
~ Dua hari kemudian ~
"Guru, Apakah guru tidak mau ikut dengan kami?" tanya Sheila kepada guru jengot putih.
"Mungkin aku akan ikut denganmu setelah urusan guru disini selesai. kau harus selalu hati-hati dan kau juga harus selalu menjaga dirimu." ucap guru jenggot putih.
"Baik guru, aku akan selalu melaksanakan apa yang diperintahkan." jawab Sheila.
"Kau juga harus ingat, latih ilmu sihir tujuh alam. karena ilmu itu hanya kau yang bisa menguasainya, mungkin di dunia ini ada 3 orang yang sudah menguasai ilmu itu. Namun dua orang itu sudah tiada hanya kau satu-satunya yang bisa menguasai ilmu sihir 7 alam. jadi kau harus mengendalikan kekuatan itu jangan sampai kekuatan itu yang mengendalikan." ucap guru jengot putih.
"Baik guru, aku akan selalu latihan kekuatan itu. aku juga harus segera menyingkirkan penyihir hitam, jika dia terus seperti itu aku takut Yang mulia Kaisar akan dikendalikan olehnya." jawab Sheila.
"Latihlah ilmu yang guru minta waktu itu, kalian sekarang sudah menjadi suami istri dan kalian bisa menguasai ilmu pasangan itu." ucap guru jenggot putih.
"Baik guru, aku akan melakukannya. tapi untuk saat ini guru tahu seperti apa kan kondisinya." ucap sheila yang membuat guru jenggot putih mengerti Kalau gadis kecil itu benar-benar belum bisa menerima kalau sekarang dia sudah menjadi istri dari Kaisar Jung.
"Pertahankan seluruh kebahagiaanmu, jangan sampai ada wanita lain yang berusaha untuk menghancurkan kebahagiaanmu." pinta guru jenggot putih.
"Tenang saja guru, aku tidak akan membiarkan satu wanita pun berusaha untuk menggoda suamiku. walaupun sekarang aku belum bisa menerima kondisi ini tapi aku bisa jamin kalau aku tidak akan membiarkan satu wanita pun berusaha untuk mendekatinya. sesuatu yang sudah menjadi ku menjadi milikku tidak boleh dimiliki oleh orang lain." jawab Sheila yang membuat guru jenggot putih menganggukkan kepalanya itu.
Kau sangat benar, karena kau tidak boleh sampai melepaskan kebahagiaanmu untuk orang lain." jawab guru jenggot putih yang kemudian mengantar tiga orang itu untuk keluar dari tempatnya. dia membuka pagar sihir di lembah bintang, dia mengantarkan kaisar Jung dan Lian Ying pergi.
Langkah kaki kuda menapaki lembah itu, saat mereka sudah agak jauh dari tempat itu sihir yang digunakan oleh guru jenggot putih sudah mulai tidak terlihat. dengan mata telanjang lembah itu tidak terlihat lagi orang biasa,
"Yang mulia, Apakah yang mulia akan menyelidiki mengenai orang itu?" tanya Lian Ying kepada kaisar Jung.
"Tentu saja Lian, aku akan menyelidiki mengenai menteri Hu. Karena istriku sudah mengatakan kalau pria itu bukanlah menteri ku." jawab Kaisar Jung.
"Kita harus berhati-hati, yang aku lihat kalau pria itu bisa menggunakan kekuatan yang lumayan besar. jika kita terlalu gegabah, hal itu akan membuat kita sendiri yang akan dalam kondisi bahaya." jawab Sheila.
"Kau tenang saja, istriku. aku tidak akan membiarkannya berusaha untuk menguasai kerajaan ku, sudah cukup rasa sakit dari masa kecilku. karena hal itu kita bertiga akan berjuang untuk kemajuan kerajaan Shang." ucap Kaisar Jung.
Sheila dan sang Kaisar berada di 1 kuda, mereka memacu kudanya dengan begitu cepat.
"Berpeganglah istriku." ucap Kaisar Jung.
Langkah kaki kuda berlari begitu cepat. Dua kuda itu menyusuri setiap tempat 2 hari waktu yang dibutuhkan, namun Kaisar Jung hanya membutuhkan waktu satu hari untuk sampai di kerajaannya. Saat mereka memasuki sebuah desa yang tidak memiliki keberadaan tatapan mata Sheila menatap tempat itu, begitu menyeramkan dan begitu menakutkan. bahkan di tempat itu begitu banyak arwah penasaran dari pembantaian beberapa tempat.
"Apa yang kau lihat istriku?" tanya Kaisar Jung.
"Tempat ini benar-benar sangat menakutkan, Yang mulia. kemungkinan besar tempat ini pernah mengalami pembantaian yang sangat luar biasa." ucap Sheila.
__ADS_1
"Maksudmu?" tanya sang Kaisar kembali.
"Disini begitu banyak penampakan dari arwah penasaran warga desa." jawab Sheila.
"Kau jangan menakuti ku, Sheila. kau tahu sendiri kan aku sangat tidak suka dengan penampakan seperti itu!!" seru Lian ying.
Angin mulai berhembus begitu kencang, hembusan angin itu membuat langkah kaki kuda Kaisar Jung dan Lian Ying langsung terhenti.
"Ada apa ini!!" seru Lian Ying.
"Kelihatannya mereka menghentikan langkah kaki kuda kita." jawab Sheila.
"Apa maksudmu, istriku?" tanya Kaisar Jung kembali.
"Kelihatannya para arwah dari Desa ini tidak ingin kita melanjutkan perjalanan." jawab Sheila. Kaisar Jung dan Sheila menatap satu sama lain, beberapa penampakan dari prajurit dan para penduduk desa nampak membuat sheila begitu tersentak. beberapa diantara mereka kepalanya terpenggal, tangannya terpenggal dan tubuh yang benar-benar mengenaskan.
"Apa yang kau lihat, istriku?" tanya kasar Jung kembali.
"Hentikan langkah kaki kuda ini, kita berhenti dan kita masuk kedalam desa itu." ucap sheila.
"Kau jangan aneh-aneh, Sheila. kita harus segera kembali ke kerajaan!!" seru Lian Ying.
"Percuma Kak, kalau kita kembali ke kerajaan karena mereka semuanya tidak akan membiarkan kita kembali." jawab Sheila.
"Yang mulia bisa merasakan hawa yang ada di tempat ini kan? begitu mencekat bahkan untuk bernafas saja kita begitu susah." ucap Sheila.
"Kau benar istriku, lebih baik kita memasuki Desa itu, Lian!!" seru Kaisar Jung yang kemudian memutar langkah kaki kuda untuk memasuki desa itu terlihat di sana pemandangan yang benar-benar sangat mengenaskan, begitu banyak mayat berserakan. baunya begitu busuk, tengkorak yang sudah tidak berbentuk mayat yang sudah dimakan oleh para hewan. tutup matamu istriku pintaka salju aku sudah terbiasa melihat hal ini.
"Yang mulia, Jadi kau jangan khawatir." jawab Sheila.
"Apa yang terjadi? kenapa desa yang begitu besar seperti ini mengalami nasib seperti ini?" tanya Lian ying.
"Aku tidak tahu, Kak. lebih baik kita pergi memasuki Desa ini lebih dalam." jawab Sheila.
Kemungkinan desa terbengkalai itu mempunyai besar mempunyai luas hampir satu 1/2 kecamatan. kalau sekarang Desa ini benar-benar sangat luas." ucap Lian Ying.
"Berhenti Yang Mulia." pinta Sheila.
"Ada apa?" tanya Kaisar Jung.
"Aku merasakan hawa hangat di sini, pasti ada beberapa yang masih hidup." jawab Sheila.
__ADS_1
"Tidak mungkin, istriku. tidak mungkin masih ada yang hidup."
"Lihatlah, desa ini benar-benar seperti desa mati tidak ada kehidupan bahkan bau di tempat ini seperti tempat pembantaian." jawab Kaisar Jung.
"Tidak kita masuk lebih dalam, kelihatannya jika kita memasuki lebih dalam tempat ini akan ada hutan." jawab Sheila.
"Apakah kau yakin?" tanya Kaisar Jung kembali.
"Tentu saja." jawab Sheila yang sangat yakin.
"Kalau memasuki Desa itu lebih jauh akan terdapat sebuah hutan kecil." jawab Sheila.
Tak berselang lama apa yang dikatakan oleh Sheila, benar.. Saat memasuki Desa itu ternyata di sana ada sebuah hutan kecil. matanya terpejam, dia mulai menggunakan kekuatan sihirnya.
"Yang mulia, kita masuk kehutan itu." pinta Sheila.
"Memangnya ada apa?" tanya Lian ying l.
"Sudahlah Kak, jangan banyak bicara." Jawab Sheila yang membuat Lian Ying langsung terdiam. Kaisar Jung bisa merasakan kalau di dalam hutan itu ada tanda-tanda kehidupan. begitu tipis, begitu tidak nampak.
"Aura kehidupan di sini sangat lemah, isteriku." ucap Kaisar Jung.
"Pasti disini telah terjadi pembantaian oleh salah satu kerajaan." ucap Sheila.
"Aku yakin Desa ini dibantai oleh kerajaan Xiang."ucap Kaisar Jung.
"Maksud Yang mulia dan kenapa Yang Mulia mengatakan seperti itu?" tanya Sheila.
"Aku melihat kalau di pintu masuk kerajaan ini ada kain yang memiliki ciri khas kerajaan Xiang." jawab Kaisar Jung.
*** bersambung ***
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak ya. terima kasih untuk semua pembaca yang sudah mampir.😊😊❤️❤️❤️👍👍👍
** mampir juga di beberapa novel ku **
- Suami kedua Ku Cinta pertamaku
- Permaisuri sang Kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
__ADS_1
- Permaisuri Yang terlupakan.
- Mantan terindah