
Ketika malam telah menunjukkan semilirnya, terlihat Kaisar Jung dan Sheila sedang berada ada di sebuah tempat.
"Bagaimana Apakah kau sudah melakukan apa yang aku minta istriku?" tanya Kaisar Jung kepada istrinya.
"Tentu saja Suamiku, aku sudah melakukan semua yang kau minta. tapi kau harus tahu ada sesuatu yang tidak akan bisa kita lakukan untuk saat ini." jawab Sheila.
"Maksudmu apa istriku?" tanya Kaisar Jung kembali.
"Ternyata di tempat ini seluruh penduduknya hampir 70% adalah seorang penyihir." jawab Sheila.
"Apa! sebanyak itu?!" tanya Kaisar Jung yang sangat terkejut karena berita yang diberikan oleh isterinya.
"Aku saja benar-benar sangat terkejut, suamiku. Bagaimana tidak, Ternyata di kerajaan ini adalah sarang dari para penyihir. Bahkan aku juga baru mengetahui kalau penyihir Goryeo adalah penyihir yang terlahir dari tempat ini." jawab Sheila.
"Maksudmu pria itu terlahir dari tempat ini?" tanya kaisar Jung yang berulang kali mengatakan hal itu.
"Benar suamiku, kemungkinan besar pria itu adalah seorang pria yang terlahir dari salah satu penyihir yang terlahir dari tempat ini." jawab Sheila.
"Kalau di tempat ini ada penyihir yang mempunyai kekuatan kekuatan sihir hampir 70%, kemungkinan besar para pejabat kerajaan mempunyai kekuatan itu." ucap sang Kaisar.
"Kalau kita berperang dengan Kerajaan ini tentu saja kita akan kalah telak atau mungkin kita akan menjadi bahan mainan di tangan mereka." ucap Sheila yang membuat 10 pengawal yang bersama dengan sang Kaisar nyalinya langsung menciut.
"itu tidak mungkin, kau tidak boleh melakukan hal itu, aku yakin kalau para pasukanku mempunyai kekuatan yang sangat hebat. aku yakin kalau para pasukanku mempunyai sesuatu yang pantas untuk dibanggakan." jawab kasar Jung.
"Tentu saja Yang mulia, tapi kita harus mencari tahu mengenai sihir yang dimiliki oleh para penduduk Kerajaan ini. jika kita tidak mempunyai informasi mengenai sihir yang ada di kerajaan Ini kemungkinan besar kita terjerumus pada jebakan kita sendiri." ucap Sheila kembali.
Terlihat para pengawal menghela napasnya dengan begitu kasar, mereka seolah membayangkan jika sampai mereka menjadi bahan bulan-bulanan para penyihir di tempat ini .
"Kita seperti masuk ke lubang buaya." ucap salah satu pengawal.
"Kalau buaya lebih baik kan, Ini sih lebih dari buaya. kita semua akan masuk kedalam 1 jebakan mulut raksasa." jawab Satu pengawal kembali.
"Tapi, kau tahu sendiri kan. Kalau waktu itu Yang mulia permaisuri membuat tiga raksasa yang bisa mengalahkan 6 raksasa milik penyihir kerajaan Xiang. jadi aku yakin permaisuri mempunyai jalan keluar mengenai masalah ini." ucap salah satu pengawal kembali.
"Kau benar, pasti Yang mulia permaisuri mempunyai rencana yang benar-benar sangat matang." jawab sang pengawal.
Sesaat kemudian Sheila sudah memasuki sebuah wilayah yang ada di kerajaan itu, namun ternyata rencana mereka sudah diketahui oleh Sam Lao bersama para anak buahnya.
__ADS_1
"Kalian mau kemana?!" seru sam Lao yang sudah menghadang Sheila, Kaisar Jung bersama beberapa pasukannya.
"Tentu saja aku akan mencari sesuatu di kerajaan ini, memangnya siapa kau?!" seru sang Kaisar.
"Aku tidak akan membiarkan Kalian pergi hidup-hidup!!" seru Sheila yang kemudian menggunakan kekuatan sihirnya untuk menyerang.
Sheila terus melihat Apa yang dilakukan oleh pria itu, sesaat kemudian wanita itu memberikan serangan balik kepada pria yang bernama Sam Lao.
"Pusara batu!!" seru Sheila yang membuat Sam Sam Lao bersama parah anak buahnya langsung membeku bagaikan mereka adalah batu.
"Apa-apaan ini, siapa wanita itu? hanya satu kali kekuatannya dia membuat kita semua membeku menjadi batu." ucap Sam Lao.
"Kelihatannya wanita ini bukan wanita biasa Tuan." jawab Salah satu anak buah Sam Lao.
"Tentu saja aku bukanlah wanita yang mudah dikalahkan, kalian kira kalian akan bisa menang dariku!!" seru Sheila yang kemudian memutar salah satu tangannya dan menghempaskan Sam Lao dengan begitu mudahnya.
"Jadi kekuatan mereka itu cuma sebatas ini, aku kira mereka mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa." guman Sheila sambil menghentakkan kakinya ke tanah. "Peti batu!" seru Sheila yang membuat tanah langsung naik ke permukaan dan membungkus orang-orang itu meninggalkan kepala mereka saja.
"Ternyata kalian ini hanya seorang pria yang mudah di kalahkan." ucap Sheila.
"Tentu saja kami menyerang kalian secara tiba-tiba, Kalau bicara dulu itu bukan namanya serangan." jawab Sheila.
"Wanita kurang ajar, muka jelek!!" seru Sam Lao.
"Huh.., memang aku fikirkan perkataan kalian." ucap Sheila.
"Akan ku balas kau!!" teriak Sam Lao.
"Coba saja, dasar muka badak!" seru Sheila yang kemudian meninggalkan tempat itu.
"Apa yang terjadi? Kenapa wanita itu bisa menggunakan kekuatan sihir sama seperti kita?" tanya salah satu anak buah Sam Lao.
"Aku juga tidak tahu, aku saja sangat terkejut ketika wanita itu menggunakan kekuatannya." jawab Sam Lao.
"Apa yang harus kita lakukan,Tuan? kita membeku seperti ini." ucap salah satu anak buah Sam Lao.
"Tentu saja aku akan menghancurkan peti batu ini, berani sekali dia membungkus aku dengan peti batu Ini. lihat saja aku pasti akan memberikannya pelajaran, mukanya sudah jelek banyak tingkah." ucap Sam Lao yang kemudian menggunakan kekuatan sihirnya untuk menghancurkan peti batu yang yang di dibuat oleh Sheila.
__ADS_1
Terlihat Sheila dan rombongannya sudah berada di sekitar area kerajaan.
"Yang mulia, kau harus berhati-hati. kelihatannya mereka sudah mengetahui keberadaan kita." ucap Sam Lao.
"Kau Tenanglah istriku, kami akan baik-baik saja." Jawab Kaisar Jung.
Setelah mengatakan hal itu, ternyata beberapa pasukan bayangan yang diselimuti oleh Aura sihir gelap Sudah bermunculan di hadapan mereka semuanya.
"Nyonya apa ini? Siapa Mereka!!" seru para pengawal yang bertanya kepada Sheila.
"Mana aku tahu, kau kira aku emaknya mereka." jawab Sheila yang kemudian melindungi tubuhnya, begitu pula dengan Kaisar Jung. para pengawal bayangan hitam dari kerajaan kota Tua langsung menyerang Kaisar Jung dan rombongannya. sang Kaisar mencoba untuk menyerang para pasukan bayangan, ternyata kekuatan dari para pasukan bayangan bisa dibilang sangat luar biasa. Bahkan mereka mengaliri pedang yang mereka pakai dengan kekuatan sihir dan racun yang sangat hebat.
"Yang mulia, kau harus hati-hati. racun yang ada di pedang itu sudah dilumuri oleh sihir hitam, siapapun yang mengenai pedang itu bukan hanya akan mati..,mayatnya akan langsung musnah." ucap Sam Lao.
"Apa maksudnya?" tanya para pengawal.
"Kalian harus menangkis serangan pedang itu, jika kalian tidak bisa.., bahkan mayat kalian sekalipun tidak akan bisa berwujud." ucap Sheila.
Setelah mendengar perkataan permaisuri kerajaan, tentu saja para pengawal langsung bersiap siaga. Sheila mulai menggunakan kekuatan sihirnya untuk melindungi para pasukan yang dia bawa, tidak lupa wanita itu menggunakan kekuatannya untuk melindungi sang suami.
"Energi bayangan." ucap Sheila yang sudah menggunakan kekuatan sihir untuk menyelimuti para pengawal dan suaminya agar tidak tertembus oleh kekuatan sihir.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu.
- mantan terindah
Terima kasih banyak 😊👍👍👍❤️❤️❤️
__ADS_1