
"Maaf Yang Mulia, suami hamba...," ucap Yula yang terlihat kebingungan untuk menjawabnya.
"Apakah ada sesuatu yang membuatmu kebingungan seperti itu?":tanya Kaisar Jung kepada Yula.
"Aduh.., apa yang harus aku katakan kepada Yang mulia." guman Yula dalam hati.
"Kenapa Jenderal Lian Ying pergi dengan terburu-buru, Apakah ada sesuatu itu yang sangat mendesak atau berbahaya?" tanya Kaisar Jung kembali.
Sesaat kemudian Yula nampak masuk kedalam kediamannya, beberapa detik kemudian dia keluar dengan membawa surat kepada kaisar Jung.
"Apa ini?" tanya sang Kaisar kepada Yula.
"Itu surat dari komandan mawar hitam." jawab Yula.
Surat yang diberikan oleh Sheila hanya diberikan satu kepada sang Kaisar.
"Kenapa komandan mawar Hitam pergi ke desanya? Apakah ada sesuatu?" tanya Kaisar kepada Yula.
"Kelihatannya dia merindukan Desa tempat mereka berada Yang mula." jawab Yula.
"Lalu, kenapa membutuhkan waktu yang lama? Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan?" tanya Kaisar Jung kepada Yula.
Tentu saja istri dari jendral yang itu menggelengkan kepalanya dengan begitu keras .
"Baiklah kalau begitu, aku akan mencari Jenderal dan penasehatku itu. aku yakin mereka sedang menyembunyikan sesuatu." ucap sang kaisar yang kemudian pergi dari kediaman Yula.
Sedangkan wanita itu tentu saja dia sangat kebingungan. "Ya Dewa...,Bagaimana kalau Yang mulia Kaisar melihat wajah Sheila, Apakah dia terkejut atau...," ucap Yula yang kemudian memegang kepalanya sembari memikirkan sesuatu yang akan terjadi.
Setelah dari kediaman sang Jendral Kaisar Jung pergi ke desa Huashan. Desa tempat mereka berada.
Saat mereka semua sedang terburu-buru mencari keberadaan komandan mawar Hitam, di sebuah penginapan seorang wanita cantik jelita sedang memberikan pelajaran kepada beberapa pemuda yang berusaha untuk melecehkannya.
__ADS_1
BRAKKK..
BRAKKK...
BUGG...
"Kalian kira kalian bisa melakukan sesuatu kepadaku!!" seru Sheila yang terlihat begitu murka.
Beberapa pemuda yang berusaha untuk melecehkannya sudah tersungkur di jalanan yang ada di sebuah penginapan.
"Maju, aku akan memberikan kalian pelajaran dan aku akan menggantung kepala kalian di penginapan ini!!" seru Sheila.
"Dasar wanita banyak bicara!!" teriak para pemuda.
Beberapa pria langsung menyerang Sheila dengan bersamaan, mereka semua menggunakan pedang.
"Jangan sampai wanita itu lepas, Jangan biarkan dia bisa pergi dari sini!!" seru salah seorang bangsawan yang berusaha untuk melakukan sesuatu kepada Sheila.
Orang-orang yang ada di sekitar penginapan nampak menatap seorang wanita cantik jelita yang sedang memberikan pelajaran kepada para pemuda kurang ajar yang berusaha untuk melecehkan nya. terlihat seorang pria bersama sama dengan pengawalnya menatap Sheila yang sedang bertarung dengan beberapa pria l.
"Yang mulia, apakah Yang mulia tidak ingin membantu gadis cantik itu?" tanya pengawal Bing kepada kaisar Zhao.
"Apakah kau tidak lihat kalau wanita cantik itu dengan begitu mudahnya memberikan pelajaran kepada orang-orang yang berusaha untuk mencelakainya." jawab sang Kaisar.
"Wanita itu benar-benar sangat cantik, Yang mulia. wajahnya begitu sempurna, dia bagaikan bidadari yang turun dari istana para bidadari." ucap pengawal Bing.
"Kau benar, bahkan kecantikannya sangat sempurna hingga membuatku tidak akan bisa berpaling dari wanita itu." jawab Kaisar Zhao.
WUSSS...
SRETTTTT...
__ADS_1
sebuah pertarungan yang benar-benar sangat luar biasa, seorang wanita yang sedang bertarung melawan beberapa pria. kejadian yang ada di tempat itu menarik perhatian seorang pria yang berusia begitu tua.
"Siapa gadis itu, Mengapa wajahnya begitu cantik." ucap penyihir Goryeo yang menatap Sheila sedang yang bertarung dengan para pria yang berusaha untuk melakukan sesuatu kepadanya. tatapan mata penyihir Goryeo terus menatap Sheila tanpa berkedip sama sekali, hal itu membuat jantungnya tiba-tiba berdebar begitu kencang. "Apa ini? kenapa jantungku berdebar begitu kencang. Apakah ada sesuatu yang membuatku merasakan perasaan ini perasaan ini begitu berbeda dari Ratu kedua." ucap penyihir Goryeo yang terlihat menatap Sheila yang terus menyerang beberapa pria yang akan berusaha untuk melukainya.
"Jangan kira kalian akan bisa melakukan sesuatu kepadaku, kalian akan kujadikan pajangan di tempat ini." ucap Sheila yang kemudian mengambil sebuah pedang.
Wanita itu sudah mencoba untuk melakukan sesuatu, dia tidak akan membiarkan semua yang terjadi hari ini akan tersebar luas di tempat lain. 3 dari 6 pria sudah tersungkur di tanah di depan penginapan, para pria yang ada di tempat itu begitu terkejut, begitu takjub dengan seorang wanita yang menyerang tanpa henti sama sekali.
"Aku memberikan kalian waktu, jika kalian tidak meminta maaf dan menghentikan seluruh kelakuan kalian itu maka jangan salahkan aku jika pedangku ini akan memenggal kepala kalian!!" seru Sheila dengan suara yang begitu lantang dan benar-benar membuat debaran di jantung para pria yang ada disana.
"Cantik, wanita ini benar-benar cantik." ucap penyihir Goryeo yang terus menatap Sheila. mungkin jika Ratu kedua berada di tempat itu penyihir Goryeo akan mendapatkan sesuatu yang begitu panas. "Dia begitu berbeda dengan Ratu kedua, wanita ini begitu menarik, menawan. cantik Bahkan dia mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa." ucap penyihir Goryeo sambil menyentuh dagunya. Pria itu benar-benar terpukau saat melihat sepak terjang Sheila.
"Pergi dari tempat ini sekarang juga, jika tidak.., akan kupastikan kalian akan kehilangan nyawa!!" seru Sheila yang kemudian melempar pedang yang tadi dia gunakan untuk menyerang para pria itu hingga menancap ke dinding penginapan.
Sesaat kemudian wanita itu memacu kudanya perg ke sebuah tempat yang akan menjadi tujuan dari Sheila. Pagi ini Sheila akan berjalan-jalan, dia tidak mengerti kenapa para pria itu terus mengejarnya. Di sebuah tempat yang begitu ingin Sheila datangi di sebuah tempat yang menjadi kenangan yang sangat membahagiakan Sheila sekaligus tempat yang telah merampas kedua orang tuanya. dan tentu saja mereka berdua terus mengikuti kemana arah langkah kaki Sheila.
Terlihat Sheila sudah turun dari kudanya dan melangkahkan kakinya ke sebuah bangunan tua.
"Aku benar-benar begitu merindukan tempat ini." ucap Sheila yang terlihat memasuki sebuah bangunan rumah kosong.
Saat Sheila memasuki rumah itu, kenangan masa lalunya kembali muncul, pembunuhan dari ayah dan ibunya.
"Suatu saat aku akan menemukan orang-orang yang telah membunuh kalian berdua, Aku tidak akan membiarkan mereka hidup tenang." ucap Sheila.
Tatapan mata dua pria yang terus menatap seorang wanita yang sudah memasuki rumah itu.
"Siapa wanita itu? kenapa dia berada di tempat ini?" tanya penyihir Goryeo.
Sesaat kemudian nampak Sheila keluar dengan raut wajah yang begitu bahagia, langkah kaki Sheila terlihat sedang mengelilingi rumah lama mereka, dia bermain ayunan dan menatap langit siang itu.
*** bersambung ***
__ADS_1