
Sebuah senyum terukir begitu indah di wajah putri Yuri, terlihat wanita itu begitu menyukai kaisar Jung. seorang pria dengan julukan dewa perang tapi dia lupa kalau wanita yang berada di sisi pria itu adalah ratu sihir. seorang wanita yang mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa dan mempunyai ilmu peperangan yang benar-benar begitu hebat.
"Hamba sangat berterimakasih jika Yang mulia mau memberikan pengalaman kepada hamba." ucap putri Yuri.
"Maaf putri, aku tidak berurusan dengan hal itu." jawab Kaisar Jung yang kemudian tersenyum kepada sang isteri.
"Maafkan hamba, Yang mulia." ucap putri Yuri.
"Apa maksudmu, Yang mulia. Tentu saja saya yang akan memberikan putri Yuri pengalaman hidup saat ada di sini." ucap Sheila yang kemudian tersenyum kepada sang suami.
Tatapan mata para pejabat kerajaan terlihat menatap wajah putri Yuri yang sedang berbicara dengan Permaisuri Sheila. wanita itu belum mengetahui kalau sang permaisuri kerajaan Shang adalah seorang wanita yang sangat berbahaya.
"Wanita itu benar-benar mencari masalah." guman salah satu pejabat Kerajaan.
"Kau benar, wanita itu ingin mengakhiri nyawanya sendiri." jawab salah satu pejabat Kerajaan kembali.
"Lebih baik biarkan dia melihat Seperti apa Ratu sihir di kerajaan kita, jika dia sudah mengetahuinya baru kita akan menertawakannya. berani sekali dia berusaha untuk menggoda suami dari ratu sihir." ucap salah satu pejabat Kerajaan yang ingin menertawakan kebodohan dari putri kerajaan Timur.
Beberapa kerajaan nampak begitu terpukau dengan semua yang dimiliki oleh Kerajaan Shang, seorang penasehat Kerajaan yang sangat luar biasa, seorang pemimpin yang benar-benar dikagumi oleh banyak wanita dan seorang wanita yang mempunyai julukan sebagai Ratu sihir di kerajaan Shang.
"Lebih baik para tamu yang terhormat kembali ke aula tamu yang sudah disediakan oleh para dayang dan pelayan di kerajaan ini. semoga anda semua berkenan dengan semua pelayanan kerajaan Shang!!" seru kaisar Jung yang kemudian meninggalkan aula istana kerajaan.
"Yang mulia, apakah Yang mulia tidak ingin melihat para prajurit?" tanya Sheila yang membuat sang Kaisar menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja istriku, Aku ingin pergi ke barak para tentara. apalagi yang aku dengar beberapa hari yang lalu Kau telah memberikan perintah untuk melakukan strategi penyerangan yang baru?" tanya sang Kaisar kepada istrinya.
"Tentu saja Yang Mulia, Tentu saja aku melakukan hal itu. Aku tidak ingin para pasukan kerajaan kita bisa dikalahkan oleh para pasukan kerajaan musuh." jawab sang Kaisar berjalan menuju barak para pasukannya. pria itu terlihat memegang erat tangan istrinya dan memeluknya begitu erat.
"Yang mulia, kelihatannya aku akan mendapatkan godaan-godaan yang sedikit membuatku gatal." ucap Sheila.
"Biarkan saja istriku, Jangan hiraukan para wanita itu. lagi pula mengapa kau harus menghiraukan para wanita yang tidak mempunyai mutu sama sekali." ucap sang Kaisar.
Langkah kaki mereka berdua sudah sampai di barak para pasukan kerajaan, Sheila dan sang Kaisar menatap para pasukan yang sedang berlatih di bawah komando Lian Ying.
__ADS_1
"Hormat hamba Yang mulia!!" seru Lian Ying
saat melihat sang Kaisar datang bersama istrinya.
"Tidak usah menghormat padaku, Kak. aku tidak butuh hormat mu itu." jawab Sheila yang kemudian berjalan dan menatap para prajurit.
"Apakah kau sudah melakukan yang Aku perintahkan kemarin?" tanya sang Kaisar kepada Lian Ying.
"Tentu saja Yang mulia, Aku sudah melakukannya. Memangnya ada apa Yang mulia?" tanya Lian Ying.
"Kau harus ingat, kau tidak boleh sampai kecolongan dengan strategi perang yang telah aku buat bersama istriku. kau tahu sendiri kan beberapa kerajaan sudah mengumkan tidak ingin bersahabat dengan kita. Bahkan mereka memberikan sebuah surat yang menyatakan mereka mau berdamai jika mereka mendapatkan istriku atau salah satu putri dari kerajaan mereka menjadi istriku." jawab Kaisar Jung yang membuat Lian Ying menganggukkan kepalanya.
"Saya yakin Yang mulia. saya akan melatih para pasukan." jawab Lian Ying.
Tak berselang lama, dengan begitu percaya diri dan begitu arogan. Dua Putri dari dua kerajaan terlihat terus mencari keberadaan Kaisar Jung. mereka berdua berlomba-lomba untuk mencari perhatian pria itu. tak ada kata yang bisa diucapkan oleh orang-orang yang ada di kerajaan, mereka hanya akan melihat apa hadiah yang akan diberikan oleh Ratu Penyihir jika sampai 2 Putri dan para wanita yang lain berusaha untuk menggoda Kaisar mereka.
Yang mulia!!" seru Putri Yuri yang sudah berada di tempat itu.
Kaisar Jung memutar tubuhnya, dia menatap Dua Putri dari dua kerajaan yang berbeda sudah berada di barak pasukan kerajaan.
Tatapan mata Sheila menatap Dua Putri yang sudah berada di depan sang Kaisar.
"Putri, kenapa Anda begitu lancang berada di tempat ini!!" seru Lian Ying yang melihat Dua Putri dari dua kerajaan itu sudah berada di barak kerajaan dengan menebarkan senyum menggoda mereka.
"Tentu saja Hamba ke sini karena ingin bertemu dengan Yang mulia Kaisar dan permaisuri." jawab Putri Yuri.
Sheila hanya tersenyum, wanita itu menatap Putri Yuri yang terus-menerus berusaha untuk menggoda suaminya.
Tak ada kata yang keluar dari mulut Kaisar Jung, dia benar-benar enggan membuka suara atau berusaha untuk membalas kata-kata dari putri dari dua kerajaan itu.
"Yang Mulia, Apakah kami mengganggu yang mulia?" tanya putri kerajaan Tang yang sudah berada disana.
"Tersenyumlah untuk sekarang ini, tertawalah untuk sekarang ini. namun kalian akan mendapatkan hadiah dariku jika aku sudah mendapatkan waktu yang tepat." guman Sheila dalam hati.
__ADS_1
Sesaat kemudian terlihat wanita itu melakukan sesuatu kepada putri kerajaan Timur dan kerajaan Tang.
"Baiklah putri, jika ada yang ingin kalian bicarakan Maka segeralah berbicara aku dan suamiku ingin pergi ke suatu tempat." ucap Sheila.
"Yang mulia kaisar, Yang mulia permaisuri, bolehkah kami ikut bersama kalian?" tanya Putri Yuri kepada Sheila.
Tak ada kata yang keluar dari mulut Sheila, wanita itu menatap suaminya sedangkan sang Kaisar terlihat dia enggan menatap 2 wanita yang ada di depannya itu.
"Yang mulia, Kenapa Yang mulia diam seperti itu?" tanya Putri Shimla kepada Kaisar Jung.
"Jenderal, bukankah kau ingin berbicara denganku? Aku ingin membicarakan mengenai strategi kerajaan. Oh ya istriku, aku akan pergi bersama dengan Jenderal Lian, kau berbicaralah dengan para wanita itu." ucap Kaisar Jung.
Sesaat kemudian pria itu mendekat kepada istrinya dan membisikkan sesuatu yang membuat sang istri tersenyum.
"Aku ingin muntah." ucap Kaisar Jung tanpa berbicara panjang lebar. Setelah itu mereka itu akhirnya pergi meninggalkan barak Kerajaan bersama dengan Lian Ying, Lian Ying sangat tahu bagaimana sifat dari Kaisar nya itu. bahkan pria itu benar-benar sangat tidak menyukai para wanita genit atau para wanita yang berusaha untuk mencari perhatian kepadanya.
"Kenapa Yang mulia melakukan hal itu?" goda Lian Ying kepada sang Kaisar.
"Tutup mulutmu, Lian." jawab Kaisar Jung yang kemudian berjalan dengan langkah kakinya yang begitu lebar.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu.
- mantan terindah
__ADS_1
Terima kasih banyak 😊👍👍👍❤️❤️❤️