
"Dasar brengsek, Siapa orang yang berani menggagalkan sihir yang aku kirimkan kepada Yang mulia. Pasti orang itu mempunyai kekuatan yang sangat hebat sehingga dia mampu menghalau kekuatanku!!" seru penyihir gorio yang benar-benar sangat marah ketika sihirnya tidak mampu untuk memasuki tubuh Kaisar Jung lagi. "Jika aku tidak bisa mengendalikan tubuh pria itu, maka aku tidak akan bisa mengambil wanita cantik darinya. aku harus memiliki wanita itu, aku harus mengambil kerajaan ini!!" Penyihir Goryeo yang benar benar begitu marah. pria itu mencoba untuk menggapai sesuatu yang tidak mungkin dia miliki.
"Kalau begitu aku harus kembali ke gunung macan putih, Kalau tidak aku tidak akan bisa melakukan sesuatu kepada pria itu. Bagaimana bisa.., bagaimana bisa dia sekarang menghalau kekuatan yang aku masukkan ke tubuhnya." ucap penyihir Goryeo yang terlihat menghancurkan barang-barang yang ada di tempat itu.
PRANGGG..
PRANGGG...
Di tempat lain.., di sebuah ruangan terlihat seorang wanita sudah mulai halu dan memikirkan Kaisar Jung. wanita itu memakai pakaian yang begitu transparan, dia melihat di cermin sambil memegang tubuhnya sendiri.
"Apakah aku kurang cantik? Apakah aku kurang menarik? Apakah aku kurang memuaskan? berani sekali bocah kecil itu menolakku." ucap Melan yang terlihat benar-benar begitu berambisi untuk mendapatkan Kaisar Jung. padahal di kerajaan itu ada penyihir Goryeo kekasihnya. Serasa seperti sudah terhempas, Melan sudah melupakan penyihir Goryeo yang ada di tempat itu.
"Aku harus melakukan sesuatu, jika aku tidak bisa membuat pria itu menjadi milikku.., Maka aku harus membuatnya tunduk kepada ku." ucap Melan yang kemudian meramu sebuah racun untuk diberikan kepada Sheila dan Kaisar Jung jika. "Wanita itu harus mati terlebih dahulu, maka aku akan mendapatkan sang Kaisar. tapi jika wanita itu tetap hidup aku tidak akan bisa mendapatkan Yang mulia Kaisar." ucap Melan yang kemudian terduduk.
Wanita itu menghembuskan nafasnya, dia mencoba untuk menenangkan dirinya karena begitu emosi saat membayangkan sang Kaisar bersama istrinya. rumor mengenai kepergian Sheila dijadikan waktu yang tepat untuk Melan mendekati sang Kaisar, hari ini sebenarnya Sheila tidak pergi ke ke tempat pelatihan para wanita, Sheila hanya sedang berada di tempat Yula kakak iparnya.
Hari ini dengan sengaja Melan pergi ke tempat sang Kaisar, wanita itu benar-benar begitu berani seolah dia akan menantang Sheila. Melan ingin melakukan sesuatu, bahkan Melani ingin bersekutu dengan salah satu pejabat kerajaan untuk membantunya menjadi di selir Kaisar, dengan begitu dia akan mendapatkan kekuasaan, dia ingin menyingkirkan Sheila. karena hal itu dia membutuhkan bantuan dari para pejabat lain untuk menyingkirkan Sheila.
"Hormat hamba Yang mulia." ucap Melan yang sudah berada di sebuah paviliun tempat Kaisar Jung biasa bersantai.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya sang kaisar yang begitu tidak menyukai kedatangan dari Melan.
"Maafkan hamba Yang mulia, Hamba ke sini karena hamba khawatir kepada Yang mulia. hamba sudah mendengar mengenai rumor kalau Yang mulia permaisuri sering sekali menghilang secara tiba-tiba." ucap Melan.
Kaisar Jung menatap melan, pria itu tahu kalau wanita itu ingin memprovokasi dirinya.
"Benarkah? lalu apa yang membuatmu mengatakan hal itu?" tanya sang Kaisar.
"Entahlah Yang mulia, aku merasa Yang mulia permaisuri sudah berubah semenjak dia sudah bertahta. dengan begitu berambisi nya dia ingin melakukan sesuatu di luar kewajibannya sebagai seorang permaisuri." ucap Melan.
Sebuah senyum terukir indah di bibir Melan ketika wanita itu melihat raut wajah sang kaisar yang sedikit kebingungan.
"Tentu saja yang melihat permaisuri melakukan hal itu, karena dia memiliki sesuatu yang harus dikerjakan." jawab sang Kaisar.
__ADS_1
Sesaat kemudian terlihat Melan berpura-pura terjatuh, dengan sengaja wanita itu memperlihatkan bagian dadanya kepada sang Kaisar.
"Wanita ini benar-benar Ingin membuatku dalam masalah, jika sampai isteriku melihatnya kemungkinan besar aku akan digantung di kamar." ucap sang kaisar.
"Yang mulia..., tolong hamba." ucap Melan dengan nada suaranya yang begitu genit. salah satu tangannya terangkat, dia berharap sang Kaisar akan menolongnya.
"Kau kan jatuh sendiri, jadi kuharap kau bisa berdiri sendiri." ucap Kaisar Jung yang terlihat meninggalkan melan.
Wanita itu benar-benar sangat kesal dengan semua sikap yang ditunjukkan oleh sang Kaisar, itu sesaat kemudian Melan tiba-tiba berjalan mendahului Kaisar Jung.
"Akan ku buat kau menjadi milikku." ucap Melan. rencana yang sudah dia rancang dan dia menaruh bubuk racun di tubuh Sang Kaisar. bahkan wanita itu menaburkan racun itu di udara agar sang kaisar bisa menghirupnya.
Melan kembali terjatuh, wanita itu terjatuh di depan sang Kaisar.
BRUKKK..
"Apa yang kau lakukan? kenapa dari tadi kau jatuh?" tanya Kaisar Jung yang tidak berusaha untuk menolong Melan.
"Ya sudah kalau begitu, kembalilah ke tempatmu Jangan keluyuran ke mana-mana. Kau seperti tidak punya pekerjaan saja." ucap kaisar Jung yang kemudian meninggalkan melan.
Baru dua atau tiga langkah kaki, sang Kaisar tiba-tiba merasakan nafasnya sedikit aneh. terasa nafasnya tercekat.
"Kenapa ini? Kenapa nafasku tiba-tiba seperti ini?" ucap sang Kaisar Melan yang melihat hal itu. tentu saja dia tersenyum, sebuah ramuan yang akan membuat sang Kaisar menjadi miliknya selamanya.
"Hiruplah yang banyak Yang mulia, hiruplah racun yang aku buat ini. racun ini tidak akan bisa kendalikan bahkan jantungmu agar berdebar begitu kencang, hasratmu akan begitu membara, kau akan menjadi pria perkasa dan kau tidak akan bisa mengendalikan tubuhmu sendiri." ucap Melan yang melihat sang Kaisar terus memegang tubuhnya.
Melan benar-benar tersenyum, wanita itu ingin sekali tertawa. Dia begitu bahagia karena racun yang dia buat sudah merasuk ke dalam tubuh Kaisar Jung.
"Yang mulia, Ada apa?!" seru Melan yang kemudian mendekati sang Kaisar dan berusaha untuk menyentuh tangannya.
"Aku tidak apa-apa, kau tidak usah khawatir. aku hanya sedikit merasa capek saja." Jawab Kaisar Jung.
"Tapi kenapa tubuh anda tiba-tiba bergetar seperti ini, Yang mulia?" tanya Melan yang menyentuh tangan sang Kaisar.
__ADS_1
Jantung sang Kaisar berdebar begitu kencang, ada sesuatu yang tidak beres di tubuhnya. pria itu seperti tidak bisa mengontrol sebuah gairah yang tiba-tiba merasuk kedalam tubuhnya.
"Ada apa ini? kenapa aku jadi seperti ini." ucap Kaisar Jung yang berusaha untuk mengontrol dirinya.
Di sebuah tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat itu, Sheila sudah melihat semua yang terjadi. wanita itu menatap sang suami yang yang berusaha untuk mengendalikan tubuhnya karena sesuatu.
"Lepaskan tanganmu dari suamiku!!" seru Sheila yang sudah berada di belakang tubuh Melan.
Betapa terkejutnya Melan ketika dia sudah mendengar Sheila sudah berada di belakang tubuhnya.
"Yang mulia permaisuri." ucap Melan yang kemudian mundur dari tubuh Sang Kaisar.
Kaisar Jung menatap istrinya, pria itu mendorong tubuh Melan dengan begitu keras.
"Ada apa suamiku?" tanya Sheila ketika suaminya tiba-tiba memeluk dirinya dengan begitu erat.
"Bawa aku kembali ke kediaman kita, isteriku." ucap Kaisar Jung.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu.
- mantan terindah
Terima kasih banyak 😊👍👍👍❤️❤️❤️
__ADS_1