
Pagi itu terlihat kaisar Jung nampak terduduk lemah di paviliun miliknya.
"Bagaimana, tabib?" tanya Sheila kepada tabib kerajaan.
"Yang mulia baik-baik saja, yang mulia Permaisuri." jawab tabib.
"Tapi mengapa keadaan suamiku seperti itu?" tanya Sheila kembali.
"Entahlah, Yang Mulia." jawab tabib. tatapan mata tabib nampak menatap seorang wanita cantik yang berkuasa di Kerajaan Shang.
"Ada apa tabib?" tanya Sheila kepada tabib Kerajaan yang melihatnya dengan tatapan mata yang penuh pertanyaan yang sangat besar.
"Sebelumnya saya meminta maaf, Yang Mulia. tapi bisakah saya memeriksa Yang mulia?" tanya tabib kepada Sheila.
"Memangnya ada apa? kenapa aku yang harus diperiksa?" tanya Sheila.
"Saya mohon Yang mulia, Yang mulia permaisuri bersedia untuk saya periksa, karena ini semua berhubungan dengan Yang mulia Kaisar." jawab tabib.
"Apakah perlu, tabib?" tanya Sheila kembali.
"Tentu Yang mulia, ini semua sangat perlu." jawab tabib yang kemudian duduk di kursi dan diperiksa oleh tabib. nampak sang tabib memeriksa Sheila dengan begitu teliti, pria itu menatap Sheila, sesaat kemudian dia menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
"Hoam...," terlihat selalu sudah menguap wanita itu meminta kasih untuk menunggu tapi berbicara dengan suaminya salah memasuki sebuah ruangan Dia terlihat terlelap di sana sedangkan Kaisar cuma nampak dia sedang terduduk dengan lemah.
"Bagaimana tabib, Apakah aku baik-baik saja? aku seperti kucing yang sedang tercebur di kolam." ucap Kaisar Jung yang membuat kasim nampak ingin tertawa namun dia takut kepalanya akan terlepas dari tubuhnya.
"Yang mulia, Saya ucapkan selamat kepada yang mulia." jawab tabib yang membuat Kaisar jung malah melotot dan marah kepada tabib.
"Apa maksudmu? Kenapa kau mengatakan selamat padaku, Apakah kau tidak melihat kalau kondisiku ini sedang tidak sehat? lalu Mengapa kau mengatakan selamat pada ku!!" teriak Kaisar Jung yang benar-benar sangat murka.
"Maafkan hamba Yang mulia, tapi saya mengucapkan ini dengan tulus dari hati saya, Saya ucapkan selamat Yang mulia karena yang mulia permaisuri sedang mengandung." jawab tabib kembali.
"Apa maksudmu, Kenapa kau mengucapkan selamat lagi padaku. kau bilang tadi selamat karena istriku mengan...dung." jawab Kaisar Jung yang kemudian memelankan suaranya sambil mengulang perkataan tabib berulangkali. "Maksudmu, isteriku sedang mengandung tanya kasar Jung kembali.
__ADS_1
"Benar Yang mulia, permaisuri sedang mengandung." jawab tabib yang membuat kasar Jung langsung berdiri.
"Yes, aku akan punya pewaris tahta!" seru kaisar Jung yang kemudian meminta Kasim dan tabib untuk segera pergi dari kediamannya.
"Isteriku!!" seru kaisar Jung yang kemudian masuk ke dalam kamar Isterinya.
"Ada apa suamiku?!" jawab Sheila yang terlihat marah karena suaminya berteriak begitu keras.
"Kau tahu Istriku, tadi aku mendapat kabar yang begitu membahagiakan dari tabib." jawab Kaisar Jung.
"Memangnya ada apa, suamiku? kenapa apa kau mengatakan hal itu?' tanya Sheila kembali.
"Kau tahu Istriku, Sebentar lagi kita akan mendapatkan pewaris tahta!!" seru Kaisar Jung.
"Maksudmu, suamiku?" tanya Sheila kembali.
"Tadi tabib bilang kalau kau sedang mengandung!" teriak Kaisar Jung dengan nada suara yang begitu keras. Sheila yang hendak tidur nampak wanita itu langsung membuka matanya. dia melotot menatap suaminya yang tersenyum begitu bahagia.
"Apa maksudmu, suamiku?" tanya Sheila kembali.
Rona bahagia terlihat begitu sempurna di wajah Sheila ketika dirinya mendapatkan kabar Kalau dia sedang mengandung, dia memeluk suaminya. mencium pipi suaminya dan memeluknya kembali.
"Benarkah suamiku? Benarkah Aku sudah mengandung?" tanya Sheila.
Kaisar Jun menganggukkan kepalanya kembali, terlihat benar-benar begitu bahagia. kabar mengenai kehamilan Sheila pun akan segera diumumkan oleh sang Kaisar. kabar kebahagiaan untuk seluruh rakyatnya.
Lian Ying adalah orang pertama yang mendapat kabar dari sang Kaisar, pria itu benar-benar sangat bahagia karena adiknya akan mendapatkan pewaris tahta Kerajaan. dengan begitu dia bisa mengokohkan kedudukannya sebagai wanita paling berkuasa di kerajaan. Terkadang sedikit ketakutan jika Kaisar Jung melirik wanita lain, padahal sang Kaisar tidak akan pernah mau melakukan hal itu.
~ Dua hari kemudian ~
Kabar mengenai kehamilan Sheila benar-benar diumumkan seluruh kerajaan, terlihat para rakyat begitu antusias saat mereka mendapat kabar Kalau permaisuri kerajaan akan memberikan pewaris tahta kerajaan. para wanita yang ada di kerajaan Shang mereka semua sangat iri karena Shang Kaisar tidak pernah sekalipun melirik wanita, apalagi wanita satu-satunya yang menjadi istri dari Kaisar Jung.
Sekarang Sheila sudah mengandung, usia pernikahan mereka sudah 1 tahun lebih sekarang Sheila mengandung sekitar 1 atau 2 bulan.
__ADS_1
Melan yang mendengar kabar mengenai kehamilan Sheila, nampak terlihat kalau Melan benar-benar begitu murka. Dia sangat murka dengan semua kabar mengenai kehamilan dari permaisuri Kerajaan Shang. sudah berulang kali Melan berusaha untuk mencelakai Sheila, namun dia tidak pernah bisa melakukan hal itu. Melan selalu berusaha untuk mendapatkan Kaisar Jung dengan segala cara, semua rencananya itu gagal tanpa ada satu rencana yang berhasil.
"Aaaaa!!!" suara teriakan dari Melan ketika dirinya sudah mendapatkan kabar kalau Sheila sekarang sudah mengandung. "Bagaimana mungkin wanita itu mengandung. Aku tidak akan merelakan Kaisar Jung mendapatkan kebahagiaan, akan ku hancurkan wanita itu. akan kubunuh dia!!" seru Melan dengan suara teriakan yang begitu keras.
Di kerajaan, penyihir Goryeo sudah pergi entah kemana. dia harus memperkuat kekuatannya agar bisa mendapatkan Sheila, penyihir Goryeo belum mendapatkan kabar Kalau sekarang Sheila sudah mengandung. Sedangkan di dalam kerajaan terlihat melan begitu marah, ingin sekali dia menghancurkan Sheila karena sudah membuat dia tidak bisa mendapatkan sang Kaisar.
"Berani sekali wanita itu melakukan hal ini padaku, lihat saja aku pasti akan membunuhnya!!" teriak Melan kembali.
Kaisar Jung yang berada di kerajaan nampak dia sudah memerintahkan salah satu anak buahnya untuk selalu memata-matai melan. dia harus mencari bukti kalau Melan adalah ratu kedua.
"Bagaimanapun aku harus mendapatkan kabar mengenai wanita itu, aku yakin dia akan berusaha untuk mencelakai istriku. apalagi dia sudah mendapat kabar Kalau istriku sekarang sudah mengandung." guman Kaisar Jung yang terlihat memikirkan Bagaimana rencana selanjutnya untuk menyingkirkan seorang wanita yang dahulu dinikahi oleh ayahnya itu. namun sekarang wanita itu malah menginginkan kematian dari istrinya.
"Bagaimana Yang mulia, Apa yang harus kami lakukan?" tanya pengawal bayangan kepada kaisar Jung.
"Terus kau ikuti dia, jangan sampai terlepas. Jika dia sudah melakukan sesuatu yang mencurigakan langsung tangkap dia, karena seluruh bukti sudah didapatkan." jawab Kaisar Jung.
"Baik Yang mulia." ucap pengawal bayangan yang kemudian pergi menghilang.
Terlihat Kaisar Jung mengetuk-ngetukkan jari-jemarinya di meja, pria itu benar-benar begitu murka. dia sangat ingat betul Bagaimana perlakuan dari mantan Ibu penggantinya itu, semua kekejaman itu, Dia terus-menerus memberikan Kaisar Jung racun yang tidak bisa disembuhkan hingga sekarang bahkan ilmu sihir hitam pun sekarang menjadi satu dengan darah sang Kaisar.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu.
- mantan terindah
__ADS_1
Terima kasih banyak 😊👍👍👍❤️❤️❤️