DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Desa penuh kenangan


__ADS_3

"Siapa wanita itu." tanya penyihir Goryeo kepada dirinya sendiri.


Hari ini Sheila sudah berada di desanya, siang telah bergulir menjadi sore. Jendral Lian Ying sudah sampai di desa tempatnya berada tentu saja pria itu langkahnya sedikit lambat karena dia tidak mempunyai kekuatan sihir seperti adiknya.


Lian Ying turun dari kudanya, pria itu menatap rumahnya yang dahulu dia tempati bersama dengan keluarganya. pria itu menutup matanya, mengingat kembali semua kenangan masa lalu bersama keluarga yang dia cintai. sesaat kemudian tercium aroma yang begitu menggoda, aroma masakan ketika dirinya masih kecil dahulu.


"Siapa yang memasak makanan ini? kenapa aromanya benar-benar membuatku sangat menyukainya." ucap Lian Ying yang sudah berada di depan kediamannya. rumah sederhana yang penuh dengan cinta dan suasana yang benar-benar sangat menyenangkan. langkah kaki Lian Ying memasuki rumah sederhana itu, tatapan matanya menatap ke dalam ruangan yang terlihat begitu Itu sederhana.


Di dalam ruangan itu sudah tertata beberapa masakan, masakan sederhana yang dulu biasa dimasak oleh ibunya. tanpa sadar langkah kaki Lian Ying mendekati meja itu, sesaat kemudian dia duduk dengan begitu santai sembari memakan masakan yang tidak dia ketahui Siapa yang memasaknya.


"Ternyata saudaraku ini benar-benar tidak mempunyai sopan santun, datang-datang langsung makan masakanku tanpa bertanya dahulu siapa pemiliknya?!" seru Sheila yang sudah keluar dari dapur rumahnya.


Wanita itu memakai pakaian wanita dan tidak memakai make up sama sekali, tatapan mata Lian Ying menatap Sheila tanpa berkedip sama sekali.


"Kenapa kau menatapku seperti itu, Kak?" tanya Sheila kepada kakaknya.


Tentu saja Lian ying menatap adiknya itu, karena dia jarang melihat adiknya berpenampilan wanita. namun sekarang dia benar-benar melihat adiknya memakai pakaian wanita dengan rambut yang diurai hingga membuat Sheila benar-benar terlihat begitu cantik.


Sheila terus memanggil kakaknya, namun terlihat Lian Ying tetap menatap Sheila karena pria itu benar-benar terpukau dengan kecantikan adiknya.


"Kalau kau menatapku seperti itu terus, Kak. akan ku congkel matamu, Kau kira wajahku itu semenakutkan itu hingga Kau menatapku tanpa berkedip seperti itu." ucap Sheila yang membuat Lian Ying langsung tersadar dari semua yang dia lakukan.


"Adikku benar-benar sangat cantik, pantas saja Ayah selalu mengatakan padaku kalau dia tidak boleh terlalu berada di dunia luar. dia tidak boleh terus-menerus seperti itu, Jika dia tidak mendapatkan seorang pria yang mempunyai kekuatan luar biasa maka aku jamin kalau dia akan mendapatkan kehancuran dan dia akan menghancurkan semuanya tanpa tersisa sama sekali." ucap Lian Ying dalam hati.


"Apa yang sedang kau pikirkan, Kak? Apakah kau memikirkan perkataan Ayah waktu dulu?" tanya Sheila yang membuat Lian Ying langsung terdiam. dia lupa kalau adiknya bisa membaca pikiran siapa saja.


"Bukan seperti itu adikku, Kau tahu sendiri kan Kakak sedang memikirkan masa lalu dan kenangan kita dahulu." jawab Lian Ying.


"Kau tidak usah berkata seperti itu, Kak. lagi pula aku tahu apa yang kau pikirkan." jawab Sheila yang membuat liang Ying langsung terdiam.


Percuma saja dia mengatakan apapun, karena Sheila bisa membaca pikirannya. akhirnya Sheila dan kakaknya makan bersama di tempat itu, mereka mengenang masa lalu mereka yang benar-benar begitu menyenangkan.


Malam telah menjelang, terlihat penyihir Goryeo dan Kaisar Zhao sudah meninggalkan tempat itu, kemungkinan besar kalau keesokan hari mereka berdua akan berada di tempat itu lagi. karena mereka berdua sangat penasaran dengan sosok wanita yang benar-benar telah mencuri hati mereka berdua.

__ADS_1


Langkah kaki kuda yang terdengar dari kejauhan membuat Sheila menghentikan semua aktivitasnya. "Apakah kakak kesini dengan seseorang?" tanya Sheila kepada kakaknya.


"Tidak, kakak ke sini sendirian Memangnya ada apa?" tanya Lian Ying.


"Kelihatannya terdengar langkah kaki kuda yang mulia Kaisar." jawab Sheila.


"Apa kau yakin kalau Yang mulia Kaisar kemari?" tanya Lian Ying yang langsung heboh dengan semua jawaban yang diberikan oleh adiknya itu.


Sheila menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia mulai memejamkan matanya.


"Kelihatannya Yang mulia Kaisar mencari Kakak dan aku." jawab Sheila.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Lian Ying yang sudah benar-benar kebingungan.


Apa yang harus dia katakan Jika dia melihat adiknya dengan rupa seperti ini.


"Kenapa Kakak heboh seperti itu? Bukankah Yang mulia Kaisar sudah mengetahui kalau aku ini seorang wanita. Lalu kenapa Kakak kebingungan seperti itu?" tanya Sheila yang membuat Lian Ying langsung menghentikan langkah kakinya.


"Bagaimana bisa kakak tidak ketakutan dan kebingungan jika Yang melihat Kaisar melihatmu seperti ini Lalu apakah yang terjadi? aku tahu yang mulia Kaisar tidak akan mungkin mudah jatuh cinta kepada siapapun, tapi apa yang akan terjadi jika Yang mulia Kaisar sampai melihat wajahmu." ucap Lian Ying.


Jantung Lian Ying berdebar begitu kencang, dia benar-benar ketakutan.


"Entah apa yang terjadi di Desa ini, apakah Sela benar-benar sudah melakukan sesuatu atau membuat kehebohan?" tanya Lian Ying.


Sesaat kemudian saat mereka sudah berada di luar rumah sederhana itu, terlihat beberapa pria sudah berada di sana,


"Siapa Kalian!!" teriak Lian Ying saat melihat beberapa pria sudah berada di luar kediaman mereka.


"Tentu saja kami kesini untuk mengambil wanita itu." jawab para penjahat suruhan dari beberapa bangsawan yang telah dihajar oleh Sela.


"Aku yakin kalau kalian adalah suruhan dari orang-orang yang tadi pagi aku hajar." jawab Sheila.


Lian Ying menatap adiknya, "Memangnya Apa yang kau lakukan?" tanya Lian Ying.

__ADS_1


"Tentu saja aku menghajar mereka habis-habisan, karena mereka berani berbuat kurang ajar padaku." jawab Sheila.


Lian Ying menghembuskan nafasnya dengan begitu kasar, pria itu sangat yakin kalau itu akibat dari wajah Sheila.


"Jangan banyak bicara, Lebih baik kau ikut kami jika tidak kami akan membunuhmu!!" seru para penjahat.


"Kalian mau melakukan sesuatu padaku? silakan, Aku mau lihat Bagaimana kekuatan kalian." jawab Sheila yang kemudian mengambil ranting pohon yang ada di bawah kakinya.


"Hahaha..., Kau kira kau akan melawan kami dengan ranting pohon itu. kau kira kami anak kecil yang takut dengan ranting pohon!!" seru para penjahat.


Sheila tersenyum, wanita itu melipat kedua tangannya di dada sambil menghitung jumlah orang-orang yang ada di tempat itu.


"Kakak, Bisakah kau mengajar mereka? jika kau tidak bisa mengajar mereka biar aku yang memberikan mereka pelajaran hingga mereka tidak bisa bangun?!" seru Sheila yang membuat Lian ying menganggukkan kepalanya.


"Kau tenang saja, adikku. aku akan memberikan mereka pelajaran." jawab Lian ying.


"Hahaha..., kalian hanya berdua sedangkan kami berjumlah 20 orang lebih!!" seru para penjahat.


"Kalian hanya berjumlah hitungan jari saja, jangan khawatir aku dan kakakku akan memberikan pelajaran kepada kalian hanya dalam hitungan jari juga." Jawab Sheila yang kemudian menghentakkan kakinya ke tanah.


"Kau Tenang saja adikku, kakakmu ini akan memberikan mereka pelajaran yang tidak akan bisa mereka ingat lagi!!" seru Lian ying yang kemudian mengeluarkan pedangnya dan mulai menyerang para penjahat itu.


TRANGGG...


TRANGGG..


TRANGGG...


Suara pedang yang saling bersahutan, Lian Ying melawan 20 penjahat yang sedang berusaha untuk melawan dirinya.


"Kau kira kau bisa melawan kami semuanya!!" seru para penjahat.


"Kalian jangan banyak bicara kalian akan melihatnya Apakah aku bisa melawan kalian atau tidak!!" seru Lian Ying.

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2