
"Hufff...," suara helaan nafas para pengawal.
"Santai saja." ucap Sheila.
"Berat nyonya." jawab pengawal lagi.
"Memangnya kau membawa beban apa hingga seberat itu?" tanya Sheila.
"Dewa...,lindungi kami semua, jangan sampai keperjakaan ku di rampas oleh para nenek tua ini." ucap pengawal sambil menatap para wanita cantik yang berkedok palsu.
"Tenanglah." ucap sang kaisar.
"Berat tuan." jawab pengawal.
"Kalian ini dari tadi bilang berat terus, apakah kalian membawa beban satu desa?" tanya kaisar Jung kembali.
"Terlalu berat saat melihat para wanita cantik ini ternyata wajahnya palsu semua." jawab pengawal.
"Huff..., lupakan saja." ucap Sheila yang membuat para pengawal langsung terdiam.
"Ambil kecapi itu, aku akan menarik perhatian para pembeli." pinta Sheila.
"Sesaat kemudian terlihat Sheila mulai memainkan kecapi itu, dia menyanyikan sebuah lagu yang benar-benar membuat para pejalan kaki yang ada di sekitar tempat Sheila dan sang Kaisar berada mereka langsung menghentikan langkah kaki mereka. Mereka mendengarkan suara yang begitu lembut, begitu menawan hingga membuat mereka langsung terdiam.
"Lihatlah para rombongan itu, wanita itu menyanyikan lagu yang begitu menyentuh hati."' ucap seorang pria.
"Kau benar, bahkan wajahnya yang tidak terlalu cantik itu tertutupi oleh suaranya yang begitu indah." ucap pria lain.
Kaisar Jung yang melihat hal itu dia hanya tersenyum, pria itu seolah mengatakan kalau mereka tahu wajah asli istrinya mungkin mereka akan pingsan.
"Aku baru tahu kalau Yang mulia permaisuri bisa menyanyi sebagus ini." ucap seorang pengawal kepada temannya.
"Kau benar, Bagaimana kita tahu bahkan kalau permaisuri itu wanita saja kita baru tahu Setelah dia menikah dengan Sang Kaisar." jawab pengawal yang lain.
"Anggap saja kita beruntung, kita dengarkan suara indah dari permaisuri karena kalau kita sudah berada di kerajaan kita tidak akan bisa mendengar suara permaisuri. kecuali dia marah-marah karena kita tidak mampu menjalankan strategi perang yang dia buat." ucap pengawal.
__ADS_1
Terlihat orang-orang yang ada di tempat itu nampak menatap seorang wanita yang wajahnya sangat sederhana namun suaranya begitu indah. para pengawal mulai menjalankan tugasnya, mereka membuka barang dagangan mereka. beberapa barang antik yang membuat orang-orang yang ada di kerajaan itu begitu tercengang, satu persatu para pejalan kaki mulai mendekati tempat sang Kaisar. mereka menanyakan mengenai barang-barang antik dan aneh yang dibawa oleh rombongan itu, harga yang dipatok pun bisa dibilang mahal. tapi bagi kerajaan itu harga dengan nilai nominal itu tidak terlalu mahal.
"Yang mulia, kelihatannya kerajaan ini sangat kaya raya. bayangkan saja mereka membeli barang-barang ini dengan begitu mudahnya tanpa menawar ataupun menanyakan mengenai barang-barang ini." ucap sang pengawal.
"Kalian diam saja, kalian ini terlalu cerewet." ucap Kaisar Jung yang terlihat menatap beberapa para pengawalnya.
"Kita akan menjadi orang miskin jika membeli barang-barang ini." ucap seorang pengawal.
"Tentu saja, Bahkan barang yang kita jual ini harganya jauh di atas nominal yang kita jual di kerajaan. bahkan bisa dibilang ini adalah harga yang paling fantastis." ucap seorang pengawal kembali.
Begitu ramai, begitu laku barang-barang yang dibawa oleh sang Kaisar bersama istrinya. anggap saja mereka itu orang kaya tapi masih mencari kekayaan, mungkin kalau para pejabat tahu mereka akan kebingungan dengan semua yang dilakukan oleh sang Kaisar bersama istrinya itu.
"Suamiku, andai saja orang-orang yang ada di kerajaan tahu kalau kita melakukan hal ini kemungkinan besar mereka akan pingsan." ucap Sheila.
"Tentu saja istriku, tidak mungkin kan mereka melihat kalau Kaisar mereka melakukan hal ini." jawab Kaisar Jung.
"Tentu saja, Bahkan sang Kaisar membawa istrinya ikut serta untuk menjual barang-barang ini." sindir Sheila yang membuat sang Kaisar tersenyum.
"Memangnya ini rencana Siapa?" tanya Kaisar Jung yang membuat Sheila ikut tersenyum karena rencana dari perdagangan ini adalah rencana Sheila sendiri.
"Memangnya siapa yang tertarik, Nyonya?" tanya para pengawal.
"Aku bisa merasakan kalau ada sesuatu yang terus memantau kita, jadi kalian harus selalu berhati-hati. aku tidak tahu karena orang Ini memiliki aura hitam. Jadi kemungkinan besar mereka juga memiliki ilmu sihir." jawab Sheila.
"Kenapa harus ilmu sihir terus, nyonya. kami ini tidak bisa melakukan hal itu, jika kami melawan ilmu sihir kami akan kalah telak." ucap para pengawal.
"Kalian jangan banyak bicara, diam saja. kalian membuatku bertambah emosi saja." jawab Sheila.
Akhirnya malam datang.., Mereka selesai dari menjual beberapa barangnya. Sheila dan sang suami kembali ke penginapan, ternyata disana Sudah ada wanita cantik yang menunggu mereka semuanya.
"Wahhh..., kelihatannya barang dagangan kalian laku sekali." ucap wanita cantik.
"Ini semuanya berkat dirimu, Nona. kalau kau tidak membantu kami mungkin saja Kami tidak akan bisa menjual barang-barang ini." jawab Sheila.
"Benarkah? lalu Bagaimana janji janjimu kepadaku kemarin?" tanya wanita cantik kepada Sheila.
__ADS_1
"Tentu saja aku akan melakukannya, salah satu pengawalku akan menemanimu untuk meminum teh." jawab Sheila.
"Baiklah kalau begitu, kau harus menepati janjimu karena aku ingin barang-barang sesuatu yang kuinginkan aku dapatkan." ucap wanita cantik yang kemudian pergi dari tempat itu.
"Dengarkan, kalian harus ikut wanita itu. aku akan membekali kalian dengan sesuatu agar wanita itu tidak bisa mendekati kalian." ucap Sheila.
"Tapi Nyonya, Bagaimana kalau wanita itu tiba-tiba melakukan sesuatu kepada kami?" tanya pengawal.
"Kau diam saja, lakukan sesuai perintahku. kau ini banyak bicara." jawab Sheila yang membuat sang pengawal langsung terdiam.
Terlihat seorang berdiri di suatu tempat, dia terus melihat semua yang dilakukan oleh rombongan pendatang.
"Sebenarnya kalian berani sekali.., kalian memasuki tempat ini." ucap seorang pria yang ternyata dia adalah salah satu pimpinan kelompok penjahat, perampok dan bandit yang ada di kerajaan kota tua. namun dengan kedoknya sebagai pengusaha kaya yang ada di kerajaan itu tentu saja tidak akan ada orang yang mampu mengetahui semua yang dilakukan oleh pria itu.
"Ternyata kalian benar-benar akan memberikan ku kekayaan yang luar biasa, setelah ini kalian akan menjadi target ku. kalian akan berada disini untuk beberapa lama, dengan begitu uang-uang yang kalian miliki akan menjadi milikku." ucap seorang pria yang ternyata bernama Sam Lao.
"Tuan, apakah Tuan benar-benar menginginkan semua barang-barang yang dimiliki oleh kelompok itu?" tanya anak buah Sam Lao.
"Tentu saja aku menginginkan barang-barang yang dibawa oleh Mereka, ternyata barang-barang itu memiliki nilai yang sangat tinggi. aku jadi ingin tahu bagaimana bisa mereka memiliki barang-barang itu dengan begitu mudah, bahkan mereka menjualnya di kerajaan ini." jawab Sam Lao.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu.
- mantan terindah
Terima kasih banyak 😊👍👍👍❤️❤️❤️
__ADS_1