihat pria itu tidak ingin melakukan sesuatu.


Di sebuah perkampungan, di sebuah tempat yang begitu kumuh. di sebuah tempat yang tidak jauh dari rumah bordil yang sangat megah itu para gelandang hidup dengan kesusahan. di sebuah bangunan kosong yang tidak terawat Sheila memasuki tempat itu.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Sheila kepada anak-anak yang sedang bermain di jalanan.


"Kami sedang mencari makan, Kak." jawab anak-anak itu.


Sheila nampak tersenyum, sesaat kemudian dia menggunakan ilmu peringan tubuh dan melesat ke sebuah tempat. Kaisar Zhao nampak terus mengikuti Sheila yang terhenti di sebuah toko kue. dia memborong begitu banyak roti dan beras.


"Cepat kalian antar semuanya ini, ikuti aku jangan sampai kalian menipuku. jika sampai kalian melakukan hal itu..,maka aku akan menebas leher kalian." ucap Sheila yang membuat pemilik toko kue menganggukkan kepalanya begitu pula dengan pemilik toko beras.


"Kami harus mengantarkan ke mana, Tuan?" tanya pengawai dari toko beras.


"Ikuti aku, jangan banyak bicara. kalau kalian banyak bicara akan aku pukul kalian." jawab Sheila.


Seorang pria berjalan dengan begitu gagahnya, menuntun beberapa orang yang membawa roti dan beras di sebuah gang kumuh. mereka meletakkan barang-barang itu.


"Kenapa kita harus ke sini, Tuan?" tanya para pekerja toko kue dan toko beras.


"Sudah, kalian Pergi saja Ini upah kalian!!" seru Sheila yang memberikan beberapa koin kepada 5 pekerja. mereka begitu bahagia Setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan Sheila dari tempat kumuh yang sangat bau itu.


"Bagikan makanan ini dan beras beras ini secara merata!" seru Sheila yang membuat para pengemis itu sangat bahagia.


"Benarkah, Tuan?!" seru para pengemis.

__ADS_1


"Tentu, Makanlah. jangan makan dari sampah seperti itu!" seru Sheila yang melihat begitu banyak gelandangan dan pengemis itu mereka berlarian meminta makanan.


*** bersambung ***


__ADS_2