DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Sheila terluka


__ADS_3

"Yang mulia!!" Lian Ying yang melihat adiknya sudah tidak berdaya. pria itu benar-benar sangat ketakutan, dia tidak ingin kehilangan satu-satunya keluarga yang dia miliki.


"Aku akan segera membawanya ke kerajaan, kau perintahkan seluruh pasukan untuk kembali ke kerajaan!!" seru Kaisar Jung yang kemudian membawa Sheila kembali ke kerajaan Shang.


Wajah terlihat sedikit pucat, wanita itu mengerahkan seluruh tenaganya untuk menyerap sihir hitam yang berada di tubuh Kaisar Jung.


"Tidak tidak boleh seperti ini, kau tidak boleh seperti ini." ucap Kaisar Jung. tatapan mata sang Kaisar terus menatap Sheila, dia menggunakan kekuatannya dan melesat begitu cepat. tubuhnya terasa gemetar saat melihat Sheila tidak menggerakkan tubuhnya sama sekali. Hanya dalam hitungan detik saja sang Kaisar sudah berada di istana kerajaan.


"Tabib!! tabib!! tabib!!" teriak Kaisar Jung kepada seluruh tabib kerajaan.


"Ada apa Yang mulia?" tanya salah seorang tabib.


"Panggil seluruh tabib di kerajaan ini!!" perintah sang Kaisar. Kaisar Jung masih menggendong Sheila, tubuh Sheila benar-benar terasa dingin seperti tidak ada nyawa di tubuh itu. "Kau tidak boleh seperti ini, kau tidak boleh seperti ini." ucap Kaisar Jung yang terlihat benar-benar sangat ketakutan.


Beberapa saat kemudian sang Kaisar membawa Sheila kembali ke kediamannya, pria itu menidurkan Sheila di ranjangnya. tangannya terus menggosok tangan Sheila, pria itu benar-benar sangat ketakutan dia tidak bisa memikirkan segala sesuatu di hatinya. wajah pucat itu serasa memberikan tamparan yang sangat luar biasa.


"Kau tidak boleh seperti ini, kau harus berjuang untukku." ucap sang Kaisar.


Seorang wanita yang begitu cantik tertidur di ranjang sang Kaisar, Kaisar Jung menatap beberapa tabib kerajaan yang sudah berada di kediamannya. beberapa tabib menatap seorang wanita yang memakai pakaian komandan kebesaran kerajaan.


"Siapa wanita ini." guman para tabib.


"Kenapa kalian diam saja, cepat obati komandan mawar hitam!!" seru sang kaisar yang benar-benar tidak bisa memikirkan apapun. dia lupa kalau wajah Sheila benar-benar menghipnotis para tabib kerajaan saat sang Kaisar melihat para tabib nya dia langsung teringat kepada wanita pujaan hatinya. Seketika sang Kaisar menutup ruangan itu dengan penutup seperti tirai.


"Yang mulia, apa yang terjadi?" tanya para tabib.


"Komandan terluka, Cepat kalian obati komandan. jika kalian tidak bisa melakukannya maka nyawa kalian semua akan aku hilangkan!!" seru Kaisar Jung.


Lian Ying terlihat sudah berada di ruangan sang Kaisar, pria itu terus menatap adiknya dengan wajah yang begitu pucat.


"Bagaimana, Yang mulia?" tanya Lian Ying kepada sang Kaisar.


"Aku belum tahu, para tabib baru memeriksanya." jawab Kaisar Jung.


Lian Ying mulai teringat dengan Masa lalu itu, ketika Sheila juga terluka seperti ini dan ayahnya berusaha untuk mengobati putrinya.

__ADS_1


"Yang mulia, ini semuanya hanya sia-sia saja." ucap Lian Ying.


"Apa maksudmu, Lian?!" seru sang Kaisar.


"Para tabib ini tidak akan bisa menyembuhkan Kan Adik hamba." jawab Lian ying.


"Apa maksudmu?!" teriak sang kaisar yang benar-benar begitu terkejut sekaligus begitu marah ketika Lian Ying mengatakan kalau para tabib kerajaan tidak akan mampu untuk menolong adiknya.


"Yang mulia, sebaiknya Yang mulia menyuruh para tabib untuk segera keluar. kita harus membawa adikku ke suatu tempat." ucap Lian Ying.


"Apa maksudmu? kita akan membawanya kemana?" tanya Kaisar Jung yang membuat liang Ying hanya berlutut. pria itu memohon kepada sang Kaisar untuk percaya kepadanya.


"Yang mulia, Anda harus percaya kepada aku. dia adalah adikku." jawab Lian ying.


Seketika sang Kaisar langsung mengusir para tapi kerajaan, namun para tabib terlihat begitu penasaran dengan sosok seorang wanita cantik yang memakai jubah kebesaran komandan sekaligus penasehat kerajaan.


"Kalian segera pergi dari kediamanku!!" seru sang Kaisar.


"Baik Yang mulia." jawab para tabib.


"Katakan apa yang harus kita lakukan?!" seru Kaisar Jung kepada Lian ying.


"Aku tidak butuh ceritamu, Lian! Aku butuh sesuatu untuk menyembuhkan wanita yang aku cintai!!" seru sang kaisar.


"Yang mulia, sebaiknya kita membawa adik Hamba ke suatu tempat. kita akan membawanya dengan kereta kuda." ucap Lian ying.


Tampa menunggu perkataan lagi Kaisar Jung langsung menggendong Sheila, pria itu berjalan begitu cepat. dia tidak ingin sesuatu terjadi kepada Sheila wanita yang telah mencuri hatinya hingga dia serasa tidak bisa bernafas saat dia melihat kondisi Sheila.


Tatapan mata Melan yang berada di kerajaan sang terus menatap sang kaisar yang membawa seorang wanita yang sangat cantik luar biasa. bahkan para prajurit terus menatap seorang wanita yang sedang digendong oleh kaisar mereka yang begitu cantik hingga membuat para pria terhipnotis oleh wajah Sheila.


"Siapa wanita itu?" tanya Melan kepada salah satu prajurit kerajaan.


"Saya tidak tahu." jawab prajurit.


"Apakah dia sering bersama Yang mulia?" tanya Melan kembali.

__ADS_1


"Saya tidak pernah melihat wanita itu di kerajaan." jawab seorang prajurit kembali.


Melan tidak bertanya lagi, wanita itu terus menatap kepergian sang kaisar yang sedang menggendong seorang wanita yang begitu cantik. bahkan kecantikan Melan terasa terhempas begitu jauh oleh kecantikan Sheila.


Sheila mempunyai kecantikan yang sempurna, kecantikan jiwa, kecantikan raga, pandai dalam strategi bahkan wanita itu adalah wanita yang sangat pintar luar biasa dalam hal seni dan peperangan. suara kereta kuda sudah keluar dari kerajaan Shang. Kaisar bersama Lian Ying pergi ke suatu tempat.


"Kita akan pergi kemana, Lian?!" seru Kaisar Jung.


"Tenanglah, kita akan membawanya ke suatu tempat. jika kita tidak segera membawanya kemungkinan besar adikku akan terperangkap pada kondisi seperti ini selamanya." jawab Lian Ying.


"Apa maksudmu?!" seru sang Kaisar.


"Dulu dia pernah mengalami hal seperti ini waktu dia menyerap racun yang sengaja dikirimkan oleh musuh Ayah. aku dan ayah berhasil selamat namun Ibu tidak berhasil, setelah Sheila menyerap seluruh racun yang ada diseluruh tubuh kami.., seperti inilah kondisinya, aku dan ayah sangat kebingungan kami membawanya ke salah satu lembah yang ada di perbatasan kerajaan Zhao." jawab Lian Ying.


"Kalau kita menggunakan kekuatan kereta kuda seperti ini, kemungkinan besar kita butuh waktu 2 hari untuk sampai di tempat itu. Sedangkan keadaan Sheila benar-benar begitu menakutkan." ucap Kaisar Jung.


"Lalu, apa yang harus saya lakukan Yang mulia?" tanya Lian Ying.


"Aku akan menggunakan seluruh tenaga dalamku untuk sampai di lembah yang kau katakan tadi. aku tidak ingin kehilangan wanita ini aku benar-benar tidak akan mampu untuk bertahan kembali." ucap sang kaisar yang memeluk Shela dengan begitu erat.


Akhirnya Kaisar Jung memutuskan untuk memakai kuda dan meninggalkan kereta itu di tempatnya, dia akan menggunakan kekuatan yang selama ini dia sembunyikan. mungkin bukan kekuatan sihir seperti Sheila, namun kekuatan itu bisa dibilang adalah kekuatan yang dihasilkan dari sebuah kutukan dan sihir hitam yang sudah merasuk ke dalam tubuh Kaisar Jung.


Hanya dalam setengah hari perjalanan bisa ditempuh oleh kaisar Jung ke perbatasan kerajaan Zhao, di sana ada sebuah lembah, di sana ada sebuah gua dengan pagar sihir yang benar-benar begitu luar biasa. Kaisar Jung memiliki keistimewaan semenjak lahir, dia akan mudah terkena sihir dan bisa mematahkan sihir dengan begitu mudah. kecuali sihir hitam yang telah dimasukkan melalui minuman dan makanan sang Kaisar, hal itu menyerap menjadi darah dan daging di tubuh Sang Kaisar.


"Inikah lembah itu..," ucap Kaisar Jung yang menata sebuah gua yang dilapisi oleh pagar sihir yang begitu hebat.


*** bersambung ***


mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak ya. terima kasih untuk semua pembaca yang sudah mampir.😊😊❤️❤️❤️👍👍👍


** mampir juga di beberapa novel ku **


- Suami kedua Ku Cinta pertamaku


- Permaisuri sang Kaisar

__ADS_1


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- Permaisuri Yang terlupakan.


__ADS_2