DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Kaisar Jung Terus mendekati Sheila


__ADS_3

"Kau selalu saja menyuruhku untuk mencari istri, Lalu kenapa kau tidak mencari calon suami? Apakah kau mau terus-menerus menjadi wanita tua dan tidak memiliki keturunan?" tanya Kaisar Jung yang membuat Sheila tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha...,Kalau itu sih muda aja Yang mulia. nanti aku akan pakai pakaian wanita setelah itu jalan-jalan ke pasar pasti kalau pulang sudah dapat calon suami. Lagian usiaku kan masih sedikit mudah yang mulia 16 tahun." jawab Sheila sambil bercanda.


Langkah kaki sang Kaisar langsung terhenti, pria itu menatap Sheila yang sudah berjalan mendahuluinya.


"Apa katanya? dia akan memakai pakaian wanita dan berjalan-jalan ke pasar? bukan hanya satu pria yang akan didapatkan mungkin satu pasar Dia dapatkan." gerutu Kaisar Jung dalam hati yang kemudian berjalan secara terburu-buru untuk menyeimbangkan langkah kakinya dengan Sheila.


"Apa yang kau katakan tadi? coba katakan lagi?!" seru sang Kaisar.


"Memangnya apa yang saya katakan, Yang mulia?" tanya Sheila kembali.


"Tentu saja kau mengatakan apa tadi?" tanya Kaisar Jung kembali.


"Yang mana?" tanya Sheila.


"Kau bilang kau akan memakai pakaian wanita setelah itu, kau akan ke pasar berjalan-jalan dan mencari seorang pria di sana!!" seru sang Kaisar.


"Tentu." jawab Sheila dengan begitu ringan. sedangkan sang kaisar yang mendengar jawaban dari Sheila Tentu saja dia sedikit murka.


Memangnya kamu mau apa ke pasar? Apakah kau mau melakukan sesuatu atau kau mau apa?!" seru Kaisar Jung kembali.


"Mengapa sih Yang mulia akhir-akhir ini kau selalu saja berteriak-teriak seperti itu? biasanya kau selalu acuh tak acuh terhadap semua yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitarmu?" tanya Sheila.


"Berbeda.., berbeda jika itu adalah dirimu." jawab Kaisar Jung.


"Berbeda? memangnya berbeda Kenapa?" tanya Sheila yang membuat sang Kaisar langsung menelan ludahnya dengan begitu kasar. pria itu memikirkan perkataan yang tepat untuk menghindari pertanyaan Sela.


"Karena itu..., itu karena karena kau itu adalah penasehatku. Tentu saja aku harus terus menjagamu, kalau sampai kau diambil oleh orang lain bisa-bisa aku akan kehilangan semua identitasku, Bahkan aku akan kehilangan strategi perang ku!!" seru Kaisar Jung.


"Naif banget sih Yang mulia ini, Yang mulia bisa mencari penyihir yang lebih hebat dari hamba. tentu saja mungkin ada penyihir wanita cantik yang akan memasuki hatimu." jawab Sheila sambil tersenyum.


"Tentu tentu saja sudah ada penyihir cantik yang memasuki kehidupanku." jawab sang kaisar. yang kemudian berjalan mendahului Sheila.

__ADS_1


"Apaan sih Yang mulia ini, kenapa dia terus menerus berteriak seperti itu. kalau dia marah padaku marah saja, ngapain juga dia berteriak-teriak seperti itu." ucap Sheila.


Kaisar Jung akan menutupi perasaannya, dia tidak ingin dibilang sebagai pria bucin ataupun dibilang sebagai seorang pria yang sedang tergila-gila karena cinta.


"Kenapa aku harus mengatakan hal itu, kenapa aku tidak bilang saja kalau aku akan menikahinya." gerutu Kaisar Jung dalam hati.


Sesaat kemudian terlihat mereka berdua sudah berada di depan paviliun milik Sheila,


"Oh ya, Yang Mulia. apa yang ingin anda katakan karena anda harus segera kembali ke ke tempat anda." ucap Sheila.


"Kau tidak menyuruhku masuk ke tempat mu? Kenapa kau menyuruhku berdiri di luar seperti ini? kau tidak sopan sekali padaku, Aku ini seorang Kaisar." ucap Kaisar Jung.


"Itu tidak sopan Yang mulia, aku inikan seorang wanita. masa aku harus menyuruh Yang mulia untuk masuk ke kediaman hamba, kalau sampai Kak aku tahu mungkin dia akan berteriak di depan wajahku." ucap Sheila.


"Aku tidak peduli, kalau sampai dia berteriak di depan wajahku maka akan ku gantung dia di depan gerbang kerajaan." jawab Kaisar Jung kembali.


"Ya ampun, apa yang salah dari sang Kaisar. Kenapa pria ini malah seperti ini tidak biasanya dia terus menggerutu seperti ini. biasanya dia tidak pernah mau tahu semua yang terjadi di setiap kehidupan orang-orang yang ada di kerajaan ini." ucap Sheila yang kemudian meminta sang Kaisar untuk ke taman belakang kediamannya. Tidak mungkin bagi Sheila untuk mempersilahkan sang Kaisar memasuki tempatnya.


"Lebih baik Yang mulia tunggu hamba di taman belakang kediaman Hamba, dengan begitu tidak akan ada yang mengira kalau Yang mulia Kaisar berada di tempat ini." ucap Sheila.


"Yang mulia, lebih baik Yang mulia tunggu hamba di taman belakang kediaman hamba. itu lebih baik daripada Yang mulia terus mengajak hamba bertengkar, karena hamba ingin membersihkan diri hamba dahulu." ucap Sheila yang kemudian masuk ke dalam rumahnya. dia akan melakukan sesuatu, dia akan mandi dan membersihkan dirinya.


Akhirnya Kaisar Jung pergi ke taman belakang tempat Sheila, tidak akan ada orang yang mampu memasuki kediaman Sheila karena tempat itu sudah dikelilingi oleh pagar sihir milik Sheila. langkah kaki kaisar Jung terhenti ketika dia melihat kondisi dari taman yang ada di belakang kediaman Sheila. begitu cantik, begitu menawan dan begitu indah.


Ternyata wanita ini memiliki sesuatu yang sangat luar biasa, Bahkan dia mampu mempercantik kebunnya. sekitar 30 menit kemudian Akhirnya Sheila Sudah ketaman belakang kediaman nya. wanita itu menatap ke salju yang berada di bawah pohon besar tempat dia mengistirahatkan diri.


"Apa yang Yang mulia lakukan, apakah Yang mulia sedang tidur?" tanya Sheila yang membuat Kaisar Jung menoleh dan menatap Sheila yang sudah berganti pakaian wanita.


"Kenapa kau memakai pakaian wanita?" tanya Kaisar Jung dengan wajah sedikit memerah. saat melihat wajah Sheila yang begitu cantik.


"Tentu saja Saya memakai pakaian ini Jika berada di kediaman hamba Yang mulia. Memangnya kenapa?" tanya Sheila kembali.


"Kaisar Jung menggelengkan kepalanya, pria itu kemudian meminta Sheila duduk disampingnya.

__ADS_1


"Rasanya aku benar-benar capek dengan semua keadaan yang ada di kerajaan ini." ucap sang Kaisar.


"Memangnya ada apa?" tanya Sheila kembali.


"Apakah aku boleh kemari? jika aku...,aku tidak bisa berpikir?" tanya sang Kaisar.


"Tentu saja Yang mulia Kau boleh kemari, karena yang mulia bisa memasuki pagar sihir yang aku gunakan di tempat ini." jawab Sheila.


"Apakah kau sudah memasak?" tanya sang Kaisar kembali.


"Memangnya kenapa?" tanya Sheila.


"Aku lapar." jawab Kaisar Jung.


"Yang mulia, yang mulia di kerajaan kan begitu banyak juru Masak yang sangat hebat. Lalu kenapa kau malah ingin makan di tempat ku?" tanya Sheila.


"Aku akan membantumu agar kau memasak untukku." ucap Kaisar Jung yang kemudian menyodorkan tangannya agar Sela memegang tangannya.


"Apa Yang mulia yakin?" tanya Sheila.


Kaisar Jung menganggukkan kepalanya, Baiklah kalau begitu hamba akan memasakkan sesuatu untuk Yang mulia." jawab Sheila yang kemudian pergi memasak untuk sang Kaisar.


Entah perasaan apa yang ada di hati Sheila, namun wanita itu belum merasakan perasaan cinta kepada sang Kaisar karena dia belum mengetahui bagaimana perasaan pria itu.


~ Beberapa saat kemudian..


"Bagaimana Yang Mulia? Apakah rasanya enak?" tanya Sheila yang membuat sang Kaisar menganggukkan kepalanya.


"Tentu, rasanya benar-benar sangat luar biasa. Bahkan aku lebih menyukai masakan mu daripada masakan semua juru Masak yang ada di tempat ini." jawab sang kaisar.


"Lalu, memangnya Yang mulia tidak ingin makan jika tidak suka dengan masakan mereka?" tanya Sheila yang membuat sang Kaisar tersenyum.


Hari itu menjadi hari yang begitu berarti untuk Kaisar Jung, Karena Dia memutuskan untuk mendekati Sheila secara terang-terangan.

__ADS_1


*** bersambung ***


mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak ya. terima kasih untuk semua pembaca yang sudah mampir.😊😊❤️❤️❤️👍👍👍


__ADS_2