
"Dia tidak mau bertemu denganku, tapi aku rindu sekali padanya.” ucap Melisa dengan bahasa prancisnya lalu berlari dan kembali seperti menelp seseorang.
“Kalau memang rindu temui saja, ajak dia bertemu.” ucap Brian membalas dengan Bahasa Perancis, Melisa melonggo karena Brian bisa mengerti ucapanya, lalu Brian mengunakan bahasa korea, “Kalau kamu rindu, harusnya ajak dia bertemu.” Brian bertanya ada apa sebenarnya dengan Brian.
“Bahasa keduaku adalah Perancis dan aku fasih berbahasa Perancis. Selama ini, kakak sepertinya tidak ingin dimengerti. Jadi, aku pura - pura tidak mengerti omonganmu, aku tahu semua kisah cinta Kakak.” jelas Brian bersandar di dinding. Melisa mulai mengumpat marah.
“Lelaki yang yang sempat kamu pacari saat sekolah di Paris. Kopi buatan lelaki itu rasanya paling enak. Setiap kali dia tersenyum, tubuhmu serasa meleleh. Setelah kembali ke Indonesia, kalian sempat pacaran sebentar. Tapi masalahnya, dia sudah menikah.“ ucap Brian mondar mandir menceritakan semua yang didengarnya selama ini.
Melisa menjerit histeris sambil berlari kembali, abrain menahan kepala Melisa yang ingin membenturkan ke dinding. Melisa terus menjerit, Brian menyadarkan kalau ini tak perlu merasa malu kalau Melisa tidak bisa memilih siapa yang dicintai. Melisa mulai tenang dan berjongkok dengan bersandar di dinding.
“Kakak temui saja dia, temui saja, temui saja, setidaknya sebelum dia pergi jangan menangis.” ucap Brian berjongkok sambil mengeringkan wajah Melisa yang menangis.
“Aku rindu padanya Brian Ayo kita ngobrol sambil minum.” ucap Melisa, Brian menolak mengajak untuk pulang saja, Melisa merengek agar mereka bisa minum sekali saja.
❤️❤️❤️❤️❤️
Nana dan Kenzo berjalan di pinggir pantai, Kenzo mengeluh kakaknya itu nyaris membunuhnya karena pergi ke pantai untuk merekam, tapi kenapa mereka harus pergi ke pantai lagi.
“Bagaimana mau ke pantai timur kalau kita tidak punya uang! Semakin dia menyiksamu, kamu harus lebih pandai. Jangan menyerah! Tetap kuat! Dengan begitu, orang lain akan lelah dan berhenti mengganggumu!” ucap Nana mengoyangkan tubuh Kenzo Lalu Nana berlari masuk ke air dengan wajah bahagia, Kenzo hanya melongo.
“Katanya lautnya sedang berombak besar hari ini! Aku akan senang - senang !” teriak Nana lalu menyuruh Kenzo mendekat bukan diam saja. Kenzo pikir sekarang akan mengila lalu menjerit dan ikut berlari masuk air untuk bersenang - senang.
“Ken, disini laut timur!” teriak Kenzo melupakan rasa amarahnya.
“Ken, disini Hawai!” teriak Nana tak mau kalah. Lalu keduanya main air bersama.
Kenzo pun memasang alat perekam disisi pantai untuk merekam dan duduk di tempat Nana yang sudah menyiapkan makanan. Nana menceritakan dulu sering datang di pantai ini, Kenzo bertanya dengan siapa, Nana pikir tak mungkin bisa ingat semua lelaki yang pergi dengannya.
“Jadi Kamu pergi dengan lelaki berbeda - beda?” ucap Kenzo menutupi rasa kaget.
“Tentu! Harus berbeda. Buat apa ketempat sama dengan lelaki yang sama?” ucap Nana.
“Lalu kamu pacaran dengan berapa lelaki?” tanya Kenzo nampak cemburu, Nana menghitung dengan jarinya menurutnya sekitar 15.
“Usia 21 tahun sudah pacaran dengan 15 lelaki, artinya kamu sudah pacaran tiap tahun sejak kau lahir?” komentar Kenzo tak percaya.
Itu Karena tidak ada yang bertahan lama.” Ucap Anna, Park Hoon bertanya kenapa sebentar apakah Anna diputuskan oleh pacarnya Atau Anna yang memutuskan
“Hmm, dua - duanya. Semua lelaki, tidak ingin melakukan yang ingin kulakukan di perayaan hari jadi ke 100.” Jelas Nana, Kenzo bertanya apa yang di inginkanya. Nana mengatakan Selalu berbeda.
“Sesekali waktu, aku ajak keliling dunia dengan jalan kaki. Diwaktu lainnya, aku ajak ke kuil untuk bersujud 3000 kali dan yang lainnya lagi aku ajak buat tato sama - sama. Tapi Katanya sakit. Jadi tidak ada yang mau. Lalu kami putus.” cerita Nanan sambil memperagakanya.
“Lagi pula kenapa kamu meminta semua itu?” tanya Kenzo terbata - bata.
“Aku ingin memastikan motto hidup mereka sesuai dengan motto hidupku atau tidak. Motto hidupku "Mencoba Segalanya! Apa saja." jelas Nana membentangkan tanganya.
Kenzo merasa khawatir apa yang akan diminta Nana saat di hari ke 100 mereka sambil meminum sojunya. Nana menjawab ingin tinggal bersama, Kenzo langsung memuncratkan minumnanya dan terbatuk - batuk karena keselek . Nana mengutarkan keinginan ingin tinggal bersama Kenzo dan kalau tak mau maka akan memutuskanya. Kenzo pikir itu tak masuk akal.
“Kenapa tidak? Aku sudah 21 tahun. Lalu di dalam hidupmu, aku yang paling muda, paling seksi, dan paling lembut. Ini usia primaku! Jangan pikirkan omongan orang. Aku ingin hidup dengan penuh gairah dan saling berdampingan!” ucap Nana mengoda dan akhirnya berteriak memegang tangan pacarnya.
“Yaa, yaa, ajak aku menikah saja.” ucap Kenzo mengerti tujuanya.
“Aku tidak mau menikah. Itu Tidak enak. Masih banyak waktu sebelum perayaan 100 hari kita jadi pikirkan baik - baik.” ucap Nana sambil mengelus rambut pacarnya, Kenzo tetap mengatakan kalau tak bisa .
__ADS_1
“Kalau begitu, mau putus sekarang ?” ucap Nana mengancam sambil mencengkram baju pacaranya, Kenzo ketakutan, Nana pun menyuruh untuk Kenzo minum saja menuruni rasa tegangnya bahkan menyuapi ikan mentah juga.
Kenzo dengan ponselnya mengambil foto Nana dengan gaya yang sangat cantik dan terlihat sexy, lalu mengoda bertanya apakah ia pernah jadi idol wanita, Nana berputar - putar seperti penari balet. Kenzo terus mengambil foto dan memuji seperti putri duyung.
Beberapa saat kemudian, Kenzo berbaring dipantai sambil mengambil gambar memuji kalau terlihat cantik, memberitahu kalau burung camar yang berterbangan di langit sangat cantik. Nana pun berada didepan camera.
“Apa kita akan mulai tinggal bersama di perayaan 100 hari kita atau putus?” ucap Nana, Kenzo melonggo mendengarnya. Nana berteriak menyuruh Kenzo berhenti foto, Kenzo nampak binggung karena Nana itu terlihat sangat berani dibanding yang dipikirkanya.
💜💜💜💜💜
Ibu Yumna menerima telp dari seorang wanita yang bertanya memastikan lebih dulu apakah benar ini rumah Yumna. Ibu Yumna membenarkan, lalu wajahnya nampak gugup dan menanyakan kabar dari wanita itu.
Tuan Abraham sedang menganti pot dibuat bingung dengan istrinya yang tiba - tiba keluar dan memberikan sekeranjang pakaian agar suaminya menjemurnya. Tuah Abraham binggung bertanya mau kemana istrinya, Ibu Yumna hanya keluar dari rumah begitu saja. Ternyata Ibu Yumna bertemu dengan ibu Harry di sebuah cafe.
“Aku cukup lama tidak bisa menghubungi Harry. Katanya dia berkelana ke India dan Nepal. Sepertinya dia punya banyak pikiran. Aku juga berpikir, alasanya mendadak pergi seperti ini. Kenapa pernikahannya bisa dibatalkan sehari sebelum hari H?” ucap Ibu Harry, Ibu Yumna meremas tanganya merasa tak enak.
Harry memohon padaku agar Ia bisa pergi tanpa ditanyai macam - macam olehku. Dia juga memintaku pergi ke keluarga kami di Amerika.” cerita Ibu Harry, Ibu Yumna hanya bisa meminta maaf karena tak bisa mengatakan apapun.
“Menurutku, Yumna bukan orang yang buruk. Calon besan juga tahu, kalau kita bisa menilai orang disaat kita semakin tua. Yumna, adalah gadis baik.” puji ibu Harry, Ibu Yumna mengucapkan terimakasih.
“Dia takut karena masih muda. Kita juga begitu. Kita cemas apakah tak apa mengijinkan mereka menikah dan merasa khawatir. Apakah, ada kemungkinan Yumna mengubah pikirannya? Apa Yumna menyesali perbuatannya?” ucap Ibu Harry seperti masih berharap anaknya bisa menikah dengan Yumna. Ibu Yumna terlihat binggung mendengarnya.
************
Dua orang tua Yumna duduk berdampingan di meja makan, Ibu Yumna pikir karena Yumna yang merusak pernikahannya, sebaiknya jangan menikahi lelaki itu, karena pasti akan disalahkan seumur hidupnya jadi lebih baik tidak usah saja. Ayah Yumna pikir lebih baik mereka tanyakan dulu pada Yumna. Ibunya pikir tak perlu.
Yumna sedang berbaring ditempat tidur dengan mata tertutup menerima telp dari Ibunya. Ibunya menyuruh anaknya untuk pulang ke rumah, Yumna bertanya kenapa harus datang. Ibunya menyuuh anaknya Datang saja. Yumma kembali bertanya ada apa meminta agar mengatakan di telp saja. Ibunya berteriak menyuruh anaknya datang saja ke rumah segera. Yumna mengeluh karena sangat sedang lelah.
Akhirnya Yumna sudah ada di dalam rumah, Ibunya meminta agar anaknya menemui Harry dulu, menurutnya kalau Yumna menemuinya mungkin akan berbeda, karena yang lebih dulu berinisiatif untuk meminta menemuinya jadi tak mungkin mereka bisa menolaknya.
“Sebenarnya aku dicampakkan. Orang itu, berkata tidak ingin menikahi aku Makanya berakhir seperti itu. Aku malu sekali karena itu aku minta agar aku yang mengatakan kalau membatalkan pernikahan.” akui Yumna sambil menangis. Ibu Yumna nampak shock, Tuan Abraham menahan rasa sedihnya dengan mengepalkan tanganya.
Ibu Yumna menangis dikamarnya,Tuan Abraham nampak menahan rasa sedihnya walaupun matanya terlihat memerah. Ibu Yumna teringat saat satu hari sebelum pernikahan, Yumna meminta maaf pada neneknya kalau ia tidak jadi menikah. Ibu Yumna langsung memukul kepala anaknya mengumpat sudah gila.
Lalu memukul anaknya yang sedang berusaha tertawa di kamarnya dan mengumpat kalau Yumna bukan manusia karena bisa senyum setelah membatalkan pernikahan. Yumna mengaku kalau Lebih baik daripada bercerai setelah menikah menurutnya tak mungkin mereka akan terus bersama. Ibu Yumna membabi buta memukul dengan bantal memarahi anaknya yang harus membawa Harry dibawa kerumah untuk memperkenalkan pada keluarganya.
Ibu Yumna menangis histeris nampak merasa bersalah memukul anaknya. Waktu dimalam hari saat Yumna makan dengan lahap di meja makan, saat itu ia mengucapkan terimakasih kalau masih bisa makan. Saat itu saking kesalnya langsung memukul kepala anaknya dengan keras lalu kembali ke rumahnya.
Mengingat semua kenangan dengan Yumna, Ibu Yumna berguling - guling merasa sangat - sangat menyesal. Ayah Yumna masih tetap diam sambil duduk bersilah berusaha menahan rasa sedihnya dengan mengepal tanganya keras - keras.
Ibu Yumna terus berguling - guling sambil memukul lantai, Ayah Yumna akhirnya tak bisa menutupi sedihnya dan akhirnya menangis juga. Di kamarnya Yumna duduk diam sambil menghapus air matanya yang terus mengalir, mengingatkan kembali kejadian yang dulu sudah bisa dilupakanya walaupun hanya sementara.
***********
Ken berdiri didepan rumah Yumna hanya menatap dari depan pintu lalu kembali ke mobilnya, didalam mobil ingin menelp Yumna tapi nampak ragu dan akhirnya memilih untuk tak menelpnya. Beberapa saat kemudian mobil sedan lewat dan berhenti tepat didepan rumah Yumna. Ken turun dari mobil dan berdiri di depan rumah tapi terlihat ragu dan kembali naik ke mobilnya.
Ken yang sedari tadi melihat Harry memilih untuk mengikuti mobilnya dari belakang, ketika mengendarai mobilnya ia mengingat pengakuan Yumna di taman, “Aku, dicampakkan sehari sebelum menikah. Katanya dia tidak tahan dengan cara makanku. Wah, teganya dia berkata begitu ?” Lalu cerita Yumna saat minum soju bersama, “Dia putus dariku karena tidak suka dengan cara makanku. Sekarang dia mengajakku makan.“
Harry pun berhenti karena lampu merah didepanya, Ken seperti sengaja menginjak gas dan menabrakan mobilnya, tubuhnya sempat terbentuk ke stir begitu juga Harry. Ken turun dari mobil sambil melemaskan lehernya, lalu mengetuk jendela mobil Harry menanyakan keadaanya dan meminta maaf dengan alasan mengantuk.
Harry meihat wajah Ken, teringat sebelumnya melihat Ken yang tersenyum licik padanya sebelum pintu lift tertutup. Dengan menahan amarah akhirnya Harry pun turun dari mobilnya melihat bagian belakang mobilnya yang tertabrak, bahkan sampai mengeluarkan asap.
“Jadi Begini caramu merayakan kebebasanku dari penjara? Setidaknya beritahu aku alasan kenapa aku diperlakukan begini? Apa kesalahanku padamu? Sekeras apapun aku berpikir tidak tahu alasannya. Kita belum pernah saling bertemu. Kenapa kamu merusak bisnisku?” ucap Harry bingung.
__ADS_1
“Saat aku merusak bisnismu, adalah kesalahan. Yang sekarang, aku sungguh - sungguh. Kalau mau menuntutku, tuntut saja.” ucap Ken lalu beranjak pergi, Harry menariknya dan langsung memukulnya.
“Kamu bilang kesalahan? Kenapa? Katakan brengsek! Apa alasanya!” teriak Harry, Ken berusaha berdiri sedikit sempoyongan melihat luka dibagian matanya.
"Terima kasih, sudah memukul lebih dulu. Kamu boleh memukul 10 kali, tapi ijinkan aku memukulmu sekali saja. Ah tidak, aku ijinkan 100 pukulan. Tapi ingin satu saja!! Kasih aku satu pukulan untukmu.” ucap Ken.
Harry menghela nafas mengejek lalu memukul Ken bertubi - tubi, bahkan sempat menendangnya dan mencengkram bajunya untuk berdiri lalu memukulnya kembali. Ken mulai kesakitan dan tak bisa berdiri dengan tegak tangan Harry pun merasakan sakit pula karena memukul.
Ken berusaha untuk berdiri, beberapa orang yang lewat melihat perkelahian antara pria. Ken menyuruh Harry untuk memukulnya tiga kali lipat, Harry merasa Ken itu sudah gila memilih untuk kembali ke mobilnya. Ken menariknya dan langsung memukulnya, keduanya saling bergulingan diaspal.
Peluit polisi terdengar, dua polisi menarik Ken meminta untuk berhenti. Harry ingin memukulnya tapi polisi meminta agar tenang. Ken berteriak marah, “Meskipun kamu bangkrut! Kenapa harus berkata begitu? Kenapa berkata begitu." Dan berusaha untuk melepaskan tangan dari polisi.
Suasana di rumah Yumna sangat hening sampai bunyi tetesan air terdengar. Ibu Yumna membuka pintu kamar anaknya menyuruh untuk bangun dan keluar dari kamar. Yumma hanya diam. Ibunya berteriak menyuruh untuk cepat keluar. Yumna membaringkan badanya nampak terlihat tak ada gairah setelah menangis.
Keluarga Abraham pergi ke tempat karaoke dengan menyanyi sepuasnya makai tamborin, setelah satu lagu ketiganya duduk di meja. Ibu Yumna tiba - tiba meminta maaf, Yumna dan Tuan Abraham menatap ke arah Ibu Yumna. Ibunya bertanya kenapa anaknya tak menceritakan yang sejujurnya,
“Kenapa kamu menyimpannya sendirian seperti orang bodoh?” kata Ibu Yumna merasa kasihan pada anaknya lalu menangis.
Ketiganya kembali menyanyikan satu lagu dan terlihat sangat gembira, setelah itu Yumna menangis histeris, Ibunya pun memeluk anaknya dengan erat agar menangis dipelukanya. Terakhir, Ayah Yumna yang menyanyi, Istri dan anaknya menari balet dibelakanganya. Ketiganya kembal menangis bersama - sama setelah menyanyi. Semua mulai menyanyi seperti orang gila tapi setelah itu menangis, setiap satu lagu mereka kembali menangis dan terus menangis.
Ken berjalan di trotoar terlihat wajahnya yang babak belur setelah di pukuli oleh Harry.
Flash Back
Ketika bertemu dengan dokter menceritakan kata - kata Yumna kalau suatu hari nanti yang dikatakan Yumna akan jadi kenyataan. Dokter bertanya apa yang dikatakan wanita itu.
“Suatu hari kamu akan menangis karena aku.” Ucap Ken mengingat bayangan Yumna yang datang, Ken hanya diam didepan zebra cross.
Keluarga Abraham berjalan beriringan di taman, dan Yumna yang paling belakang. Lalu ketiganya duduk di pinggir sungai dengan perahu bebek yang terparkir rapih didepan mereka. Ibu Yumna bertanya berapa semuanya, Ayah Yumna binggung. Ibu Yumna menjelaskan berapa semua tagihanya. Tuan Abraham mengatakan semuanya 70.000 ribu won tapi mendapatkan diskon 30,000 ribu.
Ibu Yumna menawarkan bir, Yumna setuju lalu Ibunya menyuruh anaknya untuk menunggu karena akan membelikanya dan berjalan bersama suaminya. Yumna pun duduk sendirian, ponselnya berdering terlihat di layarnya “Tetangga sebelah.” Yumna langsung bertanya kenapa menelpnya.
“Kenapa belum pulang kerumah?” ucap Ken berbaring di tempat tidurnya.
“Agar kamu memikirkan aku.” ucap Yumna.
“Aku memikirkanmu, maka dari itu lekas pulang.” ucap Kenm
“Katakan kamu merindukanku. Maka aku akan pulang.” pinta Yumna.
Ken meminta Yumna pulang saja, Yumna menolaknya dan langsung menutup ponselnya. Ken pun hanya bisa terdiam dengan membaringkan badanya dan terlihat memar diwajahnya.
"Aku harap semua orang yang tidak mencintaiku, mati saja.” gumam Yumna.
Ken memejamkan matanya tiba - tiba merasakan seperti suara tabrakan yang membuatnya menutup wajahnya, lalu merasakan nafasnya terasa sesak, matanya melotot ketakutan. Saat itu Yumna menengokan kepalanya, seperti ada yang dibelakangnya.
Akhirnya Ken keluar rumah memeriksa sekitar rumah takut terjadi sesuatu yang tak diharapkan. Ken kembali ke kamar sudah menganti baju lalu menelp Yumna kembali untuk mengetahui keberadaanya. Yumna merasa seperti merasakan Ken itu sangat menyukainya karena ingin tahu keberadaanya, menurutnya dirinya yang menjadi masalah untuknya. Ken berusaha konsentrasi mendengar suara suasana dibelakang Yumna, ada bunyi klakson perahu yang terdengar.
Yumna langsung menutup ponselnya, Ken bisa mendengarkanya lalu memberhentikan taksi untuk pergi ke dermaga Sungai lalu mencoba menelp Yumna tapi telpnya dialihkan karena Yumna tak mengangkatnya. Akhirnya ia mengirimkan pesan, “Tetaplah disana, Aku akan datang kesana.”
Keluarga Abraham mulai berjalan pulang, Yumna mengingat pesan yang dikirimkan Ken, “Tetaplah disana, Aku akan datang kesana.” Tapi ia terus berjalan mengikuti orang tuanya tak pecaya Ken akan datang. Yumna akhirnya berhenti meminta Ibunya pergi lebih dulu saja, Ibunya bertanya kenapa. Yumna mengaku ingin bertemu seseorang lebih dulu. Ibunya meminta anaknya untuk pulang ke rumah, Yumna mengerti, keduanya pun berjalan pulang lebih dulu.
Ken pun sampai di dermaga dengan taksi, lalu berlari ke sepanjang pinggir sungai mencari keberadan Yumna, sampai langkahnya terhenti melihat Yumna berjalan sendirian. Yumna pun merasakan kedatangan Ken pun berhenti melangkah, Ken menatap Yumna yang ada dibawah lalu berlari menuruni bukit.
__ADS_1
Ketika akan mendekat, iringan sepeda balap lewat didepanya membuatnya kembali mundur. Keduanya hanya saling menatap melihat iriangan sepeda yang cukup banyak lewat didepan mereka. Iringan sepeda sudah pergi, Ken tak mendekati Yumna hanya menyuruhnya untuk segera pergi. Yumna sempat diam tapi akhirnya mengikuti langkah Ken untuk meninggalkan sungai. Keduanya berjalan bersama tetapi dipisahkan oleh jalan.