DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Sheila pergi


__ADS_3

Cahaya sinar rembulan malam seolah membawa suasana yang benar-benar begitu menyejukkan hati. Hari ini Sheila akan pergi ke sebuah tempat yang dulu biasa dia datangi bersama dengan sang kakak.


Di sebuah tempat yang tidak terlalu jauh dari kerajaan Shang, Sheila terlihat menghentikan kudanya. wanita itu berdiri di sebuah danau yang memiliki pemandangan yang sangat luar biasa, di samping dana besar itu ada sebuah anak danau yang tidak terlalu besar. dahulu sewaktu Sheila masih kecil ayah dan kakaknya sering sekali mengajak Sheila ke tempat itu.


Hari ini Sheila begitu merindukan sosok ayahnya, dia melepas salah satu tali yang telah mengikat pakaiannya. Sheila melepas sepatu serta kaos kakinya. wanita itu terlihat mencelupkan kakinya di danau yang begitu indah dan jernih, sebuah danau yang ada di desa tempat kelahiran Sheila.


"Entah berapa lama aku tidak pernah ke tempat ini, aku benar-benar merindukan tempat yang begitu luar biasa ini." ucap Sheila.


Hari ini Sheila ingin berjalan-jalan ke tempat dia dan kakaknya dahulu, dia sudah memakai pakaian wanita dia ingin melepaskan kepenatannya sebagai penasehat sekaligus komandan kerajaan Shang, Sheila membersihkan dirinya di danau Huashan, sebuah danau yang ada di desa Huashan tempat Sela dibesarkan.


Suara gemericik angin seolah menjadi lagu di telinga Sheila. wanita itu terus bersenandung sembari menatap rembulan Malam yang bersinar begitu cantik.


"Aku benar-benar merindukan semua kebahagiaan di masa kecilku. Aku merindukan semua kebahagiaan saat aku berada di desa ini." ucap Sheila. terlihat Wanita itu berenang di danau kecil itu, Sela benar-benar melepaskan semua kepenatannya.


Tak berselang lama akhirnya Sheila sudah keluar dari danau itu. dia mengganti pakaiannya dengan pakaian wanita, hari ini Sheila ingin menjadi seorang wanita seutuhnya. dia ingin berjalan-jalan di sekitaran tempat dulu dia dibesarkan ketika ayahnya jenderal Ying ditugaskan untuk menumpas pemberontak di kerajaan Shang sebelum kerajaan itu sudah berubah nama.


"Aku ingin beristirahat untuk beberapa hari di tempat ini, aku ingin menjalani kehidupanku sebagai seorang wanita." ucap Sheila yang kemudian menaiki kudanya kembali. Dia pergi ke sebuah penginapan yang ada di desa Huashan. "7 tahun lebih aku sudah meninggalkan tempat ini, aku ingin berjalan-jalan di tempat ini dan mengenang masa kecilku." ucap Sheila.


Disebuah penginapan yang tidak terlalu besar, Sheila mengikat kudanya. wanita itu berjalan sembari memasuki penginapan tempat dia berada, memang Sheila tidak pernah mengerti dengan semua kehidupan, dia tidak pernah mengira kalau wajahnya begitu cantik. Sheila selalu berpikir kalau wajahnya biasa-biasa saja, karena hal itu kakaknya selalu menyuruh Sheila untuk tidak pernah menunjukkan jati dirinya.


"Selamat malam, Pak." ucap Sheila kepada seorang pria tua sekaligus pemilik penginapan yang ada di desa Huasan.


"Selamat malam." jawab pemilik penginapan.


"Saya minta 1 kamar dan tolong nanti kirimkan makanan ke kamarku." pinta Sheila yang kemudian memberikan beberapa keping uang emas.


Tatapan mata pemilik penginapan menatap Sheila dengan melongo, wanita cantik yang memasuki penginapannya benar-benar begitu menawan. hingga dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, langkah kaki Sheila menaiki anak tangga dari penginapan itu, dia berjalan begitu santai tanpa memperhatikan orang-orang yang ada di sekelilingnya. berbeda dengan orang-orang yang ada di tempat itu, mereka menatap Sheila dengan tatapan mata yang begitu terpesona.


"Siapa wanita tadi?" tanya seorang pemuda yang berada di desa Huosan dia benar-benar cantik ucap 1 pria langkah kaki salah memasuki kamarnya dia duduk di dalam kamarnya sembari memikirkan apa yang sedang terjadi di kediamannya, ketika kakaknya mengetahui kalau dirinya akan menginap di sebuah tempat yang dulu mereka singgahi.

__ADS_1


"Apa maksudnya ini? Bagaimana bisa dia pergi dari kerajaan." ucap Lian Ying yang benar-benar sangat murka ketika dia mengetahui kalau saudari perempuannya sudah tidak ada di kerajaan.


"Ada apa suamiku?" tanya Yula kepada sang suami.


"Kau tahu istriku, kemana adikku pergi?" tanya Lian Ying kepada sang istri.


"Tentu saja tidak suamiku, Memangnya ada apa?" tanya Yula kepada suaminya.


"Lihatlah surat ini dan bacalah baik-baik, setelah itu Kau akan tahu kemana adikku sudah pergi." ucap Lian Ying.


Yula membuka surat yang telah diberikan oleh suaminya itu, betapa terkejutnya wanita itu ketika dia membaca surat kalau beberapa hari ini dia akan kembali ke desa tempat mereka. Sheila ingin mengenang masa lalunya dan menjadi wanita saat berada di tempat itu seperti dahulu.


"Suamiku, ada apa ini? bagaimana bisa dia melakukan hal ini!!" seru Yula yang terlihat begitu sok tahu.


"Istriku, jika sampai orang-orang itu melihat wajah dari adikku bisa-bisa tempat yang dia singgahi akan gempar!!" seru Lian Ying.


"Lalu apa yang akan kita lakukan, suamiku?" tanya Yula.


"Baiklah suamiku, lalu apa yang akan kau lakukan Jika Yang mulia Kaisar bertanya?":tanya Yula kepada sang suami.


"Katakan saja kalau aku pergi ke desa tempat kelahiran ku." jawab Lian Ying.


"Lalu, Bagaimana jika Yang mulia bertanya mengenai sesuatu lagi?" tanya Yula kembali.


"Terserah kamu menjawab apa, yang penting aku harus segera mencari keberadaan wanita itu. apa dia gila dia ingin menghabiskan harinya di tempat itu mengenang masa kecilnya sebagai gadis kecil!" seru Lian Ying yang terlihat begitu murka.


"Cepatlah suamiku, jika banyak orang tahu mengenai wajah dari adikmu itu, bisa-bisa kacau kehidupan kita!!" seru Yula.


"Kau Tenanglah istriku, aku tidak akan membiarkan gadis itu melakukan sesuatu. aku yakin Sekarang dia sudah membuat kehebohan di tempat itu." ucap Lian Ying yang kemudian pergi dari tempatnya dengan secepat tenaga yang dia miliki.

__ADS_1


Lian Ying akan segera pergi menuju Desa tempat dia berada dahulu, dia ingin menghentikan semua kekacauan yang akan dibuat oleh Sheila.


"Apakah Sheila tidak pernah mengerti Bagaimana wajahnya itu, apakah adik kecilku itu tidak pernah tahu kalau wajahnya yang cantik itu akan membuat Keonaran yang sangat luar biasa." gerutu Lian Ying yang kemudian memacu kudanya dengan begitu cepat.


Salah satu pengawal sudah melaporkan kepada kaisar Jung mengenai Jenderal Lian Ying yang pergi dengan terburu-buru.


"Lalu, kemana pria itu pergi?" tanya Kaisar Jung.


"Hamba tidak tahu Yang mulia, kelihatannya Jenderal pergi dengan terburu-buru." jawab pengawal.


"Baiklah kalau begitu, aku akan bertanya kepada istrinya. Apakah ada sesuatu yang begitu membahayakan ataukah ada sesuatu informasi hingga membuat Jendral Lian Ying pergi dengan terburu-buru." ucap Kaisar Jung yang kemudian berdiri dan pergi menuju kediaman Jendral Lian.


Langkah kakinya berjalan dengan begitu cepat, Jenderal dari kerajaan tidak ada di kerajaan. Hal itu membuat Kaisar Jung sedikit kebingungan karena Jenderal Lian Ying pergi dengan terburu-buru.


"Yang mulia datang!!" seru salah satu pengawal yang datang bersama dengan Kaisar Jung.


"Sudah, tidak usah meneriakkan hal itu. kau membuatku terganggu saja." jawab Kaisar Jung.


"Maafkan hamba Yang mulia." jawab sang pengawal.


Yula membuka pintu kediamannya dia menatap Kaisar Jung sudah berada diluar kediamannya.


"Ya Dewa.., apa yang harus aku katakan. Bagaimana jika Yang mulia mencari suamiku." ucap Yula dalam hati. tingkah Yula benar-benar sudah kebingungan saat sang Kaisar sudah berada di depan kediamannya.


"Nyonya, di mana Jenderal Lian?" tanya Kaisar Jung yang membuat Yula langsung terdiam seribu bahasa.


"Maaf Yang Mulia..," ucap Yula.


"Di mana Jendral Lian?" tanya Kaisar Jung kembali.

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2