DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 50


__ADS_3

"Ada kata yang kurang. Kamu harus bilang juga "Aku akan menikahi dia". ucap Ibu Yumna, Ken hanya tertunduk diam.


“Aku minta aaaf, karena aku ini orang kuno. Kalau dia mengenalkanmu pada keluarga, maka kalian harus menikah. Kalau kamu sudah menyapa keluarga lalu putus, itu sama saja dengan memutuskan pernikahan. Begitu pemikiran para orang tua.” jelas Ibu Yumna.


“Meskipun Yumna berpikir, dia mengajakmu untuk pergi makan di pernikahan ... maka kamu tidak bisa datang dengan pemikiran seperti itu. Apabila  kamu sudah memutuskan untuk menikahi Yumna apapun yang terjadi maka datanglah besok. Kalau tidak, jangan datang dan kalau kamu masih ragu - ragu, tidak perlu datang.” tegas Ibu Yumna berdiri.


“Pernikahan Yumna sudah rusak satu kali. Kalau ada yang merusaknya lagi, maka aku tidak bisa tinggal diam.” ucap Ibu Yumna lalu pergi.


Ken pun membungkuk memberikan hormat, lalu hanya bisa tertunduk diam. Tuan Abraham menunggu didepan rumah bertanya apa yang dikatakan Ken. Ibu Yumna mengatakan bukan dia orangnya, Tuan Abraham terlihat binggung. 


Ken terdiam lalu melihat Yumna menelpnya dan menatapnya cukup lama. Yumna bertanya kenapa Ken lama sekali mengangkatnya. Ken berbohong sedang mandi. Yumna langsung berfantasi memikirkan Ken yang mandi, lalu meminta maaf dan bertanya apa rencana pacarnya besok. Ken mengatakan mau ke pinggir kota untuk merekam, lalu kembali saat siang.


“Oh, begitu? Aku harus ke pernikahan sepupuku besok siang.” cerita Yumna.


“Kita ketemu dirumahku besok siang. Aku akan memasak yang enak buatmu.” kata Ken, Yumna tak percaya pacarnya bisa memasak?


“Aku itu pandai. Jangan makan terlalu banyak di pernikahan.” kata Ken menggoda, Yumna pun mengerti.


Ken bertanya pacaranya ingin mau makan. Yumna mengatakan apa saja karena tak punya pantangan soal makanan, lalu mengusulkan untuk besok minum bersama juga karena sepertinya sudah lama tidak minum, mungkin sekitar 10 hari.


“Aku tahu kenapa suka sekali minum alcohol Karena aku tidak bahagia. Tapi Belakangan ini, aku bahagia sekali rasanya seperti sedang mabuk." ungkap Yumna.


"Ken terima kasih." Yumna pikir ia yang  harus berterimakasih. 


❤️❤️❤️❤️❤️


Yumna keluar kamar dikagetkan dengan Ibunya yang duduk dimeja makan dalam kegelapan, lalu bertanya kenapa Ibunya belum tidur. Ibunya hanya diam saja. Yumna akhirnya bicara pada Ibunya.


“Jangan khawatir. Dia tidak akan datang ke pernikahan, karena harus bekerja.” kata Yumna pada ibunya.


Ibu Yumna pun diam saja karena itu artinya Ken tak serius ingin menikah denganya. Ken hanya diam saja karena tak bisa memutuskan untuk menikah dan masih ragu. 


Brian mengendap - ngendap mencoba mendengar suara dari kamar kakak Ken, Melisa tiba - tiba turun dari tanya bertanya apakah Brian mencarinya. Brian kaget dan terlihat panik, Melisa bertanya apakah ia sudah siap. Brian panik berjalan mundur, Melisa terus bertanya apakah Brian mau menciumnya sekarang.


Brian makin panik mengatakan bukan itu maksudnya, lalu terdesak dengan bersandar di dinding. Melisa tiba - tiba berjinjit seperti ingin menciumnya, lalu menaruh tanganya di dinding seperti mengunci Brian.


“Kalau sudah siap bilang. Apabila tidak percaya diri, maka lebih baik mundur saja.” tegas Melisa lalu berbalik dan berjalan pergi.


Brian terlihat lemas dengan menjatuhkan tasnya, menurutnya mana mungkin dirinya bisa siap dengan cepat. Dengan wajah frustasi menurutnya ini tak main - main, lalu berjongkok kebinggungan.


❤️❤️❤️❤️❤️


 Jinny sudah memegang buket bunganya, dengan gaun pengantin yang terlihat anggun. Fotographer meminta agar melempar bunga dengan tinggi. Yumna sudah siap untuk menangkapnya, dalam hitungan ketiga Jinny melempar bunganya, Yumna dengan mudahnya meloncat dengan sepatu high heel, lalu mengangkapnya.


Semua tamu langsung tepuk tangan, Yumna dengan bangga mengangkat bunganya, Bibi Yumna memalingkan wajahnya terlihat malu, begitu juga Ayah dan Ibunya hanya bisa menghela nafas. Nenek Yumna bertanya pada anaknya apakah cucunya mau menikah lagi. Tuan Abraham memberitahu kalau bukan lagi, tapi memang kemarin belum menikah.


“Jadi, dia akan menikahi lelaki itu lagi?” tanya Nenek Yumna.


“Ibu, nanti dirumah aku akan ceritakan semuanya.” ucap Bibi Yumna pada Ibunya, tamu yang dibelakang juga penasaran dengan Yumna, Bibinya berbisik akan menceritakan nanti. Ibu Yumna melirik sinis.

__ADS_1


Fotographer kembali meminta agar melempar perlahan supaya bisa mengambil gambarnya, Yumna terlihat sangat bahagia menerima bunganya, beberapa tamu berbisik membicarakan Yumna. Sementara Ayah dan Ibunya hanya bisa diam saja. Semua orang bertepuk tangan memberikan applouse. 


Di dalam taksi


Ayah dan Ibu Yumna terlihat duduk tegang, Yumna mencuci mulutnya dengan air merasa makanannya asin semua, lalu memberikan pada Ibunya. Sang Ibu menolak dengan ketus. Yumna mengatakan belum pernah melihat pengantin yang cantik sekali di gedung pernikahan.


“Aku bilang mereka cantik cuma basa basi. Nantinya kalau aku menikah dan ada yang bilang aku cantik  maka aku tidak akan tertipu.” ucap Yumna dengan melihat buket bunganya.


Ayah Yumna dan Ibunya terlihat hanya bisa menghela nafas dengan menatap kearah keluar jendela. 


❤️❤️❤️❤️❤️


Ken belanja di supermarket melihat Brian sedang menunggu trolly, heran karena bukan dirumah saja malah ikut denganya. Brian mengatakan kalau kakaknya itu ada dirumah dan pasti sudah tahu alasanya. Ken menyuruh temanya Jangan buang waktu dan segera putuskan, menurutnya apapun keputusannya, kakaknya tak akan membencinya.


“Ken, apa kamu bisa ciuman dengan kakakmu?” kata Brian, Ken mengumpat temanya itu sudah gila.


“Itu perasaanku saat ini. Apa sekarang sudah paham perasaanku? Apakah aku bisa ciuman atau tidak, jawabannya sudah jelas. Aku sudah punya jawaban tapi rasanya aku tetap harus melakukan sesuatu. Aaah, aku sungguh tidak tahu harus bagaimana.” keluh Brian dengan wajah kebingungan lalu tersadar kalau Ken sudah meninggalkanya.


Ken pergi ke bagian buah - buahan, Brian mengikutinya bertanya apakah temanya mau masak untuk Yumna 2. Ken berteriak kesal menyuruh temanya untuk menyebut nama pacarnya dengan benar. Brian menjelaskan namanya itu sama, jadi memberi urutan yang tepat “Yumna 1 dan Yumna 2” Ken melirik sinis, Brian akhirnya tertunduk meminta maaf.


“Tapi, kalau kamu mau memasak untuk perempuan harusnya kamu tanya aku dulu.  Untuk apa membeli benda ini?” ucap Brian melihat trolly berisi daun selada. Ken tak peduli sibuk memilih bahan masakanya.


“Aku ini, lulusan Stanford dengan ijazah memasak untuk wanita. Nah, kalau lelaki ingin memasak untuk perempuan maka menunya bisa apa saja. Kamu harus memilih menu yang bisa membuatmu terlihat keren. Misalkan, penggiling lada.” ucap Brian bersemangat dengan gaya memutar botol lada, dengan mengunakan timun.


Menurut Brian dengan Gerakan itu, bisa membuat wanita terpukau, lalu gerakan memeras leman dengan tangan, pasti ototnya itu akan timbul. Bahkan wanita bisa tergila - gila karena saat menabur garam. Ken hanya tersenyum melihat tingkah temanya. Brian tiba - tiba merasa gaya itu sedikit membosankan karena bisa dituduh menyontek orang.


“Jadi, kamu harus memilih makanan yang bisa menggiling lada atau memeras lemon. Maka aku akan memilih pasta!” ucap Brian penuh semangat.


“Apa kamu lihat aku? Aku bersemangat sekali kalau membahas soal perempuan. Kenapa aku malang sekali?” keluh Brian, Ken melempar melon karena kakaknya itu menyukai buah itu, Brian merasa temanya itu sedang mengejeknya lalu membawanya. 


Ken berjalan dilorong bumbu dan ingin mengambil botol kecap. Brian memberitahu dirumah ada kecap asin. Melisa tiba - tiba berjalan disamping Brian bertanya apakah mencarinya, Brian berusaha menghindar tapi Melisa terus memepetnya dan bertanya apakah sudah siap, Apa kamu mau ciuman, Brian berusaha menjauhkan agar Melisa tak mendekatinya.


“Kalau sudah siap, bilang!” teriak Melisa lalu berlari meninggalkan Brian melalui lorong.


Brian terlihat mencoba menyadarkan diri dengan memukul punduknya, lalu berlari ke lorong lainya, Ken hanya bisa diam sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman dan kakaknya. 


❤️❤️❤️❤️❤️


Yumna mengambil foto masakan pacarnya menurutnya masakannya lulus tes. Ken menyuruh Yumna segera makan saja, Yumna mengaku tidak terbiasa mengambil foto makanan jadi makanan Ken akan jadi yang pertama dan akan memotret untuk kenang - kenangan. Setelah selesai foto, keduanya mulai memakanya.


Pertama - tama Yumna mencoba kuahnya, menurutnya rasanya lumayan dan bisa menebak Kaldunya dibuat terpisah, lalu berkomentar Ken itu impresif. Lalu mencoba kwetiaunya, dan memberikan jempol menurutnya tak ada yang bisa dilakukan, lalu berpikir Ken itu tidak bisa bersikap imut


“Kamu tidak bisa bilang "Imut - imut" sambil mencubit pipiku kan?” kata Yumna menantang Ken berjanji akan melakukan dan Yumna tersipu malu dan mengajak mereka untuk lekas makan. Ken menyuruh temanya makan pelan - pelan saja


“Kali ini apa kamu tidak akan bilang aku cantik kalau makan?” kata Yumna menggoda.


“Apa senang mendengarnya kalau kamu yang meminta mengucapkan?”ejek Yumna.


Yumna terlihat cemberut lalu kembali makan, Ken tiba - tiba memuji pacarnya itu cantik. Yumna terdiam lalu wajahnya langsung bersemu merah, lalu berteriak sangat bahagia. Ken ikut tersenyum dan tertawa mendengarnya. 

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


Melisa mendorong koper ke ruang tengah, Brian merengek. Melisa menegaskan Sudah 24 jam dan menyuruhnya untuk pergi. Brian kembali memohon agar tak melakukannya. Melisa menegaskan Brian sudah tahu,karena mereka bahkan tidak bisa ciuman.


"Jadi, mana bisa kita jadi suami istri? Tidak akan bisa! Jangan buang waktu, lebih baik segera pergi dari hidupku.” tegas Melisa.


“Mana bisa aku pergi dari hidupmu? Dan apa bisa pergi begitu saja? Ada bayiku disini.” ucap Brian tak tega.


“Tak apa. Jangan merasa terbebani. Ini bukan sepenuhnya tanggung jawabmu. Aku akan besarkan anakku sendiri. Lalu, sampai aku pergi imigrasi kamu jangan kemari lagi.” Kata Melisa dengan mengajak berjabat tangan untuk berjanji.


“Apa Kakak bisa ciuman denganku?” kata Brian menantang, Melisa mengatakan bisa melakukanya.


Brian tak percaya, Melisa dengan mata berkaca - kaca merasa sepertinya bisa melakukanya. 


Keduanya pergi ke luar rumah disebuah jalan yang sepi, Melisa sudah menyandarkan kepalanya di dinding. Brian ada didepanya, lalu berusaha untuk mendekat menciumnya, Melisa menarik lehernya agar cepat melakukanya, Brian menahanya agar mereka melakukan perlahan - lahan dan tidak terlalu agresif.


Melisa melepaskan tanganya dari leher Brian dan menurunkan tanganya, bersikap malu - malu. Brian pun mulai mendekatkan wajahnya melakukan posisi yang baik untuk berciuman, tapi Melisa sempat membuka matanya karena Brian terlalu lama. Brian kembali mencoba mencium kakak Ken, tangan Melisa memegang leher Brain, hanya satu centi lagi bibir keduanya akan bersentuhan. 


❤️❤️❤️❤️❤️


Yumna selesai makan mengeluarkan sesuatu dari tasnya, Ken datang membawakan minuman. Yumna memperlihatkan sebuah surat menceritaan Waktu SMA, ada anak laki - laki yang menulis surat untuk menurutnya sangat manis, mengaku menemukan saat merapikan surat - suratnya jadi meminta pacaranya untuk mendengarnya. Ken mengatakan tidak akan cemburu pada anak SMA. 


"Aku melihatmu berjalan sambil menangis saat pulang sekolah, melihatmu menangis, rasanya hatiku ikut hancur. Aku ingin menghiburmu tapi aku tidak bisa mengganggumu yang sedang menangis. Aku hanya mengikutimu dari belakang, berjaga - jaga kalau kamu pingsan karena menangis. Aku akan memberimu pelukan." ucap Yumna membacanya dengan bersemu - semu.


Ken mulai cemburu bertanya siapa pria brengsek itu, Yumna tertawa lalu kembali membaca surat dari pria yang menyukainya, “Kenapa? Hal buruk apa yang terjadi sampai kamu begitu? Saat kamu bilang, karena dia meninggal. Aku jadi marah pada dia karena membuat wanita yang kusuka menangis. Aku iri padanya, dan ingin menjadi dirinya."


“Suruh dia ketemu Ken dulu.” ucap Ken menantang, Yumna tersenyum lalu kembali membaca suratnya


"Saat pulang, aku menyobek semua foto - fotonya Aku murka, ini surat yang Maniskan?” kata Yumna, Ken mengelengkan kepala. Yumna merasa kalau itu sangat manis. 


Flash Back


Si cantik Yumna memberikan surat pada temanya, Yumna binggung. Si cantik Yumna memberitahu Ini surat cinta untukmu saat kita SMA. Yumna pun menerimanya sambil membaca di luar ruangan, lalu melihat ada lembaran surat lainya.


“Aku langsung tahu kalau surat ini diperuntukan untukmu. Aku tidak ingin memberinya padamu. Aku tidak ingin memberinya padamu.” tulis si cantik Yumna pada suratnya.


Saat SMA Si cantik Yumna membaca surat cinta untuknya, lalu mengingat kembali kalau itu bukan Yumna dirinya tapi orang yang saat itu tertukar raportnya, lalu Ibunya menenangkan dengan mengandeng anaknya, tak masalah kalau nilai anaknya itu jelek.


“Kamu tumbuh besar dengan kasih sayang orang tuamu. Aku tidak ingin kau dicintai oleh seorang cowok juga. Rasanya seperti barangku diambil olehmu. Aku selalu membuang surat cinta untukku selama ini. Tapi aku tidak bisa membuang yang satu ini, Karena bukan milikku.”


Saat masih SMA si cantik Yumna menaruh surat dilaci meja belajarnya. Lalu setelah mengirimkan surat pada Yumna berjalan di taman. 


“Aku pikir, dapatkah aku kembalikan surat ini padamu dengan senyum suatu hari? Saat aku cukup baik dan mengakui kalau aku iri padamu maka aku bisa kembalikan surat ini untukmu.  Makanya sampai sekarang  aku tidak bisa membuang surat ini. Aku masih belum merasa baik. Tapi rasanya aku harus kembalikan ini padamu. Harus kukembalikan agar aku bisa jadi orang baik. Aku akan berusaha dan akan kulakukan.”


Si cantik Yumna terlihat berkaca - kaca setelah memberikan surat pada Yumna, sedangkah Yumna terlihat terus membaca surat yang dituliskan oleh temanya.


“Surat ini butuh 13 tahun untuk tiba di tanganmu. Maafkan aku. Aku juga merasa kasihan pada anak laki - laki yang menulis surat ini untukmu.”


“Aku kira, hanya aku yang membandingkan diriku dengan dirinya. Tapi dia bilang, dia selalu membandingkan dirinya dengan diriku. Karena dia merasa begitu, Apa aku merasa bahagia? Apa rasanya nyaman? Kenapa rasanya sedih?” gumam Yumna seperti menyadari kesalahanya.

__ADS_1


Yumna mengingat seorang pria yang melempar batu ke rumahnya sambil mengumpat Yumna gadis saja dan berteriak “Semoga hidupmu bahagia!”


“Apa mungkin, anak laki - laki yang melempar batu ke jendela rumah ... Apakah dia sungguh suka padaku?” gumam Yumna memikirkanya. 


__ADS_2