
Di dalam rumah
Jesslyn kesal Ayahnya hanya diam saja setelah melihat yang lakukan si brengsek itu. Ayahnya meminta anaknya untuk tenang saja karena ada cara lainnya, Jesslyn dengan rambut acak - acakan terlihat bingung Ayahnya tetap tenang.
Flashback
Harry dan temanya datang dengan bersujud mengucapkan terima kasih dan berniat akan berusaha keras. Tuan Jang sedang asyik bermain baduk dengan gayanya. Harry mengucapkan terimakasih karena Tuan Jang percaya padanya.
“Aku berinvestasi saat melihat potensi. Kalau tidak, maka aku akan menariknya.” ucap Tuan Jang yang menjatuhkan biji baduknya saat disentil.
“Kami akan berkerja keras agar itu tidak terjadi.” ucap Harry menaruh kembali biji baduknya.
Tuan jang merasa tak seru main sendirian lalu mengajak Harry untuk main dengannya. Harry dengan senang hati menyanggupinya bermain bersama Tuan Jang.
Tuan Jang dengan badan habis di cop berteriak kaget, seketarisnya melaporkan Presdir Harry berusaha melebarkan bisnis asingnya, tapi sepertinya rekannya akan mengacau. Tuan Jang mengingat salah seorang yang datang bersama Harry ikut bersujud didepanya.
“Ia menaikkan penjualan dengan membeli barangnya sendiri melalui online dan mencari pinjaman disana sini. Tapi tingkat penjualannya masih rendah. Bagaimana? Apa Anda ingin menarik investasi?” tanya Sekertarisnya.
"Tarik saja. Buat apa tanya aku soal itu. Menyebalkan sekali, dasar gerombolan pecundang!” teriak Tuan Jang kesal melempar bantalnya.
Harry yang tak tahu apapun menelp Sekretaris Ketua Jang memberitahu baru saja kembali, memberitahu ingin bertemu langsung dengan Ketua Jang dan memberi kabar bagus. Temanya yang melirik licik dengan menyetir mobilnya.
Sekretaris Tuan Jang memberitahu Harry menelp, Tuan Jang bertanya apakah mereka sudah menarik investasinya. Sekretaris menjawab sudah menariknya menurutnya sebentar lagi akan mengetahuinya. Tuan Jang pikir tak perlu Harry datang, tapi akhirnya ia berubah pikiran karena menurutnya Harry harus membayar wine yang diminumnya, dengan marah karena Harry beraninya menyia - nyiakan uang yang sudah diberikanya. Sekretaris pun meminta Harry datang ke tempat biasa bertemu.
Beberapa saat kemudian, Brian sudah berada di bar yang sama melihat Harry dan Tuan Jang yang sedang minum bersama, lalu menelp Ken untuk cepat datang.
Di meja Tuan Jang sedang berbicara demi kesuksesan, mereka harus bekerja dengan orang yang tepat dan menatap teman Harry yang dianggap sebagai seseorang yang bisa dipercaya, teman Tae Jin panik seperti kartunya sudah terbuka dimata Tuan Jang. Ketika akan bersulang, Tuan Jang hanya menyentuh gelas Harry saja dan melirik sinis pada teman Harry, si pengkhianat.
Di sisi bar lainnya, Ken dan Brian sudah duduk bersama. Brian memberitahu pria yang gagah itu bernama Harry dan pria yang akan menikahi Yumna. Ken melihat sosok Harry sedang bertawa bersama dengan Tuan Jang, Brian yakin orang itu adalah pria yang pergi ke Eropa dengan Yumna saat hari pernikahan mereka.
“Apa kamu malaikat? Kalau kamu temui Ketua Jang, maka kamu bisa balas dendam padanya. Kenapa tidak mau?” ucap Brian terus menghasut. Ken pun melakukan lemparan dan tepat ada ditengah - tengah.
Setelah itu, di parkiran Ken seperti melancarkan rencananya untuk mengagalkan Harry. Tuan Jang mengangguk mengerti, akan lakukan permintaannya, jadi tak perlu khawatir lagi dengan tarik investasinya dengan bangga mengatakan kalau ia adalah orang yang paling setia. Ken pun mengangguk mengerti.
Tuan Jang meminum winenya mengingat kejadian sebelumnya berkomentar, Ken pikir itu siapa berani menyuruhnya, menurutnya tak mungkin dirinya menarik jutaan won hanya karena Ken minta tolong padanya, setelah itu meminta sekertarisnya mencari tahu rencana Harry karena pasti mati - matian ingin balas dendam jadi ia akan memberikan kesempatan. Sekretaris nya menganguk mengerti, Jesslyn terlihat tak habis pikir dengan sikap Ayahnya.
❤️❤️❤️❤️❤️
Ken duduk sendirian di dalam kamar Yumna yang sudah kosong, lalu mengeluarkan ponselnya mencari nama “Tetangga Sebelah.” Tapi terlihat ragu untuk menelpnya. Yumna duduk dengan melamun didepan barang - barang yang menumpuk di kamarnya, pesan dari Ken masuk, “Sms aku nomor rekeningmu. Aku akan kembalikan uang jaminanmu.”
“Aku gampangan sekali padamu. Aku datang kalau kamu panggil dan pergi kalau kamu suruh pergi. Ternyata aku segampang itu. Bagaimana bisa kamu putus denganku semudah ini? Kenapa mudah sekali kamu membuangku?” ucap Yumna menelp, Ken hanya mengucapakan permintaan maafnya. Air mata Yumna pun mengalir.
“Aku ingin kamu merasa sangat sangat menderita.Aku ingin kamu menangisiku setiap malam, setiap kamu memikirkan ku maka Aku ingin kamu runtuh. Aku harap bisa mati karena depresi memikirkan dirimu. Agar kamu merasa bersalah seumur hidupmu.” ucap Yumna sambil menangis, Ken sengaja menjauhkan ponselnya karena sebenarnya ia menangis dan merasa tertekan dengan keadaanya.
Yumna tertidur dikamarnya dengan air mata mengalir dan Ken masih saja terus menangis dikamar Yumna yang kosong.
Esok harinya
Ken berjalan sendirian di padang ilalang yang tinggi, lalu memasang micnya dan ia berbaring diatas ilalang dengan memejamkan matanya dan memakai earphonenya. Matanya terbuka merasakan hembusan angin yang cukup besar, lalu perlahan matanya kembali tertutup.
Dalam pengelihatanya melihat Ibunya yang panik sambil menangis mengajak untuk meminta maaf, karena yakin Ketua Jang, bisa melakukan apa saja jadi lebih baik mereka pergi memohon maaf.
Harry menatapnya dengan pakaian yang rapih berkata, “ Butuh waktu yang lama, tapi akhirnya kita kembali pada orang yang benar.”
Ken bertemu dengan seorang pria yang mengatakan kalau Ayahnya pemilik rumah itu dan mendengar Ken ingin membeli rumah itu, lalu bertanya apakah masih berminat.
Brian masuk ruangan yang dengan peralatan Ayah Ken, merasa takjub lalu bagaimana rasanya menggunakan studio tempat Ayahnya dulu dan bertanya apakah ia pernah menelp wanita yang dulu tinggal diruangan itu. Ken menjawab untuk apa menelpnya.
__ADS_1
Kenzo sedang sarapan bertanya bagaimama dengan kencan butanya, Ken menjawab biasa saja. Kenzo menyarankan Setidaknya temui wanita itu sekali lagi untuk kesopanan, menurutnya tak mungkin bisa mengenal hanya bertemu sekali.
Melisa memberitahu satu Yumna meninggalkan perusahaan dan satu Yumna masih kerja dikantornya, lalu bertanya menurut Ken, Yumna yang mana yang pergi dan Yumna yang mana yang masih kerja dikantornya. Ken menjawab tak peduli dengan hal itu.
Yumna berjalan dengan tampilan berbeda, mengunakan dress, anting panjang, dari belakang terlihat beberapa pekerja lain juga berjalan lalu lalang. Ken kembali melihat dirinya yang ditabrak oleh mobil lalu terbaring dengan kepala penuh darah tanpa ada yang menolongnya.
Pikiran kembali melayang dengan kenangan dengan Yumna, saat menangis dengan tangan di gips, lalu keduanya saling menatap di dalam mobil setelah Yumna mengambil dompetnya dijalan, wajah Yumna terpana masuk ke dalam kamarnya dan melihatnya bertelanjang dada setelah mandi.
Senyuman Yumna penuh semangat yang meloncat ke pelukanya dan membuat dirinya melepaskan dua barang yang ada ditanganya. Keduanya melihat bersama bunga sakura yang berguguran dengan sangat indah dan romantis.
Ken terlihat masih terbaring di jalan dengan kepala penuh darah, dengan bunga sakura yang bertaburan dan ujung matanya terlihat air mata yang mengalir.
Pikiranya kembali pada saat merekam suara dimalam hari dengan Yumma yang mengatakan, "Perempuan tidak mengumpat pada lelaki yang meninggalkan mereka. Mereka mengumpat lelaki yang yang menyedihkan. Jangan bersikap menyedihkan, di depan siapapun.”
Yumna dengan penuh amarah melempar jendela kamarnya dengan batu. Setelah itu Yumna dengan menahan tangis bertanya alasan Ken yang bersikap baik padanya. Ken menjawab karena kasihan pada Yumna, mengertahui dicampakkan sebelum menikah, tapi kesana kemari bilang Yumna membatalkan pernikahan, menurutnya tak ada yang salah dengan sikapnya yang baik pada Yumna.
Di sebuah Mall, Ken meminta maaf atas perbuatanya. Yumna menyuruhnya untuk berlutut dan memohon. Tapi ia memilih untuk pergi walaupun Yumna terlihat menjerit histeris.
Yumna dan Ken berjalan bersama pulang kerumah, Ken menyindir bertanya apakah Yumna yang pacaran lagi dengan lelaki itu. Yumna membenarkan. Ken mengejek Yumna itu wanita gampangan sekali. Yumna mengakuinya, Ken memberitahu mulai tidak menyukainya, Yumna berteriak marah kalau Ken itu lelaki jahat, paling kejam dan paling pengecut.
Ken masih terbaring dengan nafas terasa sesak dengan penuh darah, seseorang bertanya kenapa Ken membiarkan Yumna masuk kedalam hatinya.
“Maaf, maaf, maaf aku mencintaimu.” ucap Ken yang terbaring tak berdaya dengan melihat bayangan Yumna yang tersenyum bahagia sambi melambaikan tangan padanya
Ken yang terbaring di padang ilalang, mengeluakan air mata di ujung matanya. Beberapa saat kemudian Ken sudah ada di dalam mobil, akhirnya menangis yang selama ini ditahannya dalam hati, dengan penuh penyesalan.
Ia sudah mengendarai mobilnya dengan menyalip mobil didepanya dan hands free ditanganya, lalu menelp seseorang mengatakan tidak perduli kalau nanti mati Tapi, ia tidak mau mati dalam penyesalan dan akan mengikuti kata hatinya dan menjalaninya sampai akhir.
Dokter yang menerima telp dari Ken membenarkan pilihan Ken dan mengaku sangat bangga, dan berteriak penuh semangata agar Ken bisa maju seperti banteng dan tetap keren sampai akhir. Kem melepaskan earphonenya dengan konsterasi menyetir mobil dengan kecepatan tinggi menyalip mobil yang ada didepanya.
Ken menelp Dokternya yang sudah dianggap sebagai Kakak sambil menyetir mobil.
Ia juga berusaha menelp Yumna dengan nama “Tetangga sebelah” tapi ponsel Yumna masih saja tak aktif. Yumna sedang ada dikamarnya membereskan barang pemberian Ken dalam sebuah kotak dan ditaruh pada kotak yang tak ingin dilihatnya lagi.
Ibu Yumna menyapa Arini didepan rumah dengan menatapnya dari bawah ke atas karena penampilanya begitu modis. Arini khawatir karena Yumna tidak mengangkat ponselnya. Ibu Yumna memberitahu anaknya sedang ada dikamar, lalu menyuruhnya untuk masuk saja. Yumna tiba - tiba sudah keluar rumah mengajak Arini untuk segera pergi.
“Seolah kau tahu aku akan datang, sudah siap pergi.” tanya Arini.
“Kamu harusnya berpakaian bagus sebelum keluar.” komentar ibunya melihat penampilan anaknya yang berbeda antara anaknya dan Arini berbeda sangat jauh.
Arini pun pamit pergi pada Ibu Yumna, Ibu Yumna pun menyuruh mereka pergi yang jauh seperti ke pantai atau sejenisnya. Arini menggoda Ibu Yumna kalau mereka mungkin tidak akan pulang. Ibu Yumna hanya bisa diam saja melihat penampilan anaknya dari belakang dan Arini sangat berbeda.
Dalam mobil, Yumna hanya diam saja menatap keluar jendela. Arini pikir kalau memang Yumna tidak mau bicara lebih baik tidak usah, tapi ia akan memasang lagu untuk temanya.
“Aku tahu air mataku akan sulit kau lihat. Maafkan aku. Hanya itu yang bisa kulakukan.”
Yumna membuka jendela mobilnya dengan menopang kepalanya, Arini merasa timingnya pas sekali menurutnya liriknya persis dengan perasaan Yumna saat ini lalu membeserkan volume radionya.
“Aku yang cinta padamu dan kehilangan pikiranku. Aku yang memimpikan dirimu. Merindukan dirimu yang menatapku sekali lagi. Masih banyak kenangan dalam ingatanku Aku harap suatu hari angin membawa kabarku kepadamu. Kuingin suatu hari kau tahu hatiku yang berjingkat di dekatmu. semua harapan ini dan cinta bodoh ini dapat menyakitimu.”
Yumna mendengarkan lagunya mengingat saat naik mobil dengan Ken dan terlihat bahagia. Lalu mereka bertengkar di jalan menuju rumah, tapi saat itu juga Ken menciumnya untuk pertama kalinya. Setelah mengetahui semua kebenaranya, Ken memeluknya membiarkan hubungan mereka putus dan Ia menelp Ken dengan menangis sebelum itu padahal mereka tertawa bahagia berjalan dipantai karena sudah mengakui perasaan masing - masing.
Keduanya berjalan di taman, Yumna mengira saat berusia 30 tahun hidupnya akan hebat dan akan tinggal di apartemen, naik mobil sendiri, jalan - jalan keluar negeri sekali dua kali setahun, tapi entah kenapa hidupnya seperti ini di usia 30 tahun
“Kamu mengira akan punya penghasilan besar. Mungkin kamu kira punya penghasilan besar itu mudah.” komentar Arini.
“Aku kira akan punya percintaan yang hebat. Tapi aku masih tersandung pada cinta seperti orang bodoh.” keluh Yumna.
__ADS_1
“Meskipun begitu, aku merasa iri pada orang yang tersandung oleh cinta, karena aku tidak pernah mengalaminya. Apa Kamu akan mengakhirinya?” tanya Arini.
“Yah aku diputuskan.” ucap Yumna dengan tersenyum.
"Menurutku kamu tidak diputuskan. Lagi pula memang akan sulit menyelesaikan ini dengannya. Ken mengakhiri semuanya dengan baik denganmu. Dia ingin hanya dirinya saja yang jadi orang jahat dan tidak menjadikanmu wanita jahat. “ komentar Arini.
“Heii, itu artinya dia tidak cukup cinta padaku.” Balas Yumna.
“Hei Itu bukan karena dia tidak cinta padamu. Tapi dia tidak tahu bagaimana caranya mencintai. Laki - laki, tidak mengerti rasa sakit yang dirasakan wanita.” ucap Arini.
“Coba Lihat saja Harry, dia mengira kamu akan menunggunya, maka dia mencampakkanmu, dan berkata buruk agar tidak membebanimu. Laki - laki tidak paham yang mana yang lebih menyakitkan bagi perempuan, menunggunya yang pergi karena bangkrut atau hidup selamanya karena sakit hati setelah mendengar omongan buruk kekasihnya yang mana yang paling menyakitkan bagi perempuan, laki - laki tidak mengerti. Bagi perempuan, mereka selalu siap bertarung sampai akhir. Benarkan?” ucap Arini.
Yumna tersenyum, lalu berteriak bertanya kapan dirinya bisa lebih dulu memutuskan seseorang. Arini pikir lakukan saja kali ini, dengan menegaskan mulai sekarang Yumna harus lebih dulu memutuskan hubungan. Yumna setuju, menegaskan Mulai sekarang akan lebih dulu mencampakkan lelaki yang dikencaninya. Arini akan terus mengikutinya dan meminta temanya untuk memutuskan duluan.
“Aku akan mengatakan padamu " Yumna, ini kesempatan sekali seumur hidup! Cepat putuskan. Cepat!" ucap Arini bahagia.
“Jadi putuskan saja? Aku akan putuskan lebih dulu?” ucap Yumna tertawa.
“Tentu saja! Lakukan!“ ucap Arini mendukung penuh.
Tiba - tiba angin meniupkan topi Arini lalu jatuh dibawah pancuran air dari bawah, Arini panik karena topinya itu harganya mahal. Yumna langsung berlari mengambil topi untuk temanya, saat itu air pancuran air dari bawah keluar membasahi semua tubuhnya. Arini menjerit panik, akhirnya ikut basah - basahan dibawah air mancur bersama temanya.
❤️❤️❤️❤️❤️
Yumna bersin - bersin dikamarnya, Ibunya membawa nampan dengan obat memarahi anaknya kalau memang bajunya basah, harusnya langsung beli baju baru ganti pakaian dalam, menurutnya harganya tak mahal. Tapi anaknya malah kesana kemari dengan baju basah.
“Aku lihat sudah lama kamu tidak basah kuyup begini.” ucap Ibunya mengomel, Yumna hanya tersenyum sambil meminum teh yang dibuatnya.
“Ibu dan Ayah akan pindah, jadi kamu ikutlah dengan kami. Kamu kan bilang, ingin pindah ke kota kecil. Kita ke desa saja dan tinggal dengan nenek.” ucap Ibu Yumna sambil melipat baju anaknya.
“Aku harus kerja besok.” ucap Yumna.
“Tidak perlu keras kepala, lebih baik kamu mengundurkan diri saja. Setelah kamu keluar, ikut dengan Ayah dan Ibu ke desa.” ucap Ibu Yumna.
“Kalau melarikan diri lebih memalukan. Aku ingin bangkit kembali dan tetap tinggal disini. Putri Ibu ini anak yang kuat. Aku tidak akan runtuh karena hal seperti ini. Aku ini wanita yang bertahan setelah dicampakkan sehari sebelum menikah.“ ucap Yumna merasa bangga.
Ibunya menyuruh Yumna tak membicarakan masalah itu lagi, Yumna menceritakan jika Ibunya mencari secara online dengan mengetik suara Yumna maka langsung ketemu. Ibunya kesal menurutnya itu kehormatan besar buat keluarga Yumna saja. Terdengar bunyi bel dalam rumahnya.
Ayah Yumna menatap intercom, Istrinya keluar dari kamar dan Ayah Yumna langsung menutupi layar intercom dengan tubuhnya lalu berjalan keluar. Istrinya bertanya siapa yang datang. Ayah Yumna tak menjawab memilih untuk keluar rumah. Ibu Yumna melihat dilayar ternyata Ken yang datang kerumah mereka.
“Kamu, besok aku akan suruh Yumna menelponmu. Sekarang Pergi saja, ayo cepat pergi!” ucap Ayah Yumna panik berbicara dengan Ken didepan rumah.
Ibu Yumna keluar dari rumah, Tuan Abraham langsung menarik Ken untuk segera berlari kabur. Ibu Yumna berlari ke sisi jalan ke sebelah kanan, Tuan Abraham mengintip istrinya dengan Ken dibalik dinding. Mereka berdua pun kembali berjalan ke depan rumah, saat itu Ibu Yumna tiba - tiba sudah ada didepan mereka. Ken sempat memberikan hormat tapi tanganya kembali ditarik untuk berlari kabur.
Keduanya pun kembali bersembunyi disebuah gang dan melihat Ibu Yumna berlari lurus. Saat itu Ibu Yumna datang kembali, Ayah dan Ken pun tak bisa kabur lagi. Ken pun dengan sopan membungkuk pada ibu Yumna.
"Tangan siapa yang sedang kau pegang?” sindir Ibu Yumna melihat suaminya yang memegang tangan Ken, Tuan Abraham langsung melepaskanya.
“Aku mohon jangan buka bajumu.” ucap Tuan Abraham khawatir kalau istrinya marah membuka baju di depan orang.
“Tidak akan. Aku hanya begitu kalau aku punya perasaan suka pada orang itu.” ucap Ibu Yumna, Ken hanya bisa mengucapkan permintaan maafnya.
“Aku kira mata orang tidak akan berbohong. Tapi ternyata aku tertipu oleh matamu. Orang memang tidak bisa dinilai dari wajahnya. Seorang anak perempuan yang mengejar lelaki yang sudah merusak hidupnya, tanpa diketahuinya. Ibu yang sudah menaruh daging di nasi orang itu. Jadi Ibu dan anak sama bodohnya.” ucap Ibu Yumna menyindir.
“Aku minta maafkan.” ucap Kenzie dengan wajah tertunduk. Ayah Yumna pun memilih untuk pergi meninggalkan keduanya.
Ibu Yumna rasa harus tetap diam meskipun tahu dimana Ken tinggal. Menurutnya tidak perlu mengumpat pada orang yang ingin memutuskan hubungan sepenuhnya dengan Ken. Makanya ia tidak datang menemuinya, tapi ia harus tetap mengatakanya sekarang pada Ken.
__ADS_1
“Tidak ada yang cuma - cuma di dunia ini. Kalau kamu membuat orang lain menderita, maka suatu hari kamu akan dapat balasannya. Kamu sudah merusak hidup pasangan yang punya masa depan cerah. Kamu sudah menghancurkan hati putriku yang berharga. Kamu akan dihukum atas semua perbuatan salahan mu.Terima semua dan Kamu harus menerima semuanya. Putriku sudah seperti di neraka karena perbuatanmu.” ucap Ibu Yumna.
“Maafkan aku.” kata Ken yang tak bisa berkata apa - apa lagi selain itu.