DEWA PERANG DAN RATU SIHIR

DEWA PERANG DAN RATU SIHIR
Memburu para mata-mata


__ADS_3

Malam itu Sheila sudah berdandan begitu cantik, dia akan segera memasuki sebuah rumah bordil. dia akan mencari tahu mengenai para mata-mata yang sudah berada di tempat itu, Sheila tidak akan membiarkan para mata-mata itu bebas berkeliaran di dekat kerajaan Shang. dengan menggunakan pakaian serba hitam Sheila keluar dari kerajaan, wanita itu masih berpakaian lengkap namun ketika sudah berada di luar kerajaan di sebuah tempat .., Sheila merubah penampilannya wanita itu memakai pakaian sederhana, memakai cadar dan memakai riasan yang sederhana pula.


"Aku tidak akan membiarkan kalian berusaha untuk menghancurkan Kerajaan ini." ucap Sheila yang sudah berjalan ke arah rumah bordir. Dia memakai payung dengan lukisan yang begitu cantik, memakai pakaian berwarna pink dan selendang yang bermakna ping pula. langkah kakinya berjalan begitu santai, wanita itu menatap kearah para penduduk desa Shang.


Tidak ada yang memperhatikan Sheila, karena para penduduk sekitar, pejabat dan orang-orang penting lainnya mereka selalu melihat wanita-wanita cantik yang ada di dalam rumah bordil. mereka juga mengenakan pakaian yang dikenakan oleh Sheila, menggunakan cadar, memakai payung, memakai selendang dan rambut yang ditata sedemikian menarik. berbeda dengan Sheila. dia hanya menjepit rambutnya dan berjalan ke arah tempat itu.


Seorang wanita nampak menatap Sheila yang berada di luar pintu rumah bordir, tatapan matanya menatap seorang wanita baru yang sedang menatap rumah bordir di tempatnya. seketika mucikari itu langsung berjalan menghampiri Sheila, .


"Kau sedang mencari Siapa?" tanya pemilik rumah bordir kepada Sheila.


"Tidak apa-apa, Nyonya. Saya hanya mencari teman saya saja." Jawab Sheila.


Sang pemilik rumah bordil menetap Sheila dari atas sampai ke bawah, dilihat dari jari-jemarinya wanita itu begitu mulus. tentu saja sang pemilik rumah bordir sudah dapat memperkirakan kalau wanita muda yang ada di depannya itu memiliki paras yang sangat cantik pula.


"Apakah kau mau masuk?" tanya Nyonya pemilik rumah bordir.


"Tidak, Nyonya. Saya hanya ingin menunggu teman saya saja." Jawab Sheila.


Karena begitu penasaran si pemilik rumah bordir langsung menarik tangan Sheila dan membawanya masuk, tatapan mata Sheila menatap orang-orang yang ada di tempat itu.


"Aku yakin mereka berada di tempat ini." ucap Sheila yang kemudian menarik tangan si pemilik rumah bordir.


"Nyonya, apakah tempat ini memiliki bangunan asing?" tanya Sheila.


"Memangnya kenapa?" tanya Nyonya pemilik rumah bordir.

__ADS_1


"Bolehkah saya istirahat sebentar? kepala saya pusing, saya capek terus menerus berjalan mengelilingi tempat ini." jawab Sheila.


"Memangnya kau dari mana?" tanya si pemilik rumah bordir.


"Katanya teman saya itu meminta Saya menunggu di depan tempat ini, sebuah rumah bertingkat yang memiliki ornamen kupu-kupu." jawab Sheila.


"Apa mungkin dari wanita yang bekerja denganku akan menjebak wanita ini." guman nyonya tua. "Ya sudah kalau begitu, Kau masuk saja nanti aku akan memanggil temanmu itu." jawab Nyonya pemilik rumah bordir.


"Benarkah Nyonya? saya boleh menginap di sini sebentar? Saya benar-benar sangat capek." ucap Sheila. wanita itu tersenyum saat kemudian dia mengajak Sheila kesebuah tempat. tentu saja Sheila menurut Karena Dia harus mengerjakan semua yang harus dia kerjakan.


"Bagus, aku mendapatkan barang baru. setelah ini aku akan mendapat uang yang banyak, kelihatannya gadis ini masih perawan, Aku yakin dia akan menghasilkan uang yang sangat banyak untukku." guman nyonya tua yang kemudian mempersilahkan Sheila untuk masuk di ruangan itu.


Sebuah senyum terukir begitu cantik, sesaat kemudian nampak Sheila merebahkan tubuhnya di ranjang. nyonya tua menutup pintu kamar Sheila.


Suara tawa terdengar begitu riuh ketika mereka mendapatkan para wanita yang bekerja di sana. seketika Sheila menggunakan taktik untuk menjebak para musuh-musuhnya, dia menggunakan ilmu sihirnya, dia menggunakan tipu daya agar terlihat kalau di ruangan itu masih ada dirinya.


Sheila menggunakan tenaga dalamnya, Dia berjalan begitu cepat. dia terus memata-matai seluruh orang-orang yang ada di sana, seorang pria berparas cantik berjalan diantara para tamu.


"Tuan, Apakah kau orang baru?" tanya beberapa wanita yang ada di tempat itu.


"Iya, Memangnya kenapa?" tanya Sheila balik.


"Tuan muda, wajahmu begitu tampan. Apakah kau mau bermalam denganku?" tanya seorang wanita kepada Sheila.


"Tidak, terima kasih. Aku mencari seorang wanita yang belum tersentuh sama sekali, aku tidak menyukai kalian yang sudah di miliki oleh banyak orang." jawab Sheila.

__ADS_1


Nyonya pemilik rumah bordir langsung senang karena ada seorang pria tampan dengan pakaian yang begitu menawan. "Kelihatannya dia orang kaya, dia pasti seorang bangsawan. aku pasti akan meminta bayaran yang sangat banyak, aku akan memberikan wanita itu kepada bangsawan ini." ucap nyonya tua yang kemudian mengajak Sheila berbicara.


"Oh ya, boleh kah aku berjalan-jalan di sekitar sini? kalau masalah wanita itu tenang saja aku akan memberikanmu uang lebih dari kesepakatan yang kita bicarakan tadi." ucap Sheila kepada nyonya tua.


"Pasti kau tidak akan kecewa, wanita itu masih perawan. saat kau bersamanya aku jamin kau akan ketagihan olehnya." ucap nyonya tua Sambil tertawa terbahak-bahak.


Di dalam hati tentu saja Sheila ingin menertawakan nyonya tua, karena wanita yang diberikan kepadanya adalah dirinya sendiri saat menjadi seorang wanita.


"Tentu saja kalau begitu, Tuan. silakan kau melakukan apapun yang ingin kau lakukan, silakan kau bermain-main di tempat ini sepuasnya. kau sudah membayar wanita itu setelah ini silakan kau miliki wanita itu karena aku jamin bayaran mahal yang kau berikan itu akan sangat pantas untuknya!" seru nyonya tua yang membuat Sheila hanya menganggukkan kepalanya.


Akhirnya Sheila berjalan menyusuri rumah bordir, begitu banyak para menteri dari kerajaan Shang bersenang-senang di tempat itu. aku sudah mengira kalau para orang brengsek ini berada di sini. Dia menghabiskan semua jerih payah para penduduk untuk bersenang-senang." guman Sheila dalam hati yang kemudian berjalan ke sebuah ruangan yang tidak berpenghuni.


"Ini ruangan apa? Kenapa ruangan ini digembok begitu banyak."'ucap Sheila dalam hati. sesaat kemudian wanita itu menggunakan kekuatan, akhirnya dia melihat Apa isi dari ruangan itu. nampak di sana seorang wanita sudah diborgol dirantai tangan dan kakinya.


"Apa ini, Kenapa wanita tua itu benar-benar sangat brengsek. dia merantai wanita itu dan menyuruhnya melayani beberapa pria sekaligus." guman Sheila dalam hati. karena dia tidak bisa berpikir jernih lagi akhirnya wanita itu langsung mendobrak pintu ruangan itu.


BRAKK..


namun bukan Sheila namanya jika otaknya tidak berjalan dengan begitu cepat, dia menggunakan kekuatan sihirnya agar orang-orang yang ada di ruangan itu tidak dapat melihat dirinya. pintu sudah terbuka dan hancur. 3 pria dan seorang wanita yang di rantai kaki dan tangannya langsung terkejut, mereka semuanya tidak bisa melihat Sheila. salah orang-orang itu menatap pintu yang tiba-tiba hancur.


"Kenapa pintunya tiba-tiba hancur?!" seru 3 pria.


"Kami tidak tahu." jawab dua pria yang bersama. seorang pria tampak tersenyum, wanita itu berjalan mendekati 3 pria brengsek yang akan menjadi korban dari haus darah pedang milik Sheila.


*** bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2