
"Aku tidak akan membuatmu kaget lagi. Karena melihat kamu kaget sekali, aku malah ketakutan.” kata Hae Yumna sambil bergandengan.
“Jangan lakukan ke perempuan lain. Itu berbahaya, terutama pada Kakak.” kata Ken.
“Dia akan membunuhku, kalau melakukannya pada direktur.” kata Ken.
Ken membuka pintu lalu menyuruh Yumna untuk segera masuk, Yumna tersenyum karena suka dengan sikap pria yang membuka pintu untuk pacarnya. Ken tersenyum lalu menutup pintu setelah Yumna masuk mobil.
❤️❤️❤️❤️❤️
Brian menopang kepala ditempat tidur sambil melamun, mengingat kejadian semalam saat menarik Melisa lalu menciumnya, tanganya memegang bibirnya seolah - olah tak percaya mereka berciuman sampai duduk dan tanpa henti. Tiba - tiba tubuh Brian merasakan seseorang masuk ke dalam selimutnya, lalu tangan yang meraba tubuhnya, ia panik meminta Melisa untuk bertahan sebentar.
Tangan Melisa sudah memegang bagian dada Brian, dengan wajah panik Brian mengatakan belum siap, lalu telinga merasakan hembusan angin seperti ditiupkan dari mulut. Ternyata bukan Melisa tapi Kenzo yang sengaja mengoda Brian sambil berbisik apakah kamu suka. Brian mengumpat kalau ia sangat kaget, sementara Kenzo tertawa lebar karena berhasil mengejari calon kakak iparnya.
“Aku lihat semua, kamu mencium kakak, kalian ciuman cukup lama.” Kata Kenzo menggoda, Brian menyuruh untuk menutup mulutnya.
“Aku Punya pengacara di keluarga. Aku jadi merasa kuat, kakak Ipar.” ucap Kenzo bahagia, Brian berteriak mendengar panggilan dan mengancam Kenzo itu ingin mati ditanganya.
“Kalian sudah ciuman, karena itu kalian akan menikah. Kalau menikah, kamu jadi kakak iparku.” ucap Kenzo.
“Tidak semua wanita yang kamu cium maka akan kamu nikahi. Kalau begitu aku punya sejuta istri. Kamu bersikap kuno sekali.” ejek Brian, Kenzo menegakan duduknya.
“Apa ini? Jadi, kalian tidak akan menikah?” ucap Kenzo binggung, Brian merasa sudah sakit kepala jadi meminta jangan ditambah lagi menurtnya bisa tambah gawat.
“Aku saat ini menggunakan kekuatan otak yang kugunakan saat ujian advokat. Aku berusaha memecahkan masalah, berpikir logis dan rasional. Jadi kalau kamu membuatku marah, maka aku bisa - bisa menenggelamkan diriku di dalam air!” kata Brian berteriak mengancam.
Melisa ada didepan pintu mendengar percakapan keduanya, Kenzo meminta untuk tenang, Brian mengusirnya karena pagi - pagi sudah masuk kamarnya. Kenzo berjalan keluar tapi setelah itu menggoda kakak ipar yang sudah berciuman dengan kakaknya.
Tiba - tiba pintu kamar dibuka, Melisa sudah berdiri lalu menyuruhnya untuk keluar. Kenzo mengaku kalau tidak respek pada Brian, tapi memohon kalau dirinya itu tak kasar. Melisa segera menyuruh untuk keluar. Kenzo pun akhirnya keluar.
“Repot kalau kamu harus menenggelamkan diri di air. Pikir saja perlahan - lahan, aku sudah selesai berpikir. Begitu kamu membuat keputusan, maka kita bisa bicara.” ucap Melisa.
“Apa keputusanmu?” tanya Brian.
“Kalau kamu sudah buat keputusan, baru kita bicara.” tegas Melisa lalu keluar ruangan, Brian meminta Melisa memberitahu keputusanya. Pintu pun langsung ditutup kembali oleh Melisa.
__ADS_1
“Aku tidak bisa membuat keputusan, menurutku tidak mungkin. Orang lain saja yang membuat keputusan, aku mohon.” Keluh Brian kebingungan.
❤️❤️❤️❤️❤️
Dokter menyuruh Ken untuk mengatakan yang sejujurnya pada wanita itu, "Aku dapat penglihatan soal kematianku karena perasaankku padamu sangat kuat, pikiranku melintasi waktu dan muncul di masa kini. Jadi, aku tahu tentang dirimu meski kita belum bertemu" menurutnya kalau pacarnya tak percaya maka ia yang akan bicara.
“Aku akan bilang, ini sungguhan, meskipun sulit dipercaya dan akan cerita semuanya. Lalu ... kamu dan wanita itu, bisa merumuskan sesuatu bersama. Katakan padanya. Harry berusaha membunuhmu karena marah, aku harus bagaimana? Hanya ini satu - satunya cara menyelamatkan aku, yaitu pura - pura putus maka orang itu tidak punya alasan membunuhmu, kita pura - pura putus, lalu pacaran lagi." bisik Dokter pada Ken.
“Apa yang kamu bilang?” teriak Prof sudah ada masuk ruangan.
“Pertama, kita harus menyelamatkan dia dulu.” Jelas Dokter.
“Logikamu tidak masuk akal. Penglihatannya saat ini, dia putus dengan wanita itu. Meskipun mereka tidak pacaran, orang itu tetap ingin membunuhnya.” Kata Prof, Dokter pun seperti tak menduga seperti itu, Prof menyuruh Dokter untuk menunggu diluar saja.
“Ini Sulit sekali, aku tidak tahu mana yang benar.” Keluh Dokter lalu keluar ruangan.
Dokter lalu bertanya keadaan Ken sekarang. Ken mengatakan lebih tenang, tapi merasa kaget bisa setenang sekarang. Prof mengatakan kalau ia memang jalur yang tepat, jadi meminta agar tak resah, maka kalau resah Ken pasti akan menjadi ketakutan.
“Saat ini kamu sudah mengubah konsekwensi dan sikap masa lalu mu. Kamu menghadapi konsekwensi dengan menghadapi rasa takutmu. Situasi ini akan terus berulang sampai kau fokus pada cinta. Saat kamu fokus pada cinta, maka kamu mempelajari segalanya, yaitu kondisi yang sama akan terhapus dengan sendirinya dalam skenario kehidupanmu. Makanya skenariomu saat ini berubah.” Jelas Prof.
“Apa kamu sadar kalau ada perubahan?” tanya Prof.
Ken mengingat saat berpapasan dengan Yumna, bertanya mau kemana. Yumna menegaskan sudah memberitahu untuk pura - pura tidak kenal kalau bertemu. Ken membalikan badanya, menyuruh agar menganti sepatunya, karena suara langkahnya terdengar tidak nyaman.
Ketika dirumah sakit, Kem mengatakan seluruh isi hatinya “Aku sakit karena menahan diri ingin memelukmu. Maaf ... Tapi ini yang sesungguhnya kurasakan.” Lalu Yumna akhirnya datang mengejarnya dan memeluknya.
“Kalau kamu tetap takut, maka skenarionya tidak akan berubah. Tenangkan hatimu dan lakukan sampai akhir. Aku juga penasaran dengan kisah hidupmu.” Kata Prof duduk diatas meja sambil melipat tanganya.
Ken hanya diam saja, lalu pamit pergi pada Prof. Dokter menunggu diluar melihat keduanya langsung menemui Prof. Si Prof menegur Dokter yang berusaha membelokkan pasienya, karena jalurnya sudah benar. Dokter tak banyak berkata - kata lalu memilih untuk pergi.
Ken menelp memberitahu suara drifting sudah sesuai dengan videonya dan akan datang nanti memeriksanya sendiri. Seorang Bibi memberitahu pesanan sudah siap, lalu memberikan sebuket bunga berwarna warni. Ken pun mengucapkan terimakasih.
Akhirnya Ken masuk lobby dengan membawa sebuket bunga, Si cantik Yumna datang melihatnya, langsung mengejeknya dulu mengatakan kalau memalukan membawa karangan bunga. Lalu kaget melihat wajah Ken yang babak belur, lalu menanyakan kenapa wajahnya. Ken mengatakan bukan masalah.
“Dulu kamu bilang tidak suka wanita yang menangis, tapi Yumna sering menangis. Aku tahu, bia berbeda. Wanita yang jujur seperti Yumna, sempurna untukmu wanita yang dapat mencintaimu dengan penuh gairah dan sepenuh hati. Wanita seperti itu cocok denganmu. Kalian berdua serasi ... Selamat.” ucap Yumna sambil berjalan, Ken pun mengucapkan terimakasih,
__ADS_1
“Aku sengaja bersikap keren karena ingin diingat sebagai wanita baik.”ucap Yumna, Ken hanya terdiam. Yumna mengatakan kalau ia bercanda lalu mengajaknya untuk segera keatas.
Sebuket bunga ditaruh meja Yumna, lalu Ken keluar ruangan. Terdengar di pantry, beberapa pegawai menggoda Yumna kalau kelihatan makin cantik. Ken melihat Yumna yang duduk bersama teman - temanya dengan kalung ID di belakang. Terlihat Yumna yang malu - malu karena dianggap terlihat cantik. Ken pun tersenyum lalu meninggalkan ruangan.
Semua melongo melihat ada sebuket bunga diatas meja Yumna, Aryo bertanya - tanya kenapa ada bunga diatas meja. Yumna bertanya apa ia boleh berbunga - bunga sekarang, karena dulu biasanya ... kalau ada bunga di meja, berpikir ..."Ini nyasar lagi. Pasti ini punya Ketua Tim Oh."
“Yah ... Dulu aku begitu ... Tapi yang ini rasanya seperti milikku.” kata Yumna yakin setelah itu melihat tidak ada kartunya, semua ikut melongo.
“Kalau dibawakan kurir, pasti ada kartunya! Yang ini ... seandainya ... Seandainya dibawakan oleh dia, maka aku sanggup melakukan apapun hari ini!” jerit Yumna benar - benar tak percaya.
Pesan masuk ke dalam ponselnya “Aku takut terkesan pamer. Jadi aku taruh bunganya di mejamu.” Yumna kembali menjerit bahagia karena harusnya bertemu dulu kalau memang jauh - jauh datang memberikan bunga untuknya. Pesan kembali masuk “Jangan dibalas. Aku malu." Yumna pun mengatakan kalau sekarang Ken 100%!
Semua pegawai mencoba mengetik, Yumna dengan bahagia memberitahu kalau buket bunga itu miliknya, semua terlihat tak percaya. Yumna kembali membacanya pesan yang masuk “Gunakan tanda pengenalmu dengan benar.” Akhirnya Yumna langsung membenarkan posisi ID Cardnya lalu tersenyum bahagia sambil duduk menatap buket bunga pemberian dari Ken sambil memutar bangkunya, lututnya pun terbentur meja, teman - teman menawan tawa sambil menanyakan keadaanya.
Yumna memberitahu kalau kali ini benar - benar sakit, tapi setelah itu kembali tersenyum melihat buket bunganya, semua pegawai pun langsung bubar meninggalkan Yumna seperti orang gila, mangku sangat iri. Ken pun meninggalkan kantor dengan senyuman bahagia.
Harry datang menemui Tuan Jang yang sedang mengunakan alat pijat di punggungnya, memberitahu studio rekamannya akan disita hari ini atau besok. Tuan Jang bertanya apakah tak ada yang lainnya.
“Apa Kamu hanya mengambil alih gedungnya?” kata Tuan Jang seolah - olah mengejeknya.
“Rumahnya masih belum dijual.” ucap Brian, Tuan Jang melepaskan alat pemijatnya mengatakan kalau setuju dengan hal itu.
“Kudengar perusahaanmu semakin besar setelah kau bukan pemiliknya. Jadi kau sendiri yang kerja untuk rekanmu, lalu setelah mengambil gedung itu apa kau sudah selesai? Kalau begitu baiklah. Mulai sekarang, aku bisa berhenti merasa bersalah padamu kan?” kata Tuan Jang, Harry hanya diam saja.
“Kalau aku tidak menarik uangku setelah mendengar omongan Ken, saat ini kamu pasti sedang naik sedan dengan seorang supir. Kamu akan menikmati hidupmu. Aku merasa tidak enak karena berpikir ini salahku. Makanya aku ingin membantumu. Kalau ini sudah cukup buatmu, tak masalah ... Wah ... Kamu berhati besar.” Kata Tuan Jang kembali duduk di mejanya.
Aku akan mencari cara lain.” Ucap Tae Jin seperti termakan oleh ucapan Tuan Jang
Tuan Jang pikir tak perlu dan lupakan saja, menurutnya kalau memang Harry merasa sudah cukup yah hentikan. Harry tetap pada pendirianya akan mencari cara lain. Tuan Jang meminta Harry mendengarkan ucapanya sekarang.
“Sebagai laki - laki kamu harus menjatuhkan lelaki lain. Jangan hanya dikasih satu pukulan. Terbang pelan seperti kupu - kupu dan menyengat seperti lebah!” pesan Tuan Jang dengan gaya sebagai petinju lalu menyuruh pergi karena akan beristirahat.
Harry pun keluar membungkuk, saat keluar kamar melihat ada sepatu pria juga di depan pintu, tapi seperti tak curiga dan langsung keluar ruangan.
Cakra keluar dari balik dinding, Tuan Jang akan memperjelaskan, kalau tidak menarik investasinya karena Cakra melakukan pekerjaan kotor, tapi menariknya karena Ken memintanya. Cakra mengucapkan terimakasih karena tak memberitahu pada temanya dan akan pergi.
__ADS_1
“Dasar bodoh! Kalau pergi sekarang, kamu bisa ketemu Harry!” tegas Tuan Jang, Chandra pun langsung bersembunyi kembali.
“Dia tidak bisa menjalankan bisnis, dasar penakut. Cepat ambil uangmu dan lari, Lebih baik kamu lari mumpung masih bisa.” ucap Tuan Jang, Cakra hanya diam saja menatap cermin di wastafel seperti merasa bersalah.