DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Pesta kemenangan


__ADS_3

Akhirnya suara kebahagiaan sudah terdengar di telinga seluruh penduduk kerajaan Shang, mereka benar-benar begitu bahagia karena mereka sudah dapat mengalahkan kerajaan kota Tua.


"Hidup Yang mulia Kaisar, hidup Yang mulia Permaisuri!!" seru para rakyat Kerajaan Shang.


Semua perjuangan yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di kerajaan itu bagaikan kemenangan yang sangat luar biasa, darah yang sudah mengalir membuat mereka akan mempertahankan semua yang mereka miliki. mereka tidak akan melepaskan satu kesempatan pun, mereka akan mempertahankan semua yang telah mereka perjuangkan.


~ Keesokan hari ~


Suara kebahagiaan, sudah terdengar di penjuru kerajaan. para rakyat dan pejabat kerajaan saling bahu-membahu untuk memperjuangkan kehidupan mereka, mereka juga sudah mulai membangun kembali tempat yang sudah rusak itu. mereka juga sudah membangun semua yang telah hancur.


"Yang mulia, kelihatannya kita harus mengerahkan seluruh prajurit untuk melakukan pembangunan besar-besaran. karena situasi kerajaan ini sangat kacau." ucap Lian Ying.


"Tenang saja, kalian lakukan semua yang perlu kita lakukan, lakukan saja. oh ya jangan lupa kau harus membangun kembali pintu gerbang perbatasan kerajaan kita dan desa sebelah. mereka masih belum mau untuk bersatu menjadi rakyat kita, jadi kau harus membangun gerbang perbatasan di sana." ucap Kaisar Jung.


"Baik Yang mulia." jawab Lian Ying.


~ Satu bulan kemudian ~


"Suamiku." panggil Sheila kepada sang suami.


"Ada apa, isteriku?" tanya kaisar Jung kepada Sheila.


"Suamiku, Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan?" tanya Sheila kepada sang suami.


"Memangnya apa yang aku sembunyikan, isteriku?" tanya Kaisar Jung kembali.


"Mengapa aku melihat ada pakaian seorang wanita di ruang kerjamu? Apakah kau membawa seorang wanita ke sana?!" tanya Sheila yang membuat sang Kaisar sangat kebingungan. karena tidak pernah sekalipun ada seorang wanita yang dia biarkan memasuki ruangannya.


"Buat apa aku memasukkan seorang wanita ke ruang kerjaku? di sana Ada Lian ying. apakah kau ingin kakakmu itu menebas kepalaku?" tanya Sheila yang membuat Sheila langsung terdiam.


"Apakah kau yakin?" tanya Sheila kembali.


"Dengarkanlah istriku, aku bukanlah seorang pria mata keranjang ataupun seorang pria yang ingin bermain dengan istriku." jawab Kaisar Jung.


"Lalu bagaimana bisa ada pakaian seorang wanita di tempatmu?" tanya Sheila kembali.


"Aku tidak tahu Istriku, Memangnya kenapa aku harus mencari masalah denganmu? lagipula aku tidak menyukai keberadaan wanita lain selain dirimu." jawab Kaisar Jung yang membuat Sheila sedikit tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, tapi jika kau mau main-main denganku lihat saja aku pasti akan membuatmu mendapatkan pembalasan." ucap Sheila yang membuat suaminya itu hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ada Apa Dengan istriku? beberapa hari ini dia benar-benar membuat kepalaku pusing, dia selalu mencurigai ku tanpa alasan. memang benar ada beberapa wanita yang selalu mencoba untuk mendekati ku, tapi buat apa.., Istriku adalah seorang wanita yang sangat sempurna. lalu untuk apa aku mencari wanita lain." guman Kaisar Jung dalam hati.


Sang Kaisar menatap istrinya yang sedang menggerakkan tubuhnya. "Isteriku apakah kau ingin makan sesuatu?" tanya Kaisar Jung yang membuat Sheila sedikit kebingungan.


"Memangnya kau ingin makan apa, suamiku?" tanya Sheila kembali.


"Entahlah, tapi aku ingin makan sesuatu. lidahku sedikit pahit." jawab sang Kaisar.


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke luar Kerajaan, kita menyapa para rakyat kita sambil mencari makan." ucap Sheila.


"Kau benar." jawab sang Kaisar.


Sepasang suami istri itu akhirnya keluar dari Kerajaan, Mereka terlihat begitu bahagia. sang kaisar membawa sang istri dengan menaiki kereta kuda saat berada di tempat itu terlihat tatapan mata sang Kaisar menatap makanan yang ada di sekitar pasar kerajaan.


"Isteriku, Ayo kita turun." pinta Kaisar Jung.


"Memangnya ada apa, suamiku?" tanya Sheila kembali.


"Aku ingin makan makanan itu." jawab sang Kaisar.


Sheila menatap heran suaminya itu, memang Kaisar Jung adalah pria yang tidak pernah memilih makanan. namun pria itu adalah pria yang sangat overprotektif saat makan sesuatu.


Tak Ada jawaban dari sang Kaisar, pria itu membeli jajanan pasar satu persatu. seorang pengawal dan dayang yang berada di belakang tubuh Kaisar. juga nampak sangat terkejut.


Seorang Kasim membayar makanan yang dimakan oleh sang Kaisar.


"Isteriku, Ayo kita makan ke rumah makan itu. perutku lapar." pinta sang kaisar yang membuat Sheila kembali kebingungan.


"Ada apa dengan pria ini? kenapa tiba-tiba dia makan dengan begitu rakus? dia seperti tidak makan selama bertahun-tahun." ucap Sheila.


"Ayolah istriku, Aku menginginkan makanan yang ada di rumah makan itu!!" seru Kaisar Jung Yang merengek meminta istrinya untuk membelikannya makanan yang ada di di rumah makan.


Para pelayan dan pemilik Rumah Makan nampak mereka menatap seorang pria yang membebaskan mereka dan menolong mereka sewaktu mereka menjadi jajahan para pasukan kerajaan kota tua.


"Yang mulia kaisar! Yang mulia permaisuri." ucap si pemilik rumah makan.


Sheila dan sang Kaisar menganggukkan kepalanya, 5 orang itu nampak duduk di meja.


"Kalian duduk di sana, biar aku duduk berdua dengan istri ku!" perintah sang Kaisar yang membuat 1 dayang, 1 pengawal dan 1 Kasim itu langsung mencari tempat sendiri.

__ADS_1


"Berikan aku makanan yang paling lezat di tempat ini." pinta Kaisar Jung yang membuat Sheila menganggukkan kepalanya.


"Apakah Yang mulia ingin makan sesuatu yang lain?" tanya pemilik rumah makan.


Tak berselang lama beberapa makanan itu sudah tersaji di meja, Sheila yang melihat hal itu nampak wanita itu benar-benar kebingungan. karena selama ini suaminya itu tidak pernah melakukan hal itu, malah sekarang suaminya seperti seorang pria yang sangat kelaparan.


"Suamiku, Apakah kau baik-baik saja? Kenapa kau seperti seorang pria yang tidak makan selama berbulan-bulan?" tanya Sheila yang membuat sang Kaisar menatap istrinya.


"Entahlah istriku, beberapa waktu ini aku benar-benar ingin makan banyak. Aku ingin melakukan sesuatu, Aku ingin makan..," jawab Kaisar Jung.


"Tapi, apakah kau baik-baik saja suamiku? tidak biasanya kau makan sebanyak itu?" tanya Sheila.


"Besok biar tabib yang memeriksa ku, Apakah ada sesuatu yang salah denganku? Aku benar-benar ingin makan sesuatu yang aku lihat semuanya. seperti aku memiliki dua tubuh di jiwaku." jawab Kaisar Jung.


"Baiklah suamiku, Nanti kalau sudah sampai di kerajaan Aku harap kau segera memanggil tabib, karena aku takut kalau kau salah minum obat hingga membuatmu seperti ini." ucap Sheila yang kemudian memakan makanan yang sudah tersaji.


Para pelayan yang ikut dengan Kaisar juga nampak mereka menatap Kaisar mereka yang bertingkah sedikit aneh.


"Kasim, Aku dulu pernah melihat istriku seperti itu saat dia hamil muda." ucap si pengawal.


"Maksudmu?" tanya si Kasim kembali.


"Kaisar Jung seperti seorang wanita yang sedang hamil." jawab sang pengawal yang membuat kasim menatap kaisarnya itu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu.


- mantan terindah


Terima kasih banyak 😊👍👍👍❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2