DI PERSIMPANGAN DILEMA

DI PERSIMPANGAN DILEMA
Bagian 38.


__ADS_3

Didepan rumah


Brian mengatakan masih bisa bernafas lega karena  setidaknya Yumna tidak menyebut namanya, dan sangat  ketakutan sekali saat mendengarnya, tapi menurutnya bagaimana bisa Yumna melakukan kesalahan seperti itu. Ken hanya diam saja.


Saat itu juga Melisa baru pulang dengan topi hitamnya, Brian menghela nafas melihat ada juga wanita yang tidak waras. Brian sampai didepan rumah mengatakan tidak menyangka hari seperti ini terjadi dalam hidupnya, yaitu hari merasa kecewa dengan Kenzie. Adiknya hanya tertunduk diam tanpa membela diri.


Tiba - tiba Melisa langsung memeluk adiknya, lalu memberikan semangat dan tetap tegar. Brian bingung menahan Melisa untuk masuk rumah, bertanya kenapa tak memukulnya padahal bisa saja menendang kakinya, karena biasanya kakak Ken itu mengomel habis - habisan.


“Kenapa dia tidak dipukul? Apa Kamu menganak emaskan dia?” keluh Brian.


“Kamu tidak boleh membentak orang yang sudah melakukan kesalahan besar. Karena dia sudah cukup menderita.” kata Melisa lalu masuk kedalam rumah.


“Aah ... Jadi yang selama ini kulakukan tidak cukup buruk. Baiklah. Mulai sekarang, aku akan melakukan hal yang sangat buruk.” ucap Brian menyimpulkan kata - kata Melisa, lalu mengumpat kakak temanya itu perhitungan. 


Brian melipat tangan didada bertanya pada Ken apakah sudah bicara dengan wanita itu. Ken mengatakan belum. Brian bertanya apakah Ken tidak menelpnya atau Yumna tidak menjawab telponnya. Ken menjawab tidak menelp Yumna.


“Kamu keterlaluan sekali. Apa kamu sungguh tulus suka wanita itu? Kenapa kamu bisa tidak menelponnya disaat seperti ini? Semua orang boleh tidak menelpon, tapi kamu harus. Kenapa kamu bisa diam saja?” ucap Brian.


"Aku harus bilang apa saat menelpon? Apa aku harus bertanya apakah dia baik - baik saja? Apa itu masuk akal? Aku tidak tahu harus berkata apa padanya.” ucap Ken.


“Kamu harus bilang "Aku cinta padamu" Bukankah itu cukup?” ucap Brian.


“Itu untuk memuji, jadi Tidak bisa menenangkannya.” Balas Ken.


Bria heran temanya itu selalu mengartikan cinta seperti itu, Ken masih ragu apakah kata itu tepat pada situasinya sekarang. Brian menegaskan Kata "Aku cinta padamu" selalu tepat. Yumna duduk diam dalam kamar tidurnya, lalu menyalakan ponselnya, ia melihat deretan telp yang masuk ke dalam ponselnya setelah itu 20 pesan yang belum terbaca. Sepertinya berharap ada pesan atau telp dari Ken tapi tak ada satupun.


Ken berdiri didepan rumah Yumna, hanya menatapnya lalu mengeluarkan ponselnya menelp Yumna si tetangga sebelah, tapi terlihat ragu. Akhirnya ia memberanikan diri menelp Yumna. Sementara Yumna didalam rumah kembali mematikan ponselnya lalu memilih untuk tidur. Ken pun menerima pesan dari operator kalau ponsel Yumna sedang tak aktif. 

__ADS_1


Pagi hari


Melisa dengan malas menyuguhkan minuman untuk ibunya, Kenzo baru bangun kaget melihat ibunya datang. Nyonya Emilia mengomel anaknya yang masih menumpang dirumah kakaknya. Melisa membela kata siapa Kenzo menumpang karen menganggap Kenzo adalah keluarga.


“Kalian tidak ada hubungan darah.” ucap Nyonya Emilia sinis.


“Kami tumbuh besar bersama. Aku lebih dekat dengannya daripada keluargaku sendiri.” kata Melisa membela.


Brian baru bangun tidur menyapa semuanya dan dikagetkan ada Ken Ken, Nyonya Emilia kaget melihat Brian tinggal dirumah itu juga. Brian mengaku tinggal sementara karena membuat kesalahan jadi sembunyi dirumah temanya. Nyonya Emilia menyindir Melisa selalu menerima tamu. Tapi tidak pernah mengijinkan ibunya sendiri datang.  


“Ada apa pagi - pagi datang kemari?” tanya Kenzo pada ibunya.


“Aku, besok akan menikah.” ucap Ibunya, semua melonggo kaget mendengarnya.


“Kamu mau menikah Lagi? Wah, Kakak Melisa bahkan sekalipun belum pernah, tapi Ibu sudah 3 kali, Wah! Hebat sekali. Aku respek padamu!” kata Brian memuji sambil memberikan tepuk tangan.


“Memakai gaun pengantin di usia tua,  bukan hal yang bisa kamu banggakan.” sindir Melisa.  


Nyonya Emilia melirik sinis sudah menduganya, Kenzo bertanya apakah dirinya.. Nyonya Emilia langsung menyela kalau hanya Ken yang akan datang. Kenzo mengerti. Nyonya emilia bertanya kenapa anaknya itu tidak pernah mengangkat telpnya lagi sekarang. Kenzo dan Brian terlihat binggung menjawabnya.


Knezie beralasan kakaknya itu sedang dalam situasinya kurang baik. Ibunya penasaran situasi seperti apa. Brian mengaku mereka tak tahu karena Ken yang jarang cerita padanya. Nyonya Emilia seperti tak peduli lalu meminta mereka memberitahu pada Ken untuk tak perlu membelikan hadiah untuk Ketua Jang.


“Suruh dia kirim uang ke aku, sebanyak 7 juta rupiah.” ucap Nyonya Emilia, Brian dan Kenzo kaget, Melisa tertawa lebar mendengarnya.


“Setidaknya harus sebanyak itu. Tidak lama lagi aku akan bawa uang lebih banyak. Tunggu saja.... Ibu akan membuat banyak uang agar kalian bisa hidup mewah.” Kata Nyonya Emilia yakin.


“Siapa yang mau hidup mewah? Kami sama sekali tidak miskin. Kami semua, punya uang dan hidup dengan baik. Ibu pikir saja hidupmu sendiri!” teriak Melisa geram

__ADS_1


“Kalau kamu marah wajahmu bisa tambah keriput! Berhenti minum! Kau terlihat lebih tua dari ibu! Aku tidak menyuruhmu menikah 3 x Apa satu kali saja tidak bisa?” ucap Nyonya Emilia dengan sedih memegang wajah Melisa dengan maksud menyindir.


“Selamat atas pernikahanmu.” ucap Melisa memegang wajah ibunya lalu pergi meninggalkanya.


“Dia memalukan sekali. Aku malu karena dia anakku.” ucap Nyonya Emilia menyinyir.


Di halte bus


Melisa dan Brian duduk bersama, tatapan Melisa terlihat kosong. Brian menenangkan agar Melisa tak memikirkanya karena sudah mengenal sifat Nyonya Heo yang selalu berkata sesuka hati. Melisa hanya dima saja.


“Setelah kupikir, kakak dan Kenzo sama sekali tidak mirip dengannya. Kalian mirip dengan ayah, yaitu tulus dan baik hati.” komentar Brian.


“Setelah minum, kamu meninggalkan mobilmu dimana lagi?” tanya Melisa melihat Brian naik bus ke kantor


“Yaah ... nanti juga ketahuan keberadaan mobilku.” ucap Brian santai karena bukan yang pertama kalinya. 


Dibangku belakang, Melisa tertidur dengan mulut mengangga dan menyandarkan kepalanya pada penumpang yang disampingnya. Brian yang sedang sibuk dengan ponselnya terlihat tak peduli, ketika menatap penumpang lain seperti meminta untuk menarik Melisa dari pundaknya.


Brian pura - pura tak mengenalnya, tapi akhirnya ia menarik Kenzo untuk menegakkan dirinya, Melisa tertidur dengan kepala tertunduk. Bus tiba - tiba mengerem mendadak, badan Melisa pun terjatuh dan berguling dengan koprol, Jin Sang hanya bisa melonggo. Melisa bisa menahan tubuhnya dengan mengangkat kakinya sampai ke tiang bus.


Sopir taksi bertanya apakah Melsia baik-baik saja, Soo Kyung langsung menutup wajahnya. Brian berlari mengambil tas Melisa meminta agar membuka pintu bus, karena pasti merasa malu lebih baik turun dari bis. 


Keduanya sudah turun dari bus, tapi penumpang banyak yang masih melihatanya. Brian menyuruh sopir bus segera pergi dengan menutupi wajah Brian mengunakan tasnya. Setelah bus pergi, Jin Sang menanyakan keadaan Melisa dan mengeluh Melisayang bisa tidur sampai jatuh begitu.


“Dasar Bajingan.” ucap Melisa, Jin Sang pikir tak perlu memaki, Melisa mengatakan umpatan itu untuk Jin Sang  


“Aku kenapa? Aku melindungi kakak agar tidak malu.” Kata Jin Sang binggung

__ADS_1


“Aku melihat semuanya saat jatuh di bis. Kamu, hanya memegang ponsel dan menatapku dengan takjub saat aku jatuh di dalam bis. Aku lihat semua! Aku, tidak minta kau meminjamkan bahumu untuk tidur. Tapi kenapa kau hanya melihat dengan wajah begitu saat malam jatuh di dalam bis? Dengan mulut menganga! “ ucap Melisa lalu jatuh tertidur.


Brian hanya menghela nafas menyuruh Ken untuk bangun, Melisa tetap saja diam. Brian mengaku salah dan meminta agar Melisa cepat bangun, wajahnya langsung panik karena Melisa pingsan.


__ADS_2