
Langkah kaki Sheila terhenti saat dia berada di Sebuah gudang Kerajaan.
Brakkk..
"Wow..., besar banget Yang Mulia." ucap Sheila.
"Tentu saja, karena hal itu kau harus bersiap-siap jika kau ingin mencari barang di sini." jawab kaisar Jung.
"Baiklah, kita harus mencari lukisan ratu kedua." ucap Sheila yang kemudian mencari lukisan dari ratu kedua.
"Ya dewa..., banyak banget..," terlihat Jenderal Lian benar-benar sangat kebingungan.
"Yang mulia, Apakah ini lukisan dari ratu kedua?" tanya Jenderal Lian kepada kaisar Jung.
"Bukan, itu bukan lukisan dari ratu kedua." jawab Kaisar Jung.
"Lalu, bagaimana wajahnya?" tanya Sheila kembali.
"Pokoknya kau cari saja lukisan seorang wanita." jawab Kaisar Jung.
"Lalu, Bagaimana jika begitu banyak lukisan wanita yang ada di tempat ini? karena yang aku tahu Kaisar terdahulu memiliki beberapa selir." ucap Sheila.
"Kumpulkan saja lukisan-lukisan itu, nanti aku akan memberitahu siapa Ratu kedua." jawab Kaisar Jung.
"Kalau begitu lebih baik kita segera mencari lukisan wanita itu lebih cepat lebih baik." jawab Sheila yang kemudian berjalan tanpa sengaja malah terjatuh dan menyenggol sebuah rak buku hingga membuat meja itu hendak roboh ke arah tubuhnya.
"Ini rak buku kenapa tidak punya sopan santun sekali, orang berjalan kok Mau ditimbun." gerutu Sheila yang kemudian menyingkirkan rak buku tersebut.
Sesaat kemudian terjatuh sebuah gulungan, Sheila membukanya. disana ada sebuah lukisan seorang wanita yang memakai begitu banyak perhiasan.
__ADS_1
"Yang mulia, wanita ini siapa? Kenapa dia memakai perhiasan begitu banyak seolah-olah dirinya itu adalah toko perhiasan berjalan." ucap Sheila yang membuat Kaisar Jung langsung terdiam. ciri yang paling menonjol pada Ratu kedua adalah wanita itu sangat menyukai perhiasan.
"Berikan padaku, mawar hitam!" seru Kaisar Jung yang kemudian mengambil lukisan yang ada di tangan Sheila. pria itu membuka gulungan itu. tatapan matanya menatap sebuah gulungan yang bergambar lukisan seorang wanita.
"Siapa dia Yang mulia, Kenapa wajahnya tidak begitu cantik namun dia memiliki Aura mistik yang sangat luar biasa." ucap Sheila.
"Inilah Ratu kedua, seorang wanita yang memiliki ambisi yang begitu besar, egois, kejam dan tidak memiliki perasaan sama sekali." jawab Kaisar Jung.
Di tempat lain yang begitu jauh terlihat seorang wanita duduk bersama dengan seorang pria, seorang wanita yang memiliki paras yang begitu cantik dan seorang pria yang memiliki paras bagaikan Dewa yang begitu tampan dan menawan.
"Kita akan segera ke kerajaan Shang, mereka tidak akan pernah mengenali wujud kita yang baru." ucap penyihir Goryeo kepada Ratu kedua yang bernama Melan.
"Tentu saja kekasihku, aku akan kembali ke kerajaan itu. aku akan menjadi ratu penguasa di kerajaan itu." jawab Ratu Melan yang benar-benar ingin menguasai kerajaan Shang, penyihir Goryeo sangat mencintai Ratu Melan. dia merelakan wanita itu menjadi ratu kedua dari Kaisar Sang, ayah dari Kaisar Jung.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan jika kita berada di tempat itu?" tanya penyihir Goryeo kepada Ratu melan.
Penyihir Goryeo begitu menuruti apa yang dikatakan oleh Ratu Melan. Apapun akan dia lakukan untuk wanita itu.
"Baiklah kalau begitu, kita akan kembali ke kerajaan aku akan menjadi seorang pedagang dan kau akan menjadi adikku. Dengan begitu kita akan memasuki kerajaan itu dengan begitu mudah." ucap penyihir Goryeo yang sudah merencanakan semua dengan begitu baik.
"Aku dengar kalau Jung telah membunuh 2 anak ku, aku tidak akan pernah membiarkan bocah ingusan itu hidup damai. aku akan membuatnya menderita, aku akan membuatnya bertekuk lutut di kakiku!!" seru Ratu melan yang benar-benar murka karena dia baru mengetahui kalau 2 putranya telah dihukum mati oleh kaisar Jung.
"Seandainya pria itu tahu kalau dua anak itu bukanlah saudaranya, Mungkin dia sudah membunuh Putra kita semenjak dahulu." ucap penyihir Goryeo.
"Aku tidak akan membiarkan dia hidup lama, aku akan membunuhnya. berani sekali dia menghabisi kedua Putraku!!" seru Ratu Melan.
Semilir angin yang ada di sebuah gua di kerajaan yang tidak berbentuk lagi, terlihat penyihir Goryeo dan Ratu Melan sudah merencanakan untuk kembali ke kerajaan dengan semua dendam yang ada di hati mereka.
"Baiklah kalau begitu, Sebaiknya kita mencari sesuatu untuk membalas dendam. kau akan menjadi adikku, ambillah hati pria itu setelah itu hancurkan sehancur-hancurnya." ucap penyihir Goryeo yang sudah melihat seluruh situasi yang ada di kerajaan Shang.
__ADS_1
Sheila dan Kaisar Jung sudah mendapatkan informasi mengenai Ratu kedua yang sudah terbangun kembali. namun mereka belum juga mengetahui bagaimana wujud dari ratu kedua dan penyihir abadi.
"Penyihir Goryeo adalah orang yang paling ditakuti di masa kerajaan Ayahanda, jika sampai mereka kembali ke kerajaan Ini kemungkinan besar kita tidak akan mampu untuk menandinginya." ucap Kaisar Jung.
"Lalu, kutukan yang telah diberikan oleh Ratu kedua pada Yang mulia.., apakah masih Yang mulia rasakan hingga kini?" tanya Sheila.
"Sudah tidak, namun kutukan itu sudah membuatku menjadi sosok seperti ini. aku tidak boleh sampai terpengaruh oleh kekuatan jahat yang dimasukkan oleh Ratu kedua di tubuhku. jika sampai aku termakan oleh kekuatan itu bisa-bisa aku akan kehilangan semua jati diriku." jawab Kaisar Jung.
"Aku tidak pernah mengira ada seorang wanita yang rela membuang seluruh kebahagiaannya hanya demi kekuasaan semata." ucap Sheila.
"Kekuatan dan tahta adalah hal yang paling diincar oleh seluruh manusia yang ada di dunia ini, adik. tentu saja mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkan kejayaan bagi dirinya sendiri." jawab Jenderal Lian.
"Tapi, jika sampai itu terjadi aku yakin semuanya telah diatur oleh penyihir Goryeo ketika dia menjerat dan jatuh cinta kepada Ratu Melan. Hal itu membuat kedua makhluk hina itu itu melakukan segala cara di belakang Kaisar Sang." ucap Sheila.
"Tentu saja mereka berdua tidak ada ubahnya dengan kotoran yang ada di kandang hewan. Mereka berdua adalah sampah yang harus segera kita binasakan." jawab Kaisar Jung.
Kerajaan Sang benar-benar harus mencari cara untuk mengamankan situasi mereka, begitu pula dengan kerajaan Xiang. Kaisar dari kerajaan Xiang juga sudah mendengar mengenai seorang penyihir yang mempunyai kekuatan begitu hebat.
Penyihir Fan yang sudah mengetahui informasi itu terlihat dia tidak bisa mengatakan apapun, karena penyihir legenda dari ratusan tahun dan selalu merubah dirinya itu tidak akan bisa dikalahkan dengan mudah.
"Apa kau yakin kalau pria itu sudah terbangun lagi?" tanya Kaisar Hao kepada penyihir Fan.
"Tentu saja Yang mulia, aku sangat yakin namun yang saya lihat adalah kalau penyihir itu akan kembali bersama Ratu kedua dari kerajaan Shang. Mungkin wanita itu akan membalas dendam kepada seluruh penghuni kerajaan Shang karena dia telah dikubur hidup-hidup oleh kaisar yang terdahulu." jawab penyihir Fan.
"Jika seperti itu Apakah kita bisa bersekutu dengan penyihir itu?" tanya Kaisar Hao.
"Kemungkinan besar tidak, Yang mulia. karena penyihir Goryeo adalah seorang pria yang tidak mempunyai keinginan untuk mencari teman ataupun berusaha untuk menarik orang-orang yang ada di sekitarnya untuk menjadi pengikutnya." jawab penyihir Fan.
*** bersambung ***
__ADS_1