DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Membunuh 3 pria durjana


__ADS_3

Tatapan mata Sheila terus menata orang-orang yang ada di rumah bordir kupu-kupu. dia terus melihat Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di tempat itu.


"Kelihatannya tempat ini memang tempat yang sangat cocok untuk memata-matai kerajaan, aku yakin orang-orang itu adalah mata-mata dari beberapa kerajaan. Bahkan mereka saling memberikan informasi mengenai kerajaan ini." ucap Sheila yang terlihat menatap para mata-mata yang sedang berada di rumah bordir itu. seorang wanita cantik datang menghampiri Sheila yang berpakaian begitu menawan, para wanita yang ada di tempat itu terus menatap Sheila yang berpakaian pria.


"Tampan dan rupawan, pria itu bagaikan lukisan yang hidup di dunia ini." ucap salah seorang wanita penghibur.


"Kau benar, dia bahkan seperti seorang malaikat yang baru turun dari alam para dewa." ucap seorang wanita yang bernama Ming ru, wanita itu adalah bunga dari rumah bordil kupu-kupu. bahkan ming-ming adalah seorang wanita yang mempunyai julukan Dewi di antara para dewi.


"Aku akan mendekati pria itu." ucap Ming ru yang terlihat akan berjalan dan mendekati Sheila.


"Kau jangan ke sana, tadi Nyonya bilang kalau pria itu sudah membayar untuk seorang wanita." jawab teman Ming ru.


"Memangnya siapa? Siapa yang mengatakan kalau pria itu bisa menjadi milik orang lain selain aku?!" seru Ming ru.


"Aku yang mengatakannya! kau jangan macam-macam atau berusaha untuk mendekati pria itu, jika sampai kau melakukannya maka aku akan memberikan hukuman!!" seru nyonya tua.


"Memangnya kenapa aku tidak boleh melakukan hal itu, Nyonya?!" seru Ming ru.


"Kalau aku sudah bilang lebih baik tidak usah bertanya lagi, karena pria itu akan menjadi milik seorang wanita yang barusan masuk ke sini." jawab nyonya tua.


Sedangkan di tempat lain, tentu saja Sheila sudah menatap tiga pria yang berusaha untuk melakukan sesuatu kepada seorang wanita yang sudah di borgol tersebut. mereka bertiga tidak bisa menatap orang yang ada di depannya.


"Kenapa ini?! siapa yang tiba-tiba menghancurkan pintu ini!!" seru 3 pria.


"Tidak, aku tidak tahu." jawab Salah satu dari 3 pria itu. seorang wanita yang terus menangis, matanya begitu sembah, dia terus memberontak agar bisa menyelamatkan dirinya. tatapan mata yang begitu tajam, senyum yang ditunjukkan oleh Sheila ketika dirinya melihat tiga pria yang berusaha untuk melakukan sesuatu kepada wanita malang itu.


Seketika Sheila langsung menggunakan kekuatannya, dia menghajar 3 pria itu dengan begitu kejam namun 3 pria itu nampak tidak bisa melihat orang yang telah menghajar mereka habis-habisan.


"Berani sekali, Kau berani sekali kau melakukan hal itu padaku!" seru 3 pria yang nampak mencari keberadaan seseorang yang telah menghajar mereka.


"Kalian mau kemana dan kalian menghajar Siapa? Kalian ingin melawanku!!" seru Sheila yang terlihat berada di depan 3 pria itu. namun ketiga pria nampak terus menghajar tidak tentu arah sekolah mereka sedang berperang dengan angin.


Sheila tersenyum, sesaat kemudian wanita itu berjalan menghampiri seorang wanita yang tangan dan kakinya sudah di rantai.

__ADS_1


CRAKK...


TRAKK..


rantai-rantai itu sudah terlepas dari tubuh seorang wanita, ketiga pria itu menatap rantai yang memborgol wanita itu sekarang sudah hancur tidak berbentuk dan berada dilantai.


"Siapa kau! tunjukkan Wajahmu, aku ingin melihat orang yang begitu licik!!" seru 3 pria.


Sesaat kemudian Sheila menggunakan kekuatannya dan merubah dirinya, memakai pakaian hitam dan memakai topeng makhluk iblis.


"Baiklah kalau begitu jika itu keinginan kalian, maka aku akan memberikan kalian hadiah atas apa yang telah kalian lakukan." jawab Sheila yang kemudian menampakan dirinya. terlihat jelas di depan ketiga pria itu seorang yang berpakaian serba hitam dan memakai topeng dewa kematian atau iblis.


"Kalian ingin melihat ku kan? maka akan aku kabulkan, karena hari ini akan menjadi hari terakhir dari semua yang akan kalian dapatkan!!" seru Sheila yang kemudian mengangkat salah satu tangannya. tiba-tiba jari jari jemari Sheila mengeluarkan api, ketiga pria itu langsung terkejut karena mereka tidak pernah melihat kejadian seperti itu.


"Siapa kau? iblis dari mana kau?!" seru 3 pria.


"Tentu saja aku adalah iblis dari neraka, Aku iblis pencabut nyawa." jawab sheila yang kemudian langsung mengarahkan tangannya kearah 3 pria itu. seketika ketiga pria itu berteriak kesakitan, saat kuku panjang dari Sheila yang mengeluarkan api telah menghunus tubuh mereka.


Zlepp...


"Aaaa!" suara teriakan dari wanita itu membuat Sheila menatapnya.


"Kau jangan banyak bersuara, jika mereka semua sampai ke sini..., bisa-bisa kau akan ditangkap." ucap Sheila yang membuat wanita yang di rantai tubuhnya itu menutup mulutnya.


Tidak ada suara yang keluar dari mulut ketiga orang itu, setelah berteriak mulut mereka sudah mengeluarkan darah yang begitu banyak. tatapan mata mereka menatap sosok yang ada di depan mereka, begitu menakutkan tanpa berbasa-basi dia langsung menghunuskan tangannya ke tubuh mereka hingga jari-jemari itu menembus perut ketiga pria itu.


"Segera kau pergi dari sini, aku akan membawamu keluar." ucap Sheila. wanita itu menganggukkan kepalanya,


Beberapa pengawal rumah bordir nampak mendengar suara teriakan mereka. dua penggawal itu langsung berlari ke sebuah tempat. tatapan mata dua pengawal itu begitu terkejut saat mereka melihat tiga pria yang akan melakukan sesuatu kepada seorang wanita itu sudah tergeletak di lantai dengan perut yang terkoyak.


"Apa ini!!" seru dua pengawal.


Seketika 2 pria itu langsung lari ke tempat pemilik rumah bordir. "Nyonya-nyonya!!" seru dua pengawal yang nampak sangat terkejut dan juga ketakutan.

__ADS_1


"Ada apa kalian berteriak seperti itu?! Apakah ada sesuatu?" tanya nyonya tua.


"Nyonya, 3 pelanggan kita...!" seru dua pengawal.


"Memangnya kenapa dengan mereka?" jawab nyonya tua.


"Ketiga pria itu.., ketiga pria itu sudah meregang nyawa, Nyonya!!" seru dua pengawal.


Nyonya tua dan para penari yang ada di rumah bordil nampak sangat terkejut.


"Apa maksudmu?!" seru Nyonya tua.


"Ayo, Nyonya, kita lihat nanti Nyonya akan tahu sendir!." jawab dua pengawal. dengan langkah yang terburu-buru nyonya tua langsung pergi kearah 3 pria yang sudah tidak bernyawa di ruangan yang dia persiapkan untuk tiga putra pejabat tersebut.


Tatapan mata Nyonya tua sangat terkejut ketika dirinya melihat 3 pria itu sudah tergeletak di lantai kamar dengan kondisi perut yang terkoyak dan darah yang keluar dari tubuhnya.


"Apa ini?!" seru nyonya tua.


"Aaaaa!!" suara teriakan dari para wanita yang ada di rumah bordir.


"Inilah Nyonya, tiba-tiba tadi aku mendengar suara teriakan. Aku berlari ke sini dan 3 pria ini sudah dalam kondisi seperti ini!!" seru 2 pengawal.


"Tidak mungkin ada orang yang memasuki tempat ini tanpa kalian ketahui?!" seru nyonya tua.


"Kami tidak tahu, Nyonya." jawab dua pengawal. nyonya tua sangat terkejut karena baru kali ini dia melihat kejadian seperti ini.


"Apa yang harus aku katakan kepada tiga bangsawan itu jika Putra mereka sudah kehilangan nyawa di tempat ini." ucap nyonya tua.


"Apa yang terjadi, Nyonya?!" seru para wanita rumah bordir kalian.


"Diamlah!!" seru nyonya tua.


Sebuah langkah kaki dari Seorang pria sudah mendekati tempat itu, dia terus menatap 3 pria yang sudah tidak bernyawa itu dengan tatapan mata yang begitu misterius.

__ADS_1


"Ulah siapa ini dan mengapa dia membunuh 3 pria ini dengan begitu kejam." ucap seorang pria yang terlihat terus menatap tiga mayat yang ada di kamar itu.


*** bersambung ***


__ADS_2