
Yumna memeluk erat Ken ketika melompat padanya, Yumna nampak kaget seperti merasaka bunyi jantung yang degup. Beberapa detik kemudian, Yumna langsung melepaskan tangannya dan merosot turun kebawah.
“Apa kamu sudah gila?” umpat Ken kesal.
Yumna tak banyak bicara, kembali berjalan balik ke arah Melisa layaknya seorang model yang mengibaskan rambutnya. Melisa dan Brian masih melonggo melihat yang dilakukan Yumna pada Ken. Didepan Melisa, Yumna sedikit melompat tanda ia berhasil melakuan tantangan yang diberikanya lalu mengambil tas yang dilemparnya.
Melisa memanggilnya, Yumna menenggokan badanya. Melisa memberitahu bra gelnya jatuh. Yumna melotot kaget melihat branya jatuh di tepat di kaki Ken dan memegang dadanya yang polos tanpa bra.
Ia mengingat saat melompat branya pun lepas dan langsung melayang, Melisa dan Brian menahan tawa. Yumna berjalan sambil menutup wajah yang malu sampai didepan Ken langsung buru-buru mengambilnya dan kabur.
Ken terlihat nampak binggung, Yumna langsung bersandar di tembok yang jauh dari rumahnya sambil menggenggam bra gel yang lepas mengumpat pada dirinya kalau sangat memalukan.
❤️❤️❤️❤️❤️
Ken tertidur dikamarnya, matanya terpejam tapi bibirnya tersenyum. Akhirnya Ia tak bisa lagi menahan tawa dan langsung tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian sebelumnya.
Yumna berbaring di tempat tidurnya dengan mata terpejam bisa mendengar suara tawa Ken, terlihat kesal langsung menutup kepalanya dengan selimut. Ken masih tertawa sampai terbangun dan memukul - mukul bantal.
"Berhenti tertawanya!” teriak Yumna kesal bangun dari tempat tidurnya, Ken masi terus tertawa tanpa henti.
“Tapi Ini pertama kalinya aku mendengarmu tertawa.” ungkap Yumna juga merasa heran. Ken tertawa sampai air matanya keluar.
Yumna terburu-buru pergi ke kantor, sambil makan bubur kacang berlari untuk pergi ke kantor. Ken mengendarai mobilnya tiba - tiba kembali mundur lalu berhenti tepat disamping Yumna, mengajaknya masuk karena akan mengantarnya ke stasiun kereta. Yumna tak menolak, naik ke dalam mobil dan memasang sabuk pengamanya.
“Traktir aku makan malam, Karena aku sudah membuatmu tertawa aku mau traktirnya yang mahal, karena aku banyak membuatmu tertawa. Pertunjukan dengan bra gel yang jatuh. Itu jarang sekali terjadi. Di atas semua itu, aku malu sekali.” kata Yumna sambil mengunyah kacang hijaunya yang Ia bawa dari rumah. Ken kembali tertawa tatkala mengingat kejadian semalam.
"Berhenti tertawa. Kamu pernah bilang padaku kalau kamu bukan tipe orang yang mudah tertawa.” ucap Yumna, Ken kembali tertawa.
“Berhenti memikirkan hal itu.” tegas Yumna, Ken mencoba berhenti tapi tak bisa karena kembali lagi tertawa. Keduanya pun tertawa dengan kaca mobil terbuka dengan udara musim semi yang sangat cerah dan bunga sakura yang bermekaran.
❤️❤️❤️❤️❤️
Di kantor.
Yumna melihat berkas laporan dengan grafik, merasa ada kesenjangan penjualan yang besar antara perusahaan mereka dan perusahaan lain pada bisnis ini. Pria berkaca mata membenarka maka dari itu perusaahn sangat berhati-hati membentuk tim baru ini.
“Mereka mengkhawatirkan apakah kita harus hanya berusaha tetap mempertahankan tempat kedua. Tapi Direktur Melisa sedang dalam kesulitan besar.” jelas si pria berkacamata, Yumna pikir Melisa memang seperti itu sifatnya.
“Bukankah menurutmu akan terlalu sulit bagi kita untuk berusaha menjadi nomor satu?” ucap si pegawai wanita.
“Apakah kalian pernah mengalami saat-saat seperti ini? Kamu berpikir, Mungkin sudah waktunya harus menyerah. Saatnya untuk menyerah. Kemudian kamu dapat dukungan dari orang lain, yang menyemangatimu.” ucap Yumna sambil menatap ke arah jendela.
Flash Back
Yumna mengingat kembali saat berlari marathon terlihat kelelahan, pikirannya melayang pada saat menelpon Ken yang mengungkapkan merasa senang karena mantan pacarnya masih mengingat namanya.
“Inilah sebabnya kenapa manusia tidak saling berbuat baik. Teganya kamau? Kamu pikir aku gampangan? Kamu lah satu - satunya orang yang akan menghubungiku dan membuat semuanya jadi runyam lagi. Apa kamu tahu itu?” ucap Ken geram.
“Aku merindukanmu.” ucap Yumna. Ken langsung mengumpat Yumna sudah gila dan berteriak histeris sambil melempar ponselnya.
“Mungkin aku seharusnya tidak menghubungi lagi saat itu. Kamu berpikir, mungkin mengakhirinya seperti ini adalah hal yang harus dilakukan."
Yumna yang terlihat patah semangat, mendengar teriakan seseorang dari dalam mobil, “Yumna! Fighting!”
“Pada saat yang paling tak terduga, kamu mendapatkan kekuatan dari dukungan orang lain. Rasanya seperti seluruh planet sedang menyorakiku supaya aku tidak menyerah.” Saat itu Yumna kembali bersemangat melanjutkan lari marathon.
End.
__ADS_1
Yumna mencoba menelpon Ken dari ponselnya tapi ternyata ponselnya tak aktif, setelah itu menelp ke kantornya. Ken baru kembali ke kantornya langsung mengecash ponselnya, pesan masuk dari wanita tetangga sebelah, Yumna.
“Makanan yang lezat dan mahal. Kenapa kamu tidak balas WhatsApp ku? Traktir aku makan malam. Aku ingin makanan yang berminyak. Daging yang banyak." Ken tersenyum membacanya lalu melihat note yang tempel di layar monitornya.
"Jam 7 malam makan steak di restoran. Dari Yumna. Aku akan menunggu mu."
Yumna baru kembali ke mejanya membaca pesan dari Ken dengan senyuman, “Jam 7 terlalu cepat, lebih baik Jam 7 : 30 saja.”
“Dimana jadi tempatnya?” balas Yumna.
“Bukankah kamu ingin bertemu di Steak restauran ?” balas Ken, Yumna yang membacanya bisa tersenyum karena tempatnya sangat mahal.
Yumna langsung berlari saat baru keluar lift, terlihat wajah senyuman bahagia. Ken juga baru keluar dari kantornya dan masuk ke dalam mobil untuk pergi menuju restoran steak.
Sementara Yumna cantik nampak menunggu seseorang dengan gelisah melihat jam di ponselnya sudah pukul jam 7 lewat 20 menit. Yumna masuk ke dalam restoran, si cantik Yumna tersenyum melihat teman kantornya dan langsung datang mendekati. Yumna nampak tak begitu nyaman harus ada satu restoran dengan si cantik Yumna.
“Kurasa kita ini terhubung secara khusus, Apa kamu mau bertemu seseorang disini?” kata si cantik Yumna, Yumna membenarkan jika ia sedang menunggu seseorang.
“Dengan siapa? Apa dengan Pacar?” tanya si cantik Yumna. Yumna mengaku hanya seorang teman pria biasa saja.
“Apa kalian berdua mulai berkencan?” goda si cantik Yumna, Yumna hanya bisa menanggapi
“Yah begitulah.”
“Senang sekali rasanya mendengarnya. Kamu tahu masa pacaran itu masa yang indah. Aku ingin tahu seperti apa orangnya dan aku yakin dia orang yang sangat baik karena kamu juga orang yang baik.” ungkap si cantik Yumna nampak berlebihan.
Yumna bertanya balik siapa yang akan ditemui mantan teman SMA, si cantik Yumna mengatakan Seorang pria juga tapi sepertinya tidak datang jadi merasa seperti sudah dicampakkan, menurutnya walaupun pria itu tak datang ia akan berusaha datang kerumah nya karena tahu tempat tinggal si pria itu. Yumna berkomentar temanya itu masih percaya diri sekali.
Si cantik Yumna seperti tak menyadari kalau dulu sangat percaya diri, tapi merasa senang karena ada orang yang mengatakan kalau dirinya itu percaya diri, lalu memeluk Yumna sambil mengucapkan terimakasih pada Yumna. Keduanya lalu berpisah dan Yumna memilih duduk di deretan bangku belakang, si cantik Yumna menolehkan kepalanya sambil mengucapkan selamat makan.
Mobil Ken masuk parkiran, si cantik Yumna nampak tak percaya melihat Ken datang ke restoran. Ken pun masuk mencar - cari Yumna, saat itu Yumna langsung mengangkat tanganya memberitahu tempatnya duduk. Ken pun berjalan mendekati Yumna yang sudah berdiri, tiba - tiba terdengar suara yang memanggilnya, “Kakak.”
Saat itu juga Ken mengingat nama di ponselnya itu, wanita tetangga sebelah dan note yang tertempel adalah Yumna lalu baru menyadari tenyata orang yang berbeda. Si cantik Yumna menatap Ken dengan mata berkaca - kaca. Ken pun mengajak Yumna untuk pergi ke tempat lain saja, karena tahu tetangga sebelahnya itu bukan tipe orang yang makan di tempat seperti ini. Si cantik Yumna memanggil Ken dengan sebutan kakak tanpa bisa menghalanginya.
Akhirnya si cantik Yumna mendekati teman SMA tak percaya ternyata yang dipacarinya adalah Ken. Yumna nampak diam dan terlihat ikut bingung, si cantik Yumna tak pecaya dengan situasi aneh seperti sekarang.
“Aku meninggalkannya pesan dan memintanya untuk bertemu disini. Dia pasti mengira itu darimu jadi dia bingung karena nama kita. Tampaknya hal seperti ini terus terjadi yah?” komentar si cantik Yumna.
“Lalu Bagaimana kalian berdua saling kenal?” tanya Yumna.
Si cantik Yumna belum sempat menjawabnya, karena Ken kembali masuk ke restoran dan langsung menarik tangan Yumna untuk segera pergi. Si cantik Yumna shock karena Ken menarik tangan Yumna bukan dirinya.
Ken langsung memasukan Yumna kedalam mobil. Si cantik Yumna mengejarnya dan meminta maaf mengakui semua kesalahanya. Ken belum sempat masuk mobil pun berhenti untuk mendengarkanya.
"Kamu boleh memakiku. Aku tidak bisa menyalahkanmu bahkan jika kamu memukul ku. Aku mohon Tunggu.” ucap si cantik Yumna sambil menarik tangan Ken, tapi Ken memilih untuk pergi tapi setelah itu kembali berbalik. Yumna hanya bisa melihat dari dalam mobil.
“Kamu pikir aku akan datang menemuimu begitu kamu memintaku? Jangan berkhayal. Aku datang untuk menemui wanita itu, bukan kamu.” teriak Ken.
“Pantas saja. Kenapa restoran yang dia pilih berbeda. Kamu makan steaknya saja sendiri, dengan anggun.” sindir Ken yang membuat Yumna melotot kaget lalu berjalan kembali ke dalam mobilnya.
“Aku merindukanmu sungguh, aku sangat merindukanmu. Setiap hari, setiap waktu, setiap saat yang ada di hati dan otak ku hanya kamu.” ucap si cantik Yumna.
Ken langsung memukul kaca mobilnya sangat keras, Yumna dan si cantik Yumna menjerit sambil menutup wajah karena ketakutan. Ada bercak darah yang tertinggal diatas retakan kaca mobil, Ken masuk mobilnya dan Yumna terlihat ketakutan langsung memasang sabuk pengamannya. Si cantik Yumna hanya bisa diam melihat sikap Ken benar-benar marah padanya.
Di dalam mobil nampak suasana tegang, Yumna melirik melihat tangan Ken yang terluka karena memukul jendela dan memegang stir mobilnya dengan sangat kencang. Ketika berhenti di lampu merah, keduanya pun masih diam tanpa banyak berkata - kata.
Yumna mengingat kata-kata Ken sebelumnya saat menceritakan kegagalan menikah
__ADS_1
“Bagaimana bisa itu bukan masalah besar? Rasanya seperti dunia telah memberiku hukuman mati. Rasanya aku sudah diasingkan dari alam semesta. Rasanya seperti mengucapkan hal - hal yang baik dan meminta belas kasihan dari dunia yang sudah mengasingkanku. Bagaimana itu bukan masalah besar? Aku dicampakkan pada hari H pernikahanku.”
Pikiran Ken kembali teringat dengan kebersamaan si cantik Yumna di pinggir sunga, mendengarkan suara bersama - sama, Yumna memberikan kecupan di pipinya. Lalu mengambil foto wajahnya saatnya berbaring bersama dan berciuman sangat mesra.
Yumna hanya menatap Ken yang terus minum alkohol tanpa henti, sampai di botol ketiga mulutnya mulai berbicara kalau si cantik Yumna itu orangnya. Ken yang akan minum tiba - tiba terhenti dan tanganya nampak bergetar. Yumna meminum bir dan langsung tertawa terbahak - bahak sambil megang perutnya.
“Ini benar - benar sangat menyebalkan.” ungkap Yumna lalu keduanya sama - sama menghabiskan minuman dalam gelas
“Dari awal kupikir ini aneh, melihat dari caramu memandangku.” ucap Yumna mengingat saat mereka bertabrakan dan membuat hidungnya mimisan.
“Aku akhirnya mengerti sekarang. Wanita yang punya nama yang sama dengan wanita yang kami cintai sampai mati. Pasti tidak nyaman bagimu. Tapi kenapa kamu tetap tenang setiap kali aku bercerita tentang si cantik Yumna? Kenapa kamu hanya diam mendengarkanku? Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau wanita yang menghilang pada hari pernikahanmu adalah si cantik Yumna?” ucap Yumna marah.
“Kenapa aku harus memberitahumu?” balas Ken.
“Kenapa kamu membuatku terlihat seperti orang bodoh? Aku sudah mengoceh sendiri seperti idiot. Apa itu lucu bagimu? Setiap kali aku menceritakan padamu tentang tiga tahun yang menyakitkan yang ku lalui saat aku SMA karena dibandingkan dengan si cantik Yumna, apa kamu puas?” ucap Yumna, Ken hanya diam tanpa bisa berkata - kata.
“Kamu pasti berpikir, memang benar wanita yang kucintai adalah seorang wanita yang luar biasa. Apakah kamu menikmatinya?” ucap Yumna, Ken nampak kesal menurutnya itu tak masuk akal.
“Jadi kenapa kamu tidak cerita padaku?” teriak Yumna, Ken makin marah dan tak ingin menatap wajah Yumna.
“Apa yang telah kamu lakukan di restoran itu?" ucap Yumna, Ken bertanya apa yang dilakukan dengan nada marah.
“Kamu memegang tanganku. Apa aku ini semacam property bagi kehidupan cintamu? Ini pergelangan tanganku! Apa tanganku ini properti untuk membuat si ****** itu marah?” teriak Yumna dengan mata berkaca - kaca menahan amarah, lalu setelah itu berjalan mendekati Yumna.
“Apa kamu ingin aku mengatakan padanya kalau kita saling mencintai? Apa kamu ingin aku untuk membuat dia jadi gila dan membuatnya sangat putus asa?” ucap Yumna dengan nada mengejek dan jarak wajahnya sangat dekat.
“Maaf kalau aku sudah meraih melukai hati dan perasaan mu. Aku benar-benar minta maaf!” teriak Ken lalu melangkah pergi.
“Jangan coba - coba kamu memanfaatkanku seperti itu lagi! Kamu memang harus minta maaf! Karena itu sangat kekanak - kanakan!” teriak Yumna dan membiarkan Ken pergi darinya.
*************
Yumna duduk di dalam kamar tanpa menyalakan lampu, didepanya ada boneka tertawa tapi tetap saja wajahnya sedih tanpa bisa tertawa sedikitpun. Bahkan sampai boneka jatuh berguling-guling tetap saja Yumna tak tertawa.
Dikamar Ken masih kosong, sepatu didepan pintu kamar Yumna masih berjajar rapi. Yumna melihat sudah pukul setengah tiga pagi, akhirnya ia menelpon Ken seperti meninggalkan pesan.
“Kenapa kamu tidak pulang? Apa kamu begini untuk menunjukkan kemarahanmu? Kenapa kamu begini? Pulanglah.” pinta Yumna.
Beberapa saat kemudian Yumma keluar rumah seperti menunggu Ken pulang, mobil Ken datang dikemudikan oleh sopir kantor. Yumna pun melihat Ken duduk dibelakang seperti tak sadarkan diri setelah mabuk.
“Masuk ke dalam rumahmu dan tidur disana.” ucap Yumna mengetuk jendela mobil tapi Ken nampak tak sadarkan diri.
Ketika Yumna membuka pintu, tubuh Ken yang bersandar malah jatuh dan Yumna pun bisa menahannya agar tak jatuh sambil mengembalikan bersandar di kursi mobilnya. Ia berlari masuk ke dalam kamarnya dan mendorong rak untuk bisa masuk ke kamar Ken.
Sesampai diatas tempat tidur dan membaringkan tubuh Ken, Yumna berusaha membuka jaket. Di mata Ken seperti melihat bayang - bayang Yumna yang membantunya, bahkan melepaskan sepatunya. Yumna membuat kompresan air panas dan menaruh di punggung Ken ketika tertidur.
“Kamu nanti kedinginan. Tetaplah hangat meskipun kamu sedang tidur.” ucap Yumna menatap Ken yang sudah berbaring,
Akhirnya Yumna ikut berbaring disamping Ken karena kelelahan, Ken memiringkan badannya dengan kaki yang memeluk kaki Yumna, matanya seperti melihat bayangan Yumna. Lalu Yumna berhasil menendang kaki Ken agar menjauh, setelah itu duduk dan melihat tangan Ken yang terluka.
Pagi hari
Yumna berjongkok didepan Ken yang masih tertidur, Ken membuka matanya dan bisa melihat Yumna tepat didepan wajahnya. Yumna tersenyum melihat Ken akhirnya bangun juga lalu meninggalkan kamar Ken.
Ken membersihkan tubuhnya dikamar mandi, ketika memakaikan penyebar untuk wajahnya tersadar tanganya yang luka sudah ditutup plester, lalu menatap ke arah kamar Yumna, bisa menduga tetangga sebelahnya pasti yang melakukanya.
Yumna dikamarnya sibuk memasak sup touge dengan telur dan juga daun bawang serta memberikan irisan cabe diatasnya. Setelah selesai dengan nampan membawanya ke kamar Ken mengajak untuk sarapan bersama, sambil berkomentar Ken biasanya tidak minum karena punya darah rendah. Ken hanya melihat Yumna yang membereskan meja sambil mengoceh.
__ADS_1
“Saat kamu sedang pusing karena mabuk, maka kamu harus muntah, tidur di tempat yang hangat, makan yang panas-panas, dan keringatan. Setelah itu kamu akan merasa baikan. Ini saran dari seorang wanita yang selama hidupnya minum alkohol.” ucap Yumna lalu mengajak Ken untuk cepat makan, keduanya pun duduk menyantap sup touge bersama.