DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 28


__ADS_3

Keduanya pulang ke rumah dengan mengunakan kereta api, didepan pintu keduanya berdiri berhadapan. Ken hanya diam saja sambil menatap keluar jendela, Yumna melihat wajah Ken yang memar lalu bertanya dengan siapa berkelahi. Ken hanya menatap tanpa menjawab, Yumna memuji Ken yang terlihat keren. Ken menatap bayangan wajahnya yang babak belur di kaca jendela. Yumna terus menatap wajah Ken yang babak belur.


Ken mengantar Yumna sampai ke depan rumah, Yumna memberitahu kalau ia sudah menceritakan pada keluarganya, tentang dirinya yang dicampakan satu hari sebelum pernikahanya.


“Makanya situasi dirumahku sedang tidak baik, apalagi ialau mereka tahu aku masih menyimpan rasa padamu, maka Ayah dan Ibuku ...” ucap Yumna dan Ken hanya diam saja.


“Aku memang bodoh. Saat kamu tanya aku dimana, aku berdebar.  Saat kamu berkata "Ayo pergi",  aku juga berdebar. Tapi karena aku merasa bodoh sekali, aku tidak bisa teruskan lagi. Jadi akan aku akhiri saja.” ucap Yumna.


Ken hanya diam saja, Yumna bertanya apakah Ken tak mau mengatakan sesuatu. Ken hanya mengatakan agar Yumna berhati - hati pada mobil lalu pergi meninggalkanya. Yumna seperti orang gila hanya tersenyum lalu masuk ke kamar.


Ketika tertidur dikamarnya, Ken kembali merasakan benturan mobil yang tabrakan dan merasakan dibagian tubuhnya, wajahnya berkeringat sangat banyak sampai akhirnya tersadar kalau tak terjadi apapun dari tubuhnya.


Yumna sarapan di rumah orang tuanya, Ibunya menatap anaknya melihat Meskipun putriku tidak punya malu dan menceritakan segalanya padanya tapi hatinya lebih hancur karena ada hal yang tidak bisa diceritakan anaknya.


“Tapi, setidaknya sekarang aku lega.  Dalam hubungan laki - laki dan perempuan kamu tidak boleh jadi orang yang mudah bosan dan tidak setia. Menurutku begitulah putriku. Aku cemas karena kamu tidak bisa jadi pasangan ideal bagi siapapun. Aku lega, tapi bukan itu masalahnya.” ucap Ibu Yumna.


"Aku marah sekali, karena dia bersikap begitu padamu. Tapi aku lega ... Yah memang benar aku mengenal putriku.” ucap Ibu Yumna, Suaminya mengangguk setuju, Yumna tak bisa lagi menahan tangisnya.  


Yumna meminta ibunya tak membahasnya lagi karena harus ke kantor.  Ayahnya meminta agar anaknya kembali ke rumah saja. Ibunya meminta agar anaknya pulang ke rumah setelah dari kantor dan mereka berdua akan mengambil sebagian barang dirumah. Yumna pikir tak perlu, lebih baik biarkan saja.


“Kenapa? Apa Kamu? Jangan - jangan masih menyimpan rasa ke tetanggamu  kalau itu benar, maka ....” ucap Ibu Yumna terputus.


“Bukan begitu, aku akan melakukannya perlahan - lahan.” ucap Yumna.


💜💜💜💜💜


Ken berdiri didepan sebuah gedung sambil mengunakan topinya dan bersandar di dinding. Sebuah mobil sedan datang, Dokternya melihat Ken hanya bisa menghela nafas karena belum membuka kliniknya tapi pasiennya sudah datang.


“Suaranya jelas sekali. Aku bahkan bisa merasa sakit juga. Rasanya tubuhku hancur berkeping - keping.” cerita Ken.


"Tapi, apa kamu tidak melihat wanita itu?” tanya dokter, Ken menjawab tak melihatnya.


“Selama ini, kamu selalu melihat wanita itu.” ucap Dokter bingung.


“Kali ini bukan soal wanita itu tapi hanya aku.” ucap Ken.


Dokter itu tahu sebelumnya Ken tabrakan dengan mobil, lalu bertanya apa itu kejadian yang sama. Ken menggeleng mengatakan suara tabrakanya berbeda. Ken keluar dari klinik berjalan ke arah mobilnya, ketika memegang pintu mobilnya merasakan suara tabrakan kembali datang. Lalu masuk ke dalam mobil dan ingin menyalakan mobilnya, tapi terhenti kembali melihat bayangan  Yumna sambil memejamkan matanya.


Yumna datang langsung menariknya, Ken pun berusaha menahanya, Yumna berteriak untuk melepaskan cengkramanya dan memukulnya dengan tasnya, Ken memeluk pinggangnya agar Yumna bisa tenang. Ken membuka matanya bisa melihat mata dirinya yang mencium paksa Yumna dengan bersandar di dinding.


❤️❤️❤️❤️❤️


Yumna masuk ke dalam lobby kantor, tatapan kosong mengingat kata - kata Ken sebelumnya yang sangat menusuk hati. 


“Apa aku ini mesum? Dari satu Yumna  ke Yumna yang lain ?”  


Pikiran Yumna mengingat saat si cantik Yumna melambaikan tangan dengan senyuman meminta agar tak menutup pintu lift. Akhirnya Yumna berusaha berjalan dengan senyuman dan menyapa satpam dengan ramah. Ketika masuk lift pun menyapa semua pegawai pria dengan suara lantang. Pegawai pria berpikir kalau hari yang terbaik, Yumna dengan senyuman dipaksa mengatakan tidak juga.


“Sama sekali tidak!  Aku hanya berharap akan lebih baik kalau tersenyum!” ucap Yumna terlihat berlebihan. Semua pria binggung dengan tingkah Yumna.

__ADS_1


Si cantik Yumna datang berlari meminta untuk tak menutup lift, Yumna dengan cepat menahan pintu agar tak tertutup. Dengan senyuman lebarnya menyapa Si cantik Yumna didepan pintu, si cantik Yumna sempat melonggo lalu berpikir kalau Yumna merasakan hari yang menyenangkan. Yumna mengatakan tidak juga, beberapa pria menyuruh tak perlu mengajak bicara karena Yumna itu lagi aneh. Yumna tertawa lebar saat pintu lift tertutup. 


Yumna kembali melamun mengingat kembali kata - kata Ken selama, ia bertanya alasan Ken bersikap baik padanya.  


“Aku kasihan padamu, kamu dicampakkan sebelum menikah. Kamu kesana kemari dan berkata kamu dicampakkan. Aku kasihan padamu. Makanya aku baik padamu.” teriak Ken.


Melisa mencatat di kertas, Mona 30 tahun, lalu yang lainya pun menyebut angka 30 tahun, 28 tahun, 24 tahun, si wanita berambut pendek dengan malu-malu menyebut angka 27, beberapa pria tak percaya ingin mengintip hasilnya, si wanita kesal dengan tes kesehatan yang dilakukan di kantor jadi tidak ada kerahasiaan. Melisa pun meminta Yumna memberikan hasilnya.


Yumna yang melamun terlihat binggung, Melisa menjelaskan usia metabolismennya lalu melihat amplop Yumna yang belum terbuka jadi belum melihat hasilnya. Yumna melihat amplopnya ada ditanganya, Arya menyuruh untuk cepat membuka dan katakan berapa usia metabolisme


Mata Yumna melotot melihat hasilnya usia metabolisme : 41 tahun.  Melisa meminta Yumna cepat menyebutkanya. Yumna menutup lembaran kertasnya tak ingin memberitahukanya. Arya mengejek Yumna itu sombong dan menyuruh untuk menutup berat badannya maka ia akan melihat hasilnya. Yumna tetap tak ingin.


“Nanti akan ada permainan, hak superior pada orang yang usia metabolismenya paling tua.” ucap Melisa.


“Ahhh, begitu egitu yah? Mampus kalian semua!” ucap Yumna bersemangat lalu menghapus berat badan, indeks lemak tubuh lalu teringat dengan atasanya.


“Berapa usia mu?” tanya Yumna, Melisa mengatakan belum memberitahunya.


“Sepertinya usia metabolisme kalian sama.” ucap si wanita berambut pendek, Yumna dengan sangat bangga mengatakan mungkin ia itu yang  lebih tua.


Setelah itu bertanya usia si cantik Yumna, si wanita berpikir akan menanyakan. Yumna rasa tak perlu karena yakin pasti usianya lebih tua darinya, lalu dengan bahagia pasti bisa memenangkannya.


Di rumah


Ibu Yumna terlihat marah - marah di telp dan Ayah Yumna duduk dengan mengepalkan tanganya.


“Aku rasanya ingin langsung ketempatmu.  Aku ingin datang dan telanjang di depanmu! Aku ingin menjambak rambutmu dan tanya bagaimana cara kamu membesarkan anakmu!” teriak Ibu Yumna.


Tuan Abraham pun berdiri berkata kalau istrinya sudah cukup marah - marah, dengan tangan mengepal ingin marah. Ibu Yumna mengumpat pada Harry, yang berani mencampakan anaknya yang tak bersalah. 


Di sebuah bar


Melisa menjadi pembawa acara memberitahu usia metabolisme Direktur Vino adalah 67 tahun, lalu ketika ingin menyembut nama Melisa sempat menyebut sebutaannya “Si Imut” lalu langsung meralatnya. Semua menjerit ingin tahu, Melisa memperlihatkan angka 42 dengan bangga, Yumna kesal karena ternyata usianya lebih tua dibandingkan dirinya.


Semua pria pun mengelu - ngelukan nama si cantik Yumna yang ada didepan, Arya pun memberikan name tagnya terlihat terkejut, Si cantik Yumna dengan malu - malu memperlihatkan kertasnya yang bertuliskan 21, semua pria menjerit bahagia karena si cantik Yumna yang paling muda dari antara mereka semua, lalu mengejek Yumna yang seumuran tapi bedanya 20 tahun dan mengejek memanggil Bibi.


Yumna melirik sinis pada angka yang menempel pada si cantik Yumna, Direktur Vino pun memanggil Si cantik Yumna dengan panggilan “Bayi Cantik” dan meminta untuk menyanyi untuk mereka semuanya. 


Si cantik Yumna pun menyanyi dengan senyuman dan pria - pria dibelakang sebagai penari latar, direktur Vino pun dengan bahagia melihat si cantik Yumna menyanyi. Yumna memilih untuk minum - minum menghilangkan rasa kesalnya. Melisa yang melihatnya nampak tak peduli. Yumna dengan wajah dongkolnya dan mulai mabuk, berdiri lalu mematikan musik karaokenya.


“Hei.. bayi! Kamu berisik! Jangan ribut!” teriak Yumna lalu duduk kembali semua pria mengeluh lagu mereka dimatikan.


“He, Kamu yang lebih berisik! Kamu, mulai sekarang minta ijin dariku kalau mau bicara. Mengerti?!” teriak Direktur Vino sangat marah.


“Apa aku tidak bisa bicara saja?” ucap Yumna melawan


Direktur Vino menyuruh Arya segera membawa Yumna keluar, semua pria juga setuju, si cantik Yumna kebingungan. Yumna kembali berteriak kalau ia akan diam saja. Arya menghentikan Yumna untuk tak minum maka dari itu usia metabolismenya 41 tahun. Direktur Vino pun meminta si cantik Yumna untuk kembali menyanyikan untuk mereka. Si canti Yumna ingin menolaknya. 


Beberapa saat kemudian Arya duduk didepan Melisa, menahan tawa bahagia karena umurnya lebih tua dibandingkan Melisa. Lalu Melisa pun menggoda Arya untuk bicara dengan santai padanya. Arya gemetar memilih untuk minum bir dari botol.

__ADS_1


Yumna menatap sinis si cantik Yumna dengan perbedaan umur jauh beda. Si cantik Yumna memilih untuk membuat minuman dengan mengaduk birnya lalu memanggil Yumna.


“Kakak."  Yumnamengatakan kalau ada banyak hal yang ingin diucapkanya.  


"Ganti namamu. Hanya aku satu - satunya Yumna. Aku akan jadi satu - satunya Yumna di dunia ini. Nama Yumna cuma cocok untuk orang yang membosankan seperti aku. Jadi tidak cocok denganmu.” ucap Yumna, teman wanita Yumna mendengarnya.


“Berlian bagaimana? Cocok untukmu. Berkilau - kilau, bahkan matamu berkilau.” ucap Yumna, si cantik Yumna akan memikirkanya.


“Jangan dipikir, langsung saja diganti.  Beraninya kamu punya nama sama dengan Kakak. Meskipun aku mati, aku tidak mau berbagi nama yang sama denganmu benar - benar tidak akan mau. Jadi kamu ganti ya?” ucap Yumna, Arya yang duduk tak jauh dengannya nampak tegang.


“Kamu kira aku begini karena kita sedang dalam permainan? Tidak. Aku serius dengan perkataanku. Apa kamu Tahu ?” ucap Yumna, si cantik Yumna mengatakan sudah tahu dengan senyuman.


“Jangan senyum!!!” teriak Yumna yang membuat semua orang terkejut.


Arya panik meminta Yumna untuk tak berlebihan. Yumna melihat senyuman licik Yumna dan mengumpat gadis jahat karena kembali datang setelah meninggalkan Ken, si cantik Yumna hanya diam saja sambil memegang gelas birnya.


“Apa kamu merasa sangat hebat? Kamu kira semua lelaki akan menerimamu jika kamu kembali lagi? Kalau kamu punya nurani, harusnya kanlmu tetap diam dan tidak muncul lagi. Gadis kurang ajar macam apa yang melarikan diri di hari pernikahannya? Apa alasannya ?!!!” teriak Yumna sampai membuat semua pegawai terpaku.


“Kakak kenapa membatalkan pernikahan sehari sebelumnya? Aku sudah dengar.  Setahuku kabar itu cukup mengejutkan di kantor ini. Kenapa Kakak melakukannya ?” kata si cantik Yumna


Yumna pun menghabiskan minuman birnya, lalu menyuruh tak perlu ikut campur.


**********


Di sebuah restoran terlihat seorang pria yang sedang berbincang dengan temanya. “Kita ini mirip ayam yang ada di kandang. Kita selalu diminta produktif. Buat apa semua ini?!”


Si pria yang ada dilayar sedang duduk dalam studio mengisi suaranya sendiri, “Katakanlah, kita bertelur banyak tapi lalu mati? Kalau kita mati setelah bertelur banyak,  apa itu bagus? Apa itu namanya hidup?”  Lalu si pria juga membuat suara ketika mencoba minum bir.


Terdengar suara “Cut” lalu memuji kalau sudah bagus, si pria pun berbicara pada Ken menurutnya lebih baik daripada ini. Ken menyuruh  untuk mengulanginya lagi untuk tak perlu ada kata yang terlewat dan jangan bergumam, serta perhatikan ucapanya, setelah itu menyuruh agar tak menghapus rekaman yang tadi.


Pria itu pun mengeluh Ken yang Kurang ajar sekali karena terus menerus bersikap begitu, tapi akhirnya menyentujuinya untuk mengulanginya. Ken pun memberikan tanda untuk memulai merekam suaranya. 


"Aah, yang benar saja! Yaa, apa mereka menganggap remeh kita? Kita ini mirip ayam yang ada di kandang. Kita selalu diminta ploduktif. Buat apa semua ini?!” ucap Si pria tak jelas mengucapkannya.


Do Kyung berteriak “Cut” si pria yang berjongkok mengatakan “Cut” agar aktor itu berhenti bicara. Ken berteriak kalau yang benar itu "Produktif!" lalu menyuruh untuk mengulanginya lagi. Si pria menghela nafas panjang dan kembali mengulanginya.


Kedua kalinya Ken kembali berteriak “cut” sampai yang diruang kontrol kaget, akhirnya si aktor tak tahan menyingkirkan pria kumis yang bersamanya untuk keluar ruangan dan masuk ke dalam ruang kontrol. 


“Yaa, yaa! Lihat skenarionya! Judulnya, menjadi Produktif Kembali. Karakterku disini sedang mabuk. Pengucapannya tidak bagus dan dia sedang mabuk disini. Aku sudah pelajari skenario ini dan melakukan yang terbaik. Kamu siapa menyuruhku mengulang berkali - kali?! ” teriak si pria.


“Apa artinya aktingmu yang detil jika penonton tidak mengerti ucapanmu?” kata Ken.


“Itu artinya kuping mereka yang salah. Kenapa kamu tidak mengerti juga? Waah, filmku banyak sekali  tapi baru kali aku repot seperti ini." ucap si aktor


“Aku juga baru kali ini kesulitan mendengar dialog yang tidak dimengerti.” balas Ken.


Si aktor marah ingin mencengkram badan Ken, beberapa orang langsung menahanya agar tak jadi pertengkaran. Si aktor pun bertanya apakah cuma pria itu pilihan yang ada, pria tambun pun mengatakan akan menyelesaikan dan meminta Ken untuk istirahat saja.


“Presdir Leo, apa mereka berhak memperlakukan aku begini? Dari awal aku tidak mau melakukan film ini!” teriak si aktor marah.

__ADS_1


Sementara si pria tambun pun bisa mengeluarkan Ken sampai ke depan ruangan meminta agar menenangkan diri dan istirahat, Ken memperingati untuk melakukan dengan benar dan jangan sembarangan. Si pria tambun mengerti dan meminta Ken segera masuk ruangan. 


__ADS_2