
Kukuruyukkkk!!!
Suara ayam yang berbunyi dengan begitu keras, Lian Ying terlihat membuka matanya. pria itu langsung mencari keberadaan adiknya.
"She! She!!" seru Lian Ying.
"Apa yang sedang kau lakukan, Kak? Mengapa kau berteriak begitu keras di pagi buta seperti ini?" tanya Sheila yang terlihat sudah membawa beberapa sayuran.
"Kau dari mana saja?!" seru Lian Ying.
"Tentu saja aku dari kebun belakang meminta kepada beberapa tetangga dan memetik beberapa sayuran yang tumbuh liar." jawab Sheila.
"Aku kan sudah bilang jangan keluyuran kemana-mana, Lebih baik kau pakai pakaianmu tidak usah memakai pakaian wanita seperti itu!" seru Lian Ying.
"Memangnya Mengapa kau menyuruhku memakai pakaian pria? sedangkan aku sudah bilang padamu kan aku ingin berada disini untuk satu minggu ini. aku mau menghabiskan rasa rinduku ini kepada ayah dan ibu." jawab Sheila.
"Tapi kalau kau melakukan hal itu nanti wajahnya itu akan menarik perhatian banyak orang." jawab Lian Ying.
"Apa yang kau katakan, Kak. Apakah wajahku sejelek itu hingga membuat mereka semuanya memperhatikan aku?" tanya Sheila yang sedikit kesal karena kakaknya selalu menyuruhnya untuk berpakaian pria.
"Ya Dewa..,Mengapa bocah ini tidak mengerti sekali. bukan karena wajahnya yang jelek melainkan wajahnya yang cantik itu akan membuat banyak masalah, apalagi pagi-pagi buta sudah jalan-jalan mencari makanan." gerutu Lian Ying dalam hati.
"Sudah, tidak usah banyak bicara. segera kau ganti pakaianmu dan berpakaian lah seperti kami!" seru Lian Ying kembali.
"Tidak mau, aku tidak mau melakukannya. Aku suka memakai pakaian ini, kalau kakak mau memakai pakaian perempuan pakai saja aku mau memakai pakaian sama seperti ketika aku di sini." jawab Sheila yang kemudian pergi meninggalkan kakaknya.
"Kau mau kemana?!" teriak Lian Ying.
"Mau ke pasar." jawab Sheila yang tidak menghiraukan kakaknya.
"Aku sudah bilang jangan pergi!" seru Lian Ying kembali.
__ADS_1
"Sudahlah, Jenderal. kau tidak usah berteriak seperti itu, biarkan saja dia berjalan-jalan aku akan menemaninya." jawab Kaisar Jung yang terlihat sudah berpakaian sederhana dan mengikuti Sheila.
"Mengapa Yang mulia mengikutiku?" tanya Sheila yang sedikit tidak suka karena sang Kaisar mengikutinya.
"Memangnya kenapa? Apakah aku tidak boleh mengikuti mu?" tanya Kaisar Jung balik.
"Tidak seperti itu juga kali, ngapain juga Yang mulia mengikutiku, Yang mulia sebaiknya kembali sama kakakku. Aku mau disini beristirahat dan bersantai." jawab Sheila.
"Kalau kau tidak mau melakukannya maka sebaiknya kita kembali ke kerajaan saat ini juga." ucap Kaisar Jung yang membuat Sheila menatap Kaisar nya itu.
Apa yang terjadi, namun kelihatannya Kaisar Jung mulai sedikit menekan Sheila karena sesuatu.
"Ya sudah kalau begitu, lebih baik Yang Mulia pergi bersamaku ke pasar, daripada Yang mulia menggerutu terus-menerus seperti kakakku." jawab saya yang kemudian berjalan meninggalkan kaisar Jung.
"Tatapan mata sang Kaisar menatap Sheila yang terlihat memilih beberapa bahan makanan, ternyata komandan sekaligus penasehat kerajaan Shang benar-benar seperti seorang wanita pada umumnya. walaupun saat berada di kerajaan dia lebih mirip seperti seorang pria yang selalu taat kepada perintah Kaisar nya.
"Yang mulia, Apakah kau mau makan ini?" tanya Sheila.
"Memangnya kau bisa memasak?" tanya Kaisar Jung yang membuat Sheila mencibirkan bibirnya.
"Cantik sekali wanita ini, dia bak bidadari yang turun dari istana khayangan." guman penjual sayur dan ikan. matanya terus menatap Sheila tanpa berkedip, sedangkan Kaisar Jung yang melihat hal itu tentu saja dia mengerti kemana arah tatapan mata pria itu.
"Bisakah kau Cepat bayar bahan-bahan makanan itu, setelah itu aku akan membawanya." ucap Kaisar Jung.
"Tidak usah, Tuan. aku akan membawanya silakan berjalan-jalan saja." ucap Sheila yang terlihat tersenyum sembari mempersilakan kaisarnya itu. pemilik toko nampak tersenyum pria itu menatap sambil menunjukkan senyumnya.
"Nona cantik, Apakah nona cantik ini pembantu dari Tuan itu?" tanya pemilik toko kepada Sheila. Sheila menganggukkan kepalanya. "Nona cantik, semua bahan-bahan makanan ini dan sayuran ini untukmu, gratis." ucap pemilik toko.
"Benarkah tuan? jadi semuanya ini gratis untukku? Aku tidak membayar begitu?" tanya Sheila. pemilik toko menganggukkan kepalanya, Sheila tersenyum sambil membungkukkan badannya.
"Apakah kau mau aku bawakan semuanya itu?" tanya pemilik toko.
__ADS_1
"Tidak usah." jawab Kaisar Jung.
"Terima kasih Ya Tuan, karena sudah memberikan aku semuanya ini." ucap Sheila.
"Datanglah besok lagi, Nona. Aku akan memberikanmu sayuran segar!" seru pemilik toko sayuran dan ikan.
Sheila menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, sedangkan Kaisar Jung nampak menarik tangan Sheila agar wanita itu segera pergi dari toko sayur dan ikan.
"Yang mulia, lepaskan tanganku. Aku mau membeli buah-buahan itu!" seru Sheila yang membuat Kaisar Jung melepaskan tangannya.
"Yang mulia, bawa ini semuanya. Aku mau membeli beberapa apa kue tradisional itu!" seru Sheila kembali yang terlihat begitu kebingungan saat berada di pasar dia terus memilih semua yang ada di pasar, apapun yang dia lihat dia langsung memborong nya. para pemuda yang ada di pasar nampak menatap seorang wanita cantik yang memakai gaun biru langit dengan dandanan sederhana dan wajah yang begitu cantik.
"Kamu ini mau merampok orang-orang yang ada di pasar ya?" tanya Kaisar Jung.
"Kenapa aku harus merampok?" tanya Sheila.
"Tentu saja kau merampok, Lihatlah kau mengambil bahan-bahan ini dengan secara cuma-cuma dan gratis.., kau tidak mengeluarkan sepeser uang pun." jawab Kaisar Jung.
"Tapi aku tidak memintanya, mereka yang memberikannya padaku." jawab Sheila.
"Ya Dewa.., kalau wanita ini kembali ke kerajaan dengan pakaian seperti ini.., tentu saja seluruh isi kerajaan akan langsung sok karena melihat seorang gadis cantik berada di istana." guman Kaisar Jung dalam hati.
"Yang mulia, lebih baik Yang mulia segera kembali ke kerajaan bersama dengan kakakku. kalau kalian bersama ku di sini untuk beberapa hari ke depan, apa tidak terlalu berbahaya?" tanya Sheila.
"Memangnya kenapa?" tanya Kaisar Jung kembali.
"Ya tidak apa-apa sih, lebih baik Yang mulia kembali bersama kakakku. aku sudah meminta izin kan untuk beristirahat selama satu minggu ini." ucap Sheila.
"Kalau begitu aku akan berada di sini, jadi biar kan kakakmu yang akan kembali ke kerajaan untuk melaporkan segala sesuatunya kepadaku." jawab Kaisar Jung.
"Tapi.., tidak bisa seperti itu, Yang mulia. kau kan Kaisar nya jadi kau harus kembali ke kerajaan-mu." jawab Sheila.
__ADS_1
"Itu urusanku, karena aku ingin beristirahat menjadi Kaisar untuk beberapa saat. aku juga ingin menenangkan pikiranku bukan kau saja yang ingin menenangkan pikiran mu." jawab Kaisar Jung yang membuat Sheila menganggukkan kepalanya.
*** bersambung ***