DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Masa depan baru


__ADS_3

Semua rencana yang telah disusun oleh Melan untuk mencelakai Sheila yang sedang mengandung itu nampak dia terus mencari celah.


"Aku akan melenyapkan mu dan anak yang ada di kandunganmu." guman Melan yang berada tidak jauh dari Sheila. wanita itu benar-benar begitu licik, hatinya begitu busuk karena dia selalu memikirkan cara untuk mencelakai orang lain.


"Lihat saja, aku pasti akan membuatmu merasakan apa yang pantas Kau dapatkan." ucap Kaisar Jung yang terlihat terus memantau semua pergerakan dari melan.


"Yang Mulia, kelihatannya wanita itu benar-benar ingin mencelakai Yang Mulia permaisuri." ucap pengawal bayangan.


"Tenanglah, biarkan dia melakukan apa yang ingin dilakukan. namun jika sampai dia sudah melakukan hal itu langsung potong tangannya, jangan biarkan dia tenang." perintah sang Kaisar.


"Baik Yang mulia." ucap pasukan pengawal bayangan yang kemudian memantau semua pergerakan dari Melan ini.


"Ternyata salah satu anak buahku berkhianat padaku." ucap Kaisar Jung yang terlihat benar-benar begitu marah.


"Apakah mereka juga akan diberi hukuman juga, Yang mulia?" tanya pengawal bayangan.


"Tentu saja, kerahkan sisa dari anggota mu. bunuh seluruh orang yang berusaha untuk mencelakai isteriku, jangan sampai mereka lepas!!' seru Kaisar Jung yang kemudian membuat beberapa pengawal bayangan yang sedang bersembunyi itu menampakan wujud mereka.


"Hari ini akan kupastikan kalau mereka semua akan kehilangan nyawa, aku tidak akan membiarkan mereka hidup tenang dengan semua yang pantas mereka dapatkan." ucap Kaisar Jung yang terlihat benar-benar begitu murkah. pria itu sudah memutuskan akan memberikan hukuman kepada siapa saja yang berani menghianatinya.


Terlihat langkah kaki melan sudah keluar dari kediamannya, wanita itu berjalan menuju kediaman Sheila. dia sudah membawa beberapa masakan yang sudah dicampur dengan racun, racun itu memang tidak membunuh dalam waktu yang sangat cepat. racun itu hanya akan menggerogoti tubuh orang yang meminumnya sedikit demi sedikit


"Aku tidak akan membiarkanmu lepas begitu saja, lihat saja akan kupastikan kalau kau akan segera kehilangan nyawa. aku akan mengambil Yang mulia Kaisar, akan ku jadikan dia suamiku." ucap melan yang terlihat begitu antusias untuk mendapatkan sang Kaisar.


"Mengapa aku harus melakukan hal ini,, tapi ini akan membuat kesenangan semakin besar saat wanita itu dipermainkan oleh anak buah ku." guman Kaisar jung.


Rencana pemberontakan yang di susun oleh salah satu menteri di Kerajaan shang. Hal itu membuat Sheila dan Kaisar Jung benar-benar begitu marah, mereka berdua sudah berjanji tidak akan melepaskan Sheila sama sekali..

__ADS_1


Di sebuah paviliun yang sedikit sederhana namun terkesan begitu mewah, terlihat di sana ada seorang wanita duduk dengan begitu anggun sambil menatap tumbuh-tumbuhan yang ada di depan kediamannya.


"Yang mulia," Panggil melan kepada Melan.


"Ada apa?" tanya Sheila balik.


*Apa yang Yang mulia lakukan disini, kenapa Yang Mulia tidak berada di kamar saja?" tanya melan kepada Sheila yang melihat kalau wanita itu sedang duduk dengan manis di kursi yang ada di luar kediamannya.


"Aku sedang melihat-lihat tanaman yang ada di sana, Lalu kamu ngapain disini?" tanya Sheila kembali.


"Saya membuat makanan tadi, kemudian saya teringat kalau Yang mulia Kaisar suka dengan makanan ini." ucap Melan.


"Ya sudah kalau begitu, aku pasti akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan semuanya kembali." jawab Kaisar Jung.


Tatapan mata Sheila menatap makanan yang dibawakan oleh melan, Dia sedikit tersenyum saat melihat wujud sebenarnya dari makanan yang dibawa oleh melan.


"Tidak Yang mulia, tadi hamba membawakan makanan ini khusus untuk Yang mulia permaisuri." ucap Melan yang masih bersikukuh.


"Maka dari itu .., aku sangat tidak menyukai bentuk masakan yang kau buat ini." jawab Kaisar Jung yang membuat orang-orang yang ada di tempat itu. mereka langsung berdiri untuk memberikan hormat kepada sang Kaisar.


"Kamu Kemana, isteriku?" tanya Kaisar Jung.


"Tentu saja mau berdiri." jawab Sheila.


Kaisar Jung dan para pengawalnya langsung keluar seketika, Melan langsung ditarik paksa untuk menjalani hukumannya. karena dia benar-benar sangat lancang berusaha untuk membunuh permaisuri dari kerajaan itu.


Entah apa yang terjadi, ketika makanan yang dibawa oleh Sheila itu terasa aneh. Hal itu membuat Kaisar terdahulu juga merasakan apa sekarang dihasilkan oleh Melan.

__ADS_1


~Satu tahun kemudian ~


Seorang penerus tahta kerajaan sudah terlahir, Sheila melahirkan sepasang anak kembar.


-putra mahkota Jun Yao


-putri Xianmei


"Hidup dewa perang, hidup Ratu sihir!!" seru para rakyat Kerajaan Shang. 1 tahun yang lalu kabar mengenai kehamilan Sheila sudah menyebar. satu tahun kemudian Sheila sudah melahirkan seorang putra dan putri. kebahagiaan Kaisar Jung benar-benar sudah lengkap, dalam 1 kelahiran sang kaisar di karuniai dua anak kembar sekaligus. kedua anak sang Kaisar masih berusia beberapa bulan, namun kebahagiaan itu selalu dirasakan oleh sang Kaisar dari waktu ke waktu.


"Suamiku, Lebih baik kau kembalilah ke aula istana, aku akan menunggu di barak kerajaan bersama Kakakku." ucap Sheila.


"Tidak istriku, Aku ingin bersamamu dan anak-anak kita. Aku tidak ingin meninggalkanmu dan dua buah hatiku ini." jawab sang kaisar yang terlihat begitu bahagia. apalagi yang bisa dikatakan oleh sang Kaisar, semua kebahagiaan rasanya begitu lengkap. dia sudah mendapatkan segalanya, seorang pria yang mempunyai julukan dewa perang dan istrinya mempunyai julukan Ratu sihir yang selalu menguasai ilmu, strategi peperangan yang begitu luar biasa para pasukan penyihir milik sila begitu tersohor di seluruh kerajaan yang ada di muka bumi.


Guru jenggot putih sekarang berada di kerajaan untuk membantu Sheila menata kerajaan, pria tua itu berjanji akan menjadikan kerajaan-kerajaan lain agar tidak terjadi peperangan yang membuat para rakyat tidak berdosa semakin menderita.


"Apa yang sedang dilakukan cucuku ini?" tanya guru jenggot putih kepada Sheila.


"Guru, apa yang guru lakukan di sini dan kapan guru sudah kembali?" tanya Sheila kepada guru jenggot putih.


"Sebenarnya guru ingin berada di tempat guru untuk beberapa waktu, namun guru benar-benar tidak bisa tenang di sana." Jawab guru jenggot putih.


"Memangnya ada apa guru? Apakah ada sesuatu yang membuatmu tidak tenang?" tanya Sheila.


"Tentu saja ada sesuatu yang membuatku tidak tenang berada di sana, kedua sinar mentari ini membuatku selalu mencari sinar yang menyejukkan mataku. kalau berada di sana aku seperti berada di ruangan gelap yang tidak menunjukkan apapun." jawab guru jenggo putih.


Kaisar Jung yang mendengar perkataan guru jenggot putih, tentu saja pria itu tersenyum.

__ADS_1


"Begitulah guru, aku juga sama seperti guru. saat berada jauh dengan isteri dan anakku.., aku benar-benar merasakan penderitaan yang panjang." jawab kaisar Jung.


__ADS_2