DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 12.


__ADS_3

Ken kembali ke kamar dengan wajah gelisah berdiri didepan rak buku yang menutup pintu sembari berjalan mondar - mandir layaknya setrikaan, terdengar Yumna yang membuka pintu karena si kurir kembali datang untuk mengembalikan uangnya. Saat itu juga Ken langsung masuk ke dalam kamar yang membuat keduanya menjerit kaget.


“Apa yang kamu pesan? Kenapa kamu tidak bilang padaku, kan aku mau pesan juga sesuatu yang enak untuk di makan?” ucap Ken membuka plastik dan mengambil sumpit lalu siap makan, makanan yang di beli Yumna.


“Kupikir kamu tinggal sendirian.” tanya si kurir pengantar makanan binggung, Ken menyahutinya yang membuat si pria itu nampak takut.


Si kurir tidak ingin berdebat dan langsung mengembalikan uang Yumna dan pergi. Yumna hanya bisa melonggo binggung dan langsung mengunci pintunya lebih dulu. Ken memakan pitza sampai mulutnya penuh. Yumna menyindir Ken  pasti punya penghargaan untuk actingnya tapi Ken memilih untuk pergi ke kamarnya.


“Kenapa kamu tidak menyelesaikan aktingmu itu? Aku tidak makan makanan sisa orang lain.” ejek Yumna, Ken tak membalas dan langsung kembali ke kamarnya.


Yumna duduk didepan mejanya, Ken masuk dengan membawa sepatunya dan menaruh didepan pintu sambil menyindir Yumna yang beriklan kalau tinggal sendirian itu tidak enak tapi dengan adanya sepatu Ken di samping sepatu Yumna orang akan mengira Yumna tidak tinggal sendirian. Yumna terdiam ternyata Ken menyelamatkanya.


“Tinggal saja disini, karena aku akan tinggal disini juga.” ucap Ken sebelum kembali ke kamarnya.


Yumna terdiam saat Ken kembali menutup pintu dengan rak dan bertanya-tanya kenapa Ken memberi kesan tanpa izin padanya dan bagaimana nanti Ken akan menangani akibatnya, lalu melihat sepatu milik Ken yang sengaja di taruh didepan pintu bersama dengan sapatu miliknya.


***************


Melisa masuk kedalam rumah dengan rambut acak - acakan, berbicara seperti bahasa Inggris, Brian duduk disofa sambil minum teh seperti sudah tahu tingkah kakak dari temanya. Sementara Kenzo melihat ponselnya memberitahu kalau kakaknya itu tak bicara bahasa Inggris karena ponselnya tidak bisa menjawabnya arti dari ucapan Melisa. Brian pikir itu hanya omong kosong dan berbicara semaunya dan seenak jidatnya.


Ken duduk di bangku meja makan. Menengadahkan kepalanya ke langit - langit rumah. Ia teringat kata-kata dari dokter saat melakukan hipnoterapi, “Jangan mencoba mengelak, lebih baik Lalui saja. Pikirkan saja kenapa penglihatan itu terus bermunculan di kepalamu. Kenapa hanya wanita itu  yang muncul dalam fokus kepalamu. Jika kamu melaluinya, kamu akan menemukan alasannya. Sampai saat itu, ikuti arusnya.”


Akhirnya Ken membuka matanya mendengar keributan dari ruang tamu, kemudian tersenyum melihat kakaknya yang bicara ngelantur. Brian pun membalasnya dengan bahasa aneh. Keduanya saling adu mulut, bahkan sampai berpelukan dan Brian menyuruh Melisa segera sadar. Ken tak bisa menahan tawa melihat tingkah keduanya.


Melisa berbicara pada Ken lalu berlari ke kamarnya dengan melepaskan jaketnya. Kenzo binggung apa yang dikatakan kakaknya itu. Brian memberitahu kalau Melisa itu berkata harus pergi kerumah sakit jiwa. Ken hanya bisa tertawa, lalu tiba-tiba pengelihatanya kembali datang dengan Yumna yang berkata, “Dia kembali. Si cantikYumna.”


Pikiaran Ken kembali teringat saat Yumna mengeja namanya dan juga foto prewed lalu foto di SNS Yumna sedang dengan pria padahal itu hari mereka menikah. Kata-kata Yumna, “Detak jantungmu adalah suara kesukaanku di seluruh dunia.” dengan keduanya yang duduk bersama di sebuah cafe lalu berciuman. 


*************


Lomba marathon di kota X. Arini mengendari mobilnya perlahan melihat cuacanya bagus hari ini. Yumna tiba-tiba berteriak karena melihat ada peserta marathon memiliki nama yang sama, dengan wajah bahagia merasa pasti ada Yumna di kerumunan orang, kemana pun ia pergi, setidaknya ada satu orang yang bernama Yumna.


"Fighting!” ucap Yumna bahagia saat melalui pelari dengan nama dibelakang punggungnya.


Wajah Yumna berubah saat melihat wajah pelari Yumna yang sedang berhenti. Dia adalaha si cantik Yumna saat lomba lari denganya dan harus terpaksa kalah karena semua pria menyorakan namanya. Sementara ia sudah berlari dengan cepat.


***************


Ken berkerja sendirian di studio, bayangan Yumna datang mengatakan, “Dia sudah kembali, si cantik Yumna.” akhirnya Ken pergi dengan membawa mic dan alat perekamnya, pikiran kembali teringat saat Yumna membuka tirai dipagi hari, saat itu matahari pun masuk. Ken masih tidur lalu Yumna kembali tidur disampingnya sambil memeluknya.


"Suara detak jantungmu adalah hal yang kusuka di dunia ini.” bisik Yumna, Ken pun memeluk erat pacarnya.


Ken sudah ada di pinggir rel kereta, saat kereta lewat ia memasang earphone untuk mendengarnya dan kembali mengingat saat berciuman dengan Yumna sangat mesra dan lembut, keduanya nampak bahagia saling berpelukan. Setelah itu keduanya juga foto prewed dengan gaun pengantin dan jas.


Tapi akhirnya Ken duduk sendirian di pelaminan pernikahanya karena Yumna meninggalkanya. Setelah mencari keliling, Ia melihat SNS Yumna yang menguploud foto sedang ada diparis dengan seorang pria lalu bertuliskan caption, semoga kamu bahagia."  Ken mengingat semuanya tapi tak terlihat lagi wajah kesedihan dan penyesalan.

__ADS_1


*************


Yumna baru sampai kantor dengan tatapan kosong, melihat ponselnya di grupnya yang terus berbunyi.


“Hei! Si cantik Yumna yang akhirnya kembali!” tulis teman pria SMA Yumna dalam grupnya. Salah seorang membalas seperti tak percaya.


“Mereka bilang dia melihatnya di Gangnam. Dia selama ini tinggal di Eropa.” Balas teman wanita SMA Yumna, seorang pria bertanya apakah Yumna kembali ke Korea, ke tanah kelahiran Yumna.


“Ya. Kudengar dia mengambil tawaran pekerjaan.” balas teman si wanita


“Yahuuuu! Aku penasaran apakah dia masih cantik seperti dulu.” ucap teman pria bahagia.


“Kudengar dia sudah dewasa dan  penampilan dia sekarang lebih sempurna.” balas teman pria yang lain.


***************


Yumna saat ini sudah ada ditepi sungai yang tempo hari sempat di kunjungi nya dengan menyilangkan kaki seperti sedang melakukan yoga dan memasang earphone di telinganya.


“Ketika suasana hatiku sedang buruk, aku biasa pergi ke tempat yang membuatku bahagia.Pikiran yang bahagia. Hal-hal yang bahagia.”


Yumna mengingat saat Ken menaruh sepatu di depan pintu rumahnya, sambil menyindir Yumna yang berusaha untuk mengumbar - umbar bahwa hidup sendirian lalu memberitahu kalau kurir itu penipu. Lalu sebelum Ken kembali kekamarnya berbicara, “Tinggal saja disini, aku juga akan tinggal disini.”


Akhirnya Yumna bisa tersenyum kembali mengingatnya lalu membuka matanya terlihat rasa sedihnya sudah hilang. 


***************


Dokter menanyakan apakah Yumna itu belum tahu bahwa Ken adalah orang yang menghancurkan pernikahannya. Ken dengan memejamkan matanya mengatakan belum. Dokter juga memastikan kalau Yumna itu belum tahu kalau semua ini terjadi karena Yumna yang satunya. Ken membenarkan.


“Lalu bagaimana perasaanmu ketika kamu memiliki penglihatan - penglihatan ini? Ketika kamu melihat dia dalam penglihatanmu, apa kamu merasa bersalah?” tanya Dokter sudah duduk didepan Ken.


“Aku hanya merasa kesepian.” jawab Ken dengan membuka matanya.


Ken mengingat saat melihat raut wajah Yumna saat pertama kali bertemu dan membalikan badanya ke arahnya. Bahkan ketika di mobil saat keduanya saling menatap, lalu di trotoar sebelum mereka saling mengenal.


“Rasanya seperti aku mengenang  kenangan yang dulu tepat sebelum aku akan mati karena usia tua. Aku merasa kesepian. Aku punya firasat kalau hidupku akan berakhir menjadi sebuah tragedi."


****************


Do Kyung sudah turun dari mobilnya, berjalan menyusuri jalan ketika masuk ke dalam restoran, langsung terdiam saat melihat Yumna yang makan dengan lahapnya sendirian. Yumna pun berhenti mengunyah karena melihat Ken berdiri didepanya. Akhirnya Ken memilih untuk duduk di meja yang lainnya.


Yumna mengunyah makananya dengan lirikan sinis, Yumna bisa mendengarnya akhirnya pindah ke tempat duduk Yumna dan akan memesan menu yang sama pada restoran. Yumna mengaku  ingin memukulnya tadi. Ken pun hanya bisa diam. Makanan Ken pun datang.


"Dengar - dengar kamu butuh banyak energi untuk hidup di daerah sini. Rupanya ada banyak orang yang pindah ke daerah sini, kemudian melarikan diri dari rumahnya di malam hari.” cerita Yumna sambil berbisik, tapi Ken hanya sibuk makan.


“Kamu bilang kamu sudah tinggal disini sejak kamu masih kecil kan? Kamu pasti punya energi yang banyak.” ucap Yumna langsung menaruh tangan diatas kepala Ken. Ken dengan tatapan sinis bertanya apa yang sedang dilakukanya, Yumna mengatakan sedang meresap energy yang dimiliki Ken karena hari ini merasa kurang energnya. Ken mengelengkan kepalanya, lalu Yumna itu menurunkan tanganya sambil menghela nafas.

__ADS_1


“Suasana hatiku buruk belakangan ini dan baru - baru ini suasana hatiku pulih.Tapi aku sungguh merasa sedih hari ini. Aku sudah cerita kan padamu kalau ada dua Yumna waktu aku SMA? Dia sudah kembali.” cerita Yumna, Ken terdiam seperti melihat kembali bayangan Yumna yang mengatakaan, “Si cantik Yumna.”


“Huff, aku tidak bisa mengerti. Apa yang sebenarnya dia makan? Bagaimana bisa? Dia bahkan tidak menua sedikit pun. Malah aku satu - satunya yang menua.” keluh Yumna, Ken kaku sejenak dengan gelas ditanganya.


“Aku dengar rumor bahwa suatu hari dia tiba-tiba menghilang Aku merasa nyaman begitu tahu bahwa dia pernah menghilang, Kupikir aku tidak perlu dibandingkan dengan dia lagi. Itu sebabnya aku mulai menghadiri reuni sekolah kami.Tapi, aku melihatnya kemarin dan Dia berlari maraton. Tanpa melihat kalau dia orang yang kukenal, aku malah menyemangati dia.” cerita Yumna kesal sambil mengacak-ngacak rambutnya.


Ken masih saja terpaku dengan gelas ditanganya lalu meminum air minumnya untuk menghilangkan rasa gugup. Yumna pun memakan sesendok penuh nasi ke dalam mulutnya untuk menghilankan rasa kesalnya.


Ken keluar lebih dulu dari restoran kembali melihat bayangan Yumna yang terpana. Lalu Yumna keluar dari restoran memperlihatkan raut wajah terpana seperti yang dilihat. Ken melihat Yumna yang berjalan dengan senyuman bahagia mengatakan, “Angin malam sungguh hangat.” wajah Ken mematung. Yumna berjalan dan mengatakan kalimat yang sama.


“Inilah musim favoritku. Musim ketika angin malam menjadi lebih hangat.” cerita Yumna tepat berdiri disamping Ken, tapi ken tak berkomentar memilih untuk berjalan lebih dulu. Yumna lalu mengikutinya dari belakang.


“Hatiku terasa tentram, Mengetahui bahwa ada seseorang yang  merasakan rasa sakit yang sama denganku. Kupikir semua omong kosong ini hanya  terjadi padaku karena aku orang yang bodoh. Tapi ternyata orang-orang keren sepertimu juga bisa dicampakkan sebelum pernikahan mereka.” cerita Yumna, Ken tetap saja diam tanpa berkomentar.


“Maaf karena aku sudah bilang kalau rasa sakitku adalah penyemangatku.” kata Yumna, Ken melihat banyak bunga sakura yang berguguran, keduanya pun berjalan pulang bersama - sama dengan bunga sakura yang berguguran dijalan. 


Didepan rumah


Hae Young bertanya bagaimana mereka melakukan perbaikan rumahnya. Ken pikir merka hanya perlu menutup pintu dengan memakai  perabotan mereka sendiri saja. Yumna mengejek Ken yang mendadak jadi murah hati sekali padahal kemarin terlihat menggila Hanya gara - gara hal ini.


“Ayahku awalnya menggunakan ruangan itu sebagai ruang kerjanya.” cerita Ken, Yumna bertanya perkerjaan apa yang dilakukan Ayahnya.


“Pekerjaan yang mirip dengan pekerjaanku. Ketika aku pindah kembali kesini, aku juga  akan menggunakannya sebagai ruang kerja. Jika kamu memutuskan akan pindah, beritahu aku dahulu untuk menggunakannya sebagai ruang kerja, aku akan membutuhkan pintunya. Jadi biarkan saja begitu.” jelas Ken, Yumna mengerti dan pamit pergi untuk masuk ke dalam rumah lebih dulu.


Ken melihat Yumna yang sedikit berlari ketika menaiki tangga menuju rumahnya, tiba-tiba pengelihatanya kembali datang Yumna yang berlari menuruni tangga dan langsung meloncat ke arah tubuhnya seperti orang ingin digendong.


Ken melonggo kaget dan langsung berjalan mundur seperti merasakan Yumna sudah berlari dan ada dipelukanya. Tapi pikiranya tersadar melihat Yumna masih berjalan menaiki tangga menuju rumahnya. 


Ke esokan harinya.


Ibu Yumna sudah memakai pakaian rapi dan tas ransel, Tuan Abraham sedang memperbaiki sepeda bertanya mau kemana istrinya itu. Ibu Yumna menjawah kalau ingin pergi naik gunung. Ayah Yumna hanya terdiam melihat tingkah istrinya yang aneh setelah anak mereka pergi.


Kenyataanya, Ibu Yumna pergi ke rumah anaknya dan berhasil masuk gerbang karena tak terkunci, lalu berjalan menaiki tangga ke rumah anaknya. Didepan pintu rumah, Ibu Yumna kesal sendiri melihat sampah anaknya yang makan nasi instant dan banyak kaleng bir. Setelah itu memeriksa pintu rumah dan melihat ada stiker untuk memperbaiki pintu yang rusak.


Ibu Yumna berjalan menuruni tangga rumanya sambil berbicara pada seseorang kalau daripada menggunakan tombol untuk mengunci pintu lebih baik menekan nomornya, jadi menyuruh untuk membeli sebuah kunci pintu dan segera membawa ke rumah Yumna. 


Melisa tiba - tiba masuk ke dalam ruang makan dengan wajah kesal lalu melempar tissue toilet ke kepala adiknya yang sedang minum. Lalu memarahi adiknya yang buang air sambil berdiri karena sudah menasehati agar jongkok. Kenzo menjerit kalau bukan ia yang melakukanya. Melisa bertanya siapa lagi kalau bukan adik bungsunya itu.


Ken keluar dengan membawa secangkir kopi lalu menunjuk seseorang yang sedang makan di meja makan. Brian tertunduk ketakutan ketika sedang sarapan. Melisa melihat wajah Brian mememar lalu bertanya kapan teman adiknya itu datang ke rumah. Brian mengaku Semalam dan akan tinggal di rumah Ken untuk sementara waktu.


“Orang macam apa yang kamu bela kali ini sebelum kamu diteror?” tanya Melisa.


“Pemerkosa dan pembunuh. Dia memenangkan vonis bebas bagi pria yang awalnya dihukum 15 tahun penjara. Jika aku adalah anggota keluarga korban, aku juga akan membunuhmu. Mata ganti mata. Aku juga akan mengencanimu, lalu memerkosa, dan kemudian membunuhmu.” ucap Kenzo geram duduk dimeja makan.


“Kapan kamu akan berhenti membela orang - orang ini? Apa kamu memang tidak punya orang lagi yang bisa kamu bela?” ucap Melisa mengomel.

__ADS_1


“Penjahat juga layak mendapatkan hak asasi manusia. Bahkan jika seluruh bangsa menunjuk jari pada mereka setidaknya aku harus melakukan  yang terbaik untuk membela mereka. Itulah hukum dan keadilan.” tegas Brian lalu mengumpat kesal sendiri tentang keadilan sambil mendorong mangkuk cerealnya.


“Di rumah ini, kamu harus jongkok jika buang air. Itulah keadilan. Jika tidak, aku akan langsung mengusirmu keluar!” tegas Melisa lalu keluar dari ruangan makan.


__ADS_2