
Beberapa hari kemudian, setelah kejadian hari itu terlihat Sheila benar-benar masih canggung saat bertemu dengan Kaisar Jung. tapi karena semua ini adalah tugas yang harus dilaksanakan mau tidak mau Sheila harus bertatap muka dengan sang Kaisar, Entah mengapa Kaisar Jung hatinya merasa begitu senang saat melihat Sheila begitu canggung kepadanya. berbeda dari biasanya Karena Wanita itu hanya menganggapnya sebagai seorang kakak.
"Komandan, nanti aku ingin bicara denganmu. Aku minta kau datanglah ke paviliun Ku." pinta Kaisar Jung kepada Sheila.
Sheila menatap sang Kaisar, dia kebingungan dia masih teringat kejadian 2 hari yang lalu. "Baik Yang mulia." jawab Sheila yang masih sedikit kebingungan namun dia benar-benar ragu untuk mengatakan tidak.
"Komandan mawar Hitam, Bolehkah aku berbicara sesuatu padamu?" tanya menteri Hu feng alias penyihir Goryeo kepada Sheila.
"Memangnya ada apa menteri Hu?" tanya Sheila kepada menteri Hu.
"Bisakah kita berbicara sebentar karena ada sesuatu yang benar-benar ingin aku tanyakan padamu." jawab menteri Hu yang kemudian menunggu Sheila di luar istana kerajaan.
Langkah kaki Sheila terus berjalan, wanita itu memandang menteri Hu yang benar-benar memiliki Aura yang berbeda dari sang menteri yang biasa berdiskusi dengannya. saat berada di luar istana terlihat menteri Hu terus memainkan jari jemarinya, padahal pria itu tidak pernah sekalipun melakukan hal itu.
"Ada apa menteri? Apakah ada sesuatu yang membuatmu kebingungan?" tanya Sheila.
"Tentu saja ada sesuatu yang membuatku kebingungan, karena kemarin aku bertemu dengan seorang wanita cantik yang memasuki kediaman mu." jawab menteri Hu.
"Oh...,wanita itu. wanita cantik yang memasuki kediaman ke waktu itu?" tanya Sheila kepada sang menteri.
"Benar, Siapa wanita waktu itu, apakah dia kekasihmu atau calon istrimu?" tanya menteri Hu Balik.
"Bukan, dia hanyalah seorang wanita dari desa, dia kesini karena sesuatu hal dan dia mengirimiku beberapa obat-obatan yang sangat langkah." jawab Sheila.
"Benarkah? lalu di mana rumah wanita itu?" tanya Sheila.
Dilihat dari cara bicara sang menteri berarti pria tua itu mempunyai rencana yang sedikit licik, tentu saja Sheila yang mempunyai pemikiran licik seperti penyihir Goryeo. dia tidak akan membiarkan seorang pria yang menyamar menjadi menteri Hu akan dilepaskan begitu saja.
"Dia berasal dari desa Huashan." jawab Sheila
"Bolehkah aku berkenalan dan bertemu dengannya?" tanya menteri Hu balik kepada Sheila.
__ADS_1
"Kenapa kau harus bertanya padaku? tanya saja sama dia, cari saja dia di desa itu, menteri. lagipula kalau sudah mempunyai dua istri apakah kau ingin mencari istri lagi?" tanya Sheila sambil terus menatap wajah menteri Hu.
"Aku yakin kalau kau bukanlah menteri Hu, kau tidak mempunyai Aura ataupun jiwa pria malang itu. apa yang telah kau lakukan padanya? kau telah membunuhnya, Siapa dirimu..," ucap Sheila dalam hati yang terus ingin mengetahui siapa pria yang berani melakukan sesuatu dan memasuki kerajaan Shang dengan cara mengambil identitas menteri Huhu dan membunuhnya.
"Aku sudah bilang padamu, mawar hitam. Kenapa kau tetap di sini? cepat ikut aku!!" seru Kaisar Jung yang membuat Sheila hanya menghela nafasnya dengan begitu kasar.
Ingin hati dia menghindari sang Kaisar, malah pria itu terus-menerus membuatnya kebingungan dengan kondisi yang terjadi sekarang ini.
"Apa sih Yang mulia. Kenapa pria itu selalu membuatku kebingungan seperti ini." ucap Sheila.
Seorang wanita cantik terlihat berjalan mengejar Kaisar Jung. tiba-tiba wanita itu mengapit tangan sang Kaisar dan memeluknya begitu erat.
"Apa yang kau lakukan!" seru Kaisar Jung yang kemudian menarik tangannya dan mendorong tubuh Melan hingga wanita itu akan terjatuh.
Beberapa pejabat kerajaan berusaha untuk menolong wanita cantik yang malang itu,
"Mawar hitam, Apakah kau tidak dengar perintahku?!" seru Kaisar Jung yang kemudian meminta Sheila untuk mengikutinya. "Ampun deh..," ucap Sheila.
"Ada apa Yang mulia? Apakah ada sesuatu yang begitu penting?" tanya Sheila kepada sang Kaisar.
"Tentu saja ada sesuatu yang penting, kau telah mencurinya dari ku." jawab Kaisar Jung yang membuat Sheila yang duduk langsung berdiri karena terkejut dan kebingungan.
"Apa maksud Yang mulia? Memangnya apa yang telah hamba curi dari Yang mulia?" tanya Sheila yang membuat sang Kaisar tersenyum.
"Tentu saja kau telah mencuri sesuatu yang berharga dari ku, sekarang kembalikan hal itu!!" seru Kaisar Jung.
"Maaf Yang Mulia, hamba tidak membawa apapun dan tidak mengambil barang Yang mulia sama sekali." jawab Sheila.
"Tentu, kemarin..,kemarin Kau mengambil sesuatu dariku. aku merasa kehilangan." jawab Kaisar Jung sambil menatap Sheila yang benar-benar menampakan wajah kebingungan.
"Tapi, Yang mulia. apa yang telah hamba ambil dari Yang mulia? hamba tidak mengambil apapun." jawab Sheila.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak mengakuinya? Kenapa kau tidak mengakui kalau kau telah mengambil sesuatu yang berharga dari ku!" seru Kaisar Jung kembali.
Tiba-tiba wajah Sheila sedikit pucat karena dia merasa tidak mengambil sesuatu apapun dari sang Kaisar. "Yang mulia..,Sebenarnya apa yang ingin Yang mulia katakan? hamba tidak pernah mengambil sesuatu dari Yang mulia?" tanya Sheila yang sedikit emosi dengan kata-kata sang Kaisar.
"Tentu saja, apa yang kau lihat? kemarin kau telah melihat sesuatu.., sesuatu yang berharga dariku. Tentu saja itu adalah pencurian." jawab Kaisar Jung yang membuat Shela langsung terdiam.
Raut wajah Sheila tiba-tiba memerah, dia benar-benar malu saat kemarin melihat sesuatu yang memalukan. Sheila tertunduk, dia tidak bisa menatap wajah Kaisar Jung. Kenapa kau menunduk.
"Bukankah kau telah mengambil sesuatu dariku? Lalu kenapa kau mengatakan kalau kau tidak mengambil sesuatu dariku, itu namanya mencuri dan aku tidak mengijinkan seseorang mencuri dariku." jawab Kaisar Jung.
"Tapi Yang mulia...,itu kejadian tidak disengaja. saya kan tidak sengaja..," ucap Sheila sambil tersenyum kepada sang Kaisar.
"Aku tidak mau tahu, sebagai hukuman aku akan ke kediaman mu saat sore menjelang. Aku ingin kau memasak untukku setiap sore, jika tidak lihat saja apa yang akan aku lakukan." ucap sang kaisar yang kemudian berjalan meninggalkan Sheila yang wajahnya sudah memerah. jantungnya berdebar, tubuhnya terasa panas saat mengingat Kejadian beberapa hari yang lalu.
"Apes banget sih aku, Kenapa juga aku menggunakan kekuatanku dan tiba-tiba muncul di kamar Yang Mulia Kaisar. kalau hal itu tidak aku lakukan ini tidak akan terjadi." gerutu Sheila dalam hati yang kemudian memukul angin dengan sangat keras.
Kaisar Jung yang melihat hal itu tentu saja pria itu tersenyum. Akhirnya dia memiliki alat untuk membuat Sheila tunduk kepadanya.
"Ternyata para dewa memberikan aku jalan yang sangat mudah, dengan begitu dia tidak akan berani keluyuran lagi dan tidak akan berani melakukan sesuatu sama sekali." guman Kaisar Jung.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang ini? jika aku tidak melakukan semua yang diinginkan oleh Yang mulia pasti dia akan melakukan sesuatu yang tidak pernah aku pikirkan." ucap Sheila yang kemudian berjalan ke sebuah tempat.
"Sheila, Apa yang kau lakukan?" tanya Yula yang melihat Sheila terus mondar-mandir di sekitar kediaman sang Kaisar.
"Apa yang kakak lakukan disini?" tanya Sheila kembali.
"Tadi kakakmu memintaku Untuk mengantarkan sesuatu untuk Yang mulia." jawab Yula.
*** bersambung ***
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak ya. terima kasih untuk semua pembaca yang sudah mampir.😊😊❤️❤️❤️👍👍👍
__ADS_1