DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Malam pertama


__ADS_3

Dari hari ke hari terlihat Sheila menjadi seorang wanita yang di puja oleh begitu banyak kaisar dari kerajaan lain.


"Suamiku." panggil Sheila kepada sang kaisar.


"Ada apa, isteriku?" tanya Kaisar Jung.


"Apakah Yang mulia tidak ingin keluar dan mencari tahu mengenai para tamu Kerajaan kita?" tanya Sheila kepada suaminya.


"Memangnya kenapa? Apakah kau menyuruh suamimu untuk melihat para wanita itu?" tanya Kaisar Jung kembali sambil meraih tangan istrinya.


"Tidak juga suamiku, Siapa yang menyuruhmu untuk melihat para wanita itu. lagipula mereka adalah para wanita perusuh yang berusaha untuk mencari perhatianmu." jawab Sheila.


"Kelihatannya istriku mengalami perasaan cemburu, ya?" canda sang Kaisar kepada istrinya.


"Tentu saja Yang mulia, Siapa yang tidak akan cemburu saat melihat suaminya sedang bersama wanita lain. Jika aku tidak cemburu maka aku bukanlah wanita normal, Kau adalah suamiku.., sekarang kau adalah milikku. jadi tidak ada satu wanita pun yang boleh mendekatimu, jika mereka berusaha untuk mendekatimu akan ku jadikan mereka patung sama seperti kaisar kerajaan Xiang." jawab Sheila dengan mengacungkan tangannya kepada sang Kaisar.


"Isteriku.., jauhkan jarimu..," ucap Kaisar Jung.


"Memangnya mau apa kau? Apakah kau ingin memotong jari ku?" tanya Sheila Sambil mengedipkan salah satu matanya.


Terlihat sang Kaisar mulai terbakar dengan semua rayuan isterinya itu, seketika sang Kaisar berdiri sembari mendekati sang istri. ternyata isteriku sekarang sudah mulai nakal, apakah kau ingin melakukan sesuatu, isteriku?" tanya Kaisar Jung yang sudah berdiri di belakang sang isteri. pria itu mulai memeluk istrinya dari belakang, sedangkan Sheila nampak wanita itu tersenyum sambil memutar tubuhnya.


"Aku tidak akan melepaskanmu dan aku tidak akan membiarkanmu berusaha untuk mencari wanita lain. Jika kau berani melakukannya maka kau harus ingat nyawamu berada di tanganku. jadi Jika kau berani macam-macam kau akan merasakan bagaimana jika senjata ampuh mu itu tiba-tiba hilang dari tempatnya." ancam Sheila kepada sang kaisar yang membuat Kaisar Jung langsung tertawa.


"Tenanglah istriku, aku tidak akan pernah berani melakukan hal itu. kau adalah nyawaku, Kau adalah kematianku. Kau adalah hidupku, Kau adalah samudra terluas dari seluruh mimpi-mimpiku. Kau adalah awal langkah kakiku dan kau adalah pelabuhan terakhir tempatku untuk berpijak." ucap Kaisar Jung yang kemudian mencium pipi sang isteri.


"Siapa yang tidak akan merasa bahagia jika mendapatkan rayuan gombal seperti itu dari suaminya, ternyata suamiku ini pandai sekali merayu, aku baru tahu..," ucap Sheila yang kemudian meraih leher sang suami.

__ADS_1


Ciuman itu itu sudah menempel di kedua dua bibir sepasang suami istri itu, darah sudah mulai berkobar, Api asmara yang belum membesar kini tiba-tiba Api asmara itu berkobar dengan begitu besar. seolah api itu telah membakar habis.


"Isteriku..., apakah kau tahu? kau adalah sesuatu yang harus aku pertahankan hingga nyawa akan melayang dari ragaku." ucap sang kaisar yang kemudian mengangkat istrinya dan membawanya ke ranjang asmara mereka.


Malam itu menjadi malam saksi bisu malam pertama sang Kaisar dan Sheila, setelah hampir 5 bulan pernikahan mereka Sheila sudah menerima Kaisar Jung sepenuhnya, dia tidak akan membiarkan rumah tangganya hancur karena sesuatu. dia tidak akan membiarkan semua kehidupan yang telah dia jalani berhenti karena sesuatu. dawai asmara sudah mengalun, lagu cinta serasa bergema dengan begitu indah. irama Cinta malam itu telah mengalun, gairah asmara pun sudah tersalurkan. cumbuan cinta, rayuan asmara. gelombang asmara yang benar-benar sudah membara, sang Kaisar memberikan cumbuan cinta kepada sang istri. Sheila menerimanya malam itu, malam itu menjadi saksi bisu yang akan menjadi penorehan dari pelepasan gairah mereka.


Tak berselang lama akhirnya Kaisar Jung selesai dengan ritualnya dia memeluk istrinya dengan begitu erat.


"Terima kasih istriku, Terima kasih karena kau telah memberikan cintamu kepadaku." ucap sang Kaisar kepada istrinya.


"Tentu saja Suamiku, aku harus memberikan cintaku kepadamu, aku tidak ingin suamiku terus menunggu. aku tidak ingin suamiku menunggu dengan kegalauan yang sangat luar biasa, aku tidak ingin hembusan angin dari luar memberikan kehangatan kepada Suamiku. aku tidak ingin cinta itu terhempas angin dan meninggalkan ku." ucap Sheila yang membuat sang Kaisar memeluk erat istrinya.


"Aku tidak akan pernah melakukan hal itu, isteriku. aku tidak akan pernah melakukannya, Lebih baik aku kehilangan nyawa aku daripada aku membagi cintaku. lebih baik aku kehilangan nyawaku daripada aku melihatmu meninggalkan ku." ucap Kaisar Jung.


Pelukan yang begitu erat, gairah yang begitu luar biasa. sang Kaisar begitu mencintai istrinya dengan semua cinta yang dia miliki.


"Hormat kami Yang mulia!!" seru para pejabat kerajaan dan beberapa tamu dari beberapa kerajaan.


"Selamat datang di kerajaan ku, selamat datang di istana Kerajaan Shang!!" seru Kaisar Jung.


Senyum ditunjukkan oleh Sheila dan sang Kaisar kepada para tamu kerajaan, nampak seorang pria menetap Sheila dengan tatapan mata yang begitu berbinar. mereka benar-benar begitu terpukau dengan seorang wanita cantik yang sangat luar biasa, seorang wanita cantik yang memiliki keanggunan dan ketangguhan yang benar-benar tidak bisa ditandingi oleh wanita manapun.


Seorang putra mahkota datang memberikan hormat kepada kaisar Jung dan Sheila. sang Kaisar menatap pemuda yang berusia sekitar 18 atau 19 tahun itu.


"Hormat hamba Yang Mulia!!" seru putra mahkota dari Kerajaan Timur. seorang pria dengan ketampanan yang begitu sempurna. Hal itu membuat Kaisar Jung langsung terbakar cemburu, saat putra mahkota itu menatap istrinya dengan tatapan mata yang benar-benar menunjukkan sebuah tantangan yang sangat luar biasa.


"Siapa kau dan dari mana Kau berasal?" tanya Kaisar Jung kepada putra mahkota Kerajaan Timur.

__ADS_1


"Namaku Aku adalah putra mahkota Yo Ming, Aku adalah calon Kaisar dari Kerajaan Timur." jawab putra mahkota Yo Ming yang terus menatap Sheila dengan Tatapan yang begitu terpukau.


"Baiklah putra mahkota Yo Ming, Selamat datang di kerajaan ku, dan selamat datang pada aturan di kerajaan ini!!" seru Kaisar Jung yang membuat putra mahkota Yo Ming langsung berjalan mundur kembali ke tempatnya.


Sesaat kemudian seorang wanita cantik dengan rambut yang tergerai dan memakai pakaian berwarna biru nampak dia berjalan ke arah Kaisar Jung dan Sheila.


"Hormat hamba Yang mulia, nama hamba adalah Putri Yuri, hamba adalah putri dari kerajaan Timur." jawab putri Yuri.


"Selamat datang Putri, Selamat datang di kerajaan ku." jawab Sheila yang terlihat tersenyum kepada putri kerajaan Timur.


Memang wajah putri Yuri benar-benar sangat luar biasa, bahkan wajahnya begitu cantik dengan riasan yang sedikit tebal. Hal itu membuat Kaisar Jung tidak berselera sama sekali, padahal sang Kaisar tidak akan pernah mau melirik wanita lain selain istrinya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu.


- mantan terindah


Terima kasih banyak 😊👍👍👍❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2