DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 37.


__ADS_3

...Assalamualaikum....


Tiga pria termasuk Kenzo masing - masing memegang mic, di sebuah area pesawat pribadi sebuah mobil melaju sangat kencang dan membuat drift dengan bunyi ban yang berbunyi. Di dalam mobil pria muda terlihat ketakutan disamping pria yang mengendarai mobil dengan kencang dan membuat drift berputar - putar.


Ken mengunakan earphonenya, berbicara pada walkie talkie agar saat drifting, buat suara yang lebih liar.  Pria muda yang didalam mobil mengerti lalu memberitahu pada pria yang menyetir mobil. Akhirnya mobil lebih kencang berputar membuat drift, si pria muda makin ketakutan berpegangan di mobil.


Kenzo memanggil si pria berkumis, membahas tentang kakaknya yang akhirnya ini bersedih. Lalu ia menyuruh pria berkumis untuk membuat lelucon klise yang bisa membuatnya tertawa. Si pria berkumis pun meminta memberikan walkie talkienya.


"Presdir, disini pria berkumis apa kamu bisa dengarnya?” ucap si pria berkumis, Ken menyuruh si pria berkumis untuk bicara.


“Kemarin, aku memberi makan anjingku banyak sekali,tapi apa kamu tahu yang terjadi padanya?” ucap si pria berkumis memberikan waktu tiga detik agar Ken menjawabnya.


“Dia jadi gendut!” ucap pria berkumis, Kenzo dan pria tambun menahan tawa mendengarnya, tapi Ken tak bergeming menyuruh mereka kembali berkerja saja.


“Mulai sekarang jangan suruh aku begini lagi. Lelucon harus diceritakan pada orang yang punya perasaan. Aku malu sekali.” ucap pria berkumis kesal.


“Tidak, kakak sedang tertawa tapi nanti belakangan. Dia sedang terbahak - bahak di dalam hati, coba sedikit lagi.” ucap Kenzo lalu memberikan pada pria berkumis.


“Presdir. Disini pria kurus, apa nama ramyeon paling enak di dunia?” ucap si Pria tambun, Ken menyuruh mereka berhenti bercanda.


“Ramyeon dengan Presdir! Ramyeon bersama Presdir! Aku akan bersamamu sampai akhir dunia! Semangat!” ucap pria kurus penuh semangat, Kenzo sampai terjungkal tak bisa menahan tawanya.


Kenzie tetap saja diam menyuruh mereka berhenti lalu menyiram jalan dengan air. Pria kurus pun mengerti dengan wajah lemas karena tak  berhasil. Ketiganya mengikuti putaran mobil yang membuat drif diatas jalannya yang basah, matahari terlihat mulai terbit. 


❤️❤️❤️❤️❤️


Yumna bisa tertidur dengan posisi tengkurap dan toples minumnya hampir habis, tiba - tiba ia terbangun dengan terkejut dan matanya setengah terbuka, lalu ia menyalakan radio dengan mendengarkan lagu rock membuatnya seperti sedang memaikan gitar dan mengibaskan rambutnya. Ia menganti saluran dan mulai menari lagu tradisional, beberapa saat kemudian berubah jadi girl band.


Akhirnya ia kelelahan menganti saluran lain, siaran radio dengan suara penyiar wanita, memberitahu  siaran kali ini akan menyelesaikan semua rasa frustasinya, jadi meminta telp untuk orang - orang yang sedang frustasi.


“Meskipun confusius dan mencius, menikmati hidup mereka di dunia lain, ayo lekas bangun dan dengarkan kalimat bijak dari orang yang satu ini.  Ia adalah seseorang yang dapat mengatasi frustasimu. Yang terbijak dari semua orang bijak. Jika kalian ingin mendapat konsultasi dari Tania, segera hubungi kami.” ucap Penyiar wanita.


Brian sambil mengisap permen lolipop menyetir mobilnya, Yumna menelp dengan sengaja menyamarkan suaranya dengan menutup hidungnya, sambil berbaring. Shinta mulai menyapa Yumna yang menelp, Yumna tertawa tak percaya ternyata bisa langsung tersambung meminta agar suaranya disamarkan. Shinta memberitahu sudah disamarkan jadi tak perlu memencet hidungnya.


“Aku ingin tetap anonim. Jangan berusaha mengungkap namaku dengan alasan ingin memberiku kado.” ucap Yumna, si penyiar Shinta mengerti lalu bertanya apa masalahnya.


“Ya, saat aku SMA, ada gadis yang punya nama sama denganku. Dia, sangat hebat. Bukannya aku tidak hebat tapi dia luar biasa hebat. Aku jadi sering dibandingkan dengannya dan sering dianiaya karena dia. Banyak sekali hal yang terjadi. Pokoknya, hidupku menderita karena dia.“ cerita Yumna, Brian yang mendengarkan siaran radio terlihat curiga mendengar cerita dari radio.


“Tapi ada  lelaki yang aku suka. Dulu adalah mantan tunangan gadis itu dan batal menikah. Dia ingin membalas dendam pada gadis itu tapi dia tidak sengaja, malah merusak hidupku. Aku, tanpa tahu semua ini.” cerita Yumna sambil menangis.


Penyiar Shinta memanggil Yumna karena merasakan suaranya menghilang, meminta agar mengulangi ceritanya dengan jelas. Yumna dengan berbaring bercerita sambil menangis.


“Jadi ceritanya karena arena orang itu, tidak bisa melupakan hubungan mereka. Ia merusak pernikahanku, karena dia pikir itu pernikahan gadis itu.” cerita Yumna, Brian melongo karena cerita mirip dengan Kenzie.


“Tunggu. Tahan sebentara. Lalu, bagaimana dia bisa salah mengira pernikahanmu adalah pernikahan gadis itu?” tanya penyiar Shinta.


“Nama gadis itu dan aku sama! Kami punya nama yang sama, jadi lelaki itu pikir gadis itu yang akan menikah dan malah merusak pernikahanku!" ucap Yumna sedikit menjerit.


Brian yang medengarnya merasakan tubuhnya mulai merinding merasakan kalau itu pasti cerita Yumna. Yumna menceritakan tanpa tahu semua masalahnya, jatuh cinta pada lelaki ini. Shinta seperti belum mengerti, dengan bertanya apakah Yumna  tidak tahu kalau dia musuhnya dan jatuh cinta padanya. Tuan Lee menyambar langsung menanyakan alasannya.


“Aku tidak tahu harus bagaimana. Disatu sisi, aku ingin membunuhnya karena marah. Di sisi lain ...“ ucap Yumna terhenti.


“Tidur saja. Jangan sedih dan murung. Jangan pergi ke kencan buta tak berguna, lebih baik tidur saja. Saat kau bangun tidur, maka kamu akan lapar.  Lalu makan kemudian tidur lagi. Saat bangun lagi, maka kamu lapar lagi. Makan saja lagi.” ucap Tuan Lee memberikan saran.

__ADS_1


“Tuan, Aku mengumpulkan keberanian, bukan demi nasihat seperti ini.” ucap Yumna, Tuan Lee menyuruh Yumna terlahir kembali saja.


“Apa Kamu kira itu masuk akal?!!  Maksudmu, sekarang hidupku berantakan jadi aku lebih baik mati dan lahir kembali?!!” teriak Yumna terbangun dari tempat tidurnya. Penyiar mencoba menenangkan Yumna kalau itu bukan maksud ucapanya.


“Apa susahnya lahir kembali? Kalau kamu melepas masa lalumu, kamu bisa lahir kembali. Apa kamu pernah lihat anak bayi punya kenangan? Dalam pikiranmu "Aku mengalami hal seperti ini. Maka aku orang seperti ini." Kalau kamu lepaskan pemikiran seperti itu, maka kamu akan lahir kembali.” ucap Tuan Lee.


“Apa Kamu kira itu mudah?  Mana bisa aku pura - pura ini tidak pernah terjadi? Kamu dengan mudah mengatakan "Nah, ayo hapus masa lalumu. Buang semua ingatanmu. Selesai." Apa itu akan menghilang?!” ucap Yumna kesal.


“Kalau kamu ingin menderita, maka terus saja hidup di masa lalu. Itu pilihanmu. Hidup memang seperti itu. Siapa yang dapat menahan orang yang ingin hidup menderita?” ucap Tuan Lee


Yumna merasa Tuan Lee itu memang kejam sekali, menurutnya seharusnya  memberinya nasihat yang realistis, karena tak tahu sangat menderita dengan keadaanya sekarang. Ia pikir kalau bisa melakukanya makan rasanya ingin membunuh orang itu dan Yumna. PD diruang kontrol memberikan lambaian tangannya.


Brian menyetir mobil seperti tersedak karena nama Yumna terdengar lalu meminggirkan mobilnya. Shinta memberitahu kalau sebelumnya ingin dikenal sebagai anonim, Yumna membenarkan karena yang disebutkan bukan namanya, Shinta mengulang kalau sebelumnya mengatakan kalau nama kalian itu sama.


Tangan Yumna lemas, ponselnya jatuh matanya melotot dan terlihat sangat shock. Brian mengumpat kalau Yumna itu sudah gila, terdengar suara tertawa mengejek dari seluruh seoul yang mendengarkan siaran. Telp Yumna pun terputus.


“Astaga. Di dunia ini ada banyak orang bernama Yumna. Namamu, tidak berarti apa - apa. Namaku, Nia, bukan masalah. Jadi apa masalahnya? Aku dengar margamu. Namamu tidak berarti apa-apa. Yumna yang lain juga bukan masalah. Nama DJ kita Shinta, bukan apa - apa.” ucap Tuan Lee, Shinta mengingatkan Tuan Lee kalau menyebut namanya berkali - kali padahal si penelp ingin tetap anonim.


Ibu Yumna yang mendengar siaran radio langsung terdiam. Tuan Lee pun mengerti dengan teguran Shinta, dengan menyebutnya “Anonim Yumna.” Shinta menegurnya karena kembali menyebut Yumna lagi.


Arini sedang ada di cafe, menelp temanya memberitahu kalau semua teman sekolahnya sedang membahas Yumna, lalu menyuruhnya untuk cepat keluar dari ruang chatting dan jangan lihat apapun bahkan langsung menghapusnya dan mematikan ponselnya.


“Kamu bisa berhenti tidak?! Apa kalian tidak bisa melupakannya? Kalau kalian masih terus menelpon Yumna, aku tidak akan tinggal diam!” teriak Arini menerima telp dari temanya.


Yumna terlihat sangat pucat, membiarkan dirinya berada dibawah pancuran, membasahi semua tubuhnya dengan pakaian lengkap dan juga sandal. Ibu Yumna menerima telp dari adik iparnya, yang membahas tentang alasan Yumna batal menikah karena masalah itu. Ibu Yumna langsung menutup telpnya sambil membanting ponselnya. Bibi Yumna tiba - tiba sudah ada didepan rumah mengetuk pintu memanggil kakak iparnya, Ibu Yumna membuka pintu dengan tatapan marah.


“Apa Yumna tidak punya harga diri? Kenapa malah suka lelaki itu? Apa dia gila?” ucap Bibi Yumna nyeroco.


“Karena dia tidak tahu makanya menyukai pria itu!” teriak Ibu Yumna lalu menutup kembali pintunya, Bibi Yumna benar - benar tak percaya. 


Tiga pria dikantor Yumna duduk bersama dengan tertawa terbahak - bahak, salah satu pria menceritakan awalnya Yumna meminta suaranya disamarkan dan namanya anonym tapi dia sendiri yang membuka namanya, ia yakin Yumna pasti malu sekali, bertanya - tanya bagaimana nanti kalau datang ke kantor.


“Suara ini sudah tersebar seharian sebagai rekaman terlucu saat ini! Waktu aku bilang dia sekantor denganku, banyak yang ingin melihat wajahnya!” cerita si pria mengulang kembali siaran Yumna.


“Jadi itu sebabnya, kenapa hari itu wakil Yumna memukul ketua tim. Saat itu dia tahu, kalau pernikahannya berantakan karena ketua tim Yumna.” iata si pria dengan rambut belah pinggir.


“Benar. Tapi dia terus mengaku "Aku yang batalkan, aku yang batalkan!" kata si pria rambut belah pinggir.


Arya datang dengan melempar map menyuruh ketiga untuk untuk berhenti bicara, ketiganya langsung berdiri sambil bertunduk. Arya menyindir apakah menyenangkan. Pria di paling kanan mengatakan kalau ini seru. Arya menyadarkan ketiganya kalau keadaan ini terjadi pada adik perempuanya, lalu bertanya apakah itu masih lucu.


“Iya, kalian membela anggota tim kalian kan? Maaf, dia membuatku seperti orang jahat.“ ucap si pria paling kanan.


“Kalian memang jahat dengan perkataan kalian! Bayangkan kalau pernikahan adik perempuan kalian berantakan karena orang asing.  Bagaimana rasanya? Apa kalian masih bicara begini?” teriak Arya.


“Sudahlah, hentikan. Buat apa diperpanjang? Apa kalian teman sekantornya?” teriak dua wanita, ketiganya pun meminta maaf dan pamit pergi. 


Yumna melamun didepan mejanya, tatapanya sedih. Beberapa pegawai berbisik dengan menahan tawanya, pegawai pria memanggil Yumna merasa pria itu pasti sangat mencintainya, semua tertawa mengejek. Pegawai wanita bertanya apakah ketua mereka sudah mendengarnya, kalau suara Wakil Yumna beredar di internet Yumna meminta semuanya menghentikan membahasnya dan kembali kerja.


Melisa datang dengan tatapan sinis, berputar - putar mengelilingi Yumna yang berdiri. Yumna mengaku baru tahu juga beberapa hari yang lalu.


“Semua kejadian ini terjadi sejak kamu menghilang. Apa Kamu tahu?” ucap Melisa dengan berdiri membalikan badanya. Yumna mengatakan sudah tahu.


“Renungkan dirimu.” ucap Melisa lalu meninggalkan ruangan, Yumna berusaha menahan air matanya. 

__ADS_1


Beberapa ibu - ibu berkumpul di rumah Yumna, sambil membahas tentang siaran radio yang membuat mereka kaget sekali, semua tertawa karena suara itu sangat lucu sekali sampai membuatnya sakit perut. Ibu Yumna keluar dari rumah dengan wajah sinis.


“Sebelum Yumna menggila lagi, kita harus lakukan sesuatu.” ucap ibu - ibu berbaju pink, ibu - ibu yang lain menyadarkan kalau dibelakangnya sudah ada Ibu Yumna.


“Yumna ku, segila apapun dirinya bukan orang yang tega melukai orang. Kalau dia membunuh orang, apa dia akan mengumumkan itu di radio? Dia tidak sebodoh itu!” teriak Ibu Yumna membela anaknya, lalu masuk rumah dengan membanting gerbang.


Salah satu ibu merasa yang dikatakan Ibu Yumna benar, si ibu baju pink pikir kalau Yumna masih saja, omonganya terpotong karena ada telp masuk. Dengan penuh keyakinan memberitahu pada temanya ditelp kalau itu bukan Yumna tetanganya tapi orang lain. 


Tuan Abraham berbicara ditelp  kalau dipikir, memang kedengaran seperti Yumna tapi menurutnya bisa juga tidak, Ibu Yumna baru masuk rumah langsung merampas telp dari tangan suaminya.


“Kenapa mau tahu soal itu? Meskipun kamu pikir itu Yumna kami, buat apa kamu sampai menelpon kemari? Dilihat dari tindakanmu, aku bisa tebak kalau kamu orang yang licik! Tunggu saja dan lihat kesialan apa yang akan dihadapi oleh anakmu!” teriak Ibu Yumna marah dan langsung menutup telp, mencabut kabel telpnya. 


“Kenapa kamu menerima telpon bodoh begini?!” kata Ibu Yumna memarahi suaminya, Tuan Abraham memberitahu kalau itu tadi Ibunya yang menelp.


Ibu Yumna terdiam, terdengar bunyi telp dari ponsel, dengan penuh amarah langsung melepaskan baterynya agar tak berbunyi lagi. Keduanya hanya bisa menghela nafas bersama - sama, Ibu Yumna menanyakan keberadan anaknya sekarang. 


Yumna terlihat sudah basah kuyup duduk diatas toilet, wajahnya sangat pucat, tanganya gemetar dengan berusaha dikepalkan. Matanya terlihat seperti vampire yang tak pernah tidur berhari - hari. Ketukan pintu terdengar, Ayahnya membuka pintu terkejut melihat Yumna, basah kuyup dengan wajah memucat dan gemetar. Yumna menengokan kepalanya, wajahnya benar - benar seperti mayat hidup tanpa gairah. 


Brian menelp Ken dengan marah memberitahu nama "Yumna"  sekarang jadi topik pencarian, bahkan Seharian orang - orang mengiriminya soal "Klip lucu" yaitu isinya suara rekaman radio wanita itu, lalu bertanya apa yang harus dilakukan sekarang. Ken hanya mendengarnya dengan helaan nafas panjang belum memikirkan solusinya


Si kurus, dan kawan - kawan mendengar suara rekaman yang sedang heboh diponselnya “Kamu tahu aku menderita seperti apa saat ini? Kalau aku bisa, aku akan membunuh orang itu dan Yumna!”


“Maaf, tapi bukannya anda ingin nama anda anonim?” kata penyiar Shinta.


“Ya. Aku menyebut nama perempuan itu, bukan namaku!” ucap Yumna, Kenzo dan kawan - kawan tak bisa menahan tawa mendengarnya.


Penyiar Shinta mengingat sebelumnya kalau mereka memiliki nama yang sama. Tangan si kuris tiba - tiba lemas, semua melonggo dan tersadar kalau cerita itu sebenarnya adalah cerita Ken dan Yumna. Kenzo mengomel karena si kurus mensharenya ke grup chat. Si belah tengah menyuruh agar menghapusnya sebelum Ken membuka ponselnya. 


Ken menatap ponselnya yang tak menyala, si kurus masuk meminta agar bisa melihat ponselnya, ketika ingin membukanya memohon agar memberikan sandinya. Ken mengatakan akan menghapusnya sendiri, si kurus mengucapkan terimakasih, Ken berdiri dengan tatapan marah. Si kurus kaget dan hanya bisa meminta maaf.


Ken langsung keluar dari ruanganya menyuruh untuk membawakan rekaman mereka kemarin, semua pegawainya langsung mengikutinya berjalan dengan berbaris seperti sebelumnya. 


❤️❤️❤️❤️❤️


Yumna memakai selimut, wajahnya tak sepucat sebelumnya. Ibunya datang membawa meja makanan, menyuruh anaknya untuk segera makan dan menyuruhnya untuk melupakan semua, serta akan baik - baik saja, menurutnya tidak ada yang akan mati karena hal ini dan sama sekali bukan masalah besar.


Ibunya menaruh sendok ditangan Yumna, tapi Yumna hanya memainkan sendoknya diatas bubur. Ibu Yumna mengatakan mereka harus jalani saja hidup mereka sendiri tanpa harus peduli pada omongan orang. Yumna hanya diam saja, akhirnya Ibu Yumna berhenti makan.


“Kalau dari awal kamu cerita ke Ibu, pasti sudah ku masukan mereka semua ke penjara! Kenapa selalu merahasiakan semua dari Ibu dan menderita sendirian? Angkat kepalamu dan makan.” ucap Ibu Yumna lalu menaruh daging diatas sendok anaknya. Yumna pun mulai memakan bubur buatan ibunya. 


Ibu Yumna keluar kamar sambil menangis, Yumna keluar kamar lalu memeluk Ibunya dari belakang meminta maaf. Ibunya pikir seharusnya ia yang meminta maaf. Yumna heran kenapa Ibunya harus yang meminta maaf, Ibu Yumna pikir harusnya mereka tidak memberi nama pasaran pada anaknya.


“Kenapa kami ceroboh sekali memberi nama putri kami. Sudah kubilang jangan gunakan nama "Yumna" Harusnya kita pilih "Soraya" atau "Sonia"! Kenapa "Yumna"?” ucap Ibu Yumna menyalahkan suaminya.


“Kenapa menyalahkan Ayah? Ini salahnya orang lain.” ucap Yumna. Ibu Yumna duduk dengan melepaskan pelukan anaknya.


“Kamu lepaskan lelaki itu. Tidak perlu marah lagi. Cukup lepaskan dan lupakan dia. Kamu harus berhenti memikirkannya dan lepaskan dia. Kudengar kita bisa minta kompensasi materil dengan bantuan pengacara. Tapi apa gunanya itu?” ucap Ibunya, Yumna tertunduk mendengarnya.


“Daripada selalu merasa marah saat melihat wajahnya, sebaiknya akhiri. Kalau kau lebih jauh lagi, maka  kau yang akan konyol. Kalau lebih jauh lagi, orang akan menudingmu. Bukan mereka. Jadi, tutup hatimu dan lepaskan dia. Akhiri saja.” Kata ibunya


Yumna hanya tertunduk diam, Ibunya bingung melihat anaknya tak menjawab lalu berpikir anaknya masih punya perasaan pada lelaki itu, Yumna hanya diam saja, Ibunya pun langsung memukul kepala anaknya.


“Kamu bisa suka padanya saat tidak tahu apa - apa! Setelah kamu tahu semuanya, kenapa kamu masih suka padanya?! Aku bisa mencabik - cabik dia! Aku akan membencinya! Kalau masih juga suka padanya. Kamu adalah orang paling bodoh diseluruh dunia. Kamu akan jadi perempuan paling gila! Apa Kamu tahu?” teriak Ibunya murka

__ADS_1


“Aku tahu. Aku tahu semua itu, tapi hatiku tidak mengerti.” ucap Yumna tertunduk menangis, Ibu dan Ayahnya hanya bisa menghela nafas. 


__ADS_2