
Ken minum bir sendirian dikamarnya langsung dari botol, sementara Yumna minum dengan Arini di sebuah bar. Arimi tak percaya ternyata si manusia yang bernama Ken menciumnya di jalan, menurutnya pria itu pasti meledak dan benar - benar menyukai temanya.
“Tapi dia belum menelpon!” teriak Yumna kesal.
“Tunggu saja, dia pasti akan menelpon. Setelah bermasalah dengan satu Yumna, lalu dia ketemu Yumna yang lain. Dilihat dari kepribadiannya yang monoton, maka dia tidak mudah menerimanya. Apalagi kalian berdua saling kenal.“ jelas Arini, Yumna rasa itu bukan hal besar.
"Kamu juga awalnya ragu karena dia mantan Yumna. Aku yakin Dia 100% suka padamu tapi dia butuh waktu meyakinkan dirinya untuk bisa bersama denganmu di depan semua orang. Dia sepertinya bukan tipe orang yang suka merahasiakan hubungannya atau sejenisnya.” ucap Arini.
“Bagaimana dia bisa menahan diri? Aku seharipun tidak bisa. Aku merindukan terus, tapi Bagaimana dia bisa tahan?” ucap Yumna heran.
“Tunggu saja. Jangan menerobos dan memaksa dia. Beri dia waktu untuk membuat keputusan. Kamu dengar baik - baik nasihat Kakak. Dia sudah jatuh ketangan mu dan dia akan datang.” ucap Arini tersenyum penuh keyakinan.
💜💜💜💜💜
Yumna berdiri didepan rumah Ken menatap kamar dilantai atas dengan lampu yang menyala lalu seperti ia sudah tak bisa menahanya dan akhirnya berjalan ke depan pintu kamarnya. Tapi akhirnya membalikan badan tak ingin masuk rumahnya.
Beberapa hari bolak balik ingin membuka pintu tapi mencoba menahanya, akhirnya ia duduk lemas di depan pintu rumahnya, bertanya - tanya kenapa Ken itu menahan diri sendiri, bahkan bisa tahan dengan perasaannya sendiri.
“Kalau kamu suka aku, berarti kamu menyukaiku. Kenapa harus berhati - hati sekali?” keluh Yumna kesal sendiri, akhirnya meningalkan rumah Ken.
Sementara Ken dikamarnya sudah meminum banyak botol bir, dan berbaring di sofa dengan mata terbuka, mengingat kembali kata - kata dokternya, “Saat ini, kamu sedang kecelakan dan saat sekarat kamu merindukan wanita itu.” ketika menutup matanya, bunyi suara tabrakan terdengar.
Ken terbaring diaspal dengan luka dibagian kepala dan matanya menatap lampu jalan yang bersinar diatasnya, dengan bunga - bunga sakura yang bertaburan, terdengar suara orang yang menanyakan keadaanya. Bayangan Yumna datang yang berjalan menyebarangi jalan. Ken masih saja tergeletak dengan kepala berdarah tanpa ada yang menolongnya.
Mata Ken terbuka, dan ia masih ada didalam kamarnya, seperti hanya mimpi yang datang, lalu memiringkan tubuhnya untuk menenangkan dirinya. Ken bangun pagi, minum kopi dari botol minumnya, saat akan mengambil tasnya botol minumnya tiba - tiba jatuh tanpa alasan. Ia pun masih terlihat santai dengan mengambalikan botol minumnya keatas meja lalu pergi bekerja.
**********
Nana keluar dari minimarket sambil menelp bertanya keberadaan pacarnya, lalu ia menjerit bahagia melihat Kenzo di dekat minimarket sambil berlari ke arah pacarnya. Kenzo langsung memanggulnya dan berputar - putar, tapi setelah itu pinggangnya terasa sakit karena umur. Nana melihat keadaan pacarnya yang tak baik.
Kenzo tersenyum lalu saling berpelukannya, Nana mengaku sangat merindukannya, Kenzo dengan gaya imut juga merindukan pacarnya. Nana pun dengan wajah serius mengajak mulai hari ini untuk tinggal bersama saja, wajah Kenzo langsung berubah. Nana langsung membenturkan kepalanya mengumpat Kenzo itu penakut.
Nana baru selesai melayani pelanggan langsung berlari dengan membawakan sebuah berkas dan langsung memeluk Kenzo dari belakang, Ia mengaku senang sekali karena Kenzo itu menjadi pacarnya dan akan mengancam akan membunuhnya apabila berpacaran dengan wanita lain. Kenzo melepaskan pelukanya lalu mendudukan Nana disampingnya lalu bertanya apakah menyukainya, Nana mengaku sangat menyukainya melihat Endingnya bagus sekali.
“Setelah dia membunuh semua orang, dia mengambil pembuka botol yang berbalut darah. Lalu ia membuka sebotol bir dan meminumnya.” ucap Nana sambil memperagakan penuh semangat anak muda.
"Ini bisa langsung kuperlihatkan ke produser, kan?” kata Kenzo, Nana menyuruh untuk menunjukkan sekarang juga dan merasa yakin akan sukses besar.
“Ada produser yang bekerja dengan beberapa sutradara baru. Aku sebagi pengarah suara di film buatan orang itu. Begitu wanita itu menyetujui ini, maka akan langsung jadi sutradara terkenal.” ucap Kenzo, Nana cemburu mendengar Kenzo yang akan berkerja dengan wanita.
“Hei, setengah dari populasi dunia isinya wanita. Tapi hanya kamu wanitaku.” ucap Kenzo mengodanya sambil mencubit pipinya, Nana melepaskan tangan pacarnya dengan kesal.
“Bukannya kamu bilang ibumu adalah produser juga? Kenapa tidak kerja dengan ibumu saja?” ucap Nana.
Kenzo memikirkan tentang Ibunya seperti hanya bisa mengeluarkan suara. Nana binggung maksud dari ucapanya itu. Kenzo hanya mengeluarkan suara tak jelas mengartikan tentang Ibunya.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️
Seorang wanita masuk ke dalam ruangan, Tuan Jang menyambutnya dengan pakaian santai. Si cantik Yumna menyapa dengan ramah, Tuan Jang menceritakan Karena lehernya sedang sakit jadi tidak bisa main golf di cuaca yang indah dengan memperagakan gaya bermain golfnya, salah seorang penjaga mengangkat jempol mengatakan “Good Shot!” Tuan Jang pun mengajak Yumna untuk ikut denganya.
“Dia paling pandai memuji, bulan depan aku akan memecatnya. AmTapi sepertinya bulan ini saja dipecat.” ucap Tuan Jang, Yumna hanya tertawa mendengarnya.
"Apa Hari ini mau satu permainan?” tanya Tuan Jang, Yumna mengangguk setuju.
Tuan Jang bermain baduk sambil makan es krim, nafasnya terhenti melihat jalan Yumna yang menghambat jalannya. Lalu bertanya Kalau AlphaGo dan aku main omok, kira - kira siapa yang menang. Yumna dengan sangat yakin sudah pasti AlphaGo yang menang.
“Bagaimana kalau menjentikkan?” kata Tuan Jang, Yumna tetap menjawab AplhaGo.
"Wah, ahh... aku bisa menang kalau main apa yah kira - kira?” keluh Tuan Jang gemas.
“Kenapa dipikirkan? Beli satu saja dan gunakan sendiri.” saran Yumna, Tuan Jang membenarkan karena itu sangat menyukainya.
“Aku suka padamu, tapi kudengar kamu nyaris menikah dengan Ken. Apa itu benar? Kenapa kalian putus?” tanya Tuan Jang, Yumna terdiam raut wajahnya terlihat sedih dan tertunduk.
Tuan Jang pikir kalau memang Yumna tidak mau cerita tak apa karena bukan itu yang penting. Tapi Kalau nanti ia menikah dengan Ibunya Ken artinya putri tirinya dan calon putra tirinya punya sesuatu. Walaupun mereka tidak ada hubungan darah tapi Yumna sudah tahu bagaimana gosip beredar dan para wartawan akan mengarang cerita dan menyebarkannya.
“Ibu Ken ngotot kalau kalian berdua sudah selesai. Apa benar sudah selesai?” tanya Tuan Jang penasaran.
Yumna terdiam mengingat kata - kata Ken setelah main pingpong bersama, “Aku sudah baik - baik saja. Kalau aku melihatmu di jalan aku bisa menyapamu sambil tersenyum. Lebih dari ini akan aneh. Sebaiknya sampai disini saja.”
Hae Young tiba - tiba merasakan Ken duduk disampingnya mengaku sangat mual karena mendengar suara tinggi dari artis terbaik bulan ini.
Ken menceritakan setiap bekerja dengan aktor yang suaranya menyebalkan, kupingnya sakit sampai film itu selesai. Yumna yang mengerti mobil pikir seperti itu juga, Ken menoleh mengatakan ingin telinganya stirahat, dengan mendengar suara pacarnya, lalu menyadarkan ke bahunya.
“Ada lelaki bernama Ken. Dari semua suara yang ada di dunia ini, dia paling suka dengan suara Yumna. Setiap dia mendengar suara Yumna, dia akan perlahan terlelap. Dia sangat menyukainya sepenuh hati.” ucap Yumna berbicara sambil mengelus wajah Ken yang bersandar padanya.
Yumna menangis mengingat kenanganya dengan Ken dan sekarang mantan pacarnya itu dekat dengan Yumna lainya dan terlihat sudah sepenuh hati menyukainya.
Yumna menghela nafas melihat judul skenarionya “Pembuka Botol Yang Bergairah” dan didepanya duduk Kenzo sambil meminum ice americanonya. Lalu ia mengatakan akan membacanya perlahan-lahanm Tapi, menurutnya judulnya harus diubah karena Kedengarannya tidak berkelas. Kenzo sempat tersedak karena mendengarnya.
“Ah ya. Begitu yah. Tapi kalau skenarionya dibaca, kau tahu kalau ini sesuai. Ini tentang lelaki yang bertarung demi harga diri, yang disebabkan oleh sebuah pembuka botol. Kepicikan lelaki dan Noir.” Jelas Kenzo.
“Ini tentang Kepicikan lelaki dan Noir, Kedengarannya menarik.” ucap Arini.
“Ya, pasti menarik sekali. Tapi, mengenai kakakku tolong rahasiakan.“ ucap Kenzo berbisik.
“Ngomong - omong, Presdir Ken belakangan ini sibuk apa?” tanya Arini penasaran, Kenzo mengatakan sama saja kakaknya itu Marah - marah dan emosian.
Nyonya Emilia melihat anaknya yang baru keluar studio, memastikan Ken akan datang ke ultah Ketua Jang yang ke 70, Ken bertanya untuk apa datang ke acara itu. Nyonya Emilia kembali mengungkit anaknya yang sudah menggunakan Tuan Jung saat butuh tapi kamu tidak mau ke pesta ultahnya.
“Dia sudah membantumu sekali, Tuan Jang membantumu merusak bisnis seseorang. Dia lelaki yang berhubungan dengan Ibu. Kenapa kau tidak pergi?” Kata Nyonya Emilia, Ken berhenti berjalan didepan ruangan.
__ADS_1
“Berikan saja dia 1 atau 2 juta rupiah dan Bawakan dia benda yang bagus serta langka, bukan benda pasaran. Supaya ibu tidak malu yah?” rengek Nyonya Emilia.
Ken tak menanggapinya lalu membuka pintu ruangan studio tak ada orang, Kenzo tiba - tiba masuk meminta jalan diantar Ibu dan kakaknya, Ken bertanya apakah sudah selesai rekaman. Kenzo mengatakan hampir selesai. Ken terlihat kesal, Kenzo menyakinkan sebentar lagi pasti akan selesai.
“Sepertinya, dia akan mengenalkan Ibu ke rekan - rekannya di pesta itu. Sebagai tunangannya.” ucap Nyonya Emilia dengan bangga, kembali mengikuti anaknya berjalan.
“Kamu Bisa berhenti tidak? Dua pernikahan apakah tidak cukup ?” ucap Ken geram
“Kamu ini kenapa? Ini bukan cuma demi aku. Kamu bisa jadi punya ayah yang kaya.” ucap Nyonya Emilia membela diri.
“Apa aku anak kecil? Buat apa aku butuh Ayah di usia sekarang?” kata Ken
“Orang lain rela membunuh agar bisa dekat dengannya, harusnya kau berterima kasih.” ucap Nyonya Emilia.
"Kamu bisa pulang kerumah dan hidup seperti keluarga normal. Usiamu juga sudah begini. Lelaki tua itu selalu punya masalah perempuan.” kata Ken berusaha menyadarkan ibunya.
“Kalau aku tua dan miskin? Apa Kamu mau merawatku? Berapa banyak yang kamu kasih ke aku tiap bulan? Anak jahat! "Masalah perempuan" semuanya hanya gosip. Dia tidak pernah bertemu perempuan lain sejak denganku!” teriak Nyonya Emilia lalu meninggalkan anaknya dengan menahan tangisnya.
Ken berjalan keluar kantor sambil melamun, ketika akan menyebarang tak melihat ada mobil yang melaju dengan kencang dan bisa berjalan cepat mundur menghindari tertabrak mobil. Si pria tambun turun dari mobil, langsung membungkuk meminta maaf dan benar-benar menyesal.
“Aku tidak tahu kalau itu presdir.” ucap si pria tambun.
“Kalau orang lain bagaimana? Apa tidak masalah?!” teriak Ken marah, si tambun hanya bisa terus meminta maaf. Ken meninggalkanya dengan penuh amarah.
Ken masuk ke kedai kopi memesan es Americano double shots, matanya lalu melirik ke arah seorang wanita yang dikenalnya, Arini sedang duduk di sendirian sambil membaca skenario lalu berkomentar kalau itu konyol dengan menahan tawanya.
Akhirnya Ken menghampirinya menyapanya, Arini sedikit terkejut membalas sudah lama tak bertemu lalu mengaku kadang dengar tentang Ken dari Yumna dan merasa belakangan ini pasti Ken sibuk. Ken melirik ke ara berkas yang dibaca Arini tertulis nama Adiknya, Kenzo.
“Apa Kamu membaca sesuatu yang menarik?” ucap Ken melirik ke arah berkas diatas meja, Arini panik berusaha menutupinya.
“Dia memintaku merahasiakan ini dari kakaknya, apakah Bisa berpura - pura tidak melihat ?” ucap Arini, Kem bertanya apakah buruk sekali.
"Yah, kita tidak bisa berharap banyak dari sutradara baru. Ini mirip sekali dengan Hoon.” komentar Arini.
“Barusan kamu membacanya sambil menghina.” ucap Ken.
“Aku tidak menghina, atau tapi kamu pasti sudah tahu, Ini tentang Level penulisannya. Sejujurnya aku tersinggung, aku membaca ini karena dia minta tolong padaku. Kenapa rasanya aku sudah bersalah besar kepadamu?” ucap Arini melempar berkas sekenario diatas meja, Ken hanya bisa menghela nafas.
Kyung membaca skenario dengan penulisan percakapan yang kaku, "Aku datang mengambil milikku” lalu [Adegan 2 : Malam], kepalanya hanya bisa mengeleng membaca skenario yang dibuat adiknya. Kenzo masuk dapur merasa sangat kelaparan, tapi ia akan makan jokbal setelah Nana pulang kerja sambilan, jadi lebih baik makan ramyun saja dan menawarkan kakaknya untuk makan ramyun bersama. Ken hanya diam.
Kenzo kembali menanyakan kakaknya mau tidak, Ken tetap diam dengan memegang lehernya. Kenzo memperingatkan kakaknya tak boleh minta nanti. Ken bertanya diberikan pada siapa berkas ini dengan menunjuk skenario ke atas meja. Kenzo bertanya apa maksudnya dan melihat judul skenario diatas meja.
“Ini dapat dari mana? Siapa yang kasih?” tanya Kem binggung, Kenzo bertanya diberikan ke siapa saja
“Hanya produser Arini." ucap Kenzo lalu duduk.
__ADS_1