
"Aaaaa!!!!" suara teriakan Lian Ying.
"Ada apa, Lian?" tanya kaisar Jung.
"Lebih baik aku pergi ke medan perang daripada aku harus berada di tempat menyeramkan seperti ini!!" seru Lian Ying.
"Kau itu seorang Jenderal besar kerajaan, lalu Mengapa kau harus ketakutan seperti itu?!" seru Sheila.
"Aku bukannya ketakutan, tapi mereka itu tidak bisa dibunuh. bahkan barusan mereka menembus tubuhku." jawab Lian Ying yang wajahnya sedikit pucat karena dia bisa melihat para arwah gentayangan dari desa yang telah dihancurkan oleh kerajaan Xiang.
"Diamlah Kak, kau benar-benar menggangguku!!" seru Sheila.
"Aku tidak akan mengganggumu jika aku tidak mendapatkan kondisi seperti ini! wajah mereka benar-benar sangat menakutkan, Sheila. kalau mereka hidup bakal aku bunuh mereka, tapi mereka ini tidak hidup, aku hunuskan pedangku saja semuanya akan tetap sama!!" seru Lian Ying.
Sesaat kemudian terlihat seorang hantu perempuan yang wajahnya begitu menyeramkan.
"Wus...,wuss...," hantu seorang wanita nampak sedang meniup di telinga Lian ying. Hal itu membuat Lian Ying tubuhnya bergidik ngeri karena sesuatu.
"Ada apa Kak?" tanya Sheila yang mengetahui kalau di belakang tubuh kakaknya ada seorang hantu wanita.
"Kok tubuhku tiba-tiba merinding ya, Sheila?" tanya Lian Ying.
"Tentu saja tubuhmu bergidik ngeri seperti itu, di belakang tubuhmu ada seorang wanita cantik yang menempel begitu lengket." jawab Sheila.
Beberapa perkataan Sheila membuat Lian ying langsung terdiam, matanya melirik ke belakang tubuhnya. beberapa detik kemudian suara teriakan yang tertahan dari mulut Lian Ying ketika melihat penampakan yang benar-benar membuat tubuhnya seperti membeku. jiwanya terasa tercabut dari raganya.
"Bukankah Wanita itu cantik, Lian?" tanya Kaisar Jung sambil bercanda.
"Jangan bercanda padaku." ucap Lian ying yang tidak mengeluarkan sepatah kata pun. kelihatannya pria itu menahan ketakutannya.
Hembusan angin begitu kencang, Sheila dan Kaisar Jung nampak merasakan para hantu gentayangan yang ada di desa itu.
"Tolong kami...,tolong kami!!!" seru para hantu gentayangan.
3 orang itu yang sudah berada di hutan, nampak mereka terus menatap ke dalam selalu memejamkan matanya, dia menggunakan sedikit kekuatannya untuk berinteraksi dengan para hantu gentayangan itu.
"Siapa kalian dan apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Sheila. salah satu hantu yang ada ada di dekat hutan nampak pria tua itu mendekati Sheila. dia menatap Sheila, wajahnya yang sangat menakutkan itu tiba-tiba berubah normal kembali.
"Tuan, Nona. tolonglah kami." ucap hantu pria tua.
"Ada apa? Kenapa kalian seperti ini?" tanya Sheila kembali.
__ADS_1
Hantu pria itu menceritakan semua kejadian yang menimpa mereka, sebuah desa yang begitu makmur tanpa ada yang memimpin. mereka tidak ada satu kerajaan yang mau menjadi pilar mereka.
"Jadi, kerajaan Xiang ingin menjadikan desa ini kekuasaan mereka?" tanya Kaisar Jung.
"Iya." jawab hantu tua.
"Kita harus segera kembali ke kerajaan, kita akan melakukan sesuatu kepada Mereka." ucap Sheila.
"Lebih baik kita bawa mereka ke desa perbatasan Kerajaan Shang." jawab Kaisar Jung.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengunakan sihirku untuk menutupi Mereka." ucap Sheila.
Sesuai kesepakatan, akhirnya sisa desa mati di bawa sang Kaisar ke perbatasan Kerajaan Shang.
"Kalian di sini Jangan melakukan apapun, Aku akan berusaha untuk membantu kalian." ucap Kaisar Jung.
"Baik Yang mulia." jawab para penduduk desa mati. Sheila menggunakan kekuatan sihirnya, dia menutupi sebuah hutan yang ada di perbatasan kerajaan Shang dan tidak jauh dari rumah bordir kupu-kupu.
"Kalian harus ingat, kirimkan seseorang kepada kami sebagai utusan tempat ini, kami akan selalu memantau kalian." ucap sang Kaisar yang kemudian mengajak Sheila dan Kaisar Jung kembali ke kerajaan. saat berada di sebuah desa terlihat parah rakyat kerajaan shang menatap sang kaisar yang sedang membawa seorang wanita.
Mereka belum mengetahui wajah dari wanita yang Bersama sang Kaisar, tak berselang lama akhirnya mereka sudah sampai di gerbang kerajaan.
Langkah kaki kuda sang Kaisar memasuki kerajaan, para prajurit yang ada di kerajaan begitu terkejut saat mereka melihat sang Kaisar membawa seorang wanita cantik berada di satu kuda dengannya.
"Lian, kau kembalilah ke kediaman mu. aku akan membawa istriku ke kediaman ku." ucap Kaisar Jung.
"Yang mulia, sebaiknya aku kembali ke kediaman ku." ucap Sheila.
"Kalau begitu aku akan ikut denganmu ke kediaman mu." jawab Kaisar Jung.
Saat mendengar jawaban dari sang Kaisar tentu saja Sheila hanya bisa menuruti perkataan pria itu, dibantah pun sama saja.
"Terserah Yang mulia, Aku ingin mengistirahatkan diriku dan aku ingin tidur serta membersihkan tubuhku." jawab Sheila.
"Baiklah kalau begitu, istriku. kemanapun kau pergi aku akan selalu ada bersamamu." ucap Kaisar Jung.
Sebuah penekanan yang diberikan oleh sang Kaisar kepada Sheila, akhirnya wanita itu mau tidak mau menuruti seluruh perkataan sang kaisar yang sekarang menjadi suaminya.
"Isteriku, kau pergi lah dulu. aku akan berbicara dengan salah satu Kasim kerajaan." ucap Kaisar Jung.
Salah satu Kasim yang melihat sang Kaisar sudah kembali..,nampak dia terus berusaha untuk memfokuskan dirinya. kata-kata yang mengatakan istriku, tentu saja kasim kerajaan sangat terkejut. pria itu tidak berani bertanya namun sang Kaisar nampak mendekati dirinya.
__ADS_1
"Kasim, kumpulkanlah seluruh pejabat Kerajaan. karena aku akan mengumumkan sesuatu." ucap sang Kaisar.
"Baik Yang mulia. Tapi...," perkataan Kasim yang ingin dilanjutkan namun dia takut saat melihat tatapan mata sang Kaisar.
"Lakukan seperti apa yang Aku perintahkan, Jangan membantah ku karena aku tidak suka dibantah." ucap Kaisar Jung dengan penuh penekanan setelah memberikan perintah kepada kasim. terlihat Kaisar jump mengikuti langkah kaki istrinya yang sudah sampai di kediaman Sheila.
"Isteriku, apakah kau ingin membersihkan diri?" tanya sang Kaisar.
"Tentu saja Yang mulia, Memangnya ada apa?" tanya Sheila.
"Baiklah kalau begitu, karena setelah ini aku akan memberikan titah kepada para pejabat kerajaan. Aku ingin kau menggunakan pakaian wanita dan ikut denganku ke kerajaan." ucap Kaisar Jung.
"Untuk apa?" tanya Sheila.
"Aku akan mengumum kan mengenai dirimu." jawab Kaisar Jung.
"Apakah perlu?" tanya Sheila kembali.
"Apa maksudmu? Tentu saja itu perlu, sekarang kau adalah isteriku. besok aku akan meminta seluruh pejabat kerajaan untuk mempersiapkan pernikahan secara adat kerajaan." jawab Kaisar Jung.
"Terserah apa yang Yang mulia inginkan. aku ingin segera mandi." jawab Sheila yang membuat sang Kaisar tersenyum. sesaat kemudian pria itu menggendong sang isteri, membawanya ke sebuah danau kecil yang ada di belakang kediaman Sheila.
Kabar mengenai kembalinya sang Kaisar sudah didengar oleh menteri Hu atau penyihir Goryeo. pria itu benar-benar tidak akan pernah mengira kalau Kaisar Jung akan kembali dengan selamat.
"Bagaimana mungkin dia kembali ke kerajaan, seharusnya dia sudah kehilangan nyawa!!" seru penyihir Goryeo. satu tempat benar-benar kebingungan, namun seorang wanita yang berada di tempat lain terlihat dia benar-benar begitu bahagia saat mendengar kabar Kalau Kaisar Jung telah kembali.
"Bagus, karena calon suamiku sudah kembali. aku akan melakukan sesuatu kepadanya, dia harus segera menikahiku..,aku akan menjadi miliknya dan dia akan menjadi milikku." ucap melan yang sudah mulai melakukan siasat nya, wanita itu merencanakan sesuatu yang benar-benar diluar akal dan nalar.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu.
- mantan terindah
__ADS_1