
"Maaf, adikku yang salah. Itu karena dia salah mengira dirimu dengan orang lain. Setelah aku pergi, tak usah dikhawatirkan konstruksinya. Aku yang akan pindah.” ucap Ken merendahkan diri.
“Kamu memang benar-benar membuatku merasa seperti sampah. Apa kamu memberitahu adikmu kalau aku ini suka menempel pada seseorang?” ucap Yumna kesal, Ken mengatakan bukan begitu maksudnya.
“Lalu kenapa kamu terus membuat semuanya seperti kalau aku itu menempel terus padamu? Apa aku ini pindah dengan maksud tertentu?” ucap Yuman dengan nada tinggi.
“Aku tahu kamu tidak begitu. Hanya saja aku, aku punya beberapa masalah. Ini semua salahku. Aku minta maaf.” ucap Ken.
“Apa masalahmu? Apa kamu membunuh seseorang setiap malam atau apa?” ucap Yumna penasaran, Ken menjawab dan mengatakan Yumna tak usah mengkhawatirkan konstruksinya lalu kembali menutup dengan raknya. Yumna terlihat kesal akhirnya tak bisa membuat telur ceplok dengan benar.
************
Brian akan makan sushi akhirnya hanya melonggo sampai sushinya jatuh. Merasa temanya itu bercanda, tak percaya kalau Yuman pindah ke ruang penyimpanan Yang biasa di gunakan Ayahnya. Ken tak banyak berkata-kata hanya terus makan, Brian berteriak tak percaya sampai membuatnya merinding dan panik.
“Aku benci merasakan seperti ini. Tapi Mungkin dia tahu segalanya. Setelah mengetahui bahwa kamu lah yang telah merusak hidupnya makanya mungkin dia menempel padamu. Untuk membuatmu merasa bersalah dan membunuhmu!” ucap Brian yakin.
“Kamu Tidak bisa lihat dari wajahnya, aku yakin Bukan begitu. Jadi aku yang akan pindah.” ucap Ken.
“Apa? Tapi kamu sudah berusaha keras untuk pindah kembali ke rumah ini!” kata Brian tak setuju.
“Aku akan melihat dia sepanjang waktu. Bagaimana aku bisa hidup seolah-olah tidak ada yang terjadi? Aku bukan seorang psikopat. Aku akan tetap menyewa lantai pertama dan pindah dari lantai dua.” tegas Ken.
Brian memastikan kalau Yumna itu tidak akan pindah, Ken merasa tak bisa memaksa pindah. Tiba-tiba terdengar suara sepatu wanita masuk ke dalam rumah. Brian melihat Melisa yang baru pulang dengan keadaan mabuk tak bisa membuka tali sepatu high hellsnya.
"Wow, dia memang punya daya tahan yang bagus. Bagaimana bisa dia mabuk terus seperti itu setiap hari?” komentar Brian.
“Hei, lalu bagaimana dengan Harry? Apa kamu sudah menengoknya hari ini?” tanya Ken.
“Kurasa mengeluarkannya hal yang sulit. Dia sedang mempersiapkan untuk sidang pertamanya. Tapi untuk sekarang, akan menjadi kasus yang sulit kecuali CEO Jang yang bersaksi.” Jelas Brian.
Melisa tak bisa melepaskan sepatunya dan langsung masuk ke dalam rumah, Ken berteriak menyuruh kakaknya melepaskan sepatu anehnya sebelum masuk rumah. Melisa duduk disofa langsung mengangkat kakinya dan melepaskan sepatu lalu menaruh diatas meja. Ken langsung membuangnya jauh-jauh. Brian mengajak temanya segera pindah, saat itu juga Melisa langsung berbaring disofa. Dua pria pun memilih untuk meninggalkanya.
Yumna minum bir sambil menonton acara tentang makanan, lalu melihat foto keluarga yang dipanjang didepanya. Akhirnya ia menelp Ibunya, protes kalau Ibunya itu tidak penasaran tentang keadaan anaknya yang telah diusir. Ibu Yumna pikir untuk apa karena ia yang menginginakn anaknya menghilang dari pandangannya.
“Ibu, kamu tidak perlu melakukan ini padaku. Jika aku sukses nanti, kamu tidak kebagian apa pun.” ucap Yumna.
“Tentu, kuharap kamu menjadi sukses.” balas Ibu Yumna lalu menutup telponnya, Yumna kesal sendiri dengan Ibunya yang tak peduli menurutnya sangat kejam lalu makan telur ceplok tanpa bentuk dan kimchi.
Tuan Abraham berjalan mendekati istirnya, memastikan kalau tempat yang mereka datangi itu memang yang ditinggali oleh Yuman. Ibu Yumna yakin karena Perusahaan real estate yang mengatakan padanya. Tuan Abraham memastikan pintu yang sudah terkunci dan tak bisa terbuka dari luar, lalu memeriksa tralis yang menutupi jendela, tapi yang terjadi tralisnya malah jatuh.
Yumna mendengar kegaduhan dari luar rumahnya, akhirnya keluar rumah dan melihat tralisnya copot. Dengan mengumpat kesal berteriak kalau ia itu tak memiliki barang berharga dan bertapa teganya sampai mengambil tralis jendela miliknya. Dibawah jendela, Orang tua Yuman bersembunyi dengan memegang tralis yang jatuh.
Ken seperti melihat kegaduhan diluar dan melihat dua orang pria dan wanita yang membawa tralis lalu memanggilnya. Ibu Yuman mengatakan kalau tidak mencurinya. Ken menunjuk tralis jendela yang dibawanya, Ibu Yuman mengataka kalau itu dari tempat putrinya.
“Kami datang untuk memeriksa keadaanya setelah mengusirnya dari rumah.” ucap Ibu Yumna, Tuan Abraham memilih untuk pergi meninggalkanya.
“Ini jatuh selagi kami memeriksa untuk melihat apa ini aman atau tidak. Kami akan memanggil seseorang besok dan menyuruhnya meletakkannya kembali. Pergilah dan tanyakan saja padanya, nama anakku Yumna. Tapi jangan katakan padanya kalau kami berada disini.” ucap Ibu Yumna membawa tralis jendela.
Ken memanggilnya meminta agar diberikan padanya saja, karena akan memasangnya besok. Ibu Yumna melihat Ken yang membawa kembali dengan menaiki tangga. Diluar, Ayah Yuman terlihat gemetaran, istrinya keluar rumah mengejek suaminya itu bijaksana sekali. Tuan Abraham menanyakan tentang tralis jendela yang mereka bawa tadi. Ibu Yumna memilih untuk berjalan pergi.
__ADS_1
Pagi hari
Yuman duduk diam sambil melihat pesan dari ponselnya.
Flash Back
Yuman berbaring di paha Harry sambil melihat ponselnya dan merasa terpana melihat pemandangan kafe yang sangat menakjubkan. Harry pun melihatnya.
Yumna melihat agendanya ada sebuah tulisan "Kafe Before Sunset dengan cintaku" lalu menelpon temanya memberitahu hari ini jam 5, tapi Arini seperti tak bisa ikut karena sibuk.
“Kamu akan menyesal jika kamu tidak datang. Sulit untuk memesan tempat disini. Apa Kamu serius tidak bisa datang?” tanya Yumna sedih karena temannya masih berkerja di hari libur, akhirnya menutup telp lalu menatap wajahnya di cermin.
End.
***********
Harry masih mengunakan baju tahanan seperti sangat lelah, pengacaranya bertanya apakah Harry mengenal Kenzie orang yang membuat CEO Jang menarik investasinya, lalu memberitahu kalau Salah satu temannya adalah seorang pengacara dan pria itu adalah salah satu teman kuliah pengacara yang ada difirma hukum.
“Dan rupanya dia mengatakan sesuatu yang aneh pada pertemuan mereka. Setelah dia tahu firma hukum kita yang mewakilimu dia merasa tidak enak sekali tentang kasusmu.” cerita pengacara yang membuat Harry kaget.
Flash Back
Brian sedikit mabuk menceritakan Ken tahu tentang Harry dan Yumna mau menikah. Tapi dia tidak tahu kedua orang itu sudah menentukan tanggal pernikahan, dan menurutnya itu murni kesalahpahaman.
“Dia bilang itu semua salah paham, tapi aku tidak tahu apa maksudnya." ucap si pengacara.
“Dia tidak tahu kalau Yumna adalah Yumna.”ucap Brian.
Pengacara Harry merasa Brian memang biasanya sedikit aneh tapi memang benar kalau Harry dan Yumna akan menikah, jadi Brian bilang itu murni kesalah pahaman dan itulah sebabnya semua ini terjadi lalu bertanya-tanya apa sebenarnya maksud ucapanya. Harry terdiam sejenak lalu meminta pengacaranya mencari tahu tentang Kenzie.
Ken melonggo melihat Yumna berbeda dari biasanya dengan mini dress, berdandan sangat rapih. Lalu terlihat kembali bayangan Yumna yang berjalan sendirian lalu berkata, “Kenapa kamu telat sekali?” Ken melihat kalung dan anting Yumna dipakai sepasang serta pakaian yang sama dengan pengelihatanya.
Yumna langsung pergi mengacuhkan Ken, sementara Ken memilih masuk kedalam mobil tapi menatap kembali Yumna dengan wajah khawatir.
Yumna masuk sebuah restoran, seorang pelayan bertanya apakah sudah pesan tempat, Yumna mengangguk. Pelayan mengantar Yumna ke meja yang ada diluar, terlihat ada pemandangan rumah berjejer.
Flash Back
Yumna berbaring di atas paha Harry merasa kaget melihat foto Kafe yang punya pemandangan menakjubkan lalu memperlihatkan fotonya pada pacaranya. Ia pikir menyenangkan sekali pasti makan dicafe itu sambil melihat matahari terbenam.
“Kita bisa pergi kesini. Haruskah kita pergi hari ini?” tanya Harry.
“Kamu harus memesan tempat ini sebulan sebelumnya.” ucap Yumna, Harry pikir mereka bisa memesannya sekarang dan meminta nomor kontaknya.
Yumna menuliskan di agendanya, dengan senyum bahagia memberitahu kalau tanggal pemesanan itu adalah sekitar sebulan setelah pernikahan mereka dan merasa penasaran akan seperti apa mereka nanti. Akankah masih saling menyukai seperti sekarang.
“Aku yakin kita akan lebih saling mencintai karena kita akan hidup bersama.” ucap Harry berbaring sambil memeluk pacarnya. Yumna mengodanya merasa tak percaya.
Harry ingin menciumnya, Yumna menjauh karena ada Ibunya dirumah. Harry pikir tak masalah karena mereka tak akan berisik. Yumna menolaknya langsung duduk diatas tempat tidurnya, tapi Harry malah sudah siap membuka bajunya, Yumna tertawa berpikir pacarnya itu sudah gila. Harry langsung memeluk Yumna dan berbaring ditempat tidur.
__ADS_1
End.
Sepiring steak terlihat sudah dingin, Yumna duduk sendirian ternyata semua sudah berubah tanpa ada Harry didepanya. Pemandangan sunset hanya dinikmati sendiri saja. Kenzo cemberut tak mau melihat ke layar saat film diputar, Ken berteriak agar adiknya bisa mengamati film yang sedang diputar. Kenzo mengatakan tidak akan tahu walaupun sudah mengamatinya ke 12 kali pun Jadi lebih baik katakan saja padanya.
“Kamu bahkan tidak mau belajar! Pikirkan ini! Kamu mendengar pintu terbuka, lalu dimana suara pintunya menutup?” ucap Ken dengan nada tinggi.
“Tapi kamu tidak lihat adanya pintu tertutup!” teriak Kenzo kesal.
“Apa kamu menambahkan nada dering hanya ketika ada ponsel di layar filmnya? Kamu harus berpikir tentang waktunya.” teriak Ken sambil memutar kembali video dan menunjuk menit dengan menempatkan suara pada detik tersebut.
“Kenapa tidak bisa kamu ajarkan padaku dengan cara yang menyenangkan? Kenapa kamu jadi marah?” keluh Kenzo.
Ken mengatakan Kenzo itu bisa belajar melakukan hal seprti dalam tiga bulan tapi karena tidak berkonsentrasi, jadi lebih lama. Kenzo hanya bisa menghela nafas menahan amarahnya, Ken kembali memutarnya lalu menghentikanya. Tiba - tiba wajahnya tertunduk sambil menutup matanya. Kenzo bertanya apa lagi yang membuat kakaknya terlihat tak suka. Ken mengatakan Ada sinar matahari.
Kenzo binggung, memang kenapa. Ken berteriak kalau adiknya membiarkan adegan filmnya berlalu tanpa suara apa pun. Kenzo menjerit frustasi sebenarnya apa lagi yang harus dimasukan pada film itu. Ken mengatakan agar adiknya masukkan suara sinar matahari yang masuk lalu keluar ruangan. Kenzo binggung bagaimana suara sinar matahari lalu mengumpat kakaknya itu memang orang gila.
***********
Semua teman SMA Yumna mulai minum bir dan makan cemilan, saat Yumna datang semua pria bersorak menyambutnya. Yumna yang mengunakan dress dan juga sepatu high heels dengan bangga berjalan seperti layaknya model sampai ke meja, lalu duduk disamping Arya.
“Kamu Yumna kan? Jika kami tak sengaja bertemu denganmu di jalan, kami akan mengajakmu kencan. Kamu sudah banyak berusaha dengan pakaian yang kamu kenakan hari ini. Ada acara apa kamu jadi begini?” tanya Arya.
“Ini pakaian untuk pernikahanku.” ucap Yumna terdengar sedikit bangga dan memperlihatkan tas, kalung, anting, jam tangan dan semua yang dipakainya itu adalah hadiah pernikahan.
“Jika kamu ingin barang mewah bermerek dari Ibu kalian, tetapkan tanggal pernikahan. Beli semuanya dan membatalkannya seperti yang kulakukan.” kata Yumna, semua bersorak merasa itu Ide yang bagus.
“Jadi Kamu tidak mengembalikan semua barang itu?” ucap Hanna eman wanita SMAnya.
“Wah, kapan aku pernah punya kesempatan lagi untuk memiliki barang mewah ini? Kenapa aku harus mengembalikannya?” ucap Yumna, teman wanita lain bertanya mau kemana Yumna berpenampilan seperti itum
Yumna pikir mereka pasti sudah tahu, akan pergi kencan buta. Semua kembali bersorak mendengarnya. Teman lain bertanya apakah semuanya berjalan lancar. Yumna hanya menjawab, “Ya begitulah."
Arya menyimpulkan kalau semua berjalan lancar. Yumna menegaskan kembali jawabanya sambil mengeluh harus terus bertemu orang-orang seperti itu.
“Setelah kamu pergi kencan buta, jika kamu bilang itu mengagumkan maka kamu dan dia tidak berjodoh. Kenapa itu mengagumkan? Itu mengagumkan karena dia memang tidak dimaksudkan untuk menjadi milikmu. Dia hanya seseorang yang kamu kagumi. Lalu Kenapa mengaguminya? Karena kamu tidak bisa memiliki dia.” jelas Arya yang membuat semua bersorak.
"Jika dia tampak seperti jodohmu ketika kamu bertemu dengannya maka mereka semua akan mengatakan ini sesudahnya, mmmm ya begitulah. Mereka lebih cenderung untuk menikah.” ucap Arya, semua kembali menjerit, Yumna hanya mengelengkan kepala mendengarnya.
“Yumma, kurasa kita berjodoh. Inilah yang kurasakan ketika aku melihatmu.” goda Arya sambil menaruh kepalanya di pundak Yumna.
Yumna merasa Arya itu ingin ditampar, Arya tertawa mendengarnya mengingatkan dulu memilih Yumna untuk jadi ketua kelas. Yumna menutup wajahnya meminta Arya menghentikan membahas itu.
Flash Back
Di papan tulis melakukan pemilihan ketua kelas, seorang pria berdiri mencalonkan Yumna. Semua bersorak-sorak mengelukan nama Yumna dan Yumna terlihat santai karena sudah pasti Yumna dimaksud itu Yumna si cantik bukan dirinya.
Arya berteriak mengangkat tanganya, kalau ia akan mencalonkan Yumna. Guru binggung kalau Yumna sudah dicalonkan, Arya menunjuk kalau yan dimaksud itu Yumna yang biasa, semua langsung tertawa mendengarnya. Yumna melonggo kaget, di papan tulis tertulis nama Si cantik Yumna dan si Yumna yang Biasa. Sang guru tak setuju langsung menghapusnya dengan menganti memakai nomor .
Ketika pemilihan banyak yang memilih Yumna nomor 1 dan membuat Yumna seperti merasa kecil dan terkena palu yang cukup besar. Pada kertas suara yang terakhir tertulis pilihan pada Yumna nomor dua. Semua orang langsung tertawa mendengarnya.
__ADS_1