
Sekarang Sheila benar-benar kebingungan. bahkan gadis itu sangat kebingungan saat berhadapan dengan sang kaisar.
"Isteriku..., bisa ambilkan aku makan." pinta Kaisar Jung.
"Aish..., kenapa aku harus kebingungan seperti ini." guman Sheila dalam hati.
"Isteriku, bisa ambilkan suamimu ini makan? Apakah kau tidak khawatir dari 3 hari lho aku tidak makan karena merawat mu." canda Kaisar Jung yang membuat Sheila menggaruk kepalanya.
"Ternyata adikku itu sangat pandai dalam segala hal, berperang, mengatur strategi dan sangat pandai ilmu berpedang. namun ketika berhadapan dengan suaminya malah seperti ini, mengecewakan sekali...," ucap Lian ying yang membuat Sheila langsung melotot kepada kakaknya.
"Apaan sih Kak, ngapain kau berkata seperti itu. Kau kira aku ini lagi di medan perang apa?!" tanya Shela yang tidak berani menatap Kaisar Jung.
"Kan benar kalau kau itu sangat disegani saat berada di medan perang, namun mengapa sekarang saat kau berhadapan dengan Yang mulia Kaisar malah sekarang kelakuanmu seperti itu. biasanya kau selalu membantah yang mulia Kaisar Jika dia salah berbicara.* sindir Lian ying kembali.
Guru jenggot putih yang melihat hal itu dia benar-benar sedikit terhibur, rumah yang biasa sepi sekarang terasa hidup. guru jenggot putih hidup dengan beberapa muridnya, namun saat ini beberapa muridnya sedang mengemban tugas dari guru jenggot putih.
"Sudah-sudah, kalian jangan menggodanya seperti itu terus. kalau kalian menggodanya nanti dia malah kabur, dan kau Kaisar., Apa kau ingin istrimu ini kabur dan kau tidak mengetahui di mana keberadaannya." sindir guru jenggot putih yang membuat Kaisar Jung menggelengkan kepalanya.
"Gadis kecil, lakukan tanggung jawabmu kepada suamimu. dia sekarang suamimu jadi kau urus dia." ucap guru jenggot putih yang membuat Sheila benar-benar sangat kebingungan.
"Kenapa kau seperti itu istriku, sekarang kau adalah istriku jadi mulai sekarang aku menjadi tanggung jawab mu. dan kau adalah tanggung jawab Ku." ucap Kaisar Jung sambil tersenyum dan menatap Sheila.
"Yang mulia, Bisakah kau memanggilku dengan sebutan mawar hitam atau penasehat saja? aku masih sedikit risih dengan sebutan itu." ucap Sheila.
"Tidak bisa seperti itu dong, sekarang kau itu kan istrinya jadi kau tidak boleh berkata seperti itu dan kau tidak boleh bersikap sebagai seorang penasehat dan Kaisar, sekarang kau adalah istrinya!!" seru Lian Ying yang marah-marah kepada adiknya. Hal itu membuat Sheila yang mengambil ikan yang ada di piring langsung menghentikannya. karena dia sangat terkejut dengan suara keras kakaknya.
"Kakak mau menantangku apa?! kakak mau bertarung dengan ku!!" seru Sheila.
__ADS_1
"Kau jadi wanita itu harusnya lemah lembut, malah petakilan seperti itu. Kau kira kau itu monyet apa!" seru Lian Ying yang membuat Sheila menatap kaisar Jung dan wajahnya sedikit memerah.
"Terserah Kakak, aku mau pergi!!" seru Sheila yang kemudian meninggalkan meja tempat mereka makan.
"Apa yang kau lakukan, Lian Ying. kalau dia marah padamu dia akan lebih marah padaku, tidak seharusnya kau mengatakan hal itu. apa kau ingin aku gantung, sekarang dia istriku jangan berani menghina nya." ucap Kaisar Jung yang kemudian mengejar Sheila yang sudah pergi dari tempat mereka.
Di sebuah daun yang ada di belakang bukit, terlihat Sheila menatap jernihnya air di danau itu.
"Apa yang sedang kau lihat?" tannya Kaisar Jung kepada Sheila.
"Yang melihat bisa melihat sendiri kan." jawab Sheila.
"Apakah kau benar benar tidak menyukai keberadaan ku? Apakah kau belum bisa menganggapku sebagai suamimu?" tanya Kaisar Jung kepada Sheila.
"Semuanya ini benar-benar membuat hamba terkejut Yang mulia. apakah Yang mulia tahu? aku begitu kebingungan saat berada di tempat itu, sebuah tempat yang tidak kuketahui namanya. begitu putih tanpa ada satu orangpun, namun ketika ada sebuah suara yang memanggilku aku sangat kebingungan. entah siapa yang memanggilku, memberikan kehangatan padaku dan memberikanku ketenangan." ucap Sheila.
"Apakah Yang mulia mencintaiku karena wajahku? apakah Yang mulia tergila-gila karena wajahku?" tanya Sheila kepada kaisar Jung.
"Aku tidak tahu, namun mungkin aku terlalu naif untuk merasakan perasaan cinta. mungkin aku terlalu naif untuk mengatakan perasaanku, Aku berusaha sekuat mungkin untuk tidak mencintai wanita lain. tidak pernah ada seorang wanita pun yang mampu menggerakkan hatiku, namun ketika melihat dirimu Entah mengapa bayangan mimpiku terasa benar-benar nyata." jawab Kaisar Jung.
"Maksud Yang Mulia?" tanya Sheila.
"Aku selalu bermimpi akan bersama seorang wanita, seorang wanita cantik yang selalu tersenyum dan memandang danau. Aku tidak pernah mengerti dan aku tidak pernah bertemu dengan wanita itu. dari sekian banyak wanita Aku tidak pernah merasakan debaran itu, Tapi ketika melihatmu pertama kali di tempatmu...,tiba-tiba bayangan mimpiku menjadi kenyataan. senyum itu sama, wajah itu sama dan kau selalu ada di danau yang selalu aku mimpikan." jawab Kaisar Jung kembali.
"Yang mulia, Mengapa kau jatuh cinta padaku?" tanya Sheila.
"Mungkin karena aku selalu bersamamu, aku lupa kalau aku adalah seorang wanita, aku selalu tenang bersamamu tapi aku lupa kalau aku adalah seorang wanita. aku selalu mengandalkanmu, aku selalu menjadikanmu tumpuanku namun aku juga lupa kalau kau adalah seorang wanita. ketika kau menunjukkan dirimu aku baru ingat kalau kau adalah seorang wanita. seorang wanita yang selalu mendukungku, hampir 8 tahun ini kau selalu bersamaku, aku tidak pernah menyadari perasaanku. Aku sadar ketika kau menjadi seorang wanita." jawab Kaisar Jung kembali.
__ADS_1
"Lalu Mengapa Yang mulia mau menyelamatkanku waktu itu?" tanya Sheila kembali.
"Aku tidak ingin kehilangan seorang wanita yang benar-benar aku cintai, aku sudah kehilangan segalanya. pemberontakan..., Mereka ingin membunuhku, menyingkirkan ku, Aku ingin dirimu..,seorang yang selalu bersamaku, mendukungku, menjadi pilar kokoh yang selalu menopangku." jawab Kaisar Jung.
"Bisakah Yang mulia memberikanku waktu, aku benar-benar sangat terkejut. aku benar-benar tidak akan menyangka secara tiba-tiba aku akan menjadi istrimu, Yang mulia." jawab Sheila .
Kaisar Jung menganggukkan kepalanya, pria itu memegang tangan Sheila sembari menciumnya. "Tetaplah bersamaku, disisiku selamanya, aku akan menunggumu mencintaiku. Aku akan selalu menunggumu untuk memberikan hatimu untukku." jawab Kaisar Jung.
Sheila menyadari kalau pria itu begitu rapuh, dia memang sangat hebat di medan perang selalu tegas dan tidak akan memaafkan seluruh penghianatan. namun yang terjadi sekarang tiba-tiba Sheila telah menjadi istri dari kaisar kerajaan Shang.
"Lalu apa yang akan Yang mulia lakukan ketika kita kembali?" tanya Sheila kepada sang Kaisar.
"Tentu saja aku akan mengatakan kalau kau adalah istriku, seorang penasehat kerajaan dan komandan kerajaanku. aku akan bilang kepada mereka kalau aku membesarkan calon istriku agar suatu saat nanti aku bisa menjadikan Dia seorang wanita yang benar-benar sempurna untukku." jawab Kaisar Jung.
Mungkin Sang Kaisar mengatakan itu sebagai kebenaran yang tidak disadari. "Baiklah Yang mulia, aku akan menerima semua kata-katamu. tapi apakah Yang mulia sudah siap karena Yang mulia pasti sudah mendengar mengenai ceritaku dari kakak." ucap Sheila.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Mantan terindah
- Permaisuri sang kaisar
Terima kasih banyakπππππβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1