
Wus...
Sheila sudah keluar dari kediamannya, dia menggunakan kekuatan tipuan agar penyihir Goryeo pergi dari tempatnya. dia harus mencari tahu siapa sebenarnya orang yang menyamar menjadi menteri Hu Feng.
Langkah kaki setelah berjalan ke tempat kakaknya, dia benar-benar lupa kalau sekarang dirinya berpakaian wanita. langkah kakinya menapaki jalan rerumputan yang ada di kerajaan, dia tidak menghiraukan pandangan dari para dayang pengawal dan para pria yang berada di sekitar kediaman sang kakak.
"Siapa wanita itu? kenapa dia berjalan ke arah Jendral Lian Ying." guman para dayang kerajaan yang menatap Sheila dengan Tatapan yang begitu melongo. karena mereka benar-benar takjub dengan seorang wanita cantik yang berada di istana, salah satu pengawal kerajaan nampak menatap wanita itu tanpa berkedip sama sekali. dia tidak pernah melihat seorang wanita yang memiliki paras cantik itu tanpa make up sama sekali namun wajahnya benar-benar begitu berseri.
Sheila menggunakan kekuatannya, dia langsung masuk ke dalam kediaman kakaknya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Kakak!!" seru Sheila yang tiba-tiba datang dan membuat Lian Ying yang sedang makan bersama sang istri yang langsung terkejut dan tersedak.
Lian ying dan Yula langsung tersedak, mereka menoleh dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Sheila sudah berada di kediaman mereka.
"Apa yang kau lakukan disini, Sheila?!" seru Yula.
"Tentu saja berkunjung, Memangnya kenapa?" tanya Sheila dengan nada yang begitu santai seperti seorang wanita yang tidak mempunyai kesalahan sama sekali.
Tatapan mata Yula menatap Sheila dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Kenapa kau memakai pakaian itu?" tanya Yula yang sedikit kebingungan.
Lian Ying menoleh, pria itu menatap sang adik yang memakai pakaian wanita dan berjalan di sekitar istana.
"Apa yang kau lakukan disini, Sheila?!" seru Lian Ying.
"Kenapa kau berteriak sekeras itu, kakak! Memangnya kenapa aku tidak boleh ke sini?!" tanya Sheila dengan nada suara yang sedikit keras pula.
"Kenapa kau memakai pakaian wanita dan berkeliaran di sekitar tempat ini?!" teriak Lian Ying kepada adiknya.
"Memangnya kenapa?" tanya Sheila.
"Aku kan sudah bilang jangan memakai pakaian wanita dan berkeliling di sekitar kediaman sang Kaisar. Apakah kau tahu kalau hal itu terjadi, maka seluruh orang yang ada di sekitar kediaman sang Kaisar akan terkejut melihat mu!!" seru Lian Ying.
"Aku tidak punya waktu untuk mengganti pakaianku, lagipula ada sesuatu yang harus aku katakan padamu." jawab Sheila.
"Memangnya ada apa?" tanya Lian Ying.
"Kunyah dulu makananmu dan telan, Jangan berbicara sambil berteriak seperti itu. makananmu itu keluar kemana-mana!" seru Sheila yang membuat Lian ying tersenyum.
"Kamu sendiri ngapain kesini seperti itu, membuat kami sangat terkejut?!" seru Yula.
__ADS_1
"Aduh, kakak ipar cerewet banget sih.., ini kondisi yang sangat genting jadi aku harus segera bicara sama Kakak." jawab Sheila.
Sesaat kemudian Lian ying dan Yula mengambil segelas air dan minum.
"Ada apa memangnya?" tanya Lian Ying.
"Kelihatannya ada seorang penyihir yang memasuki kerajaan ini." jawab Sheila.
"Maksudmu?" tanya Lian Ying.
"Tadi aku melihat seorang penyihir mondar-mandir di depan kediamanku, dan penyihir itu mempunyai kekuatan yang sangat besar, Kak." jawab Sheila.
"Benarkah?" tanya Lian ying.
"Tentu saja aku bisa merasakan sesuatu yang sangat besar. aku juga bisa merasakan sesuatu yang benar-benar bisa mengontrol orang-orang yang ada disekitarnya." jawab Sheila.
"Apakah Yang mulia Kaisar sudah tahu?" tanya Lian Ying.
"Belum, aku mengelabuhinya aku menggunakan kekuatanku dan membuat duplikat ku keluar dari kerajaan." jawab Sheila.
"Lalu?" tanya Lian Ying kembali.
"Aku belum tahu, karena aku belum melihatnya." jawab Sheila.
"Aku tidak tahu, Kak. karena yang aku lihat kalau dia telah membunuh menteri Hu feng dan merubah wujudnya menjadi sang menteri." jawab Sheila.
"Apa maksudmu, Sheila?!" seru Lian Ying kembali.
"Dia telah membunuh menteri Hu feng dan dia telah menggunakan wujudnya untuk masuk kedalam kerajaan ini." jawab Sheila kembali.
"Menteri Hu Feng? Bukankah dia berada di kediaman mu ketika Kakak keluar dari tempatmu?!" seru Lian Ying.
"Lalu, apakah ada yang berbeda dari pria itu, kak?" tanya Sheila kembali.
"Memang dia benar-benar sangat berbeda, tapi cara bicara dan lain sebagainya Sama persis dengan menteri Hu." jawab Lian Ying.
"Kalau dia bisa melakukan hal itu, maka dia bisa menipu orang-orang yang ada di kerajaan ini. kita harus segera memberitahukan Yang mulia. aku takut kalau kejadian seperti ini akan membuat keadaan di istana semakin memburuk." jawab Sheila.
"Baiklah kalau begitu." jawab Lian Ying yang kemudian berdiri hendak keluar dari rumahnya.
__ADS_1
"Kau mau kemana kak?" tanya Sheila.
"Tentu saja kita ke tempat Yang mulia Kaisar." jawab Lian Ying.
"Kau kira aku tidak bisa membawamu ke sana hanya dengan satu kali kedipan mata ku." jawab Sheila yang kemudian memegang kakaknya. "Aku pergi dulu Kak!" seru Sheila kepada Yula.
WUSSS...
beberapa detik kemudian mereka sudah sampai di sebuah tempat, bukan di tempat yang lain tapi Sheila malah mendarat di ruang pribadi sang Kaisar. saat Sheila menatap ruangan itu dia sangat kebingungan.
"Kita berada di mana ini, Kak?" tanya Sheila.
"Kalau dari baunya ini tempat Yang mulia Kaisar." jawab Lian Ying.
Sesaat kemudian Sheila memutar tubuhnya dan betapa terkejutnya wanita itu ketika dia sudah memutar tubuhnya, karena Sheila berhadapan langsung dengan sang Kaisar dalam kondisi sang Kaisar habis dari ruang pemandian. bayangkan Bagaimana reaksi sang Kaisar saat melihat Sheila berada di dalam kamarnya dan dia hanya memakai penutup bagian sensitifnya saja.
"Aaaaaaa!!!!"
Sheila yang berteriak dengan begitu kencang, dia langsung memutar tubuhnya dan menghilang secara tiba-tiba dari kamar Kaisar Jung. Hal itu membuat Lian Ying nampak begitu malu. dia menundukkan kepalanya dan bersujud di depan sang Kaisar.
Reaksi Kaisar Jung tidak kalah terkejutnya juga, dia benar-benar merasa malu karena bertemu Sheila dalam kondisi seperti itu, Sheila berada di luar kediaman sang Kaisar. wajahnya begitu panas, jantungnya berdebar begitu kencang serasa dia habis tersiram air panas.
"Ya dewa.., ya Dewa.., ya Dewa.., apa yang terjadi, kenapa aku harus kesasar di kamar Yang mulia Kaisar. kalau Yang mulia Kaisar marah padaku bisa-bisa pria itu akan menggantung ku di luar gerbang." guman Sheila sambil memukul kepalanya berulang kali.
Sesaat kemudian sang Kaisar nampak berusaha untuk menetralkan jantungnya, padahal jantungnya terus berdebar. dia baru mencintai seorang wanita malah kondisi seperti ini mereka bertemu dan membuat sepasang insan itu dalam kondisi yang canggung berat.
"Sheila, masuklah. Yang melihat kaisar ingin berbicara!!" seru Lian Ying.
"Kakak, tolong kau wakili aku.:karena aku ada urusan penting." jawab Sheila yang kemudian menghilang kembali ke kediamannya.
Kaisar Jung juga merasa canggung namun pria itu sebisa mungkin untuk bersikap normal dihadapan Lian Ying.
"Dimana komandan mawar hitam?" tanya sang Kaisar.
"Maafkan hamba Yang mulia, kemungkinan komandan mawar hitam kembali ke tempatnya karena Dia benar-benar sangat terkejut saat melihat kejadian tadi." jawab Lian ying.
"Kenapa dia harus seperti itu? Bukankah dia sudah terbiasa seperti itu?" tanya Kaisar Jung yang membuat Lian Ying hanya terdiam.
"Maafkan atas kelancangan hamba dan semua ketidak tahuan kami Yang mulia." ucap Lian Ying yang membuat Kaisar Jung hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
*** bersambung ***
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak ya. terima kasih untuk semua pembaca yang sudah mampir.😊😊❤️❤️❤️👍👍👍