DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Menyerang Kerajaan dalam


__ADS_3

Angin mulai berhembus kencang, tubuh para pasukan bayangan mulai menarik bayangan para pengawal Sheila.


"Sihir air!" seru Sheila.


Terlihat para pasukan bayangan sudah mulai terpengaruh oleh sihir yang diberikan oleh Sheila, wanita itu menggunakan air sebagai mediasi untuk menyalurkan kekuatan sihirnya kepada para pengawal bayangan. terlihat seperti sudah tenggelam di sebuah lautan yang begitu besar. Hal itu membuat para pengawal pasukan bayangan sedikit berteriak.


"Yang mulia, apa yang mereka lakukan?" tanya pengawal Sheila kepada wanita itu.


"Apakah kalian mau lihat apa yang sedang mereka lakukan?" tanya Sheila.


"Sudahlah istriku, biarkan mereka seperti itu. lebih baik kita masuk ke dalam kerajaan ini, kita harus melakukan sesuatu jika mereka sampai Sudah menyerang kerajaan kita.., maka kita akan dalam bahaya." ucap kaisar Jung yang kemudian mengajak istrinya untuk segera masuk ke dalam kerajaan kota Tua.


"Cepat, kita pergi. suamiku sudah marah kelihatannya kepalanya sudah pusing." ucap Sheila yang kemudian meminta 10 pengawal bayangan untuk segera mengikutinya.


WUSSS...


WUSSS...


dalam hitungan detik saja ke 12 orang itu sudah memasuki gerbang dalam kerajaan kota Tua. Sedangkan para pasukan bayangan terlihat mereka sedang berada di dalam pusara ilmu sihir yang di berikan oleh Sheila.


Di sebuah atap bangunan terlihat Kaisar Jung dan istrinya sedang memantau seluruh pergerakan orang-orang yang ada di kerajaan kota Tua.


"Yang mulia, kita terlambat..," ucap Sheila.


"Apa maksudmu, istriku?" tanya Kaisar Jung kepada istrinya.


"Kelihatannya kita salah strategi," ucap Sheila.


"Ada apa istriku, Apakah adas sesuatu?" tanya Kaisar Jung.


"Tentu saja Yang mulia, ada sesuatu yang telah terjadi." jawab sang Kaisar.


"Apa Maksudmu, istriku. Memangnya apa yang terjadi, tolong katakan padaku." pinta Kaisar Jung.


"Kelihatannya separuh dari kerajaan ini sudah pergi untuk menyerang kerajaan kita." jawab Sheila.


DEG..


"Apa maksudmu istriku?" tanya sang Kaisar kembali.


"Aku bisa mencium aroma para pasukan itu ke arah utara kerajaan kita, jadi saat kita melakukan perjalanan ke sini mereka telah bersembunyi di suatu tempat." jawab Sheila.


"Jadi ini hanyalah tipuan?" tanya kaisar Jung.


"Tentu saja Yang mulia, pasti ada seseorang dari kerajaan kita yang telah berkhianat. Pasti orang itu telah memberikan peringatan kepada kerajaan ini." jawab Sheila.

__ADS_1


"Kalau begitu kita harus segera kembali ke Kerajaan." ucap Kaisar Jung.


"Jangan Yang mulia, jika mereka menyerang kerajaan kita yang tidak ada pemimpinnya maka kita akan menyerang kerajaan ini dan membantai pemimpin kerajaan ini. kita akan lihat siapa yang akan menang, kerajaan tanpa Kaisar atau kerajaan yang kaisarnya telah kita bunuh." jawab Sheila dengan nada suara yang begitu murka.


Para pengawal nampak menatap Ratu mereka yang mempunyai aura yang sangat menakutkan. kaisar Jung pun menatap istrinya, apa yang dikatakan oleh istrinya itu ada benarnya. Jika mereka telah mengerahkan para pasukannya untuk menyerang suatu kerajaan tanpa pimpinan, mungkin saja mereka akan menyerang para pejabat kerajaan. tapi jika sang Kaisar dan istrinya menyerang suatu kerajaan yang pemimpinnya masih berada di sana.., itu berarti Kaisar Jung dan Sheila menundukkan kerajaan itu.


"Baiklah kalau begitu, kita akan menghancurkan Kerajaan ini. kita akan lihat bagaimana kerajaan ini kita hancurkan. jika mereka tidak berlutut dibawah kaki kita maka kita bantai saja seluruh anak keturunan kerajaan ini." ucap Kaisar Jung yang kemudian mengeluarkan pedangnya.


12 orang akan melawan ratusan orang, mungkin sekitar 1000 orang yang masih tertinggal di kerajaan itu.


"Kita akan mengalami malam yang panjang suamiku, bahkan kita akan melakukan sesuatu yang benar-benar tidak akan pernah kita bayangkan. biasanya kita menyerang dengan ribuan pasukan kita, namun untuk malam ini kita hanya pergi dengan jumlah cuma 12 orang. kita hidup maka kita akan kembali, jika kita mati berada di sini Maka itulah nasib kita." ucap Sheila yang membuat sang Kaisar memeluk istrinya.


"Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padamu, akan ku bunuh seluruh orang-orang yang ada di kerajaan ini." ucap Kaisar Jung yang kemudian memegang pedangnya. pria itu terlihat menghembuskan nafasnya berulang kali.


"Kita bertarung saat ini maka kita akan berjuang untuk saat ini!!" seru Kaisar Jung yang kemudian mulai memerintahkan istri dan pasukannya untuk langsung menyerang istana kerajaan kota Tua.


"Serang!!" seru kaisar Jung.


"Hyaaa!!!" teriak para pengawal yang sudah melompat dari atas atap.


TRANGG..


TRANGG..


ZLEPP...


ZLEPP...


KRESSS...


Kaisar Jung dan istri, serta pengawalnya langsung membantai para penghuni kerajaan kota Tua. orang-orang yang ada di istana nampak sangat terkejut dengan serangan beberapa orang itu.


"Serang Mereka!!" seru seorang pengawal yang sudah memerintahkan para pasukan untuk menyerang kaisar jung dan yang lain.


TRANGGG...


TRANGGG...


suara pedang mulai beradu, para prajurit kerajaan kota Tua langsung menyerang sang Kaisar.


"Dinding batu!!" seru salah satu penyihir yang ada di kerajaan. nampak orang itu langsung menggunakan ilmu sihirnya untuk menyerang sang Kaisar bersama yang lain.


Sheila yang melihat hal itu seketika dia menghentakkan kakinya.


"Kembali!!" seru Sheila yang membuat dinding batu yang sudah berdiri kokoh itu tiba-tiba kembali menjadi di bebatuan dan tanah.

__ADS_1


Seorang pejabat militer yang melihat seorang wanita yang juga menguasai ilmu sihir itu nampak dia menatap Sheila dengan tatapan mata yang begitu tajam.


"Siapa Kalian, berani sekali kalian menyerang kerajaan kami!!" seru komandan kerajaan kota Tua.


"Seharusnya kami yang mengatakan hal itu, berani sekali kau mengerahkan pasukan untuk menyerang kerajaan kami!!" seru Kaisar Jung.


"Siapa kalian!!" seru komandan kerajaan kota Tua.


Sesaat kemudian terlihat seorang pria yang berusia sekitar 40 tahun itu keluar dari sebuah ruangan dengan tubuh yang begitu gagah. pria itu menatap sang Kaisar bersama rombongannya.


"Berani sekali kalian mencoba untuk menghancurkan Kerajaan ku!!" seru kaisar kerajaan kota Tua.


Seketika pria itu memutar tangannya, dia menghempaskan sesuatu kearah sang Kaisar bersama kelompoknya.


Sheila langsung menghempaskan sebuah batu besar itu, dia menyerang balik kaisar kerajaan kota tua dengan serangan yang begitu hebat.


"Aku benar-benar tidak akan melepaskan Kalian !!" seru komandan kerajaan kota Tua.


"Baiklah kalau begitu, cobalah. kau adalah lawanku!!" seru Sheila.


Terlihat kaisar Kerajaan kota Tua itu menatap seorang wanita yang memiliki Aura kekuatan yang benar-benar sangat hebat.


"Wanita ini memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, aku yakin dia bukanlah wanita sembarangan. dia menyamarkan wajahnya pasti dia bukanlah wanita yang memiliki wajah sesederhana itu." ucap kaisar kerajaan kota Tua .


"Yang mulia, kau seranglah para pasukan. aku akan menangani para Penyihir itu!!" seru Sheila.


"Tidak istriku, aku akan membantumu. Aku tidak akan membiarkan Mereka mencoba untuk menyentuhmu." ucap Kaisar Jung.


Para pengawal sang Kaisar dan Sheila nampak sudah bertarung dengan begitu sengit, mereka berusaha untuk mengalahkan para pengawal prajurit kerajaan kota Tua.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu.


- mantan terindah


Terima kasih banyak 😊👍👍👍❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2