DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 36.


__ADS_3

“Kenapa dari tadi bilang aku membelanya?” ucap Melisa tak terima menyandarkan diri di mejanya.


“Kamu memihak padanya. Kamu tahu aku meninggalkan Kakak bukan karena aku tidak cinta padanya. Tapi kenapa kamu sekejam ini padaku? Kamu sekejam ini padaku, tapi kenapa membela Yumna yang tidak ada hubungan apapun denganmu?” ucap Yumna dengan mata berkaca - kaca.


Yumna kembali keruanganya, dengan air mata tergenang lalu duduk dimeja kerjanya mengirimkan pesan pada Yumna, “Jelaskan padaku, kenapa kemarin kamu begitu padaku. Jelaskan padaku.”


Yumna berbaring ditempat tidurnya seperti mayat hidup, lalu makan mie ramyon tanpa dimasak dan meminum air putih. Ibunya mengomel karena kalau makan mie seperti itu lalu minum air maka perutnya akan sakit. Setelah itu ia duduk didepan anaknya bertanya ada apa dan meminta agar menceritakanya.


“Ibu. Waktu aku SMA ada anak bernama Yumna sama seperti aku, Ibu ingatkan?” ucap Yumna, Ibunya mengatakan masih ingat. Yumna bertanya temanya itu seperti apa.


“Seperti apa bagaimana maksudmu? Matanya besar. Lalu Dia kenapa? Kenapa mendadak membahasnya?” tanya Ibu Yumna binggung


“Semua pria suka padanya, Karena banyak pria yang suka padanya, kaca jendela kita sering dipecahkan.” cerita Yumna.


Flash Back


Seorang pelajar pria melemparkan batu didepan rumah Yumna kearah jendela sampai pecah, lalu berteriak marah, “Gadis jahat! Semoga kamu hidup bahagia!” akhirnya Yumna keluar rumah menjerit kesal.


“Yaa! Disini bukan rumah si cantik Yumna!! Yumna  biasa yang tinggal disini!” teriak Yumna histeris.


Yumna merasa aneh tidak pernah ada permen atau bunga yang nyasar kemari. Hanya batu yang selalu memecahkan jendela mereka. Ibunya yang mendengar cerita hanya diam, ia merasa terlahir untuk menerima nasib buruknya.


“Gadis gila, Omong kosong apa itu? Kata siapa begitu?!” teriak ibunya marah.


“Aah, kalau alam semesta memihak padaku, aku tidak akan menyedihkan begini.” kata Yumna kehilangan semangat hidup. Ibu Yumna mengatakan kalau ia ada di pihak anaknya jadi tak menyedihkan


“Ibu, ayo kita pindah. Jangan di disini tapi ke tempat terpencil. Kalau kita ke tempat terpencil, bukankah aku akan terlihat lumayan? Kalau tinggal di tempat di mana tidak ada yang lebih baik dariku, bukankah itu akan lebih baik bagiku?” ucap Yumna sedih. 


“Ada apa? Apa yang terjadi? Jangan disimpan sendiri, cerita ke ibu.” ucap Ibu Yumna penasaran.  


**********


Kenzo meminum lemon tea nya dengan membungkuk, Arini duduk dengan kacamata hitamnya memberitahu semalam menangis demi temannya jadi matanya bengkak dan memang matanya gampang sekali membengkak hanya karena menangis semalaman. Lalu membuka lembaran skenario yang dibawa Kenzo.


“Aku membaca skenariomu.  Apa Kamu tidak belajar menulis skenario?” tanya Arini, Kenzo membenarkan karena bukan jurusan kuliahnya.


“Tak masalah. Skenario yang ditulis oleh orang yang mempelajarinya cenderung membosankan. Kalimatnya membosankan, karakternya ketebak.  Kali ini masih butuh perbaikan.” komentar Arini.


“Tapi aku adalah teman yang setia. Aku tidak nyaman bekerja dengan adik dari lelaki yang dibenci oleh temanku. Dan temanku adalah Yumna. Ken, merusak pernikahannya. Kamu tahu apa maksudku tidak?” ucap Arini yang membuat Kenzo terkejut.


Kenzo mengerti, Arini tak percaya adik Ken itu mengetahuinya lalu bertanya kapan mengetahuinya. Kenzo menjawab Kemarin. Arini menyimpulkan semuanya baru tahu kemarin, lalu sambil membuka kacamatnya meluapkan emosinya kalau sangat kesal sekarang, karen merasa kalau ia yang memulai semuanya.


“Aku yang cerita soal Yumna ke Ken. Tapi, apa cuma dia satu - satunya Yumna di dunia! Nama itu pasaran sekali di sekolahku. Ada 6 orang bernama Yumna! Hanya karena dia terpaku pada satu orang, dia pikir hanya ada 1 Yumna?! Lalu, setelah dia merusak pernikahan Yumna begitu, mana bisa dia diam saja. Tidak berkata apapun?! Dia sudah gila ya?!” jerit Arini mengeluarkan semuanya.


“Aku minta maaf soal ini. Aku sendiri kaget sekali kemarin.  Aku sudah mendorong si brengsek itu ke laut agar dia mati tapi dia selamat. Lalu dia keluar dan memohon maaf. Aku bilang agar dia minta maaf ke wanita itu. Kalau dia bukan kakakku, aku akan pakaikan kalung rantai dan menyeretnya menemui wanita itu.“ ucap Kenzo marah dengan menunjuk dengan jari tanganya.


Arini pikir seharusnya Kenzo melakukanya, Kenzo merasa sekarang masih belum terlambat. Arini lalu melihat jari Kenzo dan bertanya kenapa seperti itu. Kenzo tersadar lalu memberitahu itu kerjaanya pacarnya. Arini mengaku tak suka dan menyuruh untuk melepaskanya.


Kenzo binggung tapi menurutnya sulit dilepas, tapi saat menariknya kukunya langsung copot, Arini kembali memakain kacamatanya kembali, Kenzo melepaskanya dan tak sengaja jatuh, ketika membungkuk mengambilnya, matanya melotot melihat paha Arini yang mulut dan belahan baju yang rendah. 


Nana berteriak marah sambil mengejar - ngejar Kenzo berkeliling minimarket, Kenzo meminta pacarnya untuk mendengarkan. Nana memukul Kenzo karena berani melepaskanya, karena semua itu adalah yang terpenting untuknya. Kenzo berteriak marah sambil merobek - robek kertas yang dipakai Nana untuk memukul.


“Aku sudah memakainya selama 3 hari. Mau sampai kapan harus kupakai? Kenapa melakukan itu ke tangan laki - laki?” jerit Kenzo marah.


“Itu semua! Artinya kamu punya pacar. Apa kamu harus di tato di dahi kalau kamu milikku?!” balas Nana menjerit.


“Aku kemana - mana bilang kalau kamu pacarku. Bahkan Aku selalu bilang aku punya pacar. Aku tidak perlu memakai itu di kukuku! Kenapa? Apa Kamu kira aku akan selingkuh? Apa aku terlihat seperti pria tukang selingkuh?!” jerit Kenzo.


“Ya, kamu terlihat begitu, bahkan Mirip sekali.” ucap Nana.


Kenzo pikir mereka tak perlu pacaran saja, Nana merasa Kenzo itu mulai menantanganya. Kenzo pikir Nana yang lebih dulu menantangnya,  menurutnya tak ada gadis yang memukul kepala pacarnya seperti tadi, lalu menegaskan dirinya itu 33 tahun dan tidak tahu bagaimana cara pacaran anak seusia Nana.

__ADS_1


“Kamu memanikur kuku laki - laki berusia 33 tahun, lalu Kamu memukul kepanya dengan buku. Aku tidak akan diam saja!” teriak Kenzo memukul barang di rak minimarket lalu meninggalkannya.


“Sudah kubilang jangan pergi setelah kita bertengkar! Sudah kubilang kalau itu bukan tindakan orang yang berusia 33 tahun! Cepat Kembali. Kalau tidak, lihat saja!” teriak Nana.


Kenzo hanya diam saja lalu memilih untuk pergi, Nana pun berteriak menyetujui kalau Kenzo itu pergi dan menegaskan dirinya itu orang yang cepat tanggap, menurutnya ia sudah merasa ada yang aneh dengan  Kenzo, jadi berpesan agar tidak melakukan hal yang memalukan. Kenzo berhenti berjalan bertanya apa maksud perkatanya “Cepat tanggap” ketika akan berbalik Nana sudah tak berdiri didepan minimarket. 


🌹🌹🌹🌹🌹


Ken pergi mendaki gunung, duduk di tepi aliran sungai dengan batu yang besar untuk merekam suara, hatinya terlihat mulai tenang walaupun matanya nampak menerawang. Beberapa saat kemudian, ia melepaskan earphonenya dan mengeluarkan ponselnya


Yumna duduk diam dalam kamarnya wajahnya pucat, masih terlihat tanpa gairah lalu menatap sebuah kotak hijau didepanya. Dengan cepat ia sudah berubah dengan dadanan Yumna yang berbeda, make up yang mencolok dan pakaian dengan stocking jaring - jaring.


Ia sempat menatap dirinya yang di kaca jendela toko untuk memastikan pakaian, lalu kembali berjalan. Ponselnya berbunyi, pesan dari Ken masuk hanya bertuliskan “Maaf”. Beberapa saat kemudia, Yumna duduk di cafe dengan terus menatap ponselnya.


“Aku menunggu apa lagi yang akan kamu tulis selain "maaf". Aku kira kamu menulis tapi dihapus, menulis lalu dihapus, begitu aku menunggu lama sekali. Aku sudah menunggu selama 2 jam. Kenapa bisa hanya satu kata  "Maaf"? Kenapa bisa selesai hanya dengan satu kata ini? Kamu gila ya?!!  Apa Kamu tidak tahu apa yang sedang terjadi saat ini?” ucap Yumna sinis.


Ken mendengarnya sempat memejamkan matanya, lalu menanyakan keberadaan Yumna sekarang.


Ken sudah berjalan disebuah mall melihat Yumna dengan dandannya mencolok sudah menunggunya dengan tatapan sinis. Ia berjalan mendekati Yumna, lalu kembali mengucapakan permintaan maaf nya, mengakui semua kesalahanya dan pengecut.


“Sekarang kamu bisa berkata lebih dari maaf. Kamu pasti banyak berpikir dalam perjalanan kemari.” ucap Yumna.


“Maaf.” ucap Ken singkat.


“Kamu bilang Maaf? Aku benci sekali dengan kata - kata itu.” ucap Yumna dingin.


Ken menarik Yumna untuk mengajak pergi ke tempat lain untuk bicara. Yumna menghempaskan tanganya, berpikir Ken itu malu karena melihat dandannya sekarang. Ken hanya terdiam dan keduanya saling menatap. 


“Kalau aku melihat diriku di kaca,  aku terlihat seperti orang bodoh. Aku memang layak mendapatkan semua ini, aku terlihat begitu mudah tertipu dan Aku terperangkap ditengah pertengkaran cintamu. Aku terlihat naif sekali bahkan Aku benci diriku.  Aku ingin punya wajah berbeda dan menjadi orang lain. Makanya aku berdandan begini dan berharap merasa lebih baik. Tapi kamu cuma bilang hanya maaf?” ucap Yumna marah.


Ken mengatakan kalau ia sangat meminta maaf, Yumna tertawa tak habis pikir mendengarnya, lalu bertanya alasan Ken meminta maaf dan betanya seberapa besar Ken merasa bersalah. Ken mengajak Yumna untuk bicara ditempat lain. Yumna kembali menolaknya dengan menghempaskan tanganya.


“Kenapa tidak cerita dari awal? Kamu mencintai si cantik Yumna, makanya kamu ingin merusak pernikahannya. Kenapa kamu tidak cerita kalau kamu merusak pernikahanku?” teriak Yumna.


“Kamu tahu apa artinya luka?! Belum lama ini, kamu ingin merusak pernikahan Yumna karena kamu masih cinta dia. Kamu melempar batu padanya, tapi aku yang kena! Saat aku terluka karena batu itu, kamu memikirkan wanita itu.  Aku menyatakan cintaku padamu  tanpa tahu semua itu!” jerit Yumna menahan tangisnya, Ken hanya diam menatapnya.


“Saat kamu tahu bagaimana perasaanku kepadamu harusnya kamu cerita semuanya padaku. Harusnya kamu cerita semua! Agar aku bisa langsung menjauh darimu! Kenapa kamu biarkan sampai sejauh ini?! Kenapa?!” jerit Yumna histeris, Ken kembali mengucapkan permintaan maafnya.


Hae Young kesal karena Ken terus saja mengucapkan kata - kata itu.


“Aku bilang maaf karena aku merasa bersalah. Aku harus bagaimana lagi? Aku sungguh minta maaf. Sungguh sangat sangat merasa bersalah dan aku minta maaf sekali! Aku harus berkata apa lagi!!  Apa yang harus aku katakan disaat seperti ini?!! Tolong ajarkan aku!!” teriak Ken terlihat kebingungan.


Yumna menghela nafas, beberapa pengunjung mall mulai melihat keduanya yang berteriak - teriak ditengah kolam. Ken kembali mengucapkan pemintaan maafnya, Yumna menatap Ken meminta untuk berlutut dan memohon meminta maaf padanya. Ken mengucapka permintaan maafnya, Yumna tetap menyuruh Ken berlutut, keduanya saling menatap tajam.


Ken memilih untuk pergi meninggalkanya, Yumna berteriak histeris menyuruh Ken untuk berlutut dan memohon maaf dengan melempar ponselya, tapi Ken tetap terus berjalan tanpa menoleh dan berhenti. Setelah sampai dijalan besar, Ken sempat berhenti dan ingin berbalik tapi akhirnya memilih untuk tak kembali.


Yumna berjalan dari mall, sambil menangis sendirian dan bergumam, “ Kamu tidak berkata apapun padaku. Kalau kamu menyukaiku. Kalau kamu mencintai aku. Kamu tidak pernah mengatakan itu. Pasti kamu akan berkata itu pada si cantik Yumna."


Tuan Jang memohon daging steaknya, menceritakan dari semua anak yang ibunya dinikahi,  paling suka pada Yumna, ia juga menyukai Yumna karena terlihat baik, menurutnya aneh kalau mereka masih terus bertemu karena ia akan menikahi ibu Ken.


“Kita tidak perlu bertemu lagi. Jangan hubungi aku lagi. Tak masalah kalau kamu berpikir aku ini terlalu keras.“ ucap Tuan Jang.


“Kamu tidak keras dan aku bisa mengerti.“ ucap Yumna memang agak sediki terkejut.


“Hentikan perasaanmu pada Ken.” Perintah Tuan Jang.


“Aku cukup memutuskan hubungan dengan ayah. Dan juga akan memutuskan hubungan dengan Kakak. Tapi pada Ken...” kata Yumna yang langsung di potong oleh ucapan Tuan Jang.


Tuan Jang meminta agar mengakhirinya lalu  menceritakan dirinya yang sudah sering menikah jadi silsilah keluarganya sudah rumit sekali dan meminta jangan ditambah lagi. Tiba - tiba Harry berusaha masuk hanya ingin bicara dengan Tuan Jang tapi dihalangi petugas, Tuan Jang melihat lalu menyuruhnya masuk.


Harry pun menyapa Tuan Jang, si cantik Yumna kaget lalu teringat pria itu yang pernah bertemu dengannya di lobby kantor, temanya mengingat kalau mereka pernah bertemu saat dengan Yumna. Tuan Jang merasa Harry itu terlihat tidak asing.

__ADS_1


“Anda menarik investasi anda karena Ken. Bisnisku jadi berantakan.” ucap Harry.


“Aku dengar kamu ditahan.” ucap Tuan Jang, Harry memberitahu kalau ia sudah bebas. Tuan Jang pikir itu bagus.


“Aku kira anda investor yang realistis. Sepertinya anda ikut campur dalam hubungan cinta orang.” ucap Harry, Tuan Jang tak suka berbelit - belit, jadi katakan terus terang.


"Aku tidak tahu apakah anda tahu. Tapi Ken, mengincar tunangan ku maka dia merusak pernikahanku. Kamu punya reputasi sebagai investor yang baik  jika rumor kamu merusak pernikahan orang, maka ini tidak akan baik.” jelas Harry, Yumna yang mendengarnya benar - benar kaget.


“Wah, Ken ini sangat bersemangat sekali ya? Dan Mirip aku. Kamu harus akhiri hubunganmu dengan Ken. Sepertinya dia punya wanita lain.” kata Tuan Jung.


Yumna pun bertanya pada Harry, "Apakah nama tunangan mu itu, Yumna?"


Harry hanya melirik sinis. Beberapa saat kemudian, Yumna sudah mengemudikan mobilnya sambil menangis.


💜💜💜💜💜


Di tangga masuk rumah.


Brian mengomel pada Ken, menurutnya kalau wanita menyuruhnya berlutut maka seharusnya mereka berlutut, lalu memperagakan cara berlutut yang menurutnya tak sulit, tapi sepertinya Ken tak bisa melakukanya. Ken hanya diam sambil mengelus belakang kepalanya.


“Kalau kamu disuruh berlutut, maka berlutut. Kalau dia memukulmu maka terima saja.  Apa masalah besar kalau kamu malu di depan umum? Kemarin aku melihatmu, dan aku kira kamu rela melakukan apa saja. Kenapa kamu tidak bisa? Apa alasanya?” jerit Brian kesal.


“Aku sudah minta maaf berkali - kali.” ucap Ken membela diri.


"Apa kamu pikir maaf sudah cukup? Bilang kamu mencintainya, berlutut lalu bilang kamu cinta dia. Itu baru benar. Harusnya kamu lakukan apapun yang dia minta! Kalau dia suruh kamu koprol sepanjang jalan, maka kamu lakukan. Apa kamu sungguh suka wanita itu? Kamu suka dia tidak?!” ucap Brian.


“Apa kamu tidak tahu jawabannya?!” kata Ken marah.


“Tidak tahu!  Kalau kamu diam aku tahu darimana?! Kamu bahkan tidak bisa menjawab dengan lantang pada pertanyaan mudah begitu. Kenapa hati - hati sekali?! Apa alasanya? Kenapa kamu menjalani hidupmu seperti itu?! Kenapa kamu ijinkan dia masuk ke hatimu?” ucap Brian mulai mereda, Ken pun meminum birnya.


Yumna tiba - tiba datang, Brian hanya bisa menghela nafas lalu memilih untuk masuk ke dalam rumah. Keduanya akhirnya duduk ditangga bersamaanya, Yumma menceritakan Setelah putus selalu membuka emailnya.


“Aku harap setidaknya ada email umpatan disana. Tapi aku kecewa saat tidak menerima apapun darimu. Aku tersiksa padahal aku yang memutuskanmu.  Aku kira kamu baik - baik saja meskipun sudah kuputuskan. Aku berpikir apa aku punya arti di matanya? Apa kamu pikir dia cinta padaku?" cerita Yumna.


“Kamu kira aku yang akan menikahi lelaki itu, kan? Makanya kamu merusak bisnisnya? Terima kasih. Sekarang aku bisa bernapas lega. Terima kasih.” ucap Yumna tersenyum.


"Bagaimana bisa kamu berkata itu saat ini? Karena kamu, aku merusak hidup seorang wanita.” teriak Ken tak terima sambil berdiri.


“Aku tidak perduli. 100 orang atau 1000 orang pun tidak masalah, kamu melakukan itu karena cinta padaku. Semuanya karena aku. Aku cinta padamu. Sekarangpun masih sama. Aku sangat mencintaimu Ken.” ucap Yumna sambil menangis,


Tanganya ingin memegang tangan Ken, tapi Ken malah menjauh lalu pergi meninggalkan rumah. Yumna menangis dan masih mengutarakan perasaan yang masih mencintai Ken.


 **********


Harry berada di pinggir sungai didalam mobilnya.


Flash Back


Yumna langsung berdiri dan pamit pergi, Tuan Jang memberitahu nama wanita yang tadi pergi adalah Yumna menceritakan kalau wanita itu dan Ken, tadinya akan menikah. Harry ingin melihat wajah si wanita yang nama sama dengan tunanganya.


Ketika disiang hari, Yumna mengatakan kalau itu bukan dirinya yang tak dimengertinya. Harry tertawa seperti tak percaya yang terjadi lalu menjerit histeris sambil memukul stir mobilnya, seperti orang frustasi. 


Yumna menyandarkan kepalanya dipinggir tempat tidur, masih dengan mengunakan pakaian lengkap dan make up yang mencolok, lalu menatap wajahnya dicermin yang terlihat seperti badut dan kembali membaringkan kepalanya.


Ken berjalan sendirian ketika ingin menyebrang melihat dirinya dengan pakaian yang berbeda berada diseberang jalan, mobil lewat didepan dan langsung menabrak tubuhnya. Ken pun hanya bisa melirik.


Flash Back


Ken selesai melakukan hipnoterapi, lalu berdiri dari tempat duduknya mengatakan lebih baik berakhir seperti ini dengan wanita itu. Dokter seperti masih berharap Ken untuk yang lebih baik.


Bayangan Ken tertabrak mobil dan kepalanya penuh darah seolah - olah dalam keadaan sekarat, tergeletak diaspal.

__ADS_1


“Kalau berakhir seperti ini maka tak menjadi masalah akan lebih baik untuk wanita itu. Bagaimanapun aku mungkin akan mati.” ucap Ken pada dokternya. 


__ADS_2