
"Apakah ini tempat yang dikatakan oleh Lian Ying." ucap Kaisar Jung yang menatap sebuah lembah yang mempunyai gua. Lian ying masih tertinggal sedikit jauh, karena pria itu tidak mampu mengejar kekuatan sang Kaisar.
"Yang mulia!!" seru Lian Ying yang sudah berada di lembah itu.
"Kau sudah sampai Lian." ucap Kaisar Jung.
"Ada apa Yang mulia?" tanya Lian Ying yang melihat sang Kaisar menatap ke arah tempat seseorang yang bisa menyembuhkan adiknya.
"Tempat ini dilindungi Pagar sihir." jawab Kaisar Jung.
"Pagar sihir?" tanya Lian Ying.
"Tentu, Apakah kau tidak tahu kalau tempat ini dikelilingi oleh pagar sihir?" tanya Kaisar Jung yang membuat Lian ying menatap ke arah pandangan sang Kaisar.
"Tempat ini dilindungi oleh pagar sihir, kemungkinan besar tempat ini memiliki kekuatan yang sangat luar biasa." ucap Kaisar Jung.
"Apakah Yang mulia bisa memasukinya?" tanya Lian Ying yang terlihat sangat yakin kalau sang Kaisar mampu memasuki tempat itu. karena pria itu juga dengan mudahnya memasuki kediaman sang adik walaupun Sheila tidak pernah membiarkan orang lain masuk ke tempatnya.
"Apa yang harus kita lakukan Yang mulia?" tanya Lian Ying kepada sang Kaisar.
"Aku akan masuk ke sana, kau tunggulah di sini karena kau tidak akan bisa memasuki tempat ini." jawab sang Kaisar.
Sesaat kemudian terlihat sang Kaisar memasuki sebuah tempat yang dikelilingi oleh benteng sihir, sedangkan seorang pria tua yang berada didalam lembah itu bisa merasakan kalau ada seseorang yang dengan begitu mudahnya memasuki lembah tempatnya berada dengan begitu mudah.
"Apa ini siapa yang berani memasuki tempatku." ucap seorang pria tua berjenggot putih dan memakai pakaian serba putih. pria itu melangkahkan kakinya, ternyata di lembah itu ada sebuah pemandangan yang sangat luar biasa. mungkin dari luar benteng sihir hanya akan terlihat sebuah gua. namun Saat memasuki pagar sihir itu akan terlihat sebuah pondok yang sangat besar dengan dikelilingi pemandangan yang sangat luar biasa.
Ternyata pemilik tempat ini menggunakan tipuan penglihatan agar orang lain tidak mampu melihat tempat yang ada didalamnya. hukuman sang kaisar yang kemudian memasuki tempat itu.
"Siapa kau!!" teriak guru jengot putih.
Langkah kaki kaisar Jung langsung terhenti ketika ada seseorang yang memanggil dirinya. sang Kaisar memutar tubuhnya, dia menatap seorang pria yang memakai pakaian putih dan berjenggot putih.
"Siapa kau? beraninya kau memasuki tempat Ku!!" teriak guru jenggot putih.
"Maafkan aku guru, aku dengan sangat lancang memasuki dan menerobos pagar sihir yang guru buat." ucap Lian ying.
Tatapan mata guru jenggot putih menatap seorang wanita yang sedang berada di gendongan pria yang ada di hadapannya. pria itu melihat gadis kecil yang dahulu dia tolong.
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengannya?" tanya guru jenggot putih kepada kaisar Jung.
"Apa Guru mengenal wanita ini?" tanya kaisar Jung.
"Tentu saja aku mengenalnya." jawab guru jenggot putih.
"Siapa yang melakukan hal ini?" tanya guru jenggot putih.
Lian Ying yang berada di tempat yang sangat jauh tidak bisa menjawab, terlihat pria itu hanya mampu menatap adiknya dari luar pagar sihir. guru jenggot putih menatap seorang pemuda yang berada di luar pagar sihirnya. Dia sangat mengenalnya, sesaat kemudian guru jenggot putih menggunakan kekuatannya dan membuat pagar sihirnya langsung menghilang seketika.
"Masuklah!!" teriak guru jenggot putih dengan suara yang begitu menggelegar hingga membuat Lian ying langsung memasuki tempat yang dulu dia masuki bersama ayahnya.
"Ada apa dengan Putra adikmu, Lian?!" seru guru jenggot putih yang sudah mendekati Lian Ying.
"Dia menyerap sihir hitam lagi, guru." jawab Lian Ying yang membuat guru jenggot putih langsung terkejut, pria tua itu langsung menghampiri Sheila.
"Bawa Gadis itu ke tempatku, aku akan menutup tempat ini dengan ilmu sihir. jika kalian berada di sini aku yakin orang yang telah mengirim sihir hitam kepadamu, Yang mulia Kaisar. dia pasti akan mencari keberadaan mu." ucap guru jenglot putih yang membuat Kaisar Jung sangat terkejut. karena pria tua itu mengetahui kalau dia adalah seorang Kaisar.
"Kau tidak usah terkejut seperti itu, cepat bawa gadis cantik ini ke tempatku. Kalau tidak dia akan mengalami mati suri." ucap guru jenggot putih.
Pria tua Itu tidak pernah mengira kalau Sheila akan menghisap sihir hitam yang ada di tubuhnya untuk menyelamatkan dirinya. di sebuah tempat yang tidak diketahui oleh sang Kaisar dan Lian Ying, di sebuah tempat yang terasa begitu aneh. Sebuah tempat yang penuh dengan tekanan yang sangat luar biasa.
"Baringkan tubuhnya di atas giok itu." pinta guru jengot putih yang kemudian membuat kaisar Jung langsung menaruh Sheila di atas batu giok yang sangat besar.
"Dengarkan aku, Aku akan mencoba untuk menyelamatkan gadis ini. kalian Tunggu lah di luar jika ada sesuatu aku akan memberikan kalian kabar." ucap guru jenggot putih.
"Tapi aku akan menunggu di sini." ucap Kaisar Jung.
"Kau jangan melawanku, Lian ying.
"Bawa pria ini keluar, jika tidak akan ada sesuatu itu yang membuat semua terlambat, semua yang aku lakukan akan sia-sia." jawab guru jenggot putih.
"Apa yang terjadi denganmu, gadis cantik. Sudah lama kau tidak pernah kesini semenjak terakhir kali kau menyerap kekuatan sihir hitam yang memasuki tubuh keluargamu. kelihatannya sihir tujuh alam sudah masuk ke dalam tubuhmu, namun apa yang terjadi kenapa sihir tujuh alam itu tidak mampu kau kendalikan." ucap guru jenggot putih yang terlihat terus menatap Sheila.
Tidak ada suara yang keluar, wajah Sheila terlihat sudah memucat, tubuhnya terasa dingin. Aura yang terpancar di tubuhnya juga terasa semakin lama semakin memudar.
"Jika kau terus seperti ini aku yakin kau akan membeku seperti ini selamanya. seharusnya kau mampu menggunakan kekuatanmu untuk menyingkirkan sihir hitam ini." ucap guru jenggot putih.
__ADS_1
Berbeda dengan guru jenggot putih, Lian ying dan Kaisar Jung yang berada di luar tempat Mereka terlihat mereka terus mondar-mandir dan kebingungan.
"Apa yang dilakukan oleh pria itu, Lian?" tanya Kaisar Jung kepada Lian ying.
"Tenang saja Yang mulia, semuanya akan baik-baik saja." Jawab Lian ying.
"Bagaimana aku bisa tenang dan bagaimana bisa aku tidak mampu untuk menolongnya." ucap sang Kaisar.
Waktu mulai berjalan, malam sudah berganti menjadi pagi dan berganti lagi menjadi sore. terlihat guru jenggot putih masih belum keluar dari ruang giok, Sheila pun belum terlihat batang hidungnya.
"Lian Kenapa masih belum keluar?" tanya Kaisar Jung.
"Tenanglah Yang mulia." ucap Lian ying lagi.
"Kenapa kalau kau selalu saja mengatakan tenang, tenang dan tenang. Apakah kau tidak khawatir!!" seru kaisar Jung.
"Tentu saja Saya khawatir, Yang mulia. tapi jika kita tidak bisa tenang maka hal itu akan mengganggu pengobatan guru." jawab Lian ying.
"Bagaimana waktu itu, Lian? Bagaimana kondisi Sheila waktu itu?" tanya Kaisar Jung kembali.
"Benar-benar tidak bisa aku katakan Yang mulia, karena kondisi Sheila waktu itu benar-benar sangat menghawatirkan dia menyerap sihir kegelapan dan racun begitu banyak. hingga membuat tubuh kecilnya tidak mampu untuk menerima racun dan sihir kegelapan sebesar itu." jawab Lian ying.
"Lalu, apakah lebih parah dari ini ataukah ini lebih parah dari yang dulu?" tanya Kaisar Jung kembali.
*** bersambung ***
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak ya. terima kasih untuk semua pembaca yang sudah mampir.😊😊❤️❤️❤️👍👍👍
** mampir juga di beberapa novel ku **
- Suami kedua Ku Cinta pertamaku
- Permaisuri sang Kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- Permaisuri Yang terlupakan.
__ADS_1