
"Lancang!" seru kaisar Jung.
"Ya ampun..., kau itu benar-benar pria kasar." ucap Sheila.
Terlihat sang kaisar malah kebingungan saat Sheila mengatakan hal itu, kalau biasanya.., pria itu akan murka saat mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain.
"She, apa yang kau katakan..," ucap Lian Ying dengan suara lirihnya.
"Berani sekali kau!!" seru Kaisar Jung.
"Yang mulia, maafkan atas semua kelancangan nya." ucap Kaisar Jung.
"Dasar wanita tidak tahu diri, dari mana kau mendapatkan wanita seperti dia?! lalu, kenapa kau sampai berani mengkhianati isterimu!" seru Kaisar Jung yang terlihat murka.
"Cek..cek..cek.., Yang mulia. kenapa Anda harus mengatakan hal itu?" tanya Sheila yang terus mempermainkan kaisarnya.
"Awas kau!!" seru kaisar Jung.
"Memangnya kenapa?" jawab Sheila yang kemudian masuk ke dalam rumah sederhana nya.
"Yang mulia, maafkan dia." ucap Lian Ying yang terlihat sedikit takut jika Kaisar Jung murka.
"Siapa wanita tidak tahu diri itu?" tanya Kaisar Jung sambil menatap wajah Lian Ying dan meminta penjelasan.
"Apakah Yang mulia tidak mengenal wanita itu?" tanya Lian Ying.
"Mana mungkin aku mengenal wanita simpanan mu itu?!" seru Kaisar Jung.
"Wanita itu bukan simpanan hamba Yang mulia, apakah Yang mulia benar-benar tidak mengenal wanita itu?" tanya Lian Ying kembali.
"Tentu saja aku tidak mengenal para wanita yang ada di luar sana." Jawab Kaisar Jung.
"Kalau begitu pasti Anda mengenal adik hamba bukan, Yang mulia?" tanya Lian Ying kembali.
"Tentu saja aku sangat mengenal adikmu, Memangnya kenapa?" tanya Kaisar Jung kepada Lian Ying.
"Sebenarnya...," ucap Lian Ying yang sedikit ketakutan.
Sesaat kemudian terlihat Sheila keluar dengan emosi yang begitu meradang.
__ADS_1
"Hei kalian berdua! Apakah kalian nanti akan menginap di tempat ini?!" seru Sheila.
"Diam!!" seru Lian Ying yang kemudian membuat Sheila masuk kedalam rumah sederhana nya itu.
Terlihat Kaisar Jung menatap Sheila kembali, seorang wanita yang benar-benar begitu spesial di matanya. Entah mengapa hatinya terus berdebar ketika melihat wajah cantik yang selalu nampak di mimpinya.
"Wanita itu adalah wanita yang selalu berada di dalam mimpiku, lalu Bagaimana bisa Jenderal ku ini bersama dengan wanita itu? tidak mungkin wanita itu yang berada di dalam mimpiku." guman Kaisar Jung dalam hati.
"Sebenarnya wanita itu dari mana dan mengapa dia berada di tempat ini? Apakah kau menyembunyikan wanita itu di tempat ini agar istrimu tidak tahu?!" seru Kaisar Jung kembali.
"Ampun Yang Mulia, tapi aku mohon Anda jangan salah paham. Karena Wanita itu bukanlah simpanan saya." jawab Lian Ying.
"Lalu, kalau dia bukan simpanan mu kenapa kalian berada di satu tempat?!" seru Kaisar Jung kembali.
"Apakah Yang mulia akan percaya kalau wanita itu adalah adik hamba?" tanya Kaisar Jung.
Lian Ying terlihat menundukkan kepalanya sambil memejamkan mata.
"Adikmu? Apakah masukmu mawar hitam?" tanya Kaisar Jung.
Terlihat Lian Ying menganggukkan kepalanya namun tidak berani menatap sang Kaisar.
Sesaat kemudian terlihat Sheila Kembali keluar dengan melempar beberapa selimut ke arah sang Kaisar dan kakaknya.
"Kakak, kalau kamu tidur carilah tempat lain. di sini hanya ada satu kamar, aku tidak mau berbagi dengan kalian. Kalau kalian mau bersihkan sendiri kamar untuk kalian!!" seru Sheila yang kemudian menutup pintunya dengan sangat keras.
"Apakah kau yakin?" tanya Kaisar Jung kepada Lian Ying.
Tak ada suara yang keluar dari mulut Lian Ying Dia sedikit takut dengan pernyataan yang dikatakan oleh pria itu. seorang pria nampak sudah berada di sebuah tempat yang tidak jauh dari rumah sederhana milik Sheila dan Lian Ying. pria itu terlihat terus mendengarkan percakapan Kaisar Jung dan jendralnya.
"Ternyata wanita cantik itu adalah adik dari Jenderal kerajaan Shang, Baiklah kalau begitu aku akan mendapatkan wanita itu untuk menjadi istriku. untuk Ratu kedua dia sudah peot, Aku tidak mau bersama dengannya lagi." ucap penyihir Goryeo yang terlihat benar-benar terpesona dengan Sheila. hingga dia sudah memutuskan akan mendapatkan Sheila dan menjadikan wanita itu istrinya.
"Yang mulia, apakah Yang mulia mau tetap berada ada di tempat ini?" tanya Lian ying kepada sang Kaisar.
'Apakah kau menyuruhku untuk kembali ke kerajaan malam-malam begini?" tanya Kaisar Jung yang membuat Lian Ying nampak menundukkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu Yang mulia, hamba akan membersihkan kamar untuk kita berdua. yang mulia mohon tunggu di sini sebentar." ucap Lian Ying yang kemudian pergi ke kamarnya. pria itu terlihat membersihkan kamarnya dan kamar orang tuanya.
Kaisar Jung terlihat berdiri di bawah pohon besar itu, dia menatap langit malam.
__ADS_1
"Mengapa kehidupan ini benar-benar begitu misterius, Kenapa juga dunia ini penuh dengan misteri." ucap kaisar Jung yang kemudian menatap rumah tempat Sheila dan Lian Ying.
"Baiklah kalau begitu aku akan berjalan-jalan di tempat ini." guman sang kaisar yang terlihat berkeliling di sekitar rumah Sheila dan Lian Ying.
Saat berada di belakang rumah itu terlihat seorang wanita sedang duduk di salah satu dahan pohon. Dia terlihat bersenandung menyanyikan lagu yang benar-benar dia sukai, Kaisar Jung nampak menatap wanita itu sambil mendengarkan suaranya yang begitu merdu.
"Komandan mawar hitam!" seru sang kaisar yang membuat Sheila langsung menatap Kaisar Jung yang berada di bawah pohon. sang Kaisar benar-benar tidak percaya kalau wanita itu komandan mawar hitam.
Sheila menoleh, dia harus mempercayai Jenderal kepercayaannya. kalau wanita itu adalah komandan mawar hitam penasehat kepercayaannya.
"Kenapa Yang mulia ada di sini?" tanya Sheila kepada kaisar Jung.
"Apakah kau benar-benar komandan mawar hitam?" tanya Kaisar Jung kepada Sheila.
"Lalu, tadi apa yang dikatakan oleh kakak ku?" tanya Sheila kembali yang kemudian turun ke bawah dari atas dahan pohon. tatapan mata mereka berdua nampak beradu. Hal itu membuat sang Kaisar jantungnya berdebar semakin kencang.
"Apa yang Yang mulia lakukan di tempat ini?" tanya Sheila.
"Tentu saja aku mencari keberadaan Jendral ku yang mencari keberadaan adiknya yang pergi dari rumah." jawab Kaisar Jung.
Sheila menganggukkan kepalanya, wanita itu menatap Kaisar Jung yang terlihat tidak mau menatap wajah Sheila.
"Tetap saja Yang mulia seperti ini, kalau berbicara dengan seseorang itu tataplah wajahnya. Jangan menatap ke lain tempat." ucap Sheila yang kemudian berjalan hendak meninggalkan sang Kaisar.
"Kau mau kemana?!" seru Kaisar Jung.
"Tentu saja saya harus beristirahat Yang mulia, oh ya Yang Mulia kalau besok yang mulia kembali ke kerajaan Aku ingin mengatakan kalau aku akan berada di sini untuk satu minggu kedepannya. Aku ingin beristirahat dan mengistirahatkan pikiranku." ucap Sheila yang kemudian pergi meninggalkan sang Kaisar.
Kaisar Jung nampak sedikit terkejut, pria itu menatap Sheila yang sudah pergi meninggalkannya.
"Apa dia mengatakan akan di sini selama satu minggu ini? Lalu bagaimana dengan kerajaan?" tanya Kaisar Jung yang sedikit kebingungan..
"Aku benar-benar tidak mengira kalau komandan kerajaan Shang adalah seorang wanita yang benar-benar sangat cantik." guman Kaisar Jung dalam hati yang kemudian terus menatap Sheila yang sudah tidak terlihat lagi.
"Yang mulia, lebih baik kita segera beristirahat karena besok kita akan kembali ke kerajaan!" seru Lian Ying.
"Tidak usah, kita akan berada disini untuk satu minggu ke depan." jawab Kaisar Jung yang terlihat mengatakan hal itu tanpa dia sadari. entah apa yang terjadi, namun ada sesuatu yang membuat pria itu merasakan suatu hal yang berbeda.
*** bersambung ***
__ADS_1