DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Debaran di hati sang Kaisar


__ADS_3

Seorang pria terlihat sedang menatap Sheila dari tempat yang tidak jauh dari dia dan kaisar Jung.


"Wanita itu benar-benar membuatku sesak nafas, dia benar-benar membuatku jatuh cinta. wanita itu benar-benar membuatku merasakan getaran yang sangat luar biasa." ucap penyihir Goryeo. Pria tua yang tidak tahu Berapa usianya itu terlihat benar-benar jatuh hati kepada Sheila. Bahkan dia terus membuntuti Sheila ketika berada di pasar. "Siapa pria yang bersama dengan gadisku itu? berani sekali dia terus mengikutinya, Apakah dia saudaranya?" tanya penyihir Goryeo dalam hati sembari terus menatap Sheila yang terus berbelanja di pasar. bahkan Kaisar Jung dibuat geleng-geleng kepala karena dia membawa begitu banyak belanjaan Sheila.


"Mawar hitam, Apakah kau tidak bisa menghentikan semua kelakuanmu ini?" tanya Kaisar Jung kepada Sheila.


"Jangan memanggilku dengan sebutan itu Yang mulia, kalau aku berpenampilan wanita seperti ini Panggil Namaku Sheilla. jangan memanggilku dengan sebutan mawar hitam, nanti kalau musuh-musuh kita tahu mereka bisa menebak kalau aku ini komandan kerajaan Shang." jawab Sheila yang membuat Kaisar Jung langsung terdiam.


"Aku tidak terbiasa memanggil namamu seperti itu, jadi aku harus memanggil namamu yang lain saja." Jawab Kaisar Jung.


"Memang Namaku siapa? Aku kan cuma punya dua nama.., mawar hitam dan Sheila. Yang mulia ingin memberi nama aku siapa lagi?" tanya Sheila yang terlihat mendekati kaisar Jung sambil wajahnya begitu dekat.


DEG..


DEG..


DEG..


"Tentu saja aku akan memanggilmu buah persik." jawab Kaisar Jung.


"Ya ampun Yang Mulia, kalau kau memanggilku buah persik Kau kira aku ini makanan para dewa?" tanya Sheila.


DEG..


DEG..


jantung Kaisar Jung benar-benar berdebar kencang, dia tidak pernah merasakan hal seperti ini. dia baru merasakan sesuatu yang sangat berbeda.


"Lebih baik kita kembali, Yang mulia. karena kita harus segera memasak seluruh makanan ini, aku juga ingin langsung memakan kue yang tadi aku beli." Jawab Sheila yang kemudian menarik tangan kasar Jung dan mengajaknya kembali rumahnya.


DEG..


DEG..


DEG..

__ADS_1


"Ada apa ini? kenapa jantungku terus berdebar seperti ini? rasanya jantungku benar-benar ingin meledak." ucap Kaisar Jung yang sudah memegang dadanya. salah satu tangannya ditarik oleh Sheila agar mereka segera kembali kerumah.


Tatapan mata penyihir Goryeo terus menatap Sheila yang sedang bersama dengan seorang pria, mungkin penyihir goryeo tidak mengetahui kalau pria yang bersama dengan wanita yang membuatnya jatuh cinta itu adalah seorang anak kecil yang akan menjadi targetnya dan Ratu kedua.


"Apa yang sedang kau lakukan? mengapa kau menarik tangan Yang mulia seperti itu?!" seru Lian Ying kepada adiknya.


"Tentu saja aku harus membawanya pulang segera, Kak. Yang mulia Kaisar ini kalau berjalan lambat sekali. aku harus segera memakan makanan ini karena aku benar-benar merindukan makanan-makanan yang ada di desa ini." jawab Sheila.


"Ya ampun..,kamu menyuruh Yang mulia Kaisar membawa seluruh barang-barang itu!" seru Lian Ying yang kemudian membantu Kaisar Jung untuk meletakkan seluruh belanjaan Sheila.


"Dengarkan aku, kakakku yang tampan. Aku tidak pernah menyuruh Yang mulia Kaisar untuk membawa seluruh barang-barang itu, dengar baik-baik.., Yang mulia kaisar yang memberikan bantuan kepada aku. Aku tidak meminta bantuan kepadanya, kau mengerti." jawab Sheila yang kemudian menarik Kaisar Jung hingga terduduk di teras rumahnya.


"yang mulia Apakah kau pernah memakan makanan ini?" tanya Sheila.


"Tidak, Memangnya makanan apa ini?" jawab Kaisar Jung yang melihat makanan yang ada di tangan Sheila.


"Buka mulutmu!" seru Sheila.


"Apa yang kau lakukan? berani sekali kau melakukan hal itu kepada Yang mulia." ucap Lian Ying.


"Sudah 7 tahun Kak, sudah 7 tahun kita pergi." ucap Sheila.


"Yang benar 8 tahun, kita sudah pergi 8 tahun. kau jangan berani menguranginya." jawab Lian Ying sambil tersenyum dan memakan kue yang disuapi oleh adiknya.


"Yang mulia, Apakah rasanya enak?" tanya Sheila.


Kaisar Jung menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian Sheila nampak menyuapi sang Kaisar kembali. Hal itu membuat Kaisar Jung dadanya berdebar begitu kencang. walaupun seribu wanita sudah melakukan hal itu kepadanya namun pria itu tidak pernah sekalipun merasakan jatuh cinta kepada mereka semua. namun berbeda sekarang ini, berbeda dengan adik dari Jenderal Lian ying. Hal itu membuat jantungnya terus berdebar seolah jantung itu hendak keluar dari dadanya.


"Sheila, Apakah kau masih mengingat masakan yang dibuat oleh ibu kita?" tanya Lian Ying.


Sheila menganggukkan kepalanya,


"Benarkah?" tanya Lian Ying Kembali.


"Tentu saja." Jawab Sheila.

__ADS_1


"Maukah kamu masakkan Kakak masakan itu?" tanya Lian Ying kembali.


"Memangnya Kakak tidak pernah meminta istri Kakak untuk memasak?" tanya Sheila.


"Rasanya berbeda." jawab Lian ying.


"Nanti saja ya, aku ingin menikmati seluruh barang-barang yang aku beli tadi. apalagi makanan ini sangat lezat, aku sangat menyukainya." ucap Sheila.


Akhirnya Ketiga orang itu melanjutkan ritual makan mereka..


"Yang mulia, Apakah tidak sebaiknya Yang mulia kembali ke kerajaan?" tanya Lian Ying kepada kaisar Jung.


"Tidak, kau saja yang kembali ke kerajaan. kalau ada sesuatu Katakan padaku, aku akan berada disini untuk satu minggu ke depan." jawab Kaisar Jung.


Tentu saja Lian Ying sangat terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh kaisar Jung, "Maksud Yang mulia apa?" tanya Lian Ying.


"Tentu saja aku akan berada di sini bersama komandan teratai hitam, aku akan mengaku sebagai dirimu Biar mereka tidak curiga." jawab Kaisar Jung.


Terlihat Lian Ying menatap wajah Kaisar Jung, ada sesuatu ada sesuatu yang disembunyikan oleh sang Kaisar. karena tiba-tiba pria itu tidak ingin pulang dari tempat itu.


"Apakah Yang mulia yakin?" tanya Lian Ying.


"Tentu saja aku yakin, kau kembalilah ke kerajaan. jangan banyak membantah aku akan berada di sini, kau tahu sendiri kan beberapa waktu waktu ini aku begitu disibukkan dengan urusan negara. Aku juga ingin bersantai dan menenangkan pikiranku, apalagi kau tahu sendiri kan kalau aku harus menetralkan kekuatanku dan mengontrol racun dan kutukan yang diberikan oleh Ratu kedua." jawab Kaisar Jung yang membuat Lian Ying nampak terdiam dan tidak bisa memaksa sang Kaisar untuk kembali ke kerajaan.


Kerajaan Donghae kini sudah berganti nama menjadi kerajaan Shang, Sebuah kerajaan yang begitu berambisi Sebuah kerajaan yang selalu melindungi rakyatnya.


Hari ini Jenderal Lian Ying kembali ke kerajaan Shang, sedangkan Kaisar Jung tetap berada di di desa bersama dengan Sheila.


"Kau harus hati-hati, Kakak. kalau ada apa-apa kau harus segera mengabariku." ucap Sheila.


"Tentu saja dik, namun kau sudah bilang Kan kalau untuk saat ini tidak akan terjadi sesuatu. untuk waktu beberapa bulan kedepan kita harus menghadapi situasi yang mungkin akan terjadi." jawab Lian Ying.


"Kakak Tenang saja, aku akan merawat Yang mulia Kaisar disini." ucap Sheila.


Bukan itu yang membuat Lian Ying kebingungan, terlihat perlakuan sang Kaisar sedikit berubah kepada Sheila semenjak dia sudah mengetahui wajah Sheila.

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2