
"Ya sudah kalau begitu, aku mau kembali dahulu. Aku mau beristirahat dahulu Kak..," ucap Sheila yang sudah berpamitan kepada Yura.
"Baiklah kalau begitu, kau harus ingat. segeralah beristirahat karena yang aku dengar beberapa hari lagi kau akan pergi berperang bersama kakakmu." ucap Yula yang kemudian memberikan sesuatu kepada salah satu penjaga kediaman sang Kaisar.
Beberapa saat kemudian Sheila sudah berada tempatnya, dia langsung berjalan ke arah pemandian yang berada di belakang tempatnya. dia mengistirahatkan tubuhnya, merendam dirinya sembari memikirkan semua kata-kata yang diucapkan oleh sang Kaisar.
"Apa salahku di kelahiran yang dahulu hingga aku yang mempunyai kekuatan sihir harus terjebak oleh siasat Yang mulia Kaisar." ucap Sheila yang terus merendam tubuhnya di danau kecil. dia menggunakan kekuatan sihirnya untuk membuat danau kecil itu terasa hangat.
Tak berselang lama Sheila sudah merasakan kehadiran seseorang yang menembus pagar sihirnya.
"Yang mulia..,apa yang Yang mulia lakukan di tempat ini? apa dia tidak tahu kalau aku sedang berendam di sini? gawat...," ucap Sheila yang kemudian menggunakan kekuatan sihirnya.
Wanita itu sudah mengenakan pakaiannya secara rapi dan cantik. dia berjalan ke arah Kaisar Jung dengan kondisi tubuh sedikit basah, rambut Yang basah terurai panjang dan wajah yang begitu berseri.
"Yang mulia, Bisakah Yang mulia tidak nyelonong seperti itu? ini adalah kediamanku Yang mulia. Kenapa yang mulia main masuk seperti itu." ucap Sheila.
"Kau saja berani keluar masuk ke kediaman ku, kenapa aku tidak boleh." jawab Kaisar Jung yang membuat Sheila terdiam.
Sesaat kemudian datang seorang pria ke tempat Sheila, pria itu terlihat begitu terkejut saat di tempat itu sudah ada sang Kaisar bersama adiknya.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Lian Ying yang melihat Kaisar Jung Bersama Sheila.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya sang Kaisar.
"Bisa tidak Kalian pergi dari tempatku? kalau kalian berdua disini kepalaku pusing. aku mau beristirahat karena besok aku harus mengatur strategi peperangan." ucap Sheila yang kemudian mengusir sang Kaisar bersama kakaknya.
"Kau sudah janjikan untuk membuatkan aku masakan jika kau tidak menepatinya. maka kau tahu sendiri akibatnya." jawab sang Kaisar.
"Yang mulia, apa yang Yang Mulia lakukan? Kenapa Yang mulia mengancam adik hamba?" tanya Lian Ying.
"Kau jangan ikut campur, Lian. karena mulai sekarang wanita ini adalah milikku, dia tidak boleh Bersama siapapun. dia bisa keluar dari kerajaan ini cuma bersamaku, aku tidak akan mengijinkan dia bersama pria lain." jawab sang Kaisar sambil tersenyum kepada Lian ying.
Sheila dan Lian Ying menatap satu sama lain, kata-kata yang diucapkan oleh kaisar Jung benar-benar bagaikan titah hidup yang membuat Sheila sangat kebingungan.
__ADS_1
"Yang mulia, apa yang Yang mulia katakan. hamba bukanlah barang Yang mulia." ucap Sheila yang sedikit kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh pria itu.
"Karena kau telah mengambil sesuatu milikku, jadi mulai sekarang kau adalah milikku. kau tidak akan bisa bersama pria manapun, Karena Kau mempunyai stempel kepemilikan ku." jawab Kaisar Jung yang membuat Lian Ying langsung menelan ludahnya sendiri.
Ternyata sahabatnya itu benar-benar sudah jatuh hati kepada adiknya.
"Kakak, Bisakah Kakak membawa Yang Mulia Kaisar pergi dari kediamanku?" tanya Sheila yang membuat Lian Ying menggelengkan kepalanya.
"Maafkan aku, adik. kakak mu tidak bisa melakukan hal itu, kau tahu sendiri kan titah itu sudah turun dari mulut Yang mulia sendiri. jadi mulai sekarang kau adalah milik Yang mulia." jawab Lian Ying yang sedikit kebingungan.
"Apa maksud kakak, kenapa Kakak melakukan hal itu padaku?!" seru Sheila.
"Sudahlah She, mulai sekarang kau adalah calon istriku. Jadi kau tidak akan bisa melirik pria lain selain aku." ucap sang Kaisar.
"Lalu, Bagaimana pandangan orang-orang yang ada di kerajaan Yang mulia. Apakah mereka tidak akan mencibir kalau Yang mulia akan menikahi seorang pria?" tanya Sheila sambil tersenyum kepada kaisar Jung.
"Ngapain juga aku harus melakukan hal itu, mulai sekarang setiap sore aku akan makan di sini bersamamu dan kau tidak akan bisa keluar dari kerajaan ini tanpa kehadiranku." jawab sang Kaisar.
Setelah kejadian hari itu akhirnya Kaisar Jung sering sekali ke kediaman Sheila, bahkan pria itu secara terang-terangan membawa salah satu kasim dan membawa ke tempat Sheila
"Apa yang kau lakukan Kasim? tutup matamu Jangan melihatnya, kalau kau berani menatapnya terus seperti itu akan ku congkel matamu." ucap Kaisar Jung yang membuat Sheila memukul pria itu.
"Bisa tutup mulut sebentar tidak Yang mulia, aku sedang melakukan sesuatu mengenai kerajaan yang akan menjadi lawan kita itu." ucap Sheila.
"Memangnya ada apa?" tanya Kaisar Jung.
"Kita harus mencari tahu siapa sebenarnya dayang Melan juga menteri Hu feng yang sebenarnya." ucap Sheila.
"Kau benar, dia sudah membuat beberapa kerusakan di salah satu barak kerajaan." ucap sang Kaisar.
"Apakah kau tidak mempunyai pandangan sama sekali, adik ku?" tanya Lian ying kepada adiknya.
"Dia memiliki sihir, bahkan sihir yang dia miliki lebih hebat daripada penyihir dari kerajaan Xiang." jawab Sheila.
__ADS_1
"Tapi, adakah sesuatu yang kau rasakan?" tanya sang kasar kembali.
"Aku bisa merasakan sesuatu Yang mulia. aku bisa merasakan mengenai masa lalu, masa lalu dari semua perjalanan hidupmu." jawab Sheila.
"Maksudmu?' tanya Kaisar Jung.
"Wanita yang bernama Melan adalah wanita dari masa lalu Yang mulia." jawab Sheila.
"Apakah maksudmu Dia adalah orang yang kita cari?" tanya Lian ying.
Sheila menganggukkan kepalanya,
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Lian ying kembali.
"Jika benar kalau wanita itu adalah ratu melan, maka dia kembali ke kerajaan ini dengan membawa semua dendam yang dia miliki." jawab Lian Ying.
"Jika memang dia adalah ratu kedua, apa yang ingin dilakukan di tempat ini?" tanya sang Kaisar.
"Dia menginginkan dirimu Yang mulia, dia menginginkan dirimu untuk menjadi pendamping hidupnya." jawab Sheila dengan nada suara yang begitu tegas.
Kaisar Jung menatap Sheila, tatapan matanya menelisik Sheila, karena dia yakin kalau Sheila sedang cemburu kepada dayang kerajaan Ang yang sekarang berada di kerajaan Shang.
"Apakah kau sedang cemburu?" tanya sang Kaisar.
"Tidak Yang mulia, tapi wanita itu menginginkan dirimu untuk menjadi pendamping hidupnya. dia ingin menguasai kerajaan ini dan mendapatkan semua kekuasaan yang ada di tempat ini." jawab Sheila.
"Kalau wanita itu berada di sini berarti penyihir itu juga ada di sini." ucap Lian Ying.
"Mungkin saja, tapi aku belum bisa merasakan keberadaan dari penyihir itu." jawab Sheila.
"Kalau begitu kita harus berhati-hati karena kemungkinan dia terus membuat para menteri terpecah-belah." ucap sang kaisar yang kemudian membicarakan mengenai rencana yang harus mereka lakukan.
*** bersambung ***
__ADS_1
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak ya. terima kasih untuk semua pembaca yang sudah mampir.😊😊❤️❤️❤️👍👍👍