
"Mana?" tanya Yula.
"Oke!" seru Sheila.
Sesaat kemudian...., Sheila memberikan sekotak permata berharga dan langkah.
"Ini." ucap Sheila yang sudah memberikan permata yang begitu indah.
"Wooow!!!" seru Yula.
"Bagus tidak?" tanya Sheila sambil tersenyum.
"Kau benar-benar adikku yang sangat pengertian, kau tahu saja kalau kakakmu ini tidak mempunyai barang-barang seperti ini. lalu, Apakah aku harus mengambil barang-barang ini setengah atau kita bagi dua saja?" tanya Yula kepada Sheila.
"Tidak usah, Kak. bawa saja semuanya aku tidak memerlukan perhiasan-perhiasan itu, lagi pula yang mulia memberikanku hadiah yang tidak boleh diberikan kepada orang lain. kakak tahu sendiri kan di rumahku sudah begitu menumpuk hadiah hadiah dari yang mulia Kaisar." jawab Sheila.
"Terima kasih!" seru Yula yang terlihat memeluk Sheila.
Sesaat kemudian wanita itu mempersiapkan semua masakan yang tadi dia bawa, dia menatap dua anaknya yang sedang bermain-main di taman belakang.
"Adik, Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Jendral Lian kepada adiknya.
"Semuanya baik-baik saja, kak. Memangnya ada apa?" tanya Sheila yang terlihat sedikit kebingungan dengan perkataan kakaknya itu.
"Tidak, Kakak takut jika ada sesuatu yang menimpamu. Apakah kau terluka?" tanya Jenderal Lian kepada adiknya.
"Tentu saja tidak Kak, Mana mungkin aku akan terluka." jawab Sheila.
"Tentu saja Kakak akan selalu memperhatikan dirimu, mencemaskanmu." jawab Jenderal Lian.
"Kakak Tenang saja, karena aku bisa menjaga diriku dan aku bisa menjaga semuanya dengan baik." jawab Sheila.
__ADS_1
"Walaupun kau mengatakan hal itu, tetap saja Kakak sangat mencemaskanmu. karena kakak hanya mempunyai satu adik yaitu dirimu." jawab Jenderal Lian.
Seorang wanita yang berpenampilan begitu cantik, terkadang Jenderal lian memikirkan mengenai adiknya, jika sampai seluruh dunia mengetahui wajah sebenarnya dari Sheila, kemungkinan besar akan menjadi rebutan dari begitu banyak pria. walaupun seperti itu sekarang saja Sheila yang berpenampilan sebagai seorang pria dia selalu diincar oleh para putri ataupun para pejabat kerajaan untuk dijadikan menantu.
Kaisar Jung sebenarnya mengetahui kalau Sheila adalah seorang wanita, seorang gadis kecil yang selalu mengikutinya ke mana saja. terkadang sang Kaisar penasaran Seperti apa wajah gadis kecil yang selalu mengikutinya. namun terkadang pula semuanya sudah seperti biasa, apalagi saat dia menatap Sheila yang berpakaian seperti pria.
"Adik, besok akan ada tamu dari kerajaan kang. Sebuah kerajaan yang dipimpin oleh kaisar Yung kang." ucap Jenderal Lian.
"Memangnya ada apa, kak?" tanya Sheila balik.
"Ada rumor yang mengatakan kalau Kaisar Yung kang memiliki seorang guru spiritual yang memiliki ilmu sihir sepertimu." jawab Jenderal Lian.
"Lalu, Memangnya ada masalah dengan itu?" tanya Sheila kembali.
"Tentu saja Kakak sangat mengkhawatirkan hal itu, Kakak takut jika sang Kaisar dan guru spiritualnya itu tiba-tiba menyerangmu." jawab Jendral Lian.
"Apa yang harus aku lakukan, Kak? jika kau terus-menerus takut sesuatu terjadi padaku, maka ketakutan itu suatu saat benar-benar akan terjadi. kakak tidak boleh memikirkan sesuatu yang jelek, kakak harus percaya kepadaku Aku tidak akan mudah dikalahkan oleh orang lain." ucap Sheila.
Sudah beribu kali Sheila mencoba untuk menenangkan hati kakaknya, Namun sebagai seorang saudara Tentu saja Lian sangat takut jika terjadi sesuatu kepada adik perempuannya.
"Kakak tidak usah memikirkan hal itu, kakak harus percaya padaku. kakak harus percaya sepenuhnya pada aku." jawab Sheila.
Sesaat kemudian terlihat Yula sudah membawa masakan yang tadi dia bawa, anak-anaknya masih berada di danau kecil buatan Sheila.
"Adik kapan-kapan kalau kau berjalan-jalan di sebuah tempat, ajak kakakmu ini dong.., Kakak juga mau jalan-jalan ke beberapa pesisir kerajaan itu." pinta Yula.
"Memangnya Kakak sudah siap, jika ikut denganku dan tiba-tiba dikejar-kejar oleh musuh-musuh kerajaan?" tanya Sheila yang membuat Yula langsung bergidik ngeri.
"Tidak jadi, kakak akan menarik kembali perkataan kakak. kakak tidak mau mati konyol." jawab Yula.
Suara canda tawa di ruangan itu terlihat bahagia, sedangkan di tempat lain terlihat Kaisar Jung mendapatkan beberapa laporan mengenai beberapa tempat yang memiliki kabar yang sangat luar biasa. namun beberapa tempat itu telah dikuasai oleh para penjahat yang memiliki kekuatan sangat luar biasa.
__ADS_1
"Lebih baik aku turun tangan sendiri, jika tidak aku yakin mereka semuanya akan menguasai beberapa tempat itu. Aku tidak akan membiarkan para penjahat itu menancapkan bendera mereka di tanah kekuasaan Ku." ucap Kaisar Jung yang kemudian memerintahkan beberapa menterinya untuk mencari tahu mengenai kabar yang sudah tersebar itu.
"Yang mulia, Apakah tidak sebaiknya kita meminta Jendral Lian dan komandan mawar hitam untuk melacak orang-orang itu?" tanya beberapa menteri.
"Aku menyuruh kalian, bukan menyuruh mereka berdua? kalau kalian berani menyuruh mereka berdua maka saat peperangan sudah terbuka kalian lah yang akan terjun ke medan perang!" seru Kaisar Jung yang membuat para menteri langsung terdiam tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.
Memangnya siapa yang mau terjun ke medan perang dengan semua kekejaman yang ada di medan perang itu. para menteri yang biasa hidup mewah berfoya-foya dan bersenang-senang, tentu saja mereka tidak akan pernah mau untuk memasuki medan perang.
"Kenapa kalian diam saja, kalian hanya bisanya bersenang-senang dan menyenangkan hati kalian sendiri. sekarang aku minta kepada kalian, kalian harus terjun secara langsung untuk mencari tahu mengenai tiga tempat yang sekarang diduduki oleh beberapa kelompok bandit dan para penjahat yang sangat berbahaya itu!!" seru Kaisar Jung yang membuat para menteri langsung terdiam seketika.
"Jika kalian tidak melakukan apa yang aku perintahkan, jangan salahkan aku jika aku akan membantai kalian dan keluarga kalian tanpa tersisa sama sekali!!" seru sang kaisar yang membuat para menteri langsung bersuara.
"Baik, Yang mulia. kami akan melakukannya!!" seru para menteri yang membuat Kaisa Jung tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, aku akan membagi 3 tempat untuk kalian. karena aku sendiri yang akan terjun secara langsung untuk membantu menumpas para bandit dan penjahat itu!!" seru sang Kaisar.
Jenderal Lian dan Mawar Hitam sudah mendengar mengenai perintah yang diberikan oleh sang Kaisar. mereka berdua nampak terdiam, mereka tidak akan ikut campur mengenai permasalahan para penjahat itu.
"Apakah kau yakin mengenai kabar itu?" tanya mawar hitam kepada salah satu pengawal yang ada di dalam kerajaan.
"Saya yakin komandan, Yang Mulia sendiri yang akan melakukan penyisiran itu." jawab si pengawal.
"Aku yakin Kaisar benar-benar sangat murka mendengar semua kabar mengenai para penjahat itu, karena ternyata para menterinya tidak berbuat sesuatu sama sekali." ucap Mawar Hitam.
Malam ini mawar hitam akan keluar dari kerajaan, dia akan memantau sebuah rumah bordil yang menjadi sasaran mata-mata dari berbagai kerajaan.
"Apakah kau yakin mau kesana, Adik?" tanya Jenderal Lian.
"Tenang saja kak, aku akan membawa beberapa pengawal ku. Kakak Tenang saja dan serahkan semuanya padaku." jawab mawar hitam.
"Kau harus berhati-hati." pinta Jendral Lian.
__ADS_1
"Tenang saja, kak. semuanya akan aku bereskan secepat mungkin. setelah itu aku akan kembali untuk beristirahat." jawab mawar hitam yang kemudian meminta kakaknya untuk segera membawa anak dan istrinya untuk beristirahat.
*** bersambung ***