DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 24. Masih berharap


__ADS_3

"Ini pertama kalinya dia tinggal sendiri, jadi kami khawatir padanya. Aku senang tetangga lelakinya baik sepertimu. Aku ucapakan Terima kasih.” ungkap Ibu Yumna, Ken dengan ramah mengatakan bukan jadi masalah untuknya.


“Kami tadinya ingin dia tinggal di apartemen karena wanita lajang. Disana aman dan tempatnya bersih. Aku tidak paham kenapa dia memilih tempat kecil begini. Nanti dikira orang kamu miskin.“ ungkap Ibu Yumna.


Yumna mengatakan kalau keluarga mereka memang miskin, Ibunya menyangkal kalau mereka tidak miskin tapi hidup berkecukupan. Yumna bertanya apakah Ibunya memiliki uang lima juta rupiah. Ibunya menjawab punya, Yumna menebak jumlah uangnya lima ratus ribu. Ayah Yumna mengatakan jumlah uang mereka tujuh juta rupiah. Yumna meminta Ibunya menghentikan saja dan tak usah bersikap seperti orang kaya. Semuanya sempat terdiam.


“Sepertinya suasana hatinya sedang buruk. Jangan dipikirkan, kamu makan saja!” ucap Ibu Yumna ke pada Ken.


Ayah Yumna ingin menuangkan soju, tap Ken menolaknya. Ibu Yumna pikir hanya segelas saja untuk tata krama. Ken pun menerimanya dengan sangat sopan. Ibu Yumna menatap lebih dekat Ken saat sedang minum soju.


“Mata dapat memberitahu seberapa kaya seseorang. Aku suka sekali matamu.” komentar Ibu Yumna, Ken pun mengucapkan terimakasih


"Apa Kamu belum pernah menikah?” tanya Ibu Yumna yang membuat suasana makin canggung. Yumna berteriak meminta ibunya untuk menghentikanya.


“Orang ini tidak suka padaku. Sedikitpun tidak suka padaku!” ucap Yumna.


Ibunya terdiam sejenak mendengarnya, Ken terlihat bingung tak bisa menatap kedua orang tua Yumna. Ibu Yumna bertanya apakah anaknya menyukainya, lalu memukul kepala anaknya sambil memarahi kenapa harus menyukai pria yang tak menyukainya, Suaminya menahan istrinya agar menahan diri. Ibu Yumna pada Ken alasan tak menyukai anaknya, dan meminta mengatakan apa kesalah anaknya itu. Ken hanya bisa tertunduk diam, sementara Ayah Yumna menahan istirnya agar tak mengeluarkan umpatan dengan menutup mulutnya. 


Ibu Yumna dan Suaminya sudah ada didalam bus perjalan pulang, awalnya hanya diam saja tapi Ibu Yumna mengeluarkan ponselnya lalu menelp anaknya dengan nada geram.


“Tutup dinding itu dengan semen. Kenapa tetap tinggal disitu kalau lelaki itu tidak suka padamu? Kamu, kalau sampai kulihat mengejar - ngejar lelaki itu, maka kamu akan mampus di tanganku!” ucap Ibu Yumna mengancam.


Ayah Yumna kaget mendengar peringata istrinya, Ibu Yumna yang marah mencoba membuka bajunya dan membuat tiga kancing di kemejanya terlepas. Suaminya ingin mengambil tap Ibu Yumna berteriak tak perlu mengambilnya, karena sengaja membuangnya. Tuan Abraham pun  kembali duduk disamping istrinya yang nampak masih marah. 


Yumna membersihkan meja bekas makan malam dengan keluarganya dan tak lupa menutupnya dengan taplak, sementara di kamar sebelah Ken nampak mondar mandir terlihat uring - uringan. Sampai akhirnya Yumna mendengar suara Ken menghela nafas.


“Ini aneh - aneh saja. Apa kalian sekeluarga sering salah sangka?” ucap Ken sinis.


Yumna dengan mata berkaca - kaca memilih untuk pergi dengan wajah marah. Yumna pun hanya diam saja, Yumna membawa sepeda keluar mengayuhnya dengan cepat, ketika di persimpangan terdengar bunyi klakson mobil dibelakang membuatnya hampir jatuh karena menabrak trotoar.


Brian turun dari mobil mencoba melihat keadaan korban dan betapa kagetnya ternyata Yumna. Dengan wajah sinis Yumna menyindir kalau Brian bisa saja langsung membunuhnya tadi. Brian mengatakan kalau tak punya niat seperti itu.


“Cerita soal hari ini, bisa tolong jangan ceritakan ke Ken? Kalau itu ketahuan, maka aku akan malu sekali.” ucap Yumna, Brian pun mengucapakan Terima kasih. Yumna kembali mengayuh sepedanya menyurusi jalan raya sambil mendengarkan musik dan menyanyikanya.


"Aku ingin semua wanita di dunia ini mati. Aku ingin jadi satu - satunya wanita di dunia ini.” gumam Yumna.


Ken berdiri di balkon rumah seperti menunggu Yumna kembali ke rumah, ketika membalikan badanya bayangan Yumna kembali datang sambil berkata, “Aku bertemu dengan lelaki yang akan ku nikahi.“ lalu meminum soju. Ia bisa mengingat wajah Harry dengan setelan jas saat bertemu dengan Ketua Jang dan masuk ke dalam lift, rambut klimis dan sangat rapih. 


**********


Brian keluar kamar dengan celana boxer harimau, sambil menguap dan mengaruk - ngaruk kepalanya. Yumna keluar langsung menutup matanya melihat Brian hanya mengunakan boxer saja, lalu mengomel siapa yang memperbolehkan kesana kemari memakai ****** *****. Brian mengatakan kalau bukan ****** ***** tapi baju tidur.


“Siapa yang mau buka celana, padahal ada benda begini di dalam?” kata Brian mengejek, Melisa memanggilnya lalu membuka bajunya dan memperlihatkan bra memberitahu kalau itu juga baju tidur.


Brian kali ini yang memalingkan wajahnya, Melisa sengaja mendekatkan agar Brian bisa sadar. Brian pun meminta maaf dan berjalan kekamarnya, Melisa terus mengejar agar Brian bisa melihatnya. 


Di meja makan


Kenzo sarapan pisang sementara Ken dan Brian minum segelas kopi. Ken meminta temanya untuk mencari tahu tentang Harry, Brian bertanya untuk apa. Ken menjawab kalau Harry mungkin sudah keluar. Brian pikir Harry itu sudah menelp temanya.


Ken meminta agar mencari tahu dulu, Kenzo bertanya siapa orang yang mereka sedang bicarakan. Brian menjawab kalau adik Ken itu tak perlu tahu. Melisa pun masuk dapur dengan sebotol air minum. Kenzo mengeluh karena tiap pagi harus sarapan dengan pisang dan meminta kakaknya agar wanita itu membuat bekal lagi karena bekal itu sungguh menganggumkan. Melisa mendengarnya mulai bertanya bekal apa maksudnya.

__ADS_1


“Kakak punya seorang wanita, dia pandai memasak.“ kata Kenzo lalu meninggalkan meja makan, Brian kesal pada Kenzo yang ember.


“Apa itu Yumna?” tebak Melisa pada adiknya. Ken memilih pergi dari meja makan.


Melisa menghalangi Brian yang akan pergi, ingin tahu tebakanya itu benar atau tidak. Brian nampak binggung dan pura - pura tak mengerti. Melisa meminta untuk mengatakan saja, Brian mengeluh dirinya yang tidak bisa bilang dan tidak bisa diam juga, semuanya membuatnya pusing lalu memilih pergi. 


Si cantik Yumna masuk kantor dan dibelakanya terlihat Yumna juga masuk lobby. Di lorong, seorang petugas penjaga memanggil, “Nona Yumna” keduanya menengok dan berhenti. Akhirnya petugas memberikan paketnya untuk Yumna.


Didalam lift, dua Yumna satu lift dengan Direktur Vino yang mulai mengoceh.


“Apa tidak berlebihan, menerima paket begitu di kantor? Nantinya cuma dibuka dikantor dan dikembalikan. Kalau begitu, apa bisa kerja?”sindir Direktur Vino pada Yumna yang membawa paket ke kantor.


“Ini bukan punyaku.” Kata Yumna memberikan pada si cantik Yumna karena nomor yang tertera bukan nomor telpnya. Si cantik Yumna pun meminta maaf sambil menerima paketnya.


“Ketua Tim Yumna, tinggal sendiri? Jadi Tidak ada yang bisa menerima paketmu?” ucap Direktur Kenbramah, Yumna dengan wajah sinis memberitahu kalau ia juga tinggal sendiri.


Direktur Vino tak bisa berkata - kata apa - apa dan langsung keluar lift setelah pintu terbuka, si cantik Yumna pun meminta maaf pada Yumna karena kena sindiran akibat dirinya. 


Yumna membawa paketnya sambil menyapa semua timnya dengan senyuman sumringah, seorang pegawainya memberitahu mereka sudah punya hasil soal survei kepuasan pelanggan.  Pegawai wanita pun memberitahu punya analisa soal trend market juga. Yumna mengatakan  sudah terima laporannya.


Ia pun mengejek email dibagian send item, “Judul : Yang Terjadi ... Kepada : Ken.---- Terbaca.” Wajah Yumna nampak shock seperti tak percaya emailnya bisa dibaca dengan cepat oleh Kenm 


Nyonya Emilia mengendap - ngendap masuk ke dalam kantor dan langsung bersembunyi ketika ada orang yang keluar. Si pria tambun melihat Nyonya Emilia yang datang langsung menyapanya dengan membungkuk, Nyonya Emilia bertanya keberadaan anaknya. Si pria tambun memberitahu Yumna ada didalam studio dan akan memanggilnya kalau memang mau bertemu. Nyonya Emilia mengatakan tak perlu dan langsung Si pria tambun lebih jauh.


“Hari ini, Ken bagaimana? Bagaimana suasana hati Ken? Apa dia sedang marah - marah atau hatinya sedang baik?” tanya Nyonya Emilia berbisik.


“Tadi sepertinya baik - baik saja dan kondisi hatinya baik.” kata si pria tambunm


Nyonya Emilia langsung bersembunyi ketika ada pintu yang terbuka, Ken keluar dengan wajah penuh amarah dan masuk keruangan lainnya. Si pria berkumis berteriak marah, “Belum lama ini dia baik, sekarang mulai marah - marah lagi!” lalu tersadar ada Ibu bosnya. Nyonya Emilia mendekat menanyakan kenapa mendadak anaknya marah - marah lagi. Si pria berkumis pun tak tahu kenapa lalu memilih untuk cepat pergi. 


“Laut Timur atau laut Barat?” teriak Ken, Kenzo menjawab laut Barat.


“Lalu? Apa kamu punya suara ombak laut Barat? Darimana kamu belajar menipu begini? Orang awam bisa membedakan suara laut Timur atau laut Barat! Saat ke laut barat, kamu cuma makan kerang dengan Nana? Padahal kamu minta uang untuk ke laut barat.“ ucap Ken, Kenzo melotot kakaknya bisa mengetahuinya.


Ken berdiri dan siap menghajar adiknya, dibelakang yang melihatnya nampak ketakutan. Ken hanya mengelus rambut adiknya menyuruh untuk mengulangi lagi, tapi  untuk kali ini tidak dapat uang. Kenzo mengangguk dengan wajah ketakutan. Nyonya Emilia dan kawan - kawan langsung kabur ketika Ken keluar ruangan. 


Si kumis pun masuk ruangan, Kenzo merasa kakaknya itu seperti hantu jadi Bisa dimengerti kakaknya tahu ia pergi ke laut barat, tapi bertanya - tanya darimana kakaknya tahu ia dan Anna makan kerang. Si kumis yakin tanpa disadari Kenzo, kakaknya itu sudah tahu skenario yang dirancangnya. Kenzo nampak kesal menyuruh si kumis mengulang lagi.


“Setiap kali Anna bicara, apa saja terasa bagus. Dia membantuku soal skenario yang mentok selama 7 tahun. Ini sebabnya sutradara butuh ilham. Nana itu, seolah datang dari Paris. Dia tidak mirip perempuan Korea yang matre.” cerita Kenzo.


Teringat kembali saat Nana yang selalu datang sambil berlari lalu meloncat di pelukanya dan mendaratkan ciumanya di pipinya.


“Dia suka padaku secara terbuka. Hanya dia yang suka padaku secara terbuka selain Jolly.” ucap Kenzo, si pria kumis bertanya siapa itu.


“Jolly kucing kecil milikku dulu. Dia memang mirip kucing manis dan akan melompat tiap bertemu dan menjilati aku, lalu Menggesekkan tubuhnya.” kata Yumna, si pria kumis hanya bisa mengumpat Kenzo itu bodoh. 


Ken memejamkan sejenak matanya di ruanganya, terdengar bunyi getaran ponsel, pesan masuk.


“Sepertinya kamu sudah lihat emailku. Kenapa belum menelpon? Apa aku harus tetap mati?” tulis Yumna dalam pesannya.


Flash Back

__ADS_1


“Aku tahu apa soal cinta? Orang harus dicinta!  Maka baru tahu mencintai!” teriak Yumna.


“Makanya itu! Setidaknya salah satu dari kalian harus tahu artinya cinta! Anak itu, dibesarkan neneknya sejak 7 tahun. Sejak itu, anak itu tidak pernah berfoto sekalipun dengan keluarganya. Kalau begitu, apa kamu bisa bahagia dengannya?” ucap Ibu Emilia sambil merekam pembicaran dengan ponselnya.


“Aku, tidak bisa mencampakkannya karena kasihan. Sejak kecil dia sudah diabaikan orang tua, mana bisa dicampakkan olehku juga? Dia baik sekali pada semua orang agar dia tidak diabaikan oleh orang. Bahkan saat tersenyum Ia gemetar karena dia takut orang dan takut diabaikan. Mana bisa aku mencampakkannya?” teriak Ken.


Nyonya Emilia melihat itu bukan cinta tapi hanya perasaan kasihan. Ken menegaskkan kalau perasaan kasihan juga tak masalah untuknya. 


Yumna berjalan dengan jaketnya, Ken pun berjalan dan terdiam melihat Yumna yang berjalan tepat di seberang jalan. Keduanya saling menatap, Yumna tersenyum melihat Ken yang akhirnya mau menemuinya, keduanya pun berjalan dan bertemu di depan sebuah cafe. Ken berani menatap mantan pacarnya tanpa berbicara. 


Yumna menunggu bus di halte dengan memegang kakiny, teringat kembali teriakan ibunya, “Orang ini tak suka padamu, kenapa kau menyukainya?” lalu ibunya juga memarahi Ken, “Dan Kamu kenapa tidak suka Yumna? Apa yang salah dengan Yumma? Katakan !”


Setelah itu Ken mengatakan kalau semuanya itu aneh dan mengeluh kalau keluarga Yumna itu sering salah sangka. 


Yumna menjerit kesal sendiri mengingat kejadian selama, sampai orang yang duduk disampingnya ketakutan dan memilih untuk pergi. Ia mengetuk - ngetuk sepatunya untuk menenangkan diri dan menurunkan rasa amarahnya, sebuah mobil sedan putih berhenti.


Harry turun dari mobil dengan setelan jas yang rapih, melihat Yumna yang duduk sendirian di halte. Yumna menengok, langsung melonggo melihat Harry berdiri tak jauh darinya. Harry berjalan mendekat, Yumna pun berdiri seperti sudah menyadari kalau itu bukan mimpi. Keduanya kembali saling menatap setelah gagal menikah.


💜💜💜💜💜


Ken dan Yumna akhirnya duduk didalam cafe. Yumna pikir telah bertindak dengan baik dengan cukup membodohi diri berpikir bahwa dirinya tidak menyedihkan, tapi ia merasa tak bisa menipu Ken.


“Aku telah meneguhkan prinsip ini untuk seluruh hidupku. Jadi aku tidak berpikir bisa berhenti melakukan hal itu. Kamu bisa Lihat lagi kan? Aku tersenyum lagi.” ucap Yumna.


“Apa yang ku maksud adalah Aku akan menikahi kamu tidak peduli apapun itu.” ucap Ken, Yumna mengartikan itu karena merasa kasihan padanya.


“Kasihan adalah emosi aku merasakannya terhadap orang yang ku suka. Aku kasihan kakak dan adikku juga, karena aku menyukai mereka.” jelas Ken.


“Aku tidak suka menjadi dikasihani. Terutama dari orang yang kucinta.” ucap Yumna.


“Baiklah, memang itu lebih baik. Kamu meninggalkanku.” ucap Ken, Yumna menghela nafas mendengarnya.


Menegaskan kalau  mengatakan hal itu bukan untuk menyalahkan Ken atau harus kembali ke hubungan mereka yang dulu, menurutnya dengan mengingat orang yang dicintai telah mati sebagai memori yang tak terpikirkan dan mengerikan tapi ternyata tidak bisa melakukan itu.


“Aku berharap kita bisa saja menjadi asing dengan satu sama lain. Sehingga kita berdua tidak marah setiap kali kita berpikir tentang satu sama lain.” ucap Yumna.


“Kita adalah orang - orang asing satu sama lain.” tegas Yumna.


“Jika kita bertemu di jalan - jalan, bisakah kamu acuh tak acuh denganku dan berjalan pergi? Kamu pasti tidak bisa. Rupanya orang  bisa mengingatkan emosi mereka terakhir. Mari kita membuat saat - saat terakhir kita lagi.” ucap Yumna.


Ken mengangkat wajahnya, Yumna mengajak Ken untuk bermain tenis meja bersama - sama dengan hanya bermain 10 kali saja. Ken meminta agar tak mencoba untuk memulai sesuatu. Yumna menegaskan kalau ia tak berpikir seperti itu karena mengingat saat mereka bermain 10 kali tenis meja, setelah itu minum bir bersama dan melakukan semau mereka. Ken hanya diam saja.


Yumma menegaskan dirinya itu tidak akan bergantung padanya, karena ada beberapa pasangan yang seperti dirinya dan ingin lepas dari perasaan seseorang seperti berkencan lalu berpisah tapi ia ingin mengatasi perasaan untuk Ken sebelum pindah kelain hati. Ken menatapnya dalam-dalam. 


Keduanya berdiri didepan cafe di pinggir danau, Yumna merasa aroma tubuh Ken hanya dengan berdiri didepanya, lalu tersenyum merasa dirinya itu sangat emosional. Ken menatap Yumna dengan mata berkaca - kaca.


“Aku senang kita bertemu lagi, Kita harusnya melakukan ini lebih cepat. Ini sangat menyenangkan.” ungkap Yumna lalu pamit pergi. Ken mengangguk lalu menatap Yumna yang pergi lebih dulu dan berjalan kearah yang berlawanan.


Flash Back


Yumna dan Ken main tenis meja bersama dan nampak sangat serius, sampai akhirnya Yumna memberikan pukulan kerasnya, Ken tak bisa membalasnya. Yumna pun memutar - mutar meja dengan wajah bahagia karena bisa kembali menang dengan mudah. Ken mengeluh dengan nafas terengah - engah meminta agar diberi kesempatan untuk menang satu kali saja.

__ADS_1


“Kira - kiraa apa yang harus aku inginkan untuk hari ini? Mari kita pergi ke pantai.” ucap Yumna membungkan badan disamping Ken, lalu mengajaknya untuk cepat ganti baju dan segera pergi. Ken hanya bisa tersenyum mendengarnya, setuju untuk pergi. Yumna pun merangkul tangan Ken untuk pergi bersama.


Di hari berikutnya, Ken kembali dikalahan oleh Yumna dengan mudah. Yumna duduk diatas meja pingpong, mengutarakan keinginan yaitu ingin mendengar Ken menyanyi untuknya. Ken memohon untuk memberikan kesempatan yang terakhir. Yumna merengek agar Ken menyanyikan untuknya sekali saja. Tapi, Ken tetap meminta untuk di berikan kesempatan yang terakhir. Yumna setuju kesempatan hanya satu kali permainan.


__ADS_2